Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Gambar kuburan Baqi’ sebelum dihancurkan oleh Wahabi

Posted by infosyiah pada 0, Maret 21, 2007

Gambar kuburan Baqi’ sebelum dihancurkan oleh Wahabi

Dicetaknya buku album mengenai foto-foto pribadi Sultan Abdul Hamid Utsmani tentang Mekkah dan Madinah membuat siapa saja dapat menikmati kuburan Baqi’ sebelum dihancurkan.

Buku ini pada tahun 2006 diterbitkan secara bersamaan di Turki dan di New Jersey, Amerika. Dalam buku ini dimuat sekitar 130 foto-foto indah dan bersejarah dari tanah Arafah, Ka’bah, Masjidun Nabi, Kuburan Abu Thalib, kota Madinah dan Mekkah.

Kuburan Baqi’ yang berada dekat kuburan Nabi Muhammad saw karena pentingnya, beberapa tahun setelah keluarga Alu Su’ud berkuasa di Arab Saudi dihancurkan.

Gambar kuburan Baqi’ sebelum dihancurkan seperti ini:

baqi1.jpg

baqi2.jpg

baqi3.jpg

baqi4.jpg

baqi5.jpg

baqi6.jpg

baqi7.jpg

131 Tanggapan to “Gambar kuburan Baqi’ sebelum dihancurkan oleh Wahabi”

  1. Haji Muhammad Abdullah said

    Assalamualaikum

    Tempat tempat peninggalan sejarah Islam sebaiknya diabadikan; untuk dijadikan pelajaran kepada generasi generasi Islam berikutnya. Pembangunan juga harus dilanjutkan; tanpa harus mengorbankan tempat tempat sejarah Islam.

    Patung besar Budha di Afganistan juga dihancurkan oleh Taliban. Candi Borobudur dan juga candi candi yang lain di Indonesia juga pernah dihancurkan oleh orang2 tertentu yang mengikuti madhab Ahlul Sunnah (Sunni).

    Sesungguhnya Allah tidak menyukai mereka yang melakukan kerusakan di muka bumi.

  2. abu aqli said

    Saya kadang prihatin…
    dan bertanya tanya akan kah Kebesaran ISLAM akan dikenang hanya lewat buku-buku dan photo photo..

    lihatlah Saudi sekarang, betapa Kecongkakan manusia telah berdiri kokoh di situs sejarah ISLAM…

  3. ronggwarsito said

    Dasar Syiah, Taqiyyah mulu.
    Taubatlah dari Syiah wahai manusia.
    Memang sudah benar kok kuburan tidak boleh dibanguna seperti masjid.
    HANCURKAN!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  4. ronggwarsito said

    SYIAH, NA’UDZUBILLAHIMINDZALIK.
    Penganut ajaran campur-campur.
    Kalau kamu ada dihapadan saya. Saya sembelih kamu!!!!!!!!

  5. ressay said

    aneh benar nih orang.

    lagi mabok yach?

  6. abu fadl said

    Mabok, karena habis dapat duit dari Saudi,
    atau CIA… ? (sama saja sih) :-)

  7. Iya tuh kenapa ya Si ronggowarsito? mungkin karena memang dasar orangnya uneducated person atau bagaimana ya, sukanya mengumpat dan mengancam idealism orang lain. Ciri orang berbudi luhur adalah menghargai pendapat orang lain walupun itu berbeda dan tidak pernah memaksakan idealism-nya kepada orang lain. Nabi saya dilarang Alloh memaksakan Islam kepada umat di zaman beliau. Apalagi kita2 yang penuh nista. Sikap-sikap seperti itulah (menanamkan permusuhan) yang menjadikan kekuatan islam melemah hingga kita sekarang tak berdaya kepala dan harga diri kita diinjak-injak oleh Zionis. Belajarlah menahan diri, bersikap lembut dan bijak terhadap perbedaan… karena perbedaan itu akan selalu ada hingga akhirnya zaman. Jadilah orang kritis berpikir, kenapa orang itu berpikiran seperti itu? coba cari tahu apa yang mendasari seseorang punya idealism yang berbeda dengan anda? berpikirlah dari sudut pandang mereka agar engkau bisa bersikap adil. Jangan anggap idealismu yang paling benar (karena akal pengetahuan manusia terbatas dan tidak sempurna) dan menghujad idealsim orang lain. Jangan engkau mengkafirkan orang lain yang mereka jelas-jelas mengucap syahadat, sholat, Zakat, puasa dan haji bagi yang mampu, bisa jadi yang kafir itu adalah engkau sendiri. Maaf, semoga bisa menjadi pencerahan.

  8. infosyiah said

    Salam semuanya, ini juga komentar yang masuk kategori Spam,.
    salafyindonesia, Apr 5, 6:02 AM
    Yach beraninya sama kuburan…Coba kalo sama yang hidup pasti bakal terkencing-kencing itu Wahaby…
    Tapi bener lho mas, walaupun sampean Syiah namun ada kesamaan dengan Ahlusunah dalam masalah ini. Gak percaya kunjungi aja blog-ku…
    Kami di Indonesia juga berhati-hati dengan kaum Wahaby, Jangan-jangan kuburan para Wali Songo juga mau diratakan dengan tanah seperti Baqi’…

  9. great said

    assalamu’alykum,
    orang yg tau islam g mungkin mendirikan bangunan di atas kuburan, walaupun kuburan nabi sekalipun, cari di al-Qur’an atau hadist(klo masih percaya sih) yg shahih mengenai mendirikan bangunan di atas kuburan ?.mengenai permusuhan seperti yang digambarkan Doubleh Kencono…cari aja jwbnnya di muslim.or.id

  10. jabroot said

    Wahabi bukan berani sama kuburan tapi malah takut ama kuburan soalnye kuburan bisa mengingetin die pada kematian. karna die takut mati akhirnye dihancurin deh tuh kuburan-kuburan yang ade, nggak pandang kuburan siape, orang kuburan Rasul aje mau diancurin apelagi kuburan yang laen. biar nanti Allah yang menghancurkan mereka.

  11. Permusuhan yang saya gambarkan yang mana nih yang saudara maksud Sdr great. Saya sudah coba cari jawabannya di http://www.muslim.or.id yang artikel-artikel yang mendiskriditkan paham syi’ah itu?

    Guruku mengajarkan bagaimana cara-cara mengenali artikel-artikel yang ilmiah atau bukan ilmiah. Salah satu ciri artikel ilmiah adalah, adanya referencing yang baik.
    Jika ajaran Syi’ah nyeleweng tunjukkan:
    1. Dimana letak penyelewengannnya, dan siapa yang mengatakan itu. Harus ada sumbernya.
    2. Mengapa Syi’ah dianggap nyeleweng, sebutkan dalil-dalil yang terpercaya (dipercayai oleh kedua belah pihak baik yang megkafirkan maupun yang dikafirkan. Jangan anda pakai dalil dalil dari anda, yang orang-orang Syiah meragukan kevalidan dalil tersebut). Itu sama saja anda berdebat dengan orang zoroaster yang tidak percaya Islam, dan anda berdalil menggunakan Al-Qur’an. Mana mereka mau percaya lha wong mereka tak mempercayai Al-Qur’an.
    3. Fairness. Asas keadilan. Bagaimana anda bisa bersikap adil jika anda tak paham masalahnya, dan anda cuma menghakiminya dari kacamata anda sendiri. Seperti sifat amerika, dia merasa telah berbuat adil di muka bumi ini. Karena dia hanya menilai dari kacamatanya.
    4. Jika hendak mengkritisi paham orang lain, pelajari dulu dengan sebaik-baiknya paham itu(jangan memahaminya secara sepotong-sepotong, karena pemahaman secara sepotong-sepotong akan merubah maksudnya 180 derajad. Contohnya: Celakalah engkau orang-orang yang medirikan sholat, dan kamu membuang kalimat setelahnya) jika anda sudah tahu duduk permasalahannya (mengetahui dengan pasti dan sejujur-jujurnya apa yang terkandung dalam ajarannya), baru kritisi.
    5. Sifat ilmuwan adalah memberikan kesempatan bagi yang dikritik untuk membela diri (menjawab), tentang apa-apa yang dipahaminya. Dan ilmuwan tersebut dengan kepala dingin dan adil mau mendengarkan alasan-alasan yang dikemukakan.
    6. Tapi yang ada dalam artikel yang saudara suruh lihat, saya menilai tak ada unsur ilmiahnya sama sekali, dan artikel itu cuma cocok untuk kalangan orang-orang yang berkepala batu, bersikap congkak dan sempit wawasan.
    7. Karena, artikelnya tak berdasar pada riset ilmiah, dan penyajiannya bertendensi kampanya ‘anti syi’ah dan mengkafirkannya tanpa ada diskusi dan studi yang mendalam tentang ajaran syiah.’ Tuduhannya penuh muatan kebencian dan tidak obyektif. Telah terjadi ketidak-adilan disini.
    8. Sepengetahuan saya, tokoh-tokoh syia’ah bersedia duduk bersama tokoh-tokoh sunni untuk mendiskusikan berbagai ikhtilaf (isu-isu miring tentang ajaran Syiah). Dialog ini penting untuk memberikesempatan hak membela diri pengikut syiah, karena tuduhan sesat/kafir itu dampaknya sangat dahsyat. Pertumpahan darah dimana-mana.
    But, tokoh-tokoh sunni terkesan menghindar dan tidak memberikan hak pembelaan diri untuk Syi’ah. Jika begini dimana rasa keadilannya???
    9. Dialog ini diperlukan tidak untuk mempengaruhi anda masuk Syia’ah, tetapi untuk memberikan pemahaman kepada anda bahwa syiah tidak kafir seperti yang telah anda tuduhkan.
    10. Beberapa mediator mencoba menjembatani bertemunya antara tokoh Syi’ah dan Sunnah untuk bertemu dan diskusi, tokoh Syi’ah selalu datang, tetapi mengapa tokoh Sunnah tak mau datang? Alasannya, seperi yang tercantum dalam website tersebut diatas. Lha kalau anda tak mau memahami gimana bisa bersikap adil. Kalau toh anda tak berdiskusi, hentikan tuduhan anda itu.
    11. Tujuannya hanya satu dalam dialog itu, jangan engkau kafirkan Syi’ah. Itu saja, apa susahnya sih…
    12. Ingatlah, janganlah engkau menyesatkan orang lain bisa jadi yang sesat itu adalah dirimu sendiri.
    13. Malah, ada tantangan untuk bermubahalah dari seorang Syi’ah untuk membuktikan siapa yang benar dan siapa yang salah. Eh, la kok tokoh Sunnah-nya yang ngaciir. Kalau memang yakin benar mengapa tak berani???!!!
    14. Semoga menjadi pencerahan….

  12. izzahlaila said

    Kalau rukun iman dan rukun islamnya sama…

    Apa yg mau dikafirkan yah???

    Wallahu a’lam bisshowab

  13. Izzalaila said:

    Kalau rukun iman dan rukun islamnya sama…
    Apa yg mau dikafirkan yah???

    Nah, kalo tetep meminta ama qubur, menghina rosul, masih syirik dll apa masih sama ya dengan orang yang tidak begitu?

  14. ressay said

    emang siapa yang minta ma kubur? Ibnu Taimiyah minta ma kubur yach? lho, bukannya wahabi itu mintanya ma Amerika?

  15. Umar said

    [49.6] Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu.

    Hendaknya sebelum kita melontarkan tuduhan2, kita pelajari dulu kebenaran informasi yg kita terima tersebut supaya kita tidak menyesal nantinya.

  16. nuryadi asgor said

    untuk kedua pihak,sepertinya mesti melakukan nasehat dari saudara Umar di atas.

  17. Benar pendapat anda. Yang penting sesama muslim jangan saling mengkafirkan. Urusan anda mau Sunni atau mau Syi’i itu urusan anda dengan Robb anda. Masalah imamah adalah kebutuhan tiap individu. Tak boleh ada seorangpun yang boleh memaksa anda untuk mengakui keimaman para Ahlul Bayt. Seperti juga Islam. Menjadi islam ataupun pengakuan ketauhidan Alloh juga tergantung kebutuhan. Jika anda merasa butuh Alloh yang esa peluklah Islam. Seperti Alloh telah berfirman, “lakum dinukum waliyadin.” Ya, kan….. yang penting hargailah pemahaman orang lain

  18. Sastro said

    Untuk mengetahui diperbolehkannya membangun bangunan ataupun masjid di sisi kuburan dengan dalil-dalil yang ada dalam kitab-kitab standart kami dari Ahlusunah silahkan buka salafyindonesia.wordpress.com..Manakah yang Salafy, wahaby ataukah Ahlusunah wal Jamaah? Terbukti Rasul, para Sahabat, Tabi’in, Tabi’ Tabi’in serta para Imam Mazhab Ahlusunah tidak melarangnya, baik lisan maupun prilaku…Apakah kaum Wahaby berani menyalahkan mereka semua? Emang syariat milik kaum Wahaby, kok enak sekali nuduh syirik sama yang bukan golongannya? Berani gak nuduh syirik Rasul, Sahabat, Tabi’in, Tabi’ Tabi’in atau para Imam empat Ahlusunah yang diikuti oleh mayoritas mutlak ulama Islam?

  19. heri said

    Gak nyambung, tpi berhubungan juga. Boleh nanya khan? Aq nyari gmbar2 tentang AlQurAn yang masih asli. maksudnya yang masih ditulis pada buku, kulit pohon, kulit bnatang, atau semacamnya. Thanks Bro

  20. iqbal said

    Syiah, kelompok kafir tukang zina itu, yang kerjaannya mengkafir2xkan sahabat yang mendampingi Nabi dalam setiap peperangannya.
    yang kerjaannya makan tanah kuburan Husain radhiyallahu anhum. Yang pura2x percaya AlQuran. Gimana mungkin syiah percaya AlQuran yang ditulis oleh Sahabat yang mereka kafirkan. Dari segala segi Syiah itu Kafir.

  21. pakubiru said

    ass..

    ketawa gue nih, klo salah ya salah mas, gue sebodo gini juga tau bahwa bangun2 kuburan itu haram, jangan ngandelin perasaan seh, tapi pake otak juga, baca, klo gak mampu beli buku ya minjem (kaya gue),

    sebagai seorang yang taat mungkin gue jauh banget, tapi saat ada yang bertanya tentang sesuatu mengenai Islam, gue gak pernah gak pake al Quran, hadits shahih, ato klo gak tau mending gue diem, trus mabuk lagi (tapi syukur gue dah berhenti, jadi diem, trus browsing neh..)

    jangan pernah berpikir dosa bisa diampuni segampangnya ya, sebab ketika kita salah, kemudian mengajak orang lain berbuat salah, atau mendiamkan orang lain berbuat salah, pasti kita akan diminta pertanggung jawabannya.

    moga2 mau dibaca, tapi klo mo komen jangan pake meledak-ledak ya..

    wassalam..

  22. al faqir said

    Assalamu’alaikum
    saya bukan seorang yang ahli dalam islam, tetapi saya mencoba untuk memahami ajaran keyakinan yang telah saya cintai ini. menurut saya masalah kebenaran itu mutlak milik Allah, karena itu tak ada alasan apapun yang membenarkan kita dapat mencela keyakinan atau faham orang lain, yang penting kalo kita telah meyakini faham kita, kita harus bisa merasakan manis nya iman kita sehingga kita dapat menganggap bahwa tuhan telah memberikan hadiah dan hidayah Nya tersebut, karena memang tidak lah pemahamnan itu diberikan kepada semua orang. apabila semua manusia mempunyai pemahaman yang sama tentu kita tidak dijadikan Allah, cukup malaikat Nya saja. tapi itu tadi, tak ada alasan membenarkan untuk mencela apalagi mengkafirkan orang lain, lebih beik kita menidlai diri kita dulu, apa sudah cukup taqwa, tawakal dan tawadhu kepada Allah . . syiah dan sunni, hanya Allah yang mengetahui kebenaran nya . . yang penting kita tetap berpegang kepada Al Quran dan Al Hadits, sunnah dan ijtihad para faqih, karena fatwa tak mungkin bisa dikeluarkan kalo kita sendiri belum membuka secara habis isi al qur’an dan hadits, begitu kan seharus nya. bukan kah rahmat Allah senantiasa pada setiap makhluk, terutama umat nabi Muhammad . . . wassalam

  23. papabonbon said

    jadi perlu dihancurkan tidak ? taj mahal kenapa tidak dihancurkan ?

  24. umam said

    udah2x.. jangan pada berkelahi. mau syiah kek,mau ahlusunnah kek, mau wahabi kek orang islam mestinya bersatu bukan main sikut. orang kafir pada ketawa lihat umat islam baku hantam dengan saudaranya sendiri dan tinggal tunggu waktu untuk mamusnahkan islam dari muka bumi. Jadi biar aja ahlusunnah dengan keyakinannya,syiah juga begitu dan wahabi pun sama. yang penting kita bersatu ngga saling mengkafirkan satu sama lain,masalah itu sih serahkan aja kepada Sang Pencipta Alam semesta ALLAH SWT.

  25. wanttoknow said

    sebenernya saya pengen tau sejarahnya kenapa bisa ada syiah di dunia ini. apa sih yang mendasari syiah itu terbentuk. dan kalo memang mengaku sama sebagai orang islam kenapa harus membeda2kan menjadi seorang syiah atau sunni. memang ajarannya beda ya? ato kitabnya beda? ato apanya sih yang beda? apanya sih yang beda?
    saya gak habis pikir. KALO MEMANG ORANG ISLAM, YA BILANG SAYA MUSLIM !!!!

  26. Abdullah said

    ass wr wb,
    Buat saya,Islam adalah agama rahmat,jadi kalau ada orang yg memaksa,sombong mau nyembelih itu merusak islam.syiah adalah saudaraku,karena satu Tuha,Nabinya sama,pergi haji,puasa diromadhon,alqurannya sama(BOHONG BESAR KALAU ADA YANG BILANG SYIAH QURANNYA BEDA,SAYA SUDAH BUKTIKAN). yg lain BOLEH BEDA.

    salam perdamaian.
    AA

  27. H Muhammad Abdullah said

    Assalamualaikum

    Ana dilahirkan di dalam kelaurga besar yang mengikuti madhab Ahlul Sunnah (Sunni) di Indonesia. Pendidikan dasar dan sampai kuliyah juga sesuai dengan madhab Ahlul Sunnah (Sunni).

    Bermula dengan prasangka buruk bahwa muslim & muslimah yang mengikuti madhab Ahlul Bait (Syi’ah) adalah orang2 sesat dan menyesatkan; ana melakukan diskusi dengan seorang muslim yang mengikuti madhab Ahlul Bait (Syi’ah) dari Iraq di rumah seorang Pegawai Negri yang ditugaskan di pada PBB (United Nations) di New York USA.

    karena Ustadz Abdurrahman Wahid juga datang ke pada pengajian tersebut; ana berani bertanya atau menyerang Aqidah madhab Ahlul Bait (Syi’ah). Ustadz Abdurrahman Wahid belum menjadi President RI; karena President Soeharto masih berkuasa.

    sedikit demi sedikit ana mulai menemukan kebenaran; sehingga ana memutuskan untuk mengikuti madhab Ahlul Bait (Syi’ah); karena ajaran Islam yang asli sesuai dengan Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad adalah madhab Ahlul Bait (Syi’ah).

    ALQURAN 24:11
    Sesungguhnya mereka yang menyebarkan kebohongan adalah golongan kamu sendiri; mereka yang menyebarkan kebohongan telah merugikan ummat Islam sendiri; setiap orang yang menyebarkan kebohongan akan dihukum; mereka yang paling banyak menyebarkan kebohongan akan mendapatkan siksaan yang paling keras

    SARAN SARAN UNTUK PENGIKUT MADHAB AHLUL SUNNAH (SUNNI)

    Jika antum inggin mengetahui tentang madhab Ahlul Bait (Syi’ah); sebaiknya pengikut2 madhab Ahlul Sunnah (Sunni) melakukan CHEK & RECHEK dengan cara membaca langsung buku2 yang dikarang oleh pakar2 madhab Ahlul Bait (Syi’ah). Buku2 tersebut telah dicetak oleh Penerbit Mizan dari Bandung.

    SARAN SARAN UNTUK;ENGIKUT MADHAB AHLUL BAIT (SYI’AH)

    Jika antum inggin mengetahui tentang madhab Ahlul Bait (Syi’ah) bacalah AlQuran dengan teliti dan belajarlah Bahasa Arab sampai mahir.

    Buku2 yang dikarang oleh Ulama madhab Ahlul Bait (Syi’ah) yang telah wafat tidak dapat dijadikan kitab rujukan; karena Ulama yang telah wafat tidak dapat kembali ke dunia ini untuk memperbaiki buku yang telah mereka tulis. Ulama tidak pasti tidak akan dapat membela pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syi’ah) di pengadilan Tuhan di hari Qiyamah nanti; sehingga AlQuran harus dijadikan kitab rujukan utama.

    Mereka yang mememgang kuat AlQuran dengan cara melaksanakan semua perintah Allah yang tertulis di dalam AlQuran akan selama di dunia ini dan di akhirat nanti; maka janganlah menggunakan kitab kitab lain selain AlQuran sebagai kitab petunjuk; karena kitab kitab lain dapat menyesatkan manusia; tertulis di dalam Hadith (Kitab Al Kafi; bagian AlQuran).

  28. aku salafy said

    dasar syi’ah..hasan ibnu ali ibnu abu mutholib saja bilang bahwa kalian menikam ahlul bait!

    al qur’an syi’ah memang beda mereka mengganti kata nabi muhammad dg ‘ali dan menjelek2an khilafah yang 3.

    kalian semua yang ngomentarin ni pengikut syi’ah atau nabi muhammad sich?!

    nabi tu marah jika kuburan didalam, didepan,diatas masjid!!!dan melaknatnya!

    syi’ah aja bikin abdulloh bin saba’ orang yahudi,, wahabi o/ syaikh muhammad yang mencontoh nabi.

    yah,,makanya baca kitab attauhid cetakan darul ‘ilmi.

    apakah ada ulama (imam syafi’i,ahmad, hambali,malik, dsb) yang membela syi’ah? yang da mereka membensi syi’ah. Ali bin abdul muththolib yang mereka elu-elukan saja menyuruh pendiri syi’ah dibunuh karena mendahulukan Ali daripada Rasululloh!!!

  29. To Aku Salafy

    Oh ya??!!!…. gitu ya… baca kitab attauhid cetakan darul ‘ilmi ya…. he…. he…. kok yang dibaca nyuma’ buku itu doang. Kalo yang dibaca cuma buku itu doang….Ya pantas aja cupet, tapi dah merasa paling pinter dan ngerti…. maap ya… saya to the point ngritik sampeyan.

    Wah kalo menuduh harus ada bukti dong… jangan sembarang nuduh, ajukan dalil-dalilnya gitu. Biar diskusinya berbau ilmiah sedikit. Bukankah kita orang berpendidikan?

    Jika anda percaya bahwa Al-Qur’an Syiah lain dengan Al-Qur’an saudara-saudara Sunni, berarti anda tidak mempercayai salah satu ayat yang tertera dalam Al-Qur’an bahwa Alloh sendiri yang akan menjaga kemunian Al-Qur’an. Jika begitu adanya, anda tidak mempercayai janji Alloh. Ber-istighfarlah…. tobat sebelum ajal menghampiri.

    Ada ulama yang secara implisit membela Syiah. Saya katakan dua dari empat imam mahzab Sunni (maaf saya lupa yang mana) adalah murid dari Imam Ja’far Assodiq (Imam ke-6 Syiah). Dan ketahuilah imam Syafi’i pernah berkata “jika mencintai keluarga Muhammad SAAW digolongkan sebagai seorang syiah maka saksikanlah oleh jin dan manusia bahwa aku adalah seorang syiah.”

    Saran saya, baca buku banyak-banyak dari berbagai sumber agar kita bisa bersikap adil menyikapi masalah. Jangan merasa puas dan bangga dengan apa-apa yang kita pahami. Apalagi merasa sok paling pinter sendiri.

    Akan ditertawakan orang…. karena tutur kata dan santun kita akan mencerminkan ketinggian akhlak dan ilmu seseorang.

    Maaf sekali lagi terlalu lugas dan jelas kritiknya

  30. @Aku Salafy
    “Ali bin abdul muththolib yang mereka elu-elukan saja menyuruh pendiri syi’ah dibunuh karena mendahulukan Ali daripada Rasululloh!!!…”

    ———-

    Ada yang tahu, siapa Ali bin abdul muthholib ?

    ———-

    (Kadang-kadang bagi orang bodoh diam lebih baik daripada bicara)

  31. Umar said

    @Aku Salafy, bisa tolong dijelaskan siapa itu Hasan bin Ali bin Abu Mutholib dan Ali bin Abdul Mutholib? Terima kasih sebelumnya.

  32. assalamualaikum,

    sepanjang pengetahuan saya Nabi s.a.w dipusarakan dalam masjid nabawi, tak pernah para sahabat melarang….. adanya pusara dalam masjid…. begitu juga golongan Muwahid yang membina masjid untuk Ashabul Kahfi…. tidak ada ayat al-Quran mengkritiknya…

  33. Syahra said

    Kalo saya baru dapet info ttg anak kecil dari Iran (note: Iran mostly identik dgn Syiah) yang hapal al-Quran. Sekarang sih anak tsb udah gede, umur belasan gitu. Naa..kalo mau ngeliat apakah al-Quran Syiah beda dengan punyanya Sunni, cobain aja salah satu toko sunni menemui beliau (harus punya duit lah ya..Iran pan jauh)trus minta beliau bacain bbrp ayat Al-Quran. Trus, denger dan record baek2, sama gak?? Saya yakin bangeut..pasti sama!!

  34. Syahra said

    Agama itu masalah HATI (bener gak?), dan yang hanya bisa tahu dengan detail isi hati tiap orang hanya ALLAH. So…cape’ deh dengerin bapak-bapak sibuk nyombong2in diri “Ni, gue paling Islam” or..”Ni, gue paling benerr, elu mah salah..”
    Wadduhh..yang solat aje blon tentu solatnye diterima.
    Udah…kasian ntar Nabi besar kita, Muhamammad SAW, menangis liat kita malah sibuk laknat2in orang. Koq ya ngaku muslim tapi KASAR, gak ada LEMBUT2nya.

  35. BUDI said

    Untuk para penganut SYIAH di indonesia.mendingan kalian ke iran aja. jangan bikin ribut di indonesia yg damai ini.udah ngk ikut berjuang ,datang2 malah bikin ribut aja.umat syiah hanya punya sifat induvidu saja. smua agama di bilang kafir. bukti :syiah tidak mau sholat bersama dngan penganut sunny/muhamadiah. islam macam apa itu???????????????????? udah pergi sonohh jngn hidup di indonesia.. bikin onar saja.dirusak yahudi kok mau????? dasar goblokkkk otak udang.agama apapun tidak ada sifat membenci.kok syiah brani2nya maki2 istri dan ibu nabi muhammad?? juga sahabat2nya??? yg menentukan ibu nabi dan istri nabi muhamad siapa??? smua tuh dari allah kan???? MARI KITA USIR SAJA SYIAH2 DARI INDONESIA INI ALLAHU AKBARRRR

  36. riad said

    Hati-hati dengan segala fitnah, syiah dan sunni sama, Tuhannya Allah SWT, Nabinya Muhammad saw, kitabnya al-Qur’an nur karim.. kl semua orang selalu mencari perbedaan di setiap orang, maka tidak akan pernah ada habisnya, Islam ini ga akan pernah bisa bersatu kl terus-menerus ngomongin perbedaan.

    setiap shalat jumat saya melihat keragaman dalam posisi berdiri,sujud,takbir,ruku dll. tidak ada yang tersinggung dan terganggu, semua orang memaklumi dan menghargai perbedaan itu.

    jadi kalau ada orang yg disini menyebar fitnah dan omongan2 yg tidak benar sampai-sampai mengancam membunuh, saya ingatkan itu bukan islam!!..

  37. BUDI said

    Di iran anak pada bingung cari ayah kandungnya. gara2 kawin mut”ah.jadi sebelum anak2(kita) perempuan di indonesia di jadiin budak seks syi”ah ini.maka cepat2lah brantassssssssssssssssss syiah di tanah air kita.bayangkan nikah bisa tanpa wali? 3 hari bisa cerai? enak saja emang wanita itu hewan apa??? mari kita siaga penuh di setiap kota kita. bikin demo kompak se indonesia.jika tidak ada tanggapan dari pemerintah. kita urus sendiri aja…. kita ubrak abrik.bertahun2 agama di indonesia damai.5 thn begitu masuk ajaran syiah mulai kacau.contoh :banyak sudah putus tali persaudaraan,dan sesama umat islam. dia mempunyai masjid sendiri.dan dia hanya mau sholat sesamanya. syiah adalah agama islam yg di rusak oleh bangsa yahudi. yahudi sudah bersumpah akan merusak islam dari jaman nabi musa.. khomaini orang yg berumur hanya brapa tahun sudah di anggap nabi. mereka lupakan kakek moyangnya yg mengajarkan islam yg benar.jadi marilah kita jaga negara kita dari syiah yg biadab.ALLAHU AKBARR…………

  38. gw said

    sep deh….

  39. infosyiah said

    Salam,

    Peringatan dari infosyiah bahwa tulisan-tulisan yang semacam ini tidak akan dimuat lagi, karena hanya bersifat provokasi murni. Oleh karenanya, bagi teman-teman pembaca infosyiah diharapkan untuk tidak mengirim komentar yang seperti ini.

    Siapa saja yang punya keberatan terhadap makalah yang ada, maka dengan leluasa dapat menyampaikan pandangannya. Dan untuk itu infosyiah dibuat. Sampai saat ini infosyiah masih mampu bersikap sportif dan obyektif dalam memasukkan komentar yang dibuat, baik setuju maupun tidak.

    Mohon maaf kepada pembaca infosyiah atas ketidaknyamanannya ketika membaca komentar yang seperti ini. Dan ini untuk yang terakhir kalinya dimuat.

    Wassalam

    Infosyiah

  40. Ikhwan Syiah jangan terbawa provokasi dari mereka yang tidak suka -karena kebodohan mereka- terhadap Islam Syiah. Percuma kalau dilayani, buang umur. Mereka bukan bukan mencari kebenaran kok…Kita pakai kaidah “Yang Waras Ngalah” saja. Ok?

  41. riad said

    Untuk para pecinta Nabi tercinta Muhammad saw dan ahlulbaitnya, semoga selalu meningkatkan ketakwaannya dan keimanannya setiap waktu..
    orientasikan diri untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT dimanapun,kapanpun, dan dalam keadaan bagaimanapun, selalu beramal soleh walaupun hanya sebatas senyuman, bacalah al-Qur’an di waktu subuh, hindari tempat-tempat yg merendahkan derajat dan tinggalkan teman-teman yg berakhlak buruk..
    Semoga kita selalu dan semakin mencintai Allah SWT, Nabi Muhammad saw dan para Ahlulbayt as.. amin.

    Fokus pada perkembanganmu dan bukan kepada yg lain, musuh terbesar dalam hidup ini adalah dirimu sendiri, khawatirlah kepada dirimu yg senang pada kehidupan dunia.

  42. muhammad hasbi said

    Assalamu’alaikum.
    Saya dulunya adalah orang sunny. Muhammadiyah penganut wahabi. Guru orang sunny adalah orang syiah. Atau tepatnya ahlul bait. Guru imam syafii, maliki, hanafi, hambali adalah ahlul bait. Khlaifah adalah ijma’ sebagian sahabat. Nikah mu’tah di halalkan nabi di haramkan umar. Aqidah sunny terbentuk pada masa dinasti ummayah dan abbasiyah yang memusuhi ahlul bait. Guru sahabat adalah ahlul bait yaitu ali, jadi orang sunny yang yag memusuhi syiah adalah murid yang memusuhi gurunya. Abu hurairah tidak dipercaya oleh Ali, aisyah. Banyak sahabat yang menolak bai’at abu bakar ; salman, abu dzar, ammar. Juga sampai mati fatimah tidak mau membaiatnya. Syiah ali dan ahlul baitnya lebih benar dari syiah umar dan abu bakar yang banyak me

  43. Huznul Muslim said

    La’natullohu ‘ala yahudi wannashoro itakhodzuu qubuwro anbiyaaihim masaajidan……

    Itulah agama orang syi’ah… biarkan mereka berkoar-koar sebagaimana api akan berkoar di mulut-mulut mereka

    Ya ahlussunnah fii kulli makaan… ishbir nafsakum ‘ala sunnah….

    Akan ada saat bagi ahlusunnah memerangi mereka hingga mereka lenyap dari muka bumi….

    Ya Syi’ii.. ahludh dholal… taubatlah…..

    Allohu yahdi….
    Wallohu musta’an

  44. melinuxid said

    o..m aBDULLAH Kesini juga tho…hehehehehe

  45. Imannuel said

    Ass
    Afwan, ana Mualaf. MAU Tanya knapa kalian bertengkar soal Syiah-Sunni. Ana jadi bingung. Afwan pada kalian semua ya !!!

  46. yasser said

    hehehe…ada orang ngaku-ngaku sebagai ahlulsunnah masuk di sini. ngaku2 sebagai islam tetapi berakhlak layaknya preman pasar yang hanya bisa mengancam dengan kekerasan seraya berteriak-teriak mirip seperti orang mengidap neurosis.

  47. awam said

    “Mereka adalah saudara kita yang berbeda paham dengan kita”

    Biarlah kepala kami terpenggal daripada tangan kami basah oleh darah saudara kami sendiri

    Biarlah kami menghirup wanginya syahadah oleh pedang saudara kami sendiri

    Biarlah kami berkata ketika pedang menetak kepala kami: Demi tuhannya Ka’bah, kami telah menang!

    Biarkanlah kami berhujjah dihadapan-Nya : Kami telah mendahulukan saudara kami di atas diri kami sendiri

    Mazhab ahlul bait adalah mazhab cinta

  48. abulqosim said

    Surat Al Hujurat 13 :
    إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ
    yang artinya: “Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kalian disisi Allah adalah yang paling taqwa.”

  49. abulqosim said

    kita adalah muslim(suni, syiah, nu, muhammadiyah, ahmadiyah, dsb. hanyalah nama penyebutan. bagi yang mengaku orang islam,

    lepaskan jeratan taklid di leher kalian,
    simaklah, kemudian cocokan dengan akidah kalian.

    1. seorang muslim harus mentauhidkan Allah, dengan tidak menyekutukan dengan apapun.

    2. beribadah sesuai dengan yang ditentukan dan di contohkan oleh utusanNYA.

    3. mencintai ahlul bait (keluarga Nabi)
    “Hanyalah Allah menginginkan untuk membersihkan kalian (wahai) Ahlul Bait dari kejelekan dan benar-benar menginginkan untuk mensucikan kalian.” (Al-Ahzab:33)

    Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي تَرَكْتُ فِيْكُمْ مَا إِنْ أَخَذْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوْا: كِتَابَ اللهِ وَعِتْرَتِي أَهْلَ بَيْتِيْ
    “Wahai manusia sesungguhnya aku telah meninggalkan sesuatu kepada kalian yang apabila kalian berpegang teguh dengannya, maka kalian tidak akan tersesat: Kitabullah dan Ahlul Bait-ku.” (HR. At-Tirmidzi dengan sanad shahih)

    adapun ahlul bait adalah keluarga nabi, meliputi semua keturunan beliau, semua kerabat beliau, semua istri istri beliau.

    Allah jalla jalaaluhu berfirman yang artinya:
    يَانِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ
    “Wahai istri Nabi, (kedudukan) kalian bukanlah seperti wanita-wanita yang lainnya.” (Al Ahzab: 32)

    النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنْفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ
    “Nabi itu lebih berhak untuk dicintai kaum mukminin daripada diri mereka sendiri, sedangkan istri-istrinya adalah ibu-ibu mereka (kaum mukminin).” (Al Ahzab: 6)

    3. mengharamkan NUKAH MUT’AH
    Pada awal tegaknya agama Islam nikah mut’ah diperbolehkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di dalam beberapa sabdanya, di antaranya hadits Jabir bin Abdillah radhiyallahu ‘anhu dan Salamah bin Al-Akwa’ radhiyallahu ‘anhu: “Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menemui kami kemudian mengizinkan kami untuk melakukan nikah mut’ah.” (HR. Muslim)

    Dengan syarat kondisi:
    1. Dilakukan pada saat mengadakan safar (perjalanan) yang berat seperti perang, bukan ketika seseorang menetap pada suatu tempat. (HR. Muslim hadits no. 1404)
    2. Tidak ada istri atau budak wanita yang ikut dalam perjalanan tersebut. (HR. Bukhari no. 5116 dan Muslim no. 1404)
    3. Jangka waktu nikah mut’ah hanya 3 hari saja. (HR. Bukhari no. 5119 dan Muslim no. 1405)
    4. Keadaan para pasukan sangat darurat untuk melakukan nikah tersebut sebagaimana mendesaknya seorang muslim memakan bangkai, darah dan daging babi untuk mempertahankan hidupnya. (HR. Muslim no. 1406)

    Yang kemudian dilarang oleh ALLAH, bukan oleh Nabi, atau bahkan umar Radhiallahu anhu.
    Nabi bersabda :

    “Wahai manusia! Sesungguhnya aku dulu pernah mengizinkan kalian untuk melakukan nikah mut’ah. Namun sekarang Allah ‘azza wa jalla telah mengharamkan nikah tersebut sampai hari kiamat.” (HR. Muslim)

    “Sesungguhnya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melarang nikah mut’ah dan daging keledai piaraan pada saat perang Khaibar.” Beliau (Ali radhiyallahu ‘anhu) juga mengatakan bahwa hukum bolehnya nikah mut’ah telah dimansukh atau dihapus Shahih Al-Bukhari hadits no. 5119.)

    JIKA ALIRAN ANDA BERTENTANGAN DENGAN HAL INI, MAKA ANDA TELAH MELANGGAR SYARIAT ISLAM, (ATURAN ORANG MUSLIM)

    Wallaahu A’lam.

  50. BAGIR ASSEGAF said

    yg mau nyemblih syi’i, nih gw org syi’i, dtg ke tmpt gw gih, mumpung gw msh muda,darah gw msh kaya datuk gw Al Husain as,msh seger nih.. 081805907755, nie no gw,lo dtg ke smg trs tlp gw,pst gw jmput,klo mmg mental lo ga kaya yazid dan saud kroni dtg yach..enk nih klo gw mati gw bs laporan ma datuk gw dibarzah..DASAR WAHABI PENGECUT GW TUNGGU LOE..!!!!

  51. awam said

    Sesungguhnya Allah mampu membuat semua manusia ini dalam satu agama bahkan satu madzhab sekalipun,
    Dijadikan-Nya manusia bersuku-suku, berbangsa-bangsa bahkan bermadzhab-madzhab. Untuk apa?
    Untuk menguji siapakah yang paling mulia akhlaknya, paling baik budi pekertinya, diantara keanekaragamannya itu.

    Maka saya bertanya kepada saudaraku yang dimuliakan Allah, yang berbeda paham : apakah saudaraku telah menjadi orang yang paling tinggi ilmunya, paling mulia akhlaknya, paling baik budi pekertinya?

    Lalu atas dasar apakah menjatuhi putusan atas kami?
    Bersikaplah objektif saudaraku, bila ingin mengetahui syiah
    maka pelajarilah terlebih dahulu dari sumbernya. Kenalilah buah dari pohonnya.

    “Lihatlah apa yang dikatakannya bukan siapa yang mengatakannya”

  52. riad said

    Subhanallah indah sekali apa yg mas awam tuliskan.. memang mempelajari segala sesuatu dengan keadaan suci lahir bathin akan menghasilkan permata yg indah dan buah yg manis.

    Semoga yg mempelajari agama dengan niat tulus dan ikhlas akan merasakan manisnya iman. insya Allah.

  53. Bagir Asf said

    Aslmkum
    Komentar 49 kbykn omong, saya sarankan anda pelajari lg hadis,smp perawi biar tau kesahihan hadis..skli lg baca plajari syiah dr sumber nya..Rektor Ah Ahzar seorang Ulama Suni besar Syaikh Mahmud Syaltut saja tlh mngeluarkan fatwa bhwa orang suni boleh bermuamalah sesuai madzhab Syiah imamiyah, dan mnrut hemat saya bekiau lebih ilim dr pd anda..bhkn sadar atau tdk mbkin anda tlh memakai sbfian fatwa beliau..Beliau lbh tau syiah dr pd anda,krn beliau BERILMU dan MAU BERSIKAP ADIL..Wassalam

  54. zz said

    orang sunni bisa aja’

  55. alfin said

    Udah deh kok jadi debat “kusir” and caci maki, mbok ya kembali ke nash Qur’an and Hadits, itupun kalo Qur’an dan haditsnya sama antara sunni dan syi’ah. Tapi aku yakin kalo ada dialog yang jujur dan obyektif pasti akan terbuka pintu kebenaran yang hanya milik Allah SWT. OK …!!!! kalo kita caci maki terus kayak gini yang seneng tuh orang kafir, kapitalis penjajah dan kroni2nya.
    Bagaimanapu juga saudi punya salah menggerogoti kekhilafahan itu nggak bisa dipungkiri dan sebagian firqah syi’ah pun punya andil acak2 kekuasaan Khilafah dimasa lalu itupun realita, tapi kita harus ingat semua adalah manusia pasti bisa bikin salah. So mari kita jadikan semua konflik itu sebagai pelajaran dan mari kita buka lembaran baru kembalikan kehidupan Islam di dunia dengan kembalinya Khilafah Islam. OK sobat

  56. abulqosim said

    Alhamdulillah

    ketahuan busuknya

    ana bicara berdasarkan Al Qur’an dan Hadits Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa salam, kalau memang salah mohon
    K O R E K S I .

    antum mau membandingkan firman Allah dan sabda Nabi dengan omongan rektor dan teman temannya,

    kembalilah pada Al qur’an dan As sunnah,

  57. ivan said

    saya seorang mahasiswa dari sumatra (Jambi),.dalam pikiran saya masih banyak sejuta pertanyaan tentang wahabi…yang mengganggu pikiran saya saat ini apakah Muhammadiyah sama dengan Wahabi laknatullah…? sebab saya perhatikan ajaranya hampir2 mirip…ada suatu kisah dari saya,. tetangga ditempat saya kos ada yang meninggal, akhirnya iseng saya pergi utk ngelayat,walaupun sebenarnya saya tidak kenal sekaligus mencari tau bagaimana sich, warga Jogja yang mayoritas Muhammadiyah dalm melksanakan penguburan..setelah saya memperhatikan semuanya dari mulai memandikan hingga menguburkan,.setelah melihat semuanya,muncul dalam pikiran saya, betapa tidak dihargainya org yang sudah mninggal oleh mereka,…mulai dari kuburan yang campur dengan orng non MUslim..setelah itu hati saya berdetak dan berdoa kepada allah semoga saya tidak wafat di tempat in (Yogyakarta)……

  58. ivan said

    didunia ada banyak bermacam2 agama, tetapi hanya Islamlah yang murni ajaran tauhid, agamanya para malaikat, agamanya para nabi dan Rasul serta agamanya seluruh umat manusia,..didalam Islam pun terdapat banyak Mazhab, tetapi hanya mazhab Syiah Imamah la yang benar2 murni dan mengikuti sunah Rasulullah SAWW. bukan seperti ajaran sunny yang sesungguhnya mengikuti sunah Abubakar, umar,Ustman, Muawiyah, dll…
    Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
    يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي تَرَكْتُ فِيْكُمْ مَا إِنْ أَخَذْتُمْ بِهِ لَنْ تَضِلُّوْا: كِتَابَ اللهِ وَعِتْرَتِي أَهْلَ بَيْتِيْ
    “Wahai manusia sesungguhnya aku telah meninggalkan sesuatu kepada kalian yang apabila kalian berpegang teguh dengannya, maka kalian tidak akan tersesat: Kitabullah dan Ahlul Bait-ku.” (HR. At-Tirmidzi dengan sanad shahih)

  59. ivan said

    komentar..49,. sebaiknya anda mempelajari agama secara lebih mendalam lagi, kalo komentar anda seperti diatas kan membuat diri ente malu sendir menjadi bahan olok2an saudara2 yang ada disini…

  60. ivan said

    hai, komentar 35,.ente bilang semua agama apaun nggak ada sifat yg membenci. apakah omongan ent diatas itu ngk membenci,..dasar orang munafik,.anda bilang,syiah tidak mau sholat bersama dngan penganut sunny/muhamadiah.tetapi kalo kami kaum Syiah sholat bersama anda anda bilang kami salah aqidah, dan tidak patut diikuti.kami tidak mau sholat dengan kaum anda agar tidak adanya perselisihan diantara kita..karean kami muslim penganut mazhab yang damai,.bukan seperti yang anda dipikran ente…ngerti..! saya heran dengan kalian wahai ahlulsunah kok semua sahabat dianggap suci dan ngk punya dosa dan ngk patut dikritik,..siapa sih yang sebenarnya munafik,mazhab ana apa ente…?

  61. ALWI AL HADDAD said

    wahabi dan syiah HARAM ZADAH !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  62. ibrahim assegaf said

    eh alwi haddad,ente yang haram zadeh,dasar tak kenal untung,
    cek silsilah ente benar tak dari zuriat Rasul (saww)?

  63. MMasoedS said

    Assaalamualaikum War. Wab.. Sobat-sobat semua,Mengapa sih selalu saling menggunjing orang lain,Biarlah mereka punya Aliran dan kepercayaan sendiri2,Toh mereka (Yang taat beribadah kepada ALLAH dan Rosulnya) tidak akan menyusahkan orang lain,Saya Yakin 100%,yang suka menggunjing/Mencela saudaranya sendiri tidak lain dan tidak bukan Hanyalah “SYAITAN..!!”,Ingat itu Baik2,Kita kadang memepelajari Sejarah Islam tidak didasari pada pengalaman/ilmu yang memadai (maaf ya Sobat2 Semua) kami tidak bermaksud Menyinggung perasaan, Hanya Memberikan sedikit pendapat Saya yang pernah Saya alami sendiri, Kami memang Orang Bodoh, tetapi kami berprinsip, Wahyu pertama dari Baginda Junjungan kita Nabi Muhammad Saw. adalah IQRO, BACALAH, Maka dari dulu sampai sekarang dan sampai Akhir Hayatpun,Insya ALLAH Tetap,kita Harus IQRO=Bacalah.
    Membaca (Mencari Informasi) adalah Ibarat kita tersesat di suatu tempat,dan akan menuju ke tempat yg akan kita tuju,tetapi kita tidak tahu kemana arah yang akan kita tuju tersebut,sehingga kita harus bertanya pada “BEBERAPA” orang, mengapa kita harus bertanya ke BEBERAPA orang,tidak hanya satu,dua,tiga,empat ataupun lima orang, Saya yakin, belum tentu dari Lima orang tersebut Jawaban sama,mengapa karena masing2 pengalaman/ilmunya terbatas, sama persis dengan Kita semua Sobat,dan sudah pasti jawabanya Pasti tidak sama (berbeda2) pula,oleh sebab itu, kita harus mempunyai strategi tersendiri, Misal ada Lima orang yang kita tanya tadi, dan ada 3 orang jawabanya berbeda2 tetapi ada dua orang yang jawabanya sama, kita berinisiatif memilih 2 orang tadi yang jawabanya sama, kurang lebih demikian Sobat2.

    Maaf kalau ada salah2 kata

    Wassalam War.Wab.

  64. Muhammad said

    Mengapa Kita Membedakan Sunni dan Syi’ah

    Al Burhan Site

    Segala puji bagi Allah Pemilik alam semesta, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi dan utusan yang mulia Muhammad, keluarganya yang bersih dan suci juga kepada siapa saja yang meningkuti jejak langkahnya sampai hari kebangkitan nanti, amma ba’du,

    Kata-kata ini saya tuliskan untuk anda dengan penuh rasa kecintaan yang mendalam. Dengan kecintaan inilah saya berusaha mengkomunikasikan apa yang saya tulis kepada anda sekalian. Dan saya khususkan anda dengan tulisan ini dikarenakan anda adalah yang memiliki akal yang cerdas yang akan mengutamakannya dari hanya sekedar ikut-ikutan pada hal-hal yang jelas salah.

    Dan apa yang saya katakan adalah kebenaran yang berdasarkan pada dalil-dalil dan hujjah. Sehingga akan mudah bagi anda untuk menguak kebatilan dan kerancuannya. Saya tidak akan membahas masalah ini denga basa-basi tapi inilah kebenaran. Masalah ini sangat pelik bagi mereka yang hanya ikut-ikutan tanpa bukti yang benar, tapi bagi anda yang pandai akan sangat mudah, karena hanya dengan sekedar membaca akan tampak jelas kebatilan dan kerapuhan dasar-dasarnya, karena anda adalah pembaca yang memiliki pemahaman.

    Masalah ini diyakini oleh kebanyakan ulama syiah, juga termaktub dalam kitab-kitab induk mereka dan yang merupakan keyakinan pokok bagi pengikut faham syiah, keyakinan itu adalah “Al Quran telah mengalami perubahan “.

    Maksudnya adalah, bahwasanya Al Quran yang sekarang ada sudah tidak asli, sudah dirubah dan diganti. Quran yang sekarang sudah tidak seperti quran yang diturunkan Allah pertama kali.

    Aqidah ini bukan merupakan perkataan atau rekayasa saya, akan tetapi merupakan aqidah dan keyakinan yang saya ambilkan dari buku-buku ulama syiah, ahli hadits mereka dan dari mereka yang memliki pengaruh. Tugasku disini hanyalah memindahkan saja dari sumber-sumber mereka kehadapan anda sekalian, sehingga hanya dengan memaparkannya saja saya yakin akan dengan mudah anda akan bisa menguak kebatilannya. Bagaimana tidak bukanlah Allah ta’ala telah berfirman :

    ”Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Al quran dan Kamilah yang akan menjaganya “ (QS. Al Hijr: 9)

    Disini Allah berjanji bahwa Dia-lah yang akan menjaganya, akan tetapi aqidah syiah justru mengatakan bahwa al Qur’an tidak terpelihara.. Allah juga berfirman :

    ”Tidak datang kebatilan dari hadapannya dan juga tidak dari belakangnya, dia adalah diturunkan dari Dzat Yang Maha Bijaksana dan Maha Terpuji.” (QS. Fushilat: 42)

    Ini adalah sekedar peringatan dariku. Marilah kita semua berdoa memohon pada Allah agar diberi petunjuk ke jalan yang benar, memohon agar ditampakkan kebenaran pada kita sebagai kebenaran, dan memberi petunjuk kita untuk mengikuti kebenaran, dan memohon agar ditampakkan kebatilan pada kita sebagai kebatilan dan memberi petunjuk pada kita untuk menjauhinya.

    Akan tetapi aqidah syiah justru mengatakan bahwa al Quran penuh kebatilan.

    Pembaca yang budiman, sebelum kami paparkan keyakinan mereka tentang al Qur’an ini, kami ingin paparkan terlebih dahulu riwayat hidup para ulama syiah tersebut, sehingga kita bisa mengetahui sejauh mana kedudukan, ketinggian ilmu, pengaruh, dan kewenangan mereka dikalangan penganut faham syiah. Dan terbukti bahwasanya mereka bukanlah sosok manusia yang biasa, akan tetapi mereka adalah para pemimpin dan yang memiliki otoritas dan bahkan ada yang termasuk peletak dasar faham syiah. Marilah kita ikuti pemaparan riwayat hidup mereka yang juga kami ambilkan dari buku-buku syiah :

    1. Abul Hasan Ali ibn Ibrahim al Qummi, wafat 307 H, dia adalah pengarang kitab tafsir yang bernama al Qummi

    Berkata al Majlisi “Ali ibn Ibrahim ibn Hasyim, Abul Hasan al Qummi ,darinya para imam meriwayatkan. Termasuk syeikh yang besar . Banyak kitab biografi menulis tentang kebesaran dan kejujurannya. An Najasyi berkata :” Terpercaya dalam hadits, mazhabnya lurus . ( muqodimah al Bihar 128)

    Berkata Syeikh Thoyyibul Musawi dalam muqodimah kitab tafisrnya: ”Tidak disangsikan lagi bahwa kitab tafsir ini merupakan kitab tafsir yang paling awal yang sampai di tangan kita. Kalaulah bukan karena tafsir ini, ilmu tafsir tidak akan berkembang, dan tidak akan menjadi rujukan bagi para penulis, berapa banyak kitab tafisir yang ada merujuk pada kitab ini, seperti as Shofi, Majma’ul Bayan dan al Burhan. … Kemudian dia berkata: ”Dia adalah tafsir Rabbani, penerang, memiliki makna yang dalam, indah bahasanya, nihil dari kesalahan. Kitab ini tidak ditulis kecuali oleh seorang yang tinggi ilmunya dan tidak akan memahaminya kecuali mereka yang ilmunya tinggi. (dalam muqodimah tafsir al Qummi oleh Thoyyin Musawi al Jazairi hal. 14-16

    Barangkali dengan penjelasan ini cukuplah menjadi pejelas sejauh mana ketinggian pengaruh dan posisinya dan posisi kitab tafsirnya dikalangan syiah.

    2. Abu Ja’far Muhammad ibn Ya’kub .ibn Ishaq al Kulaini wafat 328 H , diantara karyanya adalah al Kafi.

    Berkata ath Thusi: ”Muhammad ibn Ya’kub al Kulaini yang diberi gelar Abu Ja’far al A’war.. Pengaruhnya besar dan seorang alim besar.

    Berkata Ardabili: ”Muhammad ibn Ya’kub ibn Ishaq Abu Ja’far al Kulaini Pamannya bernama Allan al Kulaini ar Razi, dia adalah mazhab kami di jamannya, dia adalah orang yang paling terpercaya dalam bidang hadits . Dia mengarang kitab al Kafi ketika masih berumur 20 tahun. (dalam Jamiur Ruwat 2/218, al Hulli hal. 145)

    Berkata AghoBazrak Thohrani: ”Kitab al Kafi merupakan kitab hadits yang penting diantara kitab induk aqidah yang empat. Tidak ada kitab yang serupa dengannya yang berisi riwayat dari keluarga Rasulullah . (dalam Dzariah 17/245)

    3. Muhammad Baqir al Majlisi wafat 1111 H diantara karyanya adalah “Biharul Anwar al Jamiah Lidurarii Akhbar Aimmatil Athar“ juga kitab “Miratul Uqul fii Syarhi Akhbaril Rasul“, juga kitab “Jalaul ‘Uyun”, juga kitab “Arbain” dan yang lainnya. Berkata Ardabili: ”Dia adalah ustadz dan syeikh kami dan syeikhnya kaum muslimin, penutup para mujahid, imam besar yang alim, disegani, terpandang, tidak ada duanya, terpercaya, karyanya sangat bagus. Kelebihann-kelebihannya sangat sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. Dia memliki sebuah karya besar berjudul “Biharul Anwar “ yang memaparkan tentang biografi para imam-imam dan juga syarahnya, sebuah kitab besar yang isinya mendekati satu juta baris (dalam Jamiur ruwat 2/78-79 dan tanqihul Maqol karya Mamaqoni 2/85)

    4. Abu Abdillah Muhammad ibn Muhammad ibn Nukman yang masyhur dengan Al Mufid wafat tahun 413 H diantara karyanya adalah buku “Al Irsyad”, “Amali al Mufid”, “Awailul Maqolat” dan yang lainnya.

    Berkata Yusuf al Bahrani dalam kitab Lu’luatul Bahrain hal 356-357 :… dia adalah syeikh kaum syiah, pemimpin dan ustadz mereka, kelebihannya sangat besar sekali dan tidak bisa diungkapkan, orang-orang setelahnya banyak mengambil manfaat dari ilmunya.

    Berkata Abbas Qummi: ”Syikhya para syaikh yang agung, pemimpin para imam, yang menghidupkan syariat, Menara bagi agama. Terkumpul pada dirinya keutamaan, seorang yang faqih, adil, terpercaya, menjawab persoalan dengan, riwayatnya luas, ahli dalam periwayatan, para perawi dan syair. Dia adalah ahli hadits yang terpercaya pada masanya, ahli dalam fiqh dan ilmu kalam. Banyak yang mendapatkan manfaat darinya di kemudian hari. (Al Kuna wal Alqob jilid 3 hal 164)

    5. Husain Muhammad Taqiyuddin an Nuri ath Thobrusi wafat 1320 H dintara karyanya adalah : “Mustadrak Wasail”, “Fashul Khithob fii Itsbat Tahrifil Kitabil Rabil Arbab”.

    (kitab yang komprehensif yang memaparkan didalamnya bahwa terjadi peyimpangan dalam al Quran yang periwayatannya disandarkan para imam Syiah dipaparkan disana ratusan hadits ).

    Berkata Aghabazrak ath Thohrani : dia adalah salah satu imam hadits, dia juga merupakan ulama terkemuka syiah dan ulama islam di abad ini…. dia adalah salah satu sosok ulama salafusholeh yang tidak ada tandingannya. Dia punya kepandaian, dan dia adalah salah satu dari ayat-ayat Allah yang luar biasa. Tersimpan dalam dirinya bakat-bakat yang menakjubkan, seluruh hidupnya dia persembahkan demi agama dan madzhab syiah. Sepanjang hidupnya merupakan lembaran yang cemerlang yang dihiasi dengan amalan-amalan saleh. Diantara hasil karyanya adalah: ”Fashlul Khithob fii Masalati Tagrifil Kitab“. (Nuqaba’ul Basyar jilid 2 hal 5)

    Pembaca yang budiman , inilah sebagian dianatara biografi sebagian ulama syiah yang nantinya akan kami nukilkan sebagian pendapat mereka tentang tahriful quran atau penyimpangan al Quran. Dan jika anda menginginkan informasi yang lebih lengkap anda bisa mengkaji kitab-kitab mereka sehingga anda lebih bisa mengerti banyak. Untuk itu marilah kita simak pendapat-pendapat mereka ini:

    1. Nash pertama, diambilkan dari Qummi dalam tafsirnya pada jilid 1 hal 10, dia berkata: ”Diantara yang bukan firman Allah ta’ala adalah ayat “Kuntum khoiro ummah“ Berkata Abu Abdillah kepada pembaca ayat ini ‘khoiro ummah (ummat terbaik)?’ sedangkan mereka membunuh amirul mukminin dan membunuh Hasan dan Husain. Maka dikatakan kepadanya: ”Lantas bagaimana sebenarnya ayat itu diturunkan? Dia berkata: “Kuntum khoiro aimmah (kamu adalah sebaik-baik imam)” bukankah kamu tidak melihat pujian Allah yang terdapat di akhir ayat ini “ takmuruna bil makruf wa tanhauna ‘anil munkar wa tu’minuna billahi” (kalian ber amar ma’ruf dan nahi mungkar serta beriman pada Allah).

    Contoh lainnya adalah ayat yang dibacakan kepada Abu Abdullah: ”Alladzina yaquluna rabbana hablana min azwajina wa dzurriyatina qurrata a’yun waj’alna lilmuttaqin imama” Abu Abdillah berkata: ”Sungguh mereka telah meminta kepada Allah sesuatu yang besar, yaitu meminta supaya dijadikan imam bagi orang-orang yang bertaqwa. Lantas bagaimana sebenarnya ayat tersebut diturunkan? “waj’al lana minal muttaqina imama ( ya Allah jadikanlah buat kami seorang imam dari kalangan orang yang bertaqwa )”.

    Kemudian diantara yang di tahrif/ dirubah adalah :” (ayat)

    2. Al Kulaini menyebutkan dalam al Kafi 1/457. Dari Abu Bashir dari abi abdillah berkata: ”Sungguh kami mempunyai sebuh Mushfah yang namanya Mushfah Fathimah, taukah anda apa mushaf Fathimah itu ? Dia berkata: Mushaf Fathimah adalah seperti tiga kali Quran kamu sekalian, demi Allah tidak ada didalamnya satu hurufpun yang tertulis dalam Quranmu (sunni)”.

    3. Al Kulaini juga menyebutkan dalam al Kafi, 4/456, Dari Hisam ibn Salim dari Abi Abdillah berkata: ”Sesungguhnya Al Quran yang diturunkan Jibril a.s kepada Muhammad saw jumlahnya adalah 17 ribu ayat. Dan perlu kita ketahui bahwa ayat yang dalam al Quran jumlahnya hanya enam ribuan ayat. Jadi, perbedaannnya sangat jauh.

    4. Dalam al Kafi juga disebutkan 4/433, Dari Muhammad ibn Salman dari sebagian sahabatnya dari Abi Hasan berkata: ”Saya berkata kepadanya: “Sesungguhnya kami mendengar ayat-ayat al Quran yang tidak biasa kami dengar sebagaimana dalam quran kami, dan kami juga tidak pandai membacanya sebagaimana kamu sekalian , apakah kami berdosa ? Dia berkata :” Tidak, akan datang nantinya orang yang akan mengajarkan”.

    5. Dalam al Kafi jilid 1 hal 441disebutkan :

    Dari Jabir: “saya mendengar Abu Ja’far berkata: Setiap orang yg mengatakan bahwa dia telah mengumpulkan seluruh Al Qur’an adalah pembohong, tidak ada yang memiliki seluruh Al Qur’an dan menghafalnya kecuali Ali dan para imam sesudahnya”.

    6. Berkata Abu Hasan al Amili dalam muqoddimah yang kedua, bagian ke-empat dalam tafsir Miratul Anwar wa Misykatul Asrar: ”menurutku sudah sangat jelas perkataan bahwa al Quran telah diubah dan di ganti. Setelah saya meneliti, bisa saya katakan bahwa keyakinan itu merupakan dhoruriyah dalam madzha syiah. Dan bisa dikatakan bahwa tujuannya adalah untuk merampas kekholifahan”.

    7. ‘Ayasyi meriwayatkan dalam tafsirnya, juz 1 hal. 25. Dari Abi Ja’far bahwasanya dia berkata: ”kalaulah tidak ada tambahan dan pengurangan dalam Kitabullah niscaya kebenaran yang kita miliki tidak akan tertutup.

    8. Berkata Haj Karim al Kirmani yang diberi gelar Mursyidul Anam dalam bukunya “irsyadul Awam juz. 3 hal 221 dalam bahasa Parsi: ”Setelah Imam Mahdi muncul dan membacakan al Quran dia berkata: ”wahai kaum muslimin inilah al Quran yang sesungguhnya yang telah diturunkan kepada Muhammad dan yang telah dubah dan diganti “.

    9. Berkata Mulla Muhammad Taqiy al Kasyani dalam buku Hidayatuth Tholibin hal 368 dalam bahasa Parsi: ”Utsman memerintahkan kepada sahabatnya Zaid ibn Tsabit yang merupakan musuh Imam Ali supaya mengumpulkan al Quran dan menghapus darinya ayat tentang keluarga ahlul bait. Dan al Quran yang sekarang ini tersebar luas yang terkenal dengan sebutan mushfah utsmani adakah mushaf yang sama dengan mushaf dari utsman.

    Setelah kita membaca sebagian pendapat ulama-ulama besar syiah, bahkan merupakan dasar aqidah madzhab mereka. Pertanyaannya, adakah disana ada ulama kalangan syiah yang membantahnya? Jawabannya adalah ada, Disini kami tidak akan melakukan diskriminasi, semua pendapat akan kami kemukakan. Diantara ulama yang membantah kepercayaan ini – bahwa al Quran sudah diubah dan diganti – adalah: (Abu Ja’far ath Thusi, Abu Ali ath Thobrusi penulis majmaul Bayan, Syarif Murtadho, Abu Ja’far ibn Bawabaih al Qummi (ash Shiddiq)). Dan diantara yang menyebutkan jajaran ulama ini adalah an Nui ath Thobrusi dalam bukunya Fashlul Khithob fii itsbat tahrifi Kitab Rabbil Arbab hal 23, dia berkata: ”Perkataan bahwasanya al Quran yang tersebar luas dikalangan manusia adalah tidak mengalami perubahan dan bahwasanya apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad adalah seperti yang sekarang terdapat ditangan manusia adalah pendapat ash Shoduq, Sayyid Murtadho, Syeikh Thoifah ath Thusi dalam tibyan dan para ulama terdahulu banyak yang tidak sepakat dengannya “.

    Berkata pula Nikmatullah al Jazairi dalam bukunya Anwar Nukmaniyah juz.2 hal 357: ”Kami memang mengakui ada sahabat kami- semoga Allah meridhoi mereka – telah sepakat tidak ada perubahan dalam Al Quran , diantara mereka adalah ash Shoduq, Murtadho, Syeikh Thobrusi mereka menetapkan bahwa al Quran yang ada adalah mushaf yang asli yang tidak ada didalamnya perubahan dan penyimpangan“.

    Pertanyaan dan Jawaban, Apakah motivasi mereka sehingga mereka mengatakan bahwa al Quran tidak mengalamai perubahan dan penyimpangan, sebagaimana dikatakan pendahulu mereka apakah memang benar-benar karena dorongan aqidah ataukah karena sekedar melakukan taqiyah? Yang mana dikatakan bahwa: ”Seseorang yang tidak bertaqiyah maka dia tidak beriman“. (9 dalam ushulul Kafi juz 2 hal 222)[1]

    Jawabannya adalah, sangat disayangkan adalah karena taqiyyah..Hal ini sebagaimana dikatakan An Nuri Ath Thobrosi dalam bukunya :” Tidak diherankan bagi yang memperhatikan bahwa pembahasannya akan berujung pada kecenderungan memihak mereka yang mengakui bahwa al Quran telah mengalami perubahan “.
    ——————————————————–

    [1] Salah satu kaedah dalam berhubungan dengan orang bermazhab syi’ah, pasti dia melakukan taqiyah, karena jika tidak bertaqiyah maka dia tidak beriman alias kafir.

  65. Rochan said

    Syiah saja merawat peninggalan Islam. Jika membangun dilarang-menghancurkanpun haram. tidakpernah dilakukan Nabi, Sahabat kok memfitnah mereka dengan adanya Ijma’. dalil akalpun menolak mereka, bagaimana dapat mengkaji dalil agama. ini adalah bid’ah yang masyhur. silakan adu argumen di mail saya, jika minta pembahasan dalil. anak TK aja dapat menilai.

  66. @ Muhammad
    Saya pernah baca artikel anda di salafi indonesia kalau tak salah tentang “haqikat Syi’ah Rafidhah.” Saya mengkritisi anda, karena dalam hal ini anda telah melakukan ketidak fairan (ketidak adilan) dalam menghakimi, alasannya:

    1. Sepertinya tak adil jika anda mengkafirkan “syi’ah” (entah syi’ah yang mana itu) karena cerita tentang adanya perubahan dalam Al-Qur’an yang anda menukil riwayat tersebut katanya dari ulama-ulama Syi’ah. Tetapi anda sendiri tidak mengkritisi riwayat-riwayat adanya perubahan Al-Qur’an, yang notabene riwayat perubahan tersebut juga diriwayatkan dalam kitab-kitab Sunni. Kalau anda adil dan bersikap jujur, anda juga akan mengatakan adanya penyimpangan dalam mahzab Sunnah, karena sesungguhnya cerita tentang pengurangan atau penambahan Al-Qur’an juga terdapat dalam kitab-kitab Ahlus Sunnah yang terpercaya itu.

    2. Anda belum paham bagaimana, ulama-ulama Syi’ah menyortir hadist-hadist yang ada, walaupun katanya hadist itu katanya diriwayatkan oleh para Imam Ahlul Bayt, dan dimuat dalam kitabnya Kulaini, mereka tidak akan percaya begitu saja. Jika hadist tersebut bertentangan dengan Al-Qur’an dan bertendensi menjatuhkan martabat Rosul, para Ahlul Bayt dan para Imam Ahlul Bayt, mereka akan menolaknya.

    3. Ada banyak aliran Syi’ah yang dikenal oleh masyarakat luas, Syiah yang mana yang anda maksud?

    Berikut saya copy pastekan artikel tentang bagaimana Aqidah Syi’ah dalam menyikapi Al-Qur’an:

    Aqidah Syi’ah Tentang Al-Qur’an

    Sesungguhnya Syi’ah mempercayai bahwa al-Qur’an yang ada sekarang adalah benar dan mereka beramal dengannya. Tetapi tidak dinafikkan bahwa terdapat kitab-kitab karangan ulama Syi’ah seperti al-Kulaini dan lain-lain yang telah mencatat tentang kurang atau lebihnya ayat-ayat al-Qur’an yang ada sekarang, tetapi ketahuilah anda bahwa bukanlah semua riwayat itu sahih, ada yang sahih dan ada yang dha’if. Contohnya al-Kulaini telah meriwayatkan di dalam al-Kafi bahawa Rasulullah SAWW telah dilahirkan pada 12 Rabi’ul Awwal tetapi ditolak oleh mayoritas ulama Syi’ah karena mereka berpendapat bahwa Nabi SAWW dilahirkan pada 17 Rabi’ul Awwal.

    Begitu juga mereka menolak kitab al-Hassan bin al-‘Abbas bin al-Harisy yang dicatat oleh al-Kulaini di dalam al-Kafi, malah mereka mencela kitab tersebut. Begitu juga mereka menolak riwayat al-Kulaini bahawa orang yang disembelih itu adalah Nabi Ishaq bukan Nabi Isma’il AS (al-Kafi, IV, hlm. 205). Justeru itu riwayat al-Kulaini umpamanya tentang kekurangan dan penambahan ayat-ayat al-Qur’an adalah riwayat yang lemah (Majallah Turuthuna, Bil. XI, hlm. 104).

    Karena ulama Syi’ah sendiri telah menjelaskan kelemahan-kelemahan yang terdapat di dalam al-Kafi, malah mereka menolak sebagian besar riwayat al-Kulaini. Begitu juga dengan kitab al-Istibsar fi al-Din, Tahdhib al-Ahkam karangan al-Tusi dan Man La Yahdhuruhu al-Faqih karangan Ibn Babuwaih, sekalipun 4 buku tersebut dikira muktabar di dalam mazhab Syi’ah, umpamanya al-Kafi yang mempunyai 16,199 hadith telah dibagi kepada 5 bagian (di antaranya) :

    i. Sahih, mengandung 5,072 hadith.
    ii. Hasan, 144 hadith.
    iii.al-Muwaththaq, 1128 hadith (yaitu hadith-hadith yang diriwayatkan oleh orang yang bukan Syi’ah tetapi mereka dipercayai oleh Syi’ah).
    iv. al-Qawiyy, 302 hadith.
    v. Dhaif, 9,480 hadith. (Lihat Sayyid Ali al-Milani, “al-Riwayat Li Ahadith al-Tahrif ‘di dalam Turuthuna, Bil. 2, Ramadhan 1407 Hijrah, hlm. 257).

    Oleh sebab itu riwayat-riwayat tentang penambahan dan kekurangan al-Qur’an telah ditolak oleh ulama Syi’ah Imamiyah mazhab Ja’fari dahulu dan sekarang. Syaikh al-Saduq (w. 381H) menyatakan “i’tiqad kami bahwa al-Qur’an yang telah diturunkan oleh Allah ke Nabi Muhammad SAWW dan keluarganya ialah di antara dua kulit (buku) yaitu al-Qur’an yang ada pada orang ramai dan tidak lebih dari itu. Setiap orang yang mengatakan al-Qur’an lebih dari itu adalah suatu kebohongan.” (I’tiqad Syaikh al-Saduq, hlm. 93).

    Syaikh al-Mufid (w. 413H) menegaskan bahawa al-Qur’an tidak kurang sekalipun satu kalimat, satu ayat ataupun satu surah (Awa’il al-Maqalat, hlm. 55). Syarif al-Murtadha (w. 436H) menyatakan al-Qur’an telah dijaga dengan rapi karena ia adalah mu’jizat dan sumber ilmu-ilmu Syarak, bagaimana ia boleh diubah dan dikurangkan? Selanjutnya beliau meyatakan orang yang mengatakan al-Qur’an itu kurang atau lebih tidak boleh dipegang pendapat mereka (al-Tabrasi, Majma’ al-Bayan, I, hlm. 15). Syaikh al-Tusi (w. 460H) menegaskan bahwa pendapat mengenai kurang atau lebihnya al-Qur’an adalah tidak layak dengan mazhab kita (al-Tibyan fi Tafsir al-Qur’an, I, hlm.3). Begitu juga pendapat al-Allamah Tabataba’i dalam Tafsir al-Mizan, Jilid 7, hlm. 90 dan al-Khu’i dalam Tafsir al-Qur’an al-‘Azim, I, hlm. 100, mereka menegaskan bahwa al-Qur’an yang ada sekarang itulah yang betul dan tidak ada penyelewengan.

    Demikianlah sebagian dari pendapat-pendapat ulama Syi’ah dahulu dan sekarang yang mengakui kesahihan al-Qur’an yang ada pada hari ini. Imam Ja’far al-Sadiq AS berkata,”Apabila datang kepada kamu dua hadith yang bertentangan maka hendaklah kamu membentangkan kedua-duanya kepada Kitab Allah dan jika ia tidak bertentangan dengan Kitab Allah, maka ambillah dan jika ia bertentangan dengan Kitab Allah, maka tinggalkanlah ia” (Syaikh, al-Ansari, al-Rasa’il, hlm. 446).

    Kata-kata Imam Ja’far al-Sadiq itu menunjukkan al-Qur’an yang wujud sekarang ini adalah al-Qur’an yang diturunkan oleh Allah ke Nabi SAWW tanpa tambah dan kurang jika tidak, ia tidak menjadi rujukan kepada Muslimin untuk membentangkan hadith-hadith Nabi SAWW yang sampai kepada mereka. Oleh sebab itu mazhab Syi’ah Ja’fari samalah dengan mazhab Ahlu s-Sunnah dari segi menjaga al-Qur’an dari penyelewengan, tetapi anehnya ialah terdapat banyak riwayat di dalam buku-buku Sahih Ahlu s-Sunnah sendiri yang mencatat bahawa al-Qur’an telah ditambah, dikurang dan ditukarkan, di antaranya seperti berikut :

    1. Al-Bukhari di dalam Sahihnya, VI, hlm. 210 menyatakan (Surah al-Lail (92):3 telah ditambah perkataan “Ma Khalaqa” pada ayat yang asalnya ialah “Wa al-Dhakari wa al-Untha” tanpa “Ma Khalaqa”. Hadith ini diriwayatkan oleh Abu al-Darda’, kemudian dicatat pula oleh Muslim, Sahih,I,hlm. 565; al-Turmudhi, Sahih, V, hlm. 191.

    2. Ahmad bin Hanbal, al-Musnad, I, hlm. 394; al-Turmudhi, Sahih, V, hlm. 191 menyatakan (Surah al-Dhariyat (51):58 telah diubah dari teks asalnya “Inni Ana r-Razzaq” kepada “Innallah Huwa r-Razzaq” iaitu teks sekarang.

    3. Muslim, Sahih, I, hlm. 726; al-Hakim, al-Mustadrak, II, hlm. 224 meriwayatkan dari Abu Musa al-Asy’ari,”Kami membaca satu surah seperti Surah al-Bara’ah dari segi panjangnya, tetapi aku telah lupa, hanya aku mengingat sepotong dari ayatnya,”Sekiranya anak Adam (manusia) mempunyai dua wadi dari harta, niscaya dia akan mencari wadi yang ketiga dan perutnya tidak akan dipenuhi melainkan dengan tanah.”

    4. Al-Suyuti, al-Itqan, II, hlm. 82, meriwayatkan bahwa ‘Aisyah menyatakan Surah al-Ahzab (33):56 pada masa Nabi SAWW adalah lebih panjang yaitu dibaca “Wa’ala al-Ladhina Yusaluna al-Sufuf al-Uwal” selepas “Innalla ha wa Mala’ikatahu Yusalluna ‘Ala al-Nabi…” Aisyah berkata,”Yaitu sebelum Uthman mengubah mushaf-mushaf.”

    5. al-Muslim, Sahih, II, hlm. 726, meriwayatkan bahwa Abu Musa al-Asy’ari membaca selepas Surah al-Saf (61):2, “Fatuktabu syahadatan fi A’naqikum…”tetapi tidak dimasukkan ke dalam al-Qur’an sekarang.

    6. Al-Suyuti, al-Itqan, I, hlm. 226 menyatakan bahwa dua surah yang bernama “al-Khal’ ” dan “al-Hafd” telah ditulis dalam mushaf Ubayy bin Ka’b dan mushaf Ibn ‘Abbas, sesungguhnya ‘Ali AS mengajar kedua surah tersebut kepada Abdullah al-Ghafiqi, ‘Umar dan Abu Musa al-Asy’ari juga membacanya.

    7. Malik, al-Muwatta’, I, hlm. 138 meriwayatkan dari ‘Umru bin Nafi’ bahwa Hafsah telah meng’imla’ “Wa Salati al-Asr” selepas Surah al-Baqarah (2): 238 dan tidak ada dalam al-Qur’an sekarang. Penambahan itu telah diriwayatkan juga oleh Muslim, Ibn, Hanbal, al-Bukhari, dan lain-lain.

    8. Al-Bukhari, Sahih, VIII, hlm. 208 mencatat bahwa ayat al-Raghbah adalah sebagian dari al-Qur’an yaitu “La Targhabu ‘an Aba’ikum” tetapi tidak wujud di dalam al-Qur’an yang ada sekarang.

    9. Al-Suyuti, al-Itqan, III, hlm. 82; al-Durr al-Manthur, V, hlm. 180 meriwayatkan dari ‘Aisyah bahwa dia berkata,”Surah al-Ahzab dibaca pada zaman Rasulullah SAWW sebanyak 200 ayat, tetapi pada masa ‘Uthman menulis mushaf tinggal 173 ayat saja.”

    10. Al-Suyuti, al-Durr al-Manthur, V, hlm. 192 mencatatkan bahwa di sana terdapat ayat yang tertinggal selepas Surah al-Ahzab (33):25 yaitu “Bi ‘Ali bin Abi Talib”. Jadi ayat yang dibaca, “Kafa Llahul Mu’minin al-Qital bi ‘Ali bin Abi Talib.”

    11. Ibn Majah, al-Sunan, I, hlm. 625 mencatat riwayat dari ‘Aisyah dia berkata: ayat al-Radha’ah sebanyak 10 kali telah diturunkan oleh Allah dan ditulis dalam mushaf di bawah katilku, tetapi manakala wafat Rasulullah SAWW dan kami sibuk dengan kewafatannya, maka ia hilang.

    12. Al-Suyuti, al-Itqan, III, hlm. 41 mencatat riwayat dari ‘Abdullah bin ‘Umar, dari bapanya ‘Umar bin al-Khattab, dia berkata,”Janganlah seorang itu berkata aku telah mengambil keseluruhan al-Qur’an, apakah dia tahu keseluruhan al-Qur’an itu? Sesungguhnya sebagian al-Qur’an telah hilang dan katakan saja aku telah mengambil al-Qur’an mana yang ada.” Ini bererti sebagian al-Qur’an telah hilang.

    Demikianlah di antara catatan para ulama Ahlu s-Sunnah mengenai al-Qur’an ada lebih atau kurang di dalam buku-buku Sahih dan muktabar mereka. Bagi orang yang mempercayai bahwa semua yang tercatat di dalam sahih-sahih tersebut adalah betul dan wajib dipercayai, akan menghadapi dilema, karena kepercayaan demikian akan membawa mereka kepada mempercayai bahwa al-Qur’an yang ada sekarang tidak sempurna, ada pengurangan atau kelebihan. Jika mereka mempercayai al-Qur’an yang ada sekarang adalah sempurna – memang ia sempurna – ini berarti sahih-sahih mereka tidak sempurna dan tidak sahih lagi. Bagi Syi’ah mereka tidak menghadapi dilema ini kerana mereka berpendapat bahawa tidak semua riwayat di dalam buku-buku mereka seperti al-Kafi, al-Istibsar fi al-Din dan lain-lain adalah sahih, malah terdapat juga riwayat-riwayat yang lemah.

    Oleh sebab itu untuk mempercayai bahwa al-Qur’an yang ada sekarang ini sempurna sebagaimana yang dipercayai oleh Syi’ah mazhab Ja’fari, maka Ahlu s-Sunnah terpaksa menolak riwayat-riwayat yang terdapat di dalam sahih-sahih mereka demi mempertahankan kesempurnaan al-Qur’an. Dan mereka juga harus menolak riwayat-riwayat yang bertentangan dengan al-Qur’an dan akal seperti hadith yang diriwayatkan oleh al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah,”Sesungguhnya Neraka Jahanam tidak akan penuh sehingga Allah meletakkan kaki Nya, maka Neraka Jahanam berkata: Cukup, cukup.”(Al-Bukhari, Sahih, III, hlm. 127; Muslim, Sahih, II, hlm. 482).

    Hadith ini bertentangan dengan ayat al-Qur’an Surah al-Sajdah (32):13 ,….”Sesungguhnya Aku akan penuhi Neraka Jahanam dengan jin dan manusia.” Juga bertentangan dengan Surah al-Syura (42):11 yang menafikkan tajsim “Tidak ada suatu yang perkarapun yang menyerupaiNya.”

    Lantaran itu tidak heranlah jika al-Suyuti di dalam Tadrib al-Rawi, hlm. 36 menyatakan bahwa al-Bukhari telah mengambil lebih 480 periwayat yang tidak disebut atau diambil oleh Muslim dan ia mengandung para periwayat yang lemah, disebabkan oleh kebohongan dan sebagainya, sementara Muslim mengambil 620 periwayat yang tidak disebut atau diambil oleh al-Bukhari dan terdapat di dalamnya 160 periwayat yang lemah. Murtadha al- Askari menulis buku berjudul 150 sahabat khayalan, Beirut, 1968.,berkata: Hanya nama-nama mereka saja disebutkan oleh al-Bukhari dan Muslim tetapi mereka sebenarnya tidak pernah wujud. Oleh sebab itu ‘sahih” adalah nama buku yang diberikan oleh orang tertentu, misalnya al-Bukhari menamakannya ‘Sahih” yaitu sahih menurut pandangannya, begitu juga Muslim menamakan bukunya ‘Sahih” yaitu sahih menurut pandangannya.

    Justeru itu buku-buku ‘sahih’ tersebut hendaklah dinilai dengan al-Qur’an, karena Sahih yang benar adalah sahih di sisi Allah SWT. Dan kita bersaksi bahwa al-Qur’an yang ada di hadapan kita ini adalah sahih dan tidak boleh dipertikaikan lagi.

    Dengan itu anda tidak lagi menganggap Syi’ah mempunyai al-Qur’an ‘lebih atau kurang’ isi kandungannnya karena mereka sendiri menolaknya. Dan telah dicatat di dalam buku-buku Sahih dan muktabar Ahlu s-Sunnah tetapi mereka juga menolaknya. Dengan demikian Syi’ah dan Sunnah adalah bersaudara di dalam Islam dan mereka wajib mempertahankan al-Qur’an dan beramal dengan hukumnya tanpa menjadikan ‘ijtihad’ sebagai alasan untuk menolak (hukum)nya pula. (Sumber: http://www.fatimah.org)

  67. Nana said

    memang apa masalahnya kuburan itu dihancurkan atau tidak ?
    apakah kita hanya bangga dengan kejayaan yang lalu!!!
    bukankah yang penting apa yang akan kita buat untuk membangun persaudaraan muslim,
    Selama tuhan kita satu ALLAH SWT
    Nabi kita Rasulallah Muhammad SAW
    Berarti kita saudara seiman
    cara beribadah yang berbeda, dalil yang berbeda, metoda yang berbeda, kitab yang berbeda. Bukankah itu semua satu tujuan untuk mengharapkan ridho Allah SWT
    Untuk urusan mana yang benar dan salah kita serahkan saja kepada Allah SWT

  68. darus said

    Assalamu alaikum…
    menurut saya, maaf kalau salah…

    Pedoman hidup seorang muslim itu :
    1. Al-Quran Al -karim, ini yang paling utama.
    2. Hadist Rosulullah SAW
    3. Ijtihad para Ulama, orang2 yg lebih tahu tentang Islam.

    Seorang muslim yang baik jika menghadapi suatu persoalan, persoalan apapun …..yang pertama dia lakukan adalah:

    1. Cari dalam Al-Quran. Apa kata Al-Quran tentang masalah
    tersebut.
    2. Jika kita tidak menemukan atau kurang jelas tentang
    persoalan tersebut. Cari penyelesainnya pada Hadist
    Rosulullah SAW.
    3. Jika dalam Hadist kurang Jelas juga, minta pendapat
    jumhur para Ulama. Disini, Ulama nya harus bener2 ulama.
    Teruji segalanya. Dia secara resmi duduk di
    lembaga suatu negara atau internasional dipilih oleh
    masyrakat muslim dan di percaya untuk mengeluarkan
    fatwa..semacam MUI atau Rabithah Alam AL- Islami,
    sehingga keputusannya bisa di pertanggung jawabkan,
    baik dihadapan manusia atau Allah SWT.

    saya tidak akan bilang Sunni salah, syiah salah, NU salah,Muhamadiyah salah…dll. Karena bukan kapasitas saya untuk mengatakan itu.

    Mungkin saya terlalu moderat, tapi saya bukan Islam Liberal. Bagi saya LA ILAHA ILLALLAH, MUHAMMAD RASULULLAH, percayai rukun Iman dan laksanakan rukun Islam, laksanakan isi Al-Quran dan Hadist…so simple right?

    Bagi saya Allah SWT adalah hanya satu-satunya RABB yg patut di sembah, Dia tidak beranak dan tidak di peranakkan. Dia tidak satu dalam tiga dan tidak tiga dalam satu. Dia satu saja. Tidak ada satupun yg menyerupai-Nya.Dia tidak sama dengan mahluk, karena Dia bukan mahluk.Dia Ghaib but The most powerful.Dia ada sebelum semuanya ada dan dia tetap ada setelah semuanya tidak ada..? Dia tidak makan ,tidak tidur, tidak mati..! tidak butuh siapa-siapa…Allahu Akbar!! Hebat kan Tuhan saya..?
    Apakah Tuhan anda sama dengan Tuhan saya?

    Bagi saya, MUHAMMAD bin ABDULLAH bin ABDUL MUTHALIB adalah Nabiyullah – Rasullullah..Utusan-Nya. Saya akan berusaha semaksimal mungkin mengikuti apa2 yang di lakukan dan tidak mengikuti apa yg tidak di lakukannya.Beliau di ma’sum dari kesalahan, karena Allah SWT sendiri yang menjaganya..Beliau akan di peringatkan langsung oleh Allah SWT bila berbuat salah. So, no chance to create fallacies..
    Tapi walaupun demikian saya tidak akan pernah menyembah beliau, karena beliau bukan Tuhan…hanya Nabi saja..
    Apakah Nabi /Rosul anda sama dengan Nabi/rosul saya?

    Saya sangat menghormati sahabat2 beliau, istri2 , famili, sanak saudara,tabi’in, para salafis shaleh dan semua keturunan Rosulullah SAW… Tapi saya tidak akan pernah memuja mereka. Tidak akan pernah menyanjung mereka berlebihan ( ghulluw). Mereka : AHLUL BAIT berhak di hormati tapi tidak berhak di sembah,tidak berhak di elu-elukan berlebihan. Karena mereka bukan Tuhan. Rosulullah SAW saja tidak berhak di sembah apalagi mereka. Para sahabatnnya juga begitu, perawi hadist semisal Bukhari, muslim, Ahmad dll, Al- hasan, Al-Husen & para imam mahzab mereka tidak ma’sum…bisa berbuat salah. makanya kalau anda cermati, para imam mahzab bila megeluarkan fatwa, mereka pasti bilang : “Kalau sekiranya fatwa atau ijtihad saya ini bertentangan dengan Al-Quran dan Hadist, maka tinggalkan lah..” dan uniknya mereka : tidak pernah mengklaim dirinya paling benar. Malah mereka saling menghormati, walaupun beda mahzab…Mereka berilmu tinggi, arif dan bijaksana..

    Dahulu Mazhab saya adalah Syafi’i. NU totok. Sehingga bila lihat orang bukan NU, langsung saya cap : KAFIR !!
    ( walaupun mereka muslim, astagfirullah..) Bila lihat ada orang tidak tahlilan kalau ada kematian, langsung saya cap : KAFIR..!!Beda aliran..!!

    Sekarang saya ga ke satu Mahzab, saya MUSLIM…Netral.
    Sekarang Mahzab saya namanya ” Mahzab Tanpa Mahzab atau Mahzab Flexible “.

    Orang mau tahlilan atau ga, mau baca Qunut atau ga, mau maulid Nabi atau ga, itu terserah..bodo amat, Yang penting jangan bikin orang susah. Jangan buat sesuatu ibadah jadi mubah, Mubadzir, jadi ajang maksiat, cape di kerjakan tapi ga ada pahalanya..malah kadang dapat laknat…karena kita mengerjakanya tanpa tahu ilmunya.

    Sesungguhnya dahulu Islam itu hanya satu. Kok sekarang jadi bermacam-macam?…Fitnah timbul di sana sini karena orang islam sudah jauh dari Al-Quran dan Hadist dan jarang sekali yang mengamalkan isinya…Al-Quran dan Hadist hanya slogan saja, formalitas..
    Kita senang bernostalgia mengenang masa kejayaan islam, dan bermimpi mendapatkan kembali kejayaan itu, sementara kita terus tertidur pulas dan asik dengan mimpi itu…mimpi kali yee…ah non sense, bullshit!

    Anda tahu bagaimana cara mendapatkan mimpi itu? Bangun dari tidur dan mulailah dari sekarang berjuang..Allahu Akbar.!! JIHAD FI SABILILLAH IS THE ONLY SOLUTION…

    Musuh kita sesungguhya adalah Laknatullah Zionis, Yahudi dan Narani…Kenapa sih kita senang gontok2an sesama kita, dan takut kepada mereka?
    Kadang mereka malah kita jadikan kawan untuk menghancurkan saudara kita sesama muslim..Bagaimana ini?????

    Saya ga pintar, kurang ilmu. Tolong maafkan saya ,kalau ada kata2 saya yang tidak berkenan bagi siapapun..

    Wassalam..
    Darussalam

  69. ZLYFLY said

    KALAU ANDA CARI KESALAHAN SYIAH MAKA
    YANG ANDA TEMUKAN KEBENARAN .

  70. ABU MAHIR said

    BAGI WAHABI YANG MAU SEMBELIH SYIAH…SILAHKAN DATANG KE SEMARANG…AKU SIAPKAN 10.000 PENGIKUT AHLOL BAYT YANG SIAP SHAHID ..SILAHAKN DATANG….KALAU KAMU BERANI!!!!!TAHUKAN ENTE…KALAU RAMADHAN….CUCU CUCU KRONI AL SAUD..RAJA KINGDOM OF SAUDI PADA MAEN CEWEK DI HOLLYWOOD!!!!! PADAHAL KAUM WAHABI BIKIN BASECAMP NYA DARI UANG KRONI 2 ITU JUGA??? MASIH NDAK PERCAYA…????

  71. ABU MAHIR said

    PAS PERANG JIHAD LEBANON LAWN ISRAEL…SELURUR TV TV KRONI AMERIKA ( SAUDI,UNI EMRAT ARAB DLL. TIDAK PERNAH MEMUAT BERITA PRANG JIHAD..MLH JUSTRU TV DIISI IKLAN MOBIL MOBIL MEWAH…AND GLAMOUR BIKINAN ANTEK KRONI AMERIKA.. DASAR WAHABI…,…!!!ANEH BIN AJAIB…. COBA KALAU NDAK PERCYA…BULAN JULI ( LIBURAN MUSIM PANAS ) ..KAUM WAHABI SAUDI PENUH DI BANDARA CENGKARENG…TRUS MENUJU ARAH BOGOR ALIS PUNCAK….BUAT APA COBA?? HAYOOOO SIAPA TAHU,…. ADA JUGA LHOO, YANG LAPOR POLISI..KARENA CEWEK YANG DI KAWIN K TERNYATA NDAK PERAWAN..HEHEHE…. BETUL2 ANEH..

  72. Abu Reza said

    Assalamualaikum wr wb.
    Saya orang awam dalam pemahaman agama. Alhamdulillah punya banyak sahabat dari kalangan syi’ah ataupun sunni. Sementara saya sendiri tidak mengklaim berada di salah satu mazhab besar itu. Tapi saya mencoba berusaha beribadah sebaik mungkin, dalam keawaman saya itu. Mudah-mudahan Allah SWT mengampuni saya.
    Saling caci diantara sesama muslim dalam konteks perbedaan pemahaman, terus terang hanya membuat orang awam seperti saya pusing. Dalam keterbatasan pemahaman tentang Islam, dalam kebodohan ilmu yang saya miliki, saya berpendapat bahwa saling caci atau saling benci bukanlah ajaran Rasulullah SAW tercinta.
    Maaf saya bukan menggurui siapapun. Karena mereka yang sudah lebih dulu berkomentar di ruang ini, saya yakin memiliki pemahaman ilmu agama yang jauh lebih baik dari saya. Bukankah lebih baik jika ruang ini digunakan sebagai forum diskusi yang benar-benar sehat, sehingga orang awam seperti saya akan mendapatkan banyak ilmu. Bukan mengoleksi ilmu caci maki.
    Wassalam.

  73. kirun said

    WIS TIDAK USAH PADA RIBUT, INGAT2 MATI AJA BIAR TAMBAH TAQWA KITA PADA ALLAH SWT, INGAT KITA HANYA SEBENTAR DI DUNIA JANGAN SIA2KAN DENGAN RIBUT2 OK
    BILLAHITAUFIQ WAL HIDAYAH WASSALAMU’ALAIKUM WR WB
    AKHIRUL KATA MERDEKA

  74. mahdi sastroamijoyo said

    Ass. saya sebagai orang NU Juga tdk terima cara-cara wahabi seperti itu, mohon orang wahabi punya sikap menghormati sesama, kita dialog, kan Islam mengajarkan dialog yang baik wahabi kan baru berkembang di Saudi Arabia sekitar abad 12 -13 Hijriyah, kok merasa paling benar, Eling Mas!

  75. Ali said

    Ahlusunnah adalah pecinta ahlul bait dan sahabat Rosululah. Mereka adalah generasi terbaik umat ini.

    Syiah Ali Ra dan Syiah Muawiyah, mereka berpecah dan ahlussunnah berduka atas perpecahan ini.

  76. Arif said

    Sifat-sifat Wahabi yang Tercela
    Diantara sifat-sifatnya yang tercela ialah kebusukannya dan kekejiannya dalam melarang orang berziarah ke makam dan membaca sholawat atas Nabi s a w, bahkan dia (Muhammad bin Abdul Wahhab) sampai menyakiti orang yang hanya sekedar mendengarkan bacaan sholawat dan yang membacanya dimalam Jum’at serta yang mengeraskan bacaannya di atas menara-menara dengan siksaan yang amat pedih.
    Pernah suatu ketika salah seorang lelaki buta yang memiliki suara yang bagus bertugas sebagai muadzin, dia telah dilarang mengucapkan shalawat di atas menara, namun lelaki itu selesai melakukan adzan membaca shalawat, maka langsung seketika itu pula dia diperintahkan untuk dibunuh, kemudian dibunuhlah dia, setelah itu Muhammad bin Abdul Wahhab berkata : “perempuan-perempuan yang berzina drimah pelacuran adalah lebih sedikit dosanya daripada para muadzin yang melakukan adzan di menara-menara dengan membaca shalawat atas Nabi.
    Kemudian dia memberitahukan kepada sahabat-sahabatnya bahwa apa yang dilakukan itu adalah untuk memelihara kemurnian tauhid (kayaknya orang ini maniak atau menderita sindrom tertentu – pen). Maka betapa kijinya apa yang diucapkannya dan betapa jahatnya apa yang dilakukanya (mirip revolusi komunisme – pen). 
    Tidak hanya itu saja, bahkan diapun membakar kitab Dalailul Khairat (kitab ini yang dibaca para pejuang Afghanistan sehingga mampu mengusir Uni Sovyet / Rusia, namun kemudian Wahabi mengirim Taliban yang akan membakar kitab itu – pen) dan juga kitab-kitab lainnya yang memuat bacaan-bacaan shalawat serta keutamaan membacanya ikut dibakar, sambil berkata apa yang dilakukan ini semata-mata untuk memelihara kemurnian tauhid.
    Dia juga melarang para pengikutnya membaca kitab-kitab fiqih, tafsir dan hadits serta membakar sebagian besar kitab-kitab tsb, karena dianggap susunan dan karangan orang-orang kafir. Kemudian menyarankan kepada para pengikutnya untuk menafsirkan Al Qur’an sesuai dengan kadar kemampuannya, sehingga para pengikutnya menjadi BIADAB dan masing-masing menafsirkan Al Qur’an sesuai dengan kadar kemampuannya, sekalipun tidak secuilpun dari ayat Al Qur’an yang dihafalnya.
    Lalu ada seseorang adari mereka berkata kepada seseorang : “Bacalah ayat Al Qur’an kepadaku, aku akan menafsirkanya untukmu, dan apabila telah dibacakannya kepadanya maka dia menafsirkan dengan pendapatnya sendiri. Dia memerintah kepada merak untuk mengamalkan dan menetapkan hukum sesuai dengan apa yang mereka fahami serta memperioritaskan kehendaknya diatas kitab-kitab ilmu dan nash-nash para ulama, dia mengatakan bahwa sebagian besar pendapat para imam keempat madzhab itu tidak ada apa-apanya.
    Sekali waktu, kadang memang dia menutupinya dengan mengatakan bahwa para imam ke empat madzhab Ahlussunnah adalah benar, namun dia juga mencela orang-orang yang sesat lagi menyesatkan. Dan dilain waktu dia mengatakan bahwa syari’at itu sebenarnya hanyalah satu, namun mengapa mereka (para imam madzhab) menjadikan 4 madzhab.
    Ini adalah kitab Allah dan sunnah Rasul, kami tidak akan beramal, kecuali dengan berdasar kepada keduanya dan kami sekali-kali tidak akan mengikuti pendapat orang-orang Mesir, Syam dan India. Yang dimaksud adalah pendapat tokoh-tokoh ulama Hanabilah dll dari ulama-ulama yang menyusun buku-buku yang menyerang fahamnya.
    Dengan demikian, maka dia adalah orang yang mebatasi kebenaran, hanya yang ada pada sisinya, yang sejalan dengan nash-nash syara’ dan ijma’ ummat, serta membatasi kebathilan di sisinya apa yang tidak sesuai dengan keinginannya, sekalipun berada diatas nash yang jelas yang sudah disepakati oleh ummat.
    Dan adalah dia adalah orang yang mengurangi keagungan Rasulullah s a w dengan banyak sekali atas dasar memelihara kemurnian tauhid. Dia mengatakan bahwa Nabi s a w itu tak ubahnya :”THORISY”. Thorisy adalah istilah kaum orientalis yang berarti seseorang yang diutus dari suatu kaum kepada kaum yang lain. Artinya, bahwa Nabi s a w itu adalah pembawa kitab, yakni puncak kerasulan beliau itu seperti “Thorisy” yang diperintah seorang amir atau yang lain dalam suatu masalah untuk manusia agar disampaikannya kepada mereka, kemudian sesudah itu berpaling (atau tak ubahnya seorang tukang pos yang bertugas menyampaikan surat kepada orang yang namanya tercantum dalam sampul surat, kemudian sesudah menyampaikannya kepada yang bersangkutan, maka pergilah dia. Dengan ini maka jelaslah bahwa kaum Wahabi hanya mengambil al Qur’an sebagian dan sebagian dia tinggalkan – pen)
    Diantara cara dia mengurangi ke agungan Rasulullah s a w ialah pernah mengatakan : “AKU MELIHAT KISAH PERJANJIAN HUDAIBIYAH, MAKA AKU DAPATI SEMESTINYA BEGINI DAN BEGINI”, dengan maksud menghina dan mendustakan Nabi s a w (mirip mereka yang sok tahu waktu Nabi s a w membuat perjanjian itu – pen) dan seterusnya masih banyk lagi nada-nada yang serupa yang diucapkanya, sehingga para pengikutnyapun melakukan seperti apa yang dilakukannya dan berkata seperti apa yang diucapkannya itu.
    Dan meraka (para pengikutnya itu) pun memberitahukan apa yang mereka ucapkan itu kepadanya namun dia menampakkan kerelaannya, serta boleh jadi mereka juga mengucapkan kata-kata itu dihadapan gurunya, namun rupa-rupanya dia juga merestuinya, sehingga ada sebagian pengikutnya yang berkata :”SESUNGGUHNYA TONGKATKU INI LEBIH BERGUNA DARIPADA MUHAMMAD, KARENA TONGKATKU INI BISA AKU PAKAI UNTUK MEMUKUL ULAR, SEDANG MUHAMMAD SETELAH MATI TIDAK ADA SEDIKITPUN KEMANFA’ATAN YANG TERSISA DARINYA, KARENA DIA (RASULULLAH S A W) ADALAH SEORANG THORISY DAN SEKARANG SUDAH BERLALU”.
    Sebagian ulama’ yang menyusun buku yang menolak faham ini mengatakan bahwa ucapan-ucapan seperti itu adalah “KUFUR” menurut ke empat madzhab, bahkan kufur menurut pandangan seluruh para ahli Islam.
    Dari Kitab DURARUSSANIYAH FIR RADDI ALAL WAHABIYAH karya Syeikhul Islam Allamah Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan Asy-Syafi’i.
    Catatan :
    Jika kekurangajaran Muhammad bin Abdul Wahhab dan pengikutnya kepada Nabi s a w sedemikian rupa, maka apakah masuk akalkah orang-orang kayak ini setia kepada sahabat dan kaum Salafush-Sholeh ? NOL BESAR, jadi pengakuannya sebagai akidah yang mengikuti Salaf-Sholeh / Ahlussunnah Wal Jama’ah adalah penipuan untuk mengelabuhi orang-orang awam. Jika Nabi s a w dikatakan “Thorisy karena sudah berlalu”, mengapa para pengikut Wahabi itu tidak juga mengatakan Muhammad bin Abdul Wahhab itu “sudah berlalu”, kok masih diangung-agungkan dan diikuti dengan setia. Inilah yang dinamakan “PELARANGAN PENGKULTUSAN YANG MELAHIRKAN PENGKULTUSAN BARU”.

    Wahabi sesat x, dana mereka dari USA

  77. Arif said

    Rahasia Tersebarnya Mazhab Ahlussunnah
    Orang yang meneliti kitab-kitab sejarah dan apa yang dicatat oleh para penghulu, niscaya akan mendapatkan sesuatu yang tidak dapat diragukan bahwa terbesarnya mazhab-mazhab yang empat di masa itu adalah karena kehendak penguasa yang memerintah dan pengarahannya, oleh karena itu mendapat pengikut yang banyak, sebab manusia umumnya mengikut agama penguasa. Sebagaimana yang didapati oleh peneliti bahwa di sana puluhan mazhab yang telah punah dan musnah, karena penguasa tidak berkenan padanya, seperti mazhab Auza’i, mazhab Hasan Bashri, Abu Uyainah, Ibnu Abi Dzuaib, Ssufyan as-Sauri, Ibnu Abi Daud, dan Laits bin Sa’ad serta lain-lainnya banyak sekali.
    Sebagai misalnya, bahwa Laits bin Sa’ad adalah teman akrabnya Malik bin Anas dan dia lebih berilmu dan lebih faqih darinya sebagaimana yang telah diakui oleh Syafi’i.*1 Tetapi mazhabnya telah punah dan fiqihnya musnah dan lenyap karena penguasa tidak berkenan padanya. Dan Ahmad bin Hambal telah menyatakan, “Ibnu Abi Dzuaib adalah lebih utama dari Malik bin Anas, hanya saja Malik orang yang ketat pemilihannya tentang rijal.
    Bila kita kembali memerinytah sejarah, maka kita dapayi Malik pemilik mazhab tersebut telah mendekat pada kekuasaan dan pemerintah dan ia menerima mereka serta berjalan dalam program mereka maka dengan demikian ia menjadi tokoh yang disegani dan ulama yang mashur, dan berkembanglah mazhabnya dengan jalan paksaan dan rayuan khususnya di Andalus yang mana muridnya Yahya bin Yahya telah bekerja di dalam perwalian penguasa Andalus, sehingga ia menjadi orang terdekat dan ia diberi oleh penguasa pertanggungan jawab dalam penentukan para hakim, dan tidak ada yang menguasai pengadilan selain kawan-kawannya dari kelompok Malikiyah.
    Demikian pula kita dapati sebab-sebab tersebarnya mazhab Abu Hanifah setelah wafatnya, yakni bahwa Abu Yusuf dan Syaibani yang keduanya itu adalah pengikut Abu Hanifah dan orang yang paling setia padanya, keduanya di waktu itu termasuk orang yang paling dekat dengan Harun Rasyid, Khalifah Abasiyah. Keduanya itu mempunyai peranan besar dalam pengukuhan kekuasaan penentang dan pembelaannya, sehingga Harun tidak mengizinkan seseorang untuk menguasai pengadilan dan fatwa kecuali setelah mendapat kesepakatan keduanya.
    Maka kedua orang itu tidak mau mengangkat seorang Qadhi kecuali orang yang mengikuti mazhab Hanafi, dengan demikian Abu Hanifah menjadilah ulama terbesar dan mazhabnya menjadi mazhab termasyhur yang fiqihnya diikuti, betapa pun para ulama di masanya telah mengkafirkannya dan menganggap dirirnya sebagai orang zindiq, termasuk mereka yang mengkafirkan ialah Imam Ahmad bin Hanbal dan Abu al-Hasan al-Asy’ari. Begitu juga mazhab Syafi’i telah terbesar dan menjadi kuat setelah hampir musnah, yang demikian itu setelah dikuatkan oleh penguasa yang zalim, dan setelah seluruh Mesir tadinya mengikuti Syi’ah di masa Shalahuddin al-Ayubi yang telah membunuh orang-orang Syi’ah dan menyembelih mereka seperti menyembelih kambing.
    Begitu juga mazhab Hambali, ia tidak akan dikenal jikalau tidak karena didukung oleh kekuasaan Abasiyah di masa al-Mu’tashim ketika Ibnu Hanbal mau menarik kembali pendapatnya bahwa Al-Qur’an itu adalah mahluk dan bintangnya menjadi cemerlang di masa al-Mutawakkil si Nashibi (pembenci Ahlulbait). Dan ia menjadi kuat dan meluas ketika penguasa penindas memberi bantuan kepada Syekh Muhammad bin Abdul Wahab di abad yang lalu, dan yang terakhir ini bekerjasama dengan keluarga Saud dan mereka menguatkannya mazhabnya di Hijaz dan jazirah Arab.
    ——————————————-
    1. Lihat Manaqib Syaafi’i, hal. 524.
    Dan menjadikan mazhab Hambali itu merujuk pada tiga Imam, yang pertama Ahmad bin Hanbal yang dia sendiri tidak pernah mengaku sebagai seorang ahli fiqih, ia hanyalah seorang ahli hadis, kemudian Ibnu Taimiyah yang digelari sebagai Syekh Islam dan Pembaru sunah yang telah dikafirkan oleh pada ulama sezamannya karena ia telah menghukumkan seluruh kaum Muslimin dengan syirik kerena mereka bertabarruq dan bertawassul pada Nabi saww, selanjutnya di abad yang lalu datanglah Muhammad bin Abdul Wahhab yang merupakan boneka ciptaan penindas/penjajah Inggris di Timur Tengah. Maka yang terakhir ini telah melakukan pembaharuan mazhab Hambali dengan dasar pengambilan dari fatwa Ibnu Taimiyah, sehingga Ahmad bin Hambal hanyalah tersebut dalam riwayat, karena mazhab mereka sekarang ini dinamakan mazhab Wahabi.
    Tidak dapat diragukan lagi bahwa tersebarnya mazhab-mazhab itu dan termasyhurnya serta meningginya kedudukannya adalah karena bantuan dan pengorbitan para penguasa. Dan juga tidak diragukan lagi bahwa mereka para penguasa seluruhnya tanpa kecuali adalah memusuhi para imam dari Ahlulbait karena mereka selamanya berperasangka bahwa para imam itu membahayakan kedudukan mereka dan dapat menghancurkan kekuasaan mereka. Maka mereka selamanya berusaha untuk mengucilkannya dari kalangan umat dan menghinakan kedudukannya serta memusnahkan orang yang mengikutinya.
    Maka sangatlah perlu bagi para penguasa itu untuk mengangkat sebagian ulama yang mendekat pada mereka dan yang berfatwa sesuai dengan peraturan dan kebenaran mereka. Yang demikian itu demi memenuhi kebutuhan manusia yang berkelanjutan terhadap pemecahan masalah-masalah syariat. dan tatkala para penguasa di setiap zaman tersebut tidak mengenal sedikit pun tentang syariat dan tidak memahami fiqih, maka nama mereka dan mereka menamakan pandangan pada manusia bahwa politik itu sesuatu yang lain dari agama.
    Maka khalifah yang berkuasa itu adalah seorang politikus sedang faqih (ahli fiqih) itu adalah tokoh agama, sebagaimana hal itu yang dilakukan sekarang ini oleh seluruh pemerintahan diseluruh negara Islam, sehingga Anda dapat lihat pemerintah menentukan Negara atau dengan lambang lain yang menyatakan hal itu. Lalu membebaninya dengan penelitian tentang masalah fatwa, ibadah dan syi’ar agama.
    Akan tetapi pada kenyataannya, orang itu boleh berfatwa atau menentukan hukum kecuali yang sesuai dengan kemauan penguasa dan yang disepakati oleh pemerintah atau setidak-tidaknya yang tidak bertentangan dengan politik penguasa dan kebijaksanaan peraturannya. Kenyataan ini sebenarnya telah nampak dari masa ketiga khalifah yakni Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Mereka betapapun tidak memisahkan antara agama dan kekuasaan hanya saja mereka itu telah menguasakan diri mereka sendiri hak membuat syariat sejalan dengan kepentingan kekhalifahan dan jaminan pengaruhnya serta kelestariannya. Karena para khalifah yang ketiga itu telah mengalami masa Nabi saww dan persahabatan maka mereka telah mengambil daari beliau sebagian sunah yang tidak bertentangan dengan politik negara.
    Sedang Muawiyah tidaklah masuk Islam kecuali pada tahun kesembilan Hijrah menurut riwayat masyhur yang tershahih. Maka ia tidak menyertai Nabi saww, kecuali hanyalah sebentar dan ia tidak mengetahui sunah sesuatu pun yang layak disebutkan. Sehingga terpaksa ia menentukan Abu Hurairah dan Amr bin Ash serta sebagian sahabat yang mereka itu dibebani tugas untuk mengelurkan fatwa sesuai dengan apa yang ia inginkan. Lalu diikuti oleh Bani Umayah dan Bani Abas setelah sunah yang baik tersebut atau bid’ah hasanah itu, maka seluruh penguasa itu selalu didampingi oleh Qadhi yang diberi tugas dalam periodenya unutk mentukan para qadhi (hakim) yang dipandang baik menurutnya bagi kekuasaan dan mereka mau bekerja untuk mengukuhkan dan membantunya.
    Selanjutnya, setelah itu semua, tidak ada keperluan lain kecuali hanyalah agar Anda mengetahui kedudukan para qadhi itu yang telah mendatangkan kemurkaan Allah demi mencari keridhaan tuan mereka dan penjamin kesenangan mereka yang telah mengangkat mereka. Dan setelah itu agar Anda memahami rahasia pengucilan terhadap para imam yang maksum dari Ahlulbait yang suci, sehingga sepanjang masa-masa tersebut Anda tidak mendapatkan seorang dari mereka yang telah ditentukan dan diangkat sebagai qadhi dan diikuti fatwanya.
    Dan jika menginginkan tambahan sebagai penguat tentang bagaimana terbesarnya mazhab sunah yang empat dengan perantara para penguasa tersebut, maka kita dapat mengambil satu contoh dari antara penyingkapan rahasia mazhab imam Malik yang terhitung mazhab terbesar dari yang terkenal serta paling meluas fiqihnya. Malik menjadi terkenal khususnya dengan kitab Muawatha’ yang ia tulis sendiri dan menurut Ahlussunnah dinyatakan bahwa ia itu adalah merupakan kitab yang paling shahih setelah kitab Allah SWT dan ada sebagian ulama yang mengutamakannya dan menggunggulkannya di atas shahih Bukhari.
    Kemasyhuran Malik itu sampai melampaui batas sehingga dikatakan, ‘Apakah boleh difatwakan sedangkan Malik masih ada di Madinah?” dan mereka menjulukinya dengan Imam Darul Hijrah. Dan kita tidak lewatkan untuk menyebutkan bahwa Malik telah berfatwah haramnya baiat secara paksa, lalu ia dipukul oleh Ja’far bin Sulaimaaan yang menjabat wali kota Madina dengan 70 kali pukulan. Inilah yang dijadikan hujah oleh pengikut Malik bahwa Malik memusuhi penguasa padahal itu adalah tidak benar, sebab orang yang meriwayatkan ketetapan tersebut adalah orang yang meriwayatkan hal berikut ini, kepada Anda saya utarakan penjelasan secara terperinci.
    Ibnu Qutaibah telah berkata, “Mereka telah meriwayatkan bahwa tatkala telah sampai pada Abu Ja’far Manshur berita pemukulan terhadap Malik bin Anas dan apa yang dilakukan oleh Ja’far bin Sulaiman, ia murka dengan sangat dan menentangnya serta tidak rela, lalu ia menyingkirkan Ja’far bin Sulaiman dari Maddinah dan memerintahkan untuk dibawa ke Baqdad untuk dihardik. Kemudian ia meminta kepada Malik untuk menghadapkan kepadanya di Baghdad, tapi Malik tidak mau dan ia mengirim surat kepada Abu Ja’far agar memberikan maaf padanya tentang perkara itu dan ia mengutarakan beberapa alasan kepadanya. Maka Abu Ja’far pun mengirim surat kepadanya yang isinya, “Berilah aku kesempatan di waktu haji tahun depan insya Allah, karena aku akan menunaikan haji.”1
    Jika Amirul Mukminin Abu Ja’far al-Manshur-khalifah Abasiyah itu telah mengasingkan anak pamannya Ja’far bin Sulaiman bin al-Abas dari perwalian Madinah karena memukul Malik, maka hal ini menumbuhkan suatu keraguan dan penelitian. Sebab pemukulan Ja’far bin Sulaiman terhadap Malik itu tidak lain hanyalah untuk menguatkan kekhalifahan anak pamannya dan mengukuhkan kekuasaan dan pemerintahannya, maka seharusnya bagi Abu Ja’far al-Manshur menghargai walinya itu dan memuliakannya bukan mengasingkan dan merendahkannya untuk menghadapkannya dengan cara yang hina yakni mengikatnya dengan belenggu, kemudian khalifah sendiri mengirim surat untuk menyampaikan alasan pada Malik agar mau merelakan! Sungguh ini sangat aneh!
    Dari itu dapat difahami bahwa wali Madinah itu yakni Ja’far bin Sulaiman telah melakukan perbuatan orang-orang yang bodoh yang tidak mengetahui politik dan kelicikan sedikit pun. Dan ia tidak mengetahui bahwa Malik itu adalah tiangnya khalifah dan orang yang ditanamkan di Haramain (Mekah dan Madinah). Kalau tidak demikian mana mungkin ia akan mengasingkan anak pamannya dari perwalian karena telah memukul Malik yang sepantasnya mendapat hukuman itu lantaran fatwanya tentang pengharaman baiat secara paksaan.
    Inilah yang terjadi disekitar kita sekarang ini sewaktu sebagian wali-wali negeri menjatuhkan martabat seseorang dan memenjarakannya demi mengkokohkan pemerintahan dan keamanannya.
    —————————————————————-
    1. Tarikh al-Khulafa’ oleh Ibnu qutaibah, II, hal. 149.
    hal itu berlaku terhadap seseorang yang membuka pintu kejatuhannya betapapun itu dari kerabat tuan menteri atau dari kenalan istri seorang pemimpin. Maka bila terhadap seorang wali, ia dibebaskan dari jabatannya dan dipanggil untuk suatu kepentingan lain yang sering kali tidak diketahui oleh wali itu sendiri.
    Hal inilah yang mengingatkan diri saya terhadap satu peristiwa yang pernah terjadi di zaman penjajahan Perancis terhadap negara Tunisia. Kala itu seorang Syeikh Thariqat Isawiyah dan jama’ahnya memukul tambur dan mengangkat tinggi suaranya dengan pujian ditengah malam melewati sebagian jalan-jalan sehingga sampai pada tempat perkumpulannya sebagaimana biasanya. Dan ketika mereka melewati pos penjagaan polisi Perancis, maka seorang polisi keluar dengan marah, lalu ia menghancurkan tambur-tambur mereka dan membubarkan jama’ah mereka lantaran mereka tidak mentaati peraturan untuk menghormati tetangga dan ketenangan setelah pukul sepuluh malam ke atas. Ketika penguasa kota mengetahui peristiwa tersebut dan ia sekedudukan wali menurut kita, maka ia pun marah dengan sangat kepada polisi itu dan memecatnya dari jabatannya serta memberi kesempatan selama tiga hari padanya untuk meninggalkan kota Qafshah. Kemudian ia memanggil Syekh Thariqah Isawiyah tersebut untuk mengemukakan alasan kepadanya atas nama pemerintahan Perancis, dan ia meminta kerelaannya dengan memberi harta yang banyak untuk membeli tabur-tabur dan peralatan baru dan ia memberikan ganti apa yang telah dirusakkan. Dan ketika ia ditanya oleh orang-orang terdekatnya, mengapa ia melakukan yang sedemikan itu? Ia menjawab, bahwa yang lebih baik bagi kita ialah membiarkan binatang-binatang liar itu memukul tambur dan sibuk dengan permainannya serta memakan kala jengiking, kalau tidak demikian niscaya mereka akan memusatkan perhatian mereka pada kita dan akan memangsa kita karena kita telah merampas hak milik mereka.

  78. Arif said

    Umar bin Khattab Penentang Sejati -Rasulullah saww-

    Perjanjiah Hudaibiyah baru saja ditandatangani Rasulullah saww dan kaum Musyrikin Makkah ketika tampak wajah-wajah tak puas dari “para sahabat” yang menilai perjanjian itu hanya menguntungkan kaum musyrikin. Maklumlah, dua asma Allah–Ar-Rahman dan Ar-Rahim–tidak boleh dicantumkan. Bahkan ada klausul yang mengharuskan dikembalikannya orang Quraisy yang datang kepada Rasulullah saww tanpa izin walinya. Tetapi hal ini tidak berlaku bagi pembelot dari pihak Rasulullah.
    Umar bin Khattab pun mempertanyakan kerasulan Muhammad saww. “Bukankah Anda ini Rasulullah?”, tanyanya. “Benar, ya Umar”, jawab Rasul. “Bukankah kita berdiri di atas kebenaran?”, tanya Umar lagi. Rasulpun membenarkan. “Lalu mengapa kita membuat agama kita kalah?”, tanya Umar kemudian. Kali ini Rasulullah saww marah dan menjawab, “Aku adalah Rasul Allah. Sekali-kali aku tidak akan menentang-Nya, dan Diapun pasti menolongku. Dengarlah. Kalian akan masuk ke Masjidil Haram, mengambil kunci Ka’bah, mencukur kepala di tengah kota Makkah dan berwukuf di Arafah”.
    Rasul marah karena tujuannya diutus justru untuk memenangkan Diin Islam di atas semua agama lain (Q.S. 9 : 33; 48 : 28; 61 : 9).
    Setelah kejadian itu, Umar bahkan menghasut “para sahabat lain” sehingga saat Rasulullah saww menyuruh mereka untuk menyembelih hewan qurban, mereka tidak mengindahkannya. Mereka baru menaatinya setelah Rasulullah saww menyembelih sendiri hewan qurbannya. Astaghfirullaah.

  79. Arif said

    Ane br masuk syiah nih,dulu ane benci banget ma syiah, tapi setelah tmen ane,Abdurrahman Al-Djufry memberi tahu ane tentang Syiah,gw makin tertarik. akhirnya ane ikut syiah. ane ngerasa tentram lakuin ibadahnya,salat tangan lurus,(doa tawasul,doa kumayl ane lakuin tiap malem jumat)…Salawat saudara2ku..Allahuma shali ala Muhammadin wa ali Muhammad.
    Tafsir Ali bin Ibrahim al-Qummi,1,hlm.383: Ali bin Ibrahim berkata tentang firman-Nya Surah al-Nahl 16: 25 “Supaya mereka memikul dosa mereka secukupnya pada hari Kiamat dan sebagian dosa orang yang mereka sesatkan tanpa ilmu pengetahuan” Beliau berkata: Mereka memikul dosa-dosa mereka- yaitu mereka yang telah merampas hak Amir al-Mukminin Ali a.s (Pengangkatan Ali di Ghadir Khum untuk menjadi khalifah penerus Muhammad saw, tapi dirampas oleh Abu Bakar atas fitnahan Umar)dan dosa setiap orang yang telah mengikut mereka, yaitu kata-kata Imam Ja‘far al-Sadiq a.s (Keturunan Muhammad saw, imam ke-6 Ahlulbayt, pendiri Mazhab Ja’fari, Imam Ja’far al Sadiq as merupakan guru Imam Malik (MAzhab Maliki): Demi Tuhan! Tidak ada darah yang mengalir, tidak ada pertengkaran yang berlaku, tidak dirampas kemaluan haram (Farjun haraamun), tidak diambil harta tanpa halalnya, melainkan dosa sedemikian itu pada tengkuk mereka berdua (Abu Bakar dan Umar bin Khattab), tanpa mengurangkan sedikitpun dosa-dosa orang lain. (Bihar al-Anwar,30,hlm.149)

  80. Arif said

    BEBERAPA HARI MENJELANG WAFATNYA NABI MUHAMMAD SAW

    Nabi kemudian turun dan mengimami salat, selanjutnya masuk kembali kedalam kamar. Nabi pada saat itu berada di rumah Ummu Salamah. Nabi tinggal selama tiga atau dua hari; selanjutnya Aisyah datang memintanya untuk pindah kerumahnya, agar ia dapat merawatnya. Nabi setuju dan pindah ke rumah Aisyah. Sakitnya bertahan selama beberapa hari, sampai akhirnya menjadi semakin gawat. Bilal kemudian datang pada waktu salat Subuh, sementara Nabi allah masih diliputi oleh sakitnya, dan berseru, “Saatnya untuk salat, semoga Allah merahmatimu!”
    Nabi menjawab, “Biarkan salah seorang mengimami salat yang lainnya.”
    Aisyah menimpali, “Perintahkan Abu Bakar (ayahnya) agar ia mengimami salat!”
    Hafshah berkata, “Perintahkan Umar (bapaknya)!”
    Nabi menukas, “Berhentilah, sebab kalian berdua seperti perempuan kecil Yusuf!” (*)
    (*) Pertanyaan tentang siapa yang memimpin salat selama Nabi sakit menjadi penting dalam pemilihan penggantinya. Sumber-sumber Syiah bersikukuh bahwa Abu Bakar tidak diperbolehkan memimpin salat selama Nabi masih hidup. Maka, Nabi membandingkan Aisyah, anak perempuan Abu Bakar, hafshah, putri Umar, dengan perempuan-perempuan bodoh yang karena cemburunya mengejek istri penguasa Mesir dikarenakan kegilaannya pada ketampanan dan keindahan Yusuf as. Lihat surat Q.S Yusuf:30-31.
    Disini jelas bahwa Rasul tidak pernah mengutus Abu Bakar menjadi Imam, itu hanya ucapan Aisyah saja.
    Nabi kemudian bangkit, sekalipun tak mampu berdiri karena lemahnya. Nabi bersandar pada Ali serta Fadhl dan pergi ke masjid, Nabi mendapati abu Bakar hampir berdiri menghadap ceruk. Nabi memberi isyarat, dan Abu Bakar mundur ke belakang.nabi bangkit serta mengucapkan takbiratul ihram, dan mulai salat. Setelah selesai dan kembali ke kamar, Nabi memanggil Abu Bakar dan Umar bersama dengan yang lainnya yang hadir dan bersabda, “Tidakkah telah kuperintahkan pada kalian untuk memberangkatkan pasukan Usamah?”
    Abu Bakar menjawab, “Aku telah bersiap berangkat, namun aku kembali untuk melihat keadaanmu.”
    Umar berkata, “Aku tidak pergi karena aku tidak mau meninggalkan Nabi, dan tidak mau harus menanyakan pada kafilah untuk mendapatkan berita tentangmu.”
    Nabi mengulangnya tiga kali, “Berangkatkan pasukan Usamah!”
    Nabi kemudian jatuh pingsan disebabkan kelemahan badan yang ia derita. Ia tetap tak sadarkan diri sesaat, maka kaum muslim mulai menangis tersedu-sedu dan para istri serta anak-anaknya meratap keras. Akan tetapi, Nabi sadar kembali dan bersabda, “Bawakan aku sebuah pena dan pelepah daun agar aku dapat menuliskan bagi kalian wasiat yang setelah itu kalian tidak akan tersesat!”
    Lagi-lagi nabi kehilangan kesadarannya. Salah seorang sahabat yang hadir hendak pergi dan mengambilkan pena serta pelepah daun, akan tetapi Umar berkata padanya, “Kembalilah, sebab Nabi mengigau!”
    Ketika Nabi kembali tersadar, beberapa sahabat berkata, “Ya Nabi Allah, tidakkah kami mesti membawakan pena dan pelepah daun?”
    “Tidak”, katanya, “tidak setelah apa yang kalian katakan. Akan tetapi, jagalah selalu kenanganku dengan bersikap baik terhadap Ahlulbaitku. Perlakukan dengan baik kaum dzimmah (yaitu kaum Yahudi dan Kristen), dan berilah makan kaum miskin. Tunaikan salat wajib, dan berbuat baiklah kepada perempuan-perempuan yang kalian miliki.”
    Nabi terus mengulang pesan ini sampai ia tak mampu lagi bertahan, dan Nabi memalingkan wajahnya dari orang-orang. Semua orang bangkit dan meninggalkan Nabi, kecuali Abbas, fadhl, Ali dan keluarga terdekat lainnya; mereka tetap tinggal disampingnya. Abbas berkata, “Ya Nabi Allah, jika urusan ini (yakni, suksesi) selamanya akan tetap pada kami (yakni, Bani Hasyim) setelahmu, maka sampaikanlah kabar gembira kepada kami! Namun, jika engkau mengetahui bahwa kami akan dipaksa untuk melepaskannya padahal tidak kami kehendaki, maka percayakanlah kami kepada orang-orang.”
    Nabi bersabda, “Engkau adalah orang yang dizalimi mereka setelahku.”
    Nabi kemudian diam membisu. Orang-orang mencucurkan air mata ketika bangkit untuk meninggalkan ruangan. Ketika mereka semua pergi, Nabi meminta, “Biarkan saudaraku Ali bin Abi Thalib dan pamanku kembali padaku!”
    Tatkala mereka telah duduk, Rasulullah bersabda, “Ya Abbas, paman Nabi Allah, maukah engkau melaksanakan wasiatku, menyelenggarakan ritual pemakamanku serta melunasi hutang-hutangku?”
    Ia menjawab, “Pamanmu adalah lelaki tua yang memiliki banyak tanggungan dan engkau lebih kuat dari badai ganas dalam kebaikan dan kemurahan! Harapan-harapan seperti itu adalah kewajibanmu, yang takkan mampu dipenuhi oleh pamanmu.”
    Nabi kemudian berpaling kepada Ali dan mengajukan pertanyaan serupa kepadanya. Ali menjawab, “Ya wahai Rasulullah.”
    “Mendekatlah padaku”, kata Nabi. Saat Ali membungkuk, Nabi memeluknya dan melepaskan cincin dari jarinya, sambil berkata, “Ambillah dan pasangkan di jarimu!”
    Nabi kemudian mengambil pedang dan baju perangnya –atau menurut beberapa riwayat, Jibril membawakannya dari surga- dan menyerahkannya pada Amirul Mukminin seraya berkata, “Terimalah ini selama hidupku!” Nabi pun memberikan bagal dan pelana, serta berkata, “Pergilah kerumahmu dengan berkah Allah.”
    Keesokan paginya, Nabi tak mengijinkan siapapun masuk menjenguknya karena sakitnya kian parah. Namun, Ali tetap berada disampingnya, tidka meninggalkannya kecuali untuk keperluan yang penting. Sewaktu Ali pergi sebentar untuk keperluan khusus, Nabi bangun dan berkata, “Panggilkan temanku kembali.”
    Lagi-lagi Nabi dikuasai oleh kelemahan. Aisyah berkata, “Panggil Abu Bakar.” Tatkala Abu Bakar datang, Nabi melihatnya dan kemudian memalingkan wajahnya. Nabi bersikeras, “Panggilkan kembali untukku saudara dan sahabatku!”
    Hafshah berkata, “Panggil Umar untuknya!” Ketika Umar datang, Nabi juga memalingkan wajah darinya. Lagi-lagi, Nabi bersikeras meminta, “Panggilkan saudara dan sahabatku untukku!”
    Ummu Salamah lantas mengatakan, “Panggil Ali untukknya, sebab Nabi tidak menginginkan orang lain.”
    Pada saat Ali datang mendekat kepadanya, ia membungkuk dan Rasulullah saw berbicara padanya secara khusus untuk waktu yang lama. Ali selanjutnya berjalan dan duduk sejenak di sisinya.nabi terkantuk sesaat sampai tertidur. Ali lantas keluar dan orang-orang bertanya padanya, “Ya Abu Hasan, apa yang nabi ceritakan padamu?”
    Ali mengatakan, “Rasulullah mengajari aku seribu cabang ilmu. Setiap cabang membukakan padaku seribu cabang lainnya. Nabi juga menugaskan aku beberapa hal yang Insya Allah, aku akan memenuhinya.”
    Kondisi Rasulullah semakin parah, beliau telah mendekati ajalnyadan berkata, “wahai Ali, letakkan kepalaku dipangkuanmu, karena perintah Allah akan segera dipenuhi. Saat rohku dilepaskan, ambillah dalam tanganmu dan usapkan pada wajahmu. Selanjutnya palingkan wajahku kearah kiblat, siapkan aku dan jadilah orang pertama yang menunaikan salat jenazah atasku. Jangan tinggalkan aku hingga engkau letakkan aku di pusaraku. Mintalah pertolongan Allah.”

  81. Ammar said

    Ronggowarsito IBLIS WAHHABI

  82. Ammar said

    gw pernah baca, yang menginginkan Syiah diberantas adalah Al-Bayinat. Budi ikut Al-Bayinat y?
    Kami syiah g gabung dengan Sunni,karena kalian akan mencap bahwa syiah(salat meluruskan tangan) akan dianggap kafir,pdhl itulah solat yang sebenarnya,makanya syiah jarang gabung ma Ahlusunnah…Imam Malik (Mazhab Maliki mamakhruhkan solat dengan bersedekap (tangan kanan di atas tangan kiri)….Seandainya kalian (ahlussunah) mau menerima syiah yang solat dengan tangan lurus,gw solat pasti solat Jumat terus…Jaga kata-katamu Wahai Budi yang mungkin Wahhabi (penentang Muhammad SAW). Jadikanlah aku yang sedikit dari yang banyak Ya ALLAH…

  83. mulki said

    Bangunan bersejarah islam seharusnya bisa menjadi sarana pemrsatu umat dan menghancurkan bengunan bersejarah islam apalagi di dalamnya terdapat makam para pahlawan islam sama dengan tidak peduli dengan islam dan persatuan islam. Yang tidak peduli dengan golongannya bukan termasuk golongan itu.na’udzubillah.

  84. nana said

    Masa cuma karena perbedaan tangan dalam shalat aja dibuat ribut, dan tidak perlu pakai praduga menyesatkan seperti itu.. Apakah semua orang sunni mengkafirkan orang hanya masalah tangan?.. Apakah hanya masalah tangan jadi menghilangkan kewajiban shalat jum’at?..
    Sungguh aneh, anda mengetahui yang benar dan yang tidak, tapi seharusnya pandangan anda harus lebih bijak!!..
    Jika anda berfikir seperti itu, apa orang sunni tidak berfikir sebaliknya, mungkin andalah yang mengkafirkan mereka?
    jika saling tuduh seperti itu, kapan ummat bisa bersatu..

  85. ajib said

    kenapa bisa orang sunni disamakan dg wahabi?
    eeee wahabinya cuma penguasa2 saudi yang bobrok?
    padahal Alqeda yg sunni aja memerangi saudi penjilat Amrik
    jadi ga bisa men generalisir gitu dong?
    juga kan sunni bukan adalah madzhab abu bakar, umar dll tapi
    mereka adalah sahabat2 yg dijamin Surga(termasuk Ali)
    maka semua sahabat wajib kita hormati apalagi keluarga Nabi
    tapi Islam bukan agama warisan darah, “yg ada darah Nabi jadi ma’shum”, tapi pewaris Nabi adalah ulama (yg baik tentunya berakhlaq Qur’an).
    saya Muslim sunni cinta saudara saya syiah, salafi, wahabi, alqaeda, hammas, hizbullah, HT, IM, NU Muhammadiyah dll, saya mendoakan KITA semua DISELAMATKAN ALLAH SWT dari Neraka dan dimasukkan ke dalam surganya, Aamiin
    IMAN, AMAL SHOLEH, DA’WAh dan SABAR (Al’Ashr)

  86. Hussein Shb said

    Baiat Sayyidina Ali kw kepada Kholifah Abubakar ra.

    Semua ahli sejarah sepakat bahwa Sayyidina Ali kw tidak hadir dalam pertemuan yang diadakan oleh orang orang Anshor di Sagifah Bani Saidah (Sebuah Balairung dikota Madinah). Dimana dalam permusyawaratan tersebut akhirnya diputuskan mengangkat Sayyidina Abubakar ra sebagai Kholifah atau kepala negara menggantikan Rosululloh SAW.
    Beliau Sayyidina Ali kw saat itu bersama keluarga Rosululloh SAW (Bani Hasyim) yang lain sedang berada dirumah Siti Aisyah ra, mengurus apa apa yang harus dipersiapkan guna pemakaman baginda Rosululloh SAW. Sedang para Sahabat yang lain berada di Masjid yang bersebelahan dengan rumah atau kamar Siti Aisyah ra.

    Pembaiatan umum terhadap Kholifah Abubakar ra dilakukan dua kali, yang pertama hari Senen terjadi di Sagifah Bani Saidah, yang dihadiri oleh orang orang Anshor dan beberapa tokoh Muhajirin dan yang kedua diadakan pembaiatan umum di Masjid Nabawi.
    Hampir semua Sahabat yang berada dikota Madinah saat itu membaiat Sayyidina Abubakar ra sebagai Kholifah. Termasuk Sayyidina Ali kw begitu beliau mendengar bahwa dmasjid sedang diadakan pembaiatan umum terhadap Sayyidina Abubakar ra, beliau Sayyidina Ali kw segera datang bersama Zubair Ibnul Awwam ra dan ikut membaiat Sayyidina Abubakar ra sebagai Kholifah.

    Proses pertemuan di Sagifah Bani Saidah.

    Senen pagi 12 Robiul Awwal baginda Rosululloh SAW wafat dirumah (kamar) istri tercintanya Ummul Mukminin Aisyah ra. Pagi itu juga semua Sahabat yang berada dikota Madinah segera datang berta’ziah. Mereka sangat terkejut dengan berita wafatnya Rosululloh SAW tersebut. Begitu pula para Sahabat yang berada disekitar kota Madinah, mereka cepat cepat datang ke Madinah untuk ikut bersama sama dengan yang lain berta’ziah atas wafatnya pemimpin mereka.
    Orang orang Anshor setelah mereka berta’ziah, kemudian mereka berkumpul di Sagifah Bani Saidah, dengan tujuan untuk mengangkat pemimpin mereka Sa’ad bin Ubadah sebagai Kholifah pengganti Rosululloh SAW. Karenanya meskipun saat itu Sa’ad bin Ubadah dalam keadaan sakit, tapi dia tetap dihadirkan dalam pertemuan itu..
    Mungkin ada yang bertanya; Mengapa mereka orang orang Anshor saat itu cepat cepat akan mengangkat Sa’ad bin Ubadah sebagai Kholifah?
    Hal mana karena Rosululloh SAW semasa hidupnya tidak pernah menunjuk seseorang sebagai Kholifah penggantinya apabila beliau wafat. Karenanya agar tidak didahului oleh orang orang Muhajirin mereka orang orang Anshor cepat cepat berkumpul, bermusyawaroh, dengan tujuan akan mengangkat pemimpin Anshor (Sa’ad bin Ubadah) sebagai Kholifah pengganti Rosululloh SAW.
    Namun meskipun orang orang Anshor cepat cepat bermusyawaroh untuk mengangkat Sa’ad bin Ubadah sebagai Kholifah, tapi Alloh SWT menghendaki Sayyidina Abubakar ra yang menjadi Kholifah pengganti Rosululloh SAW.
    Semua berjalan sesuai dengan kehendak Alloh SWT, dimana Sayyidina Abubakar ra yang saat itu sedang berada ditempat putrinya Siti Aisyah ra, tiba tiba ditakdirkan oleh Alloh untuk datang dan hadir bersama Sayyidina Umar ra dan Abu Ubaidah ra ditempat pertemuan orang orang Anshor.
    Beliau diberitahu oleh Sayyidina Umar ra bahwa orang orang Anshor sedang berkumpul di Sagifah Bani Saidah untuk mengangkat Saad bin Ubadah sebagai Kholifah. Dan demi menyelamatkan Muslimin dari perpecahan, maka Sayyidina Umar ra meminta Sayyidina Abubakar ra untuk ikut hadir dipertemuan tersebut.

    Sebagai orang yang dituakan dikalangan Sahabat, maka Sayyidina Abubakar ra menerima ajakan tersebut dan cepat cepat menuju Sagifah Bani Saidah.
    Dan karena memang sudah dikehendaki oleh Alloh, maka akhirnya semua yang hadir menerima apa apa yang disampaikan oleh Sayyidina Abubakar ra. Sehingga akhirnya semua yang hadir baik orang orang Muhajirin maupun orang orang Anshor yang semula akan mengangkat Sa’ad bin Ubadah sebagai Kholifah berbalik membaiat Sayyidina Abubakar ra sebagai Kholifah. Sehingga selamatlah Muslimin dari perpecahan.
    Sebab dapat kita bayangkan apa yang akan terjadi apabila orang orang Anshor sampai mengangkat pemimpin Anshor sebagai Kholifah dan kemudian orang orang Muhajirin juga mengangkat pemimpin mereka sebagai Kholifah.
    Namun kesepakatan dan bersatunya Muslimin ini tidak dikehendaki oleh lawan lawan atau musuh musuh Islam, karenanya dikemudian hari mereka (orang orang Syi’ah) membuat isue isue yang mereka harapkan dapat merusak persatuan Umat Islam.
    Misalnya dengan memutar balik Hadits Hadits Rosulillh SAW serta menafsirkan ayat ayat Al Qur’an sesuai dengan selera mereka demi menunjang ajaran mereka.

    Adapun mengenai Baiatnya Sayyidina Ali kw kepada Kholifah Abubakar ra, maka dalam kitab kitab sejarah yang ditulis oleh ulama ulama Islam (bukan ulama ulama Syi’ah) ada dua fersi, yang pertama dan yang kuat adalah Sayyidina Ali kw membaiat Kholifah Abubakar ra pada hari dimana diadakan pembaiatan umum di Masjid Nabawi, sebelum Rosululloh SAW dimakamkan. Beliau datang ke Masjid Nabawi bersama Zubair Ibnul Awwam ra.
    Namun sebelum beliau membaiat Sayyidina Abubakar ra sebagai Kholifah, Sayyidina Ali kw sempat menegor Sayyidina Abubakar ra mengenai tidak diundangnya beliau dalam pertemuan di Sagifah tersebut. Sebab beliau merasa berhak untuk diajak bermusyawaroh, mengingat dekatnya beliau dengan kekeluargaan Rosululloh SAW.
    Dengan demikian beliau Sayyidina Ali kw tidak memprotes diangkatnya Sayyidina Abubakar ra sebagai Kholifah, tapi beliau memprotes kok tidak diajak bermusyawaroh.
    Tapi setelah beliau diberi tahu bahwa pertemuan tersebut diadakan oleh orang orang Anshor dan pengangkatan Sayyidina Abubakar ra sebagai Kholifah itu secara tiba tiba, maka Sayyidina Ali kw segera membaiat Kholifah Abubakar ra.
    (Ansaabul Asyrof – 2 / 263 oleh Al Baladhiri, Tarikhul Khulafa’-hal.56, oleh Assuyuty, Al Mustadrok – 3 / 66 ,Al Hakim).

    Yang kedua Sayyidina Ali kw membaiat Kholifah Abubakar ra setelah enam bulan, tapi riwayat ini lemah dan bertentangan dengan keadaan Sayyidina Ali kw yang ternyata setelah Rosululloh SAW wafat beliau tetap Sholat di Masjid Nabawi dibelakang Kholifah Abubakar ra. Bahkan beliau sering memberikan saran kepada Kholifah Abubakar ra, terutama dalam mengahadapi orang orang yang Murtad dan orang orang yang tidak mau membayar atau mengeluarkan Zakat.
    Namun baik yang pertama maupun yang kedua toh akhirnya Sayyidina Ali kw membaiat Kholifah Abubakar ra. Bahkan Sayyidina Ali kw pernah berkata; Bagaimana kita tidak menerimanya sebagai pemimpin urusan dunia kita (Khilafah), sedang kita sudah menerimanya sebagai pemimpin urusan agama kita (sebagai Imam Sholat yang ditunjuk oleh Rosululloh SAW).

    Demikian sedikit mengenai baiatnya Sayyidina Ali kw kepada Kholifah Abubakar ra.
    ***

    Peristiwa hari kemis, surat yang tidak jadi ditulis oleh Rosululloh SAW.

    Hadits tersebut dikenal dengan
    Roziyyah Yaumil Khomis

    Memang betul Hadits tersebut dimuat dikitab kitab Umat Islam seperti kitab Bukhori, tapi sayang orang orang syiah tidak membaca Syarah dari Hadits tersebut yang disampaikan oleh Ulama Ulama Islam, seperti dari kitab Fat’hul Bari. Tapi mereka justru membaca komentar dari Mulla Mulla Syi’ah. Akibatnya mereka memberikan komentar sesuai dengan pendapat dan selera anda serta tingkat anda berfikir. Apalagi dasar mereka membacanya dengan Ainussukhut sehingga yang baik mereka lihat jelek dan yang benar mereka lihat salah.

    Adapun yang dimaksud dengan Hadits tersebut;
    Pertama kita harus tahu bahwa saat itu hari kamis 8 Robiul Awal Rosululloh SAW sedang sakit, dimana suhu badannya atau panas badannya sangat tinggi. Hari itu beliau berada dirumah istri tercintanya Ummul Mu’minin Aisyah ra.
    Pada waktu itulah Rosululloh SAW meminta kepada keluarganya yang ada saat itu disampingnya untuk mengambilkan kertas dan tinta untuk menulis sesuatu. Apa yang akan ditulis oleh Rosululloh SAW saat itu hanya Alloh SWT yang tahu, karena Rosululloh SAW mengurungkan niatnya untuk menulis.
    Mungkin Mulla Mulla Syi’ah yang mengaku mempunyai sifat sifat Alloh juga tahu. Terbukti mereka bisa tahu apa apa yang akan ditulis oleh Rosululloh SAW saat itu.

    Dengan demikian yang berhak mengambilkan dan memberi kertas dan tinta atau sebaliknya tidak memberikan permintaan tersebut adalah keluarga Rosululloh SAW, mereka adalah Ahlul Bait yang bisa masuk mengambil dan memberikan kepada Rosululloh SAW.
    Jadi yang berhak memberi atau menolak permintaan Rosululloh SAW tersebut bukan Sayyidina Umar ra dan bukan Sahabat yang lain serta bukan Mulla Mulla yang suka mengoreksi kitab kitab Hadits Umat Islam, tapi keluarga Rosululloh SAW.
    Adapun Sayyidina Umar ra berpendapat seperti itu, dikarenakan cintanya serta sayangnya beliau kepada Rosululloh SAW yang sekaligus sebagai menantunya, yang saat itu sedang sakit dan demam tinggi. Tapi tetap yang berhak memberi dan menolak adalah keluarga Rosululloh SAW.
    Sedang suara ribut atau gaduh yang sampai terdengar oleh Rosululloh SAW saat itu, dikarenakan saat itu sebagian keluarga Rosululloh SAW ada yang sefaham dan sependapat dengan pendapat Sayyidina Umar ra dan sebagian ada yang tidak sependapat. Sehingga ketika suara suara tersebut terdengar oleh Rosululloh SAW, maka beliau Rosululloh SAW mengurungkan niatnya untuk menulis.
    Selanjutnya oleh karena beliau akan beristirahat, maka beliau meminta orang orang yang ada didalam kamar yang sangat kecil itu untuk keluar.
    Adapun keterangan Mulla Mulla Syi’ah yang mengatakan saat itu Rosululloh SAW akan mengangkat Imam Ali kw sebagai penggantinya, maka diatas sudah saya sebutkan hanya Alloh dan Mulla Mulla yang tahu apa yang akan ditulis oleh Rosululloh SAW. Maklum mereka kan mendudukkan dirinya seperti Alloh.
    Sebenarnya keterangan yang seperti itu justru menggugurkan keyakinan mereka bahwa Rosululloh SAW sudah mengangkat Imam Ali kw di Ghodir Khum. Karena apabila Rosululloh SAW sudah mengangkat Imam Ali kw sebagai penggantinya, lalu untuk apa ditulis lagi. Itulah ajaran Syi’ah, saling berbenturan antara ajaran yang satu dengan yang lain.
    Dan keterangan mereka tersebut sekali gus merupakan pengakuan mereka bahwa Sayyidina Umar ra adalah seorang Waliyulloh yang Mukasyif yang sudah tahu apa yang akan ditulis dan masih didalam hati Rosululloh SAW.

  87. JANNAH said

    Untuk semua pengikut sunnah,,Insya Allah kita berperang melawan syiah. Hidup jihad. Allahuakbar..(Pasti banyak yang nyaci komen gw deh, seperti biasa..syiah2 kepanasan..).

  88. HANNAJ said

    Untuk semua pengikut sunnah-syiah,,Insya Allah kita akan berperang melawan nafsu sendiri demi kejayaan ISLAM.
    Hidup jihad, jihad melawan nafsu setan, binatang dalam diri kita sendiri.Allahuakbar..(pasti banyak yang nyaci komen gw deh,biasa orang yang pikirannya dangkal dan tukang adu domba..pada kepanasan..).

  89. antimo said

    PERSAMAAN WAHABI dan SYI”AH

    SEPERTI KOTORAN DIBELAH DUA

  90. Hadi ismanto said

    Sholat lepas tangan atau bersedakap kedua-2 nya bisa benar bisa salah masing-masing punya dalil yang diyakini.

    yang Pasti SALAH dan pasti masuk neraka adalah YANG TIDAK SHOLAT !!!!!!!!

  91. Hamdan said

    @ Dobleh Kencono

    Ulama Syi’ah yang anda sebutkan tentang komentarnya terhadap Kitab rujukan Utama Syi’ah (Al Kaafy)apakah telah menyalahkan ulama Syi’ah lainnya atau mengkafirkan ? setahu saya tidak !
    Jadi mereka yang anda sebutkan itu saya anggap TAQIYYAH mereka !!!

    Saya Tunggu Jawaban Anda !!!!!!!

  92. WAN said

    Internasionalisasikan Mekkah Haramain & Madinah Munawarah dalam 1 wadah Moslem

  93. dorce said

    Ngemeng-ngemeng kemana yaa Sdr TEGUH, MARKUS, YARGHI pembela Sunni yang sangat saya kagumi argumentasinya seperti pada Topik “Misteri Kematian Rasulullah” dan “Nabi Muhammad Tukang Lupa” pada situs ini ?

  94. abu zaid said

    Allahu musta’an
    Nasalullaha salaman wal afiah

    Syiah = Quburiyyun
    Syiah = Mencela para sahabat
    Syiah = Mencela istri rasulullah = mengatakan Rasulullah gagal
    dalam mendidik istrinya
    Syiah = Melegitimasi perzinahan dengan kedok agama (mut’ah)
    Syiah = Banyak kesesatan yg lain

    Bertaubatlah wahai ahlul ahwa.. wal bida’

  95. Garda Syahada said

    madzhab dalam islam seperti 5 jemari di tangan, kalau mereka tidak bersatu tidak akan dapat melawan musuh yg patut dilawan,ingat hai…muslimin

  96. ramadhan said

    ittahidu! ittahidu! AlQudsu tunadikum!

  97. Rasulullah SAW dan pengemis buta

    Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiapharinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, “Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya”. Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak
    mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW.
    Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat. Setelah wafatnya Rasulullah SAW praktis tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung kerumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan istri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu, Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?”. * Aisyah RA menjawab, “Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja”. “Apakah Itu?”, tanya Abubakar RA. “Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana “, kata Aisyah RA. Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya,si pengemis marah sambil enghardik, “Siapakah kamu ?”. Abubakar RA menjawab, “Aku orang yang biasa.” “Bukan! Engkau bukan
    orang yang biasa mendatangiku”, ban tah si pengemis buta itu. “Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut setelah itu ia berikan padaku”, pengemis itu melanjutkan perkataannya.
    Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, “Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW”.Seketika itu juga pengemis itu pun
    > menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, “Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap
    pagi, ia begitu mulia…. ” Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA Saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim. Nah, wahai saudaraku, bolehkah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW?Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau? Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.
    Kalaupun tidak boleh kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya.
    Pengemis yang buta itu lagikan mengetahui orang yang biasa
    mendatanginya selalu, tidakkan sama dari yang biasa. Sebarkanlah riwayat ini ke sebanyak orang apabila kamu mencintai Rasulullahmu…

    Ciptakan nuansa akhlak mulia, dengan Hati dan jiwa yang manusiawi Jauhi saling berdebat, menjatuhkan, menghina

    Wassalam

  98. aq said

    entar di atas kuburan baqi di bangun gerai MD,victoria screct,clein calvin,dior,hard rock cafe,dll…..

    jadi nggak ada yang menngunjungi dan mengaguminnya lagi
    entar uangnya untuk beli peluru yang di tembakkan ke anak-anak palestina,irak,dll……..

  99. imam hhh said

    wahai pengikut-pengikut syiah kembali lah kamu kejalan yang benar lagi di redhai allah s.w.t kerana kamu telah jauh menyimpang atau tersesat dari ajaran islam yng sebenarnya.contohnya kamu lebih mengagungkan syaiddina ali dari junjungan besar kita nabi muhammad s.a.w,dan saya telah mendalami hadis-hadis kamu selama bertahun-tahun ternyata hampir kesemuanya hadis kamu semuanya bohong dan dusta.imam ali sendiri pernah mengatakan janganlah kamu wahai umat muhammad mengagungkan-agungkan orng lain selain dari muhammad s.a.w.dan imam ali sendiri bersama-sama menghancurkan syiah ketika hidupnya……insaflah wahai pengikut-pengikut syiah dan jika kamu ingkar maka boleh lah di sini saya mengistiharkan kamu murtad dari ajaran islam dan keluarlah kamu dari bumi indonesia yng tidak mahu menerima kamu…..sekian salamualikom….

  100. jantra said

    ass,sdr2ku,aku bermazhab imam yg empat,itu yg ku ketahui,keyakinanku ini ku timba dari lingkungan klrgku yg getol di org.Muhammadiyah di tambah pendidikan dari pesantren slm 6 thn,maka hampir terasa cukuplah apa yg harus ku yakini,namun dlm prjalanan pengetahuanku ku,tak pernah ku dapati ilmu ttg kafir-mengkafirkan yg hanya ada adlh teks formal menggambarkan siapa org kafir sesungguhnya dan siapa yg berakhlak sebenar2nya.olehnya wahai sdr2ku yg sunni jgnlah kalian mengkafirkan sesama sdr kita apalagi mereka bermazhab Imam Ja’far Assadiq siapa sih yg tdk mengetahui ketinggian ilmu & akhlak beliau (Imam Hanafi yg hidup sezaman dengan beliau begitu menghormati beliau hingga memuji ketinggian akhlak dan ilmu beliau)para imam kita saja bisa saling bergandengan tangan, Kenapa kita “TIDAK”, dengan mengkafirkan mereka, bukankah ini menjadikan kita tidak berakhlak yang baik ?… aku bukan hendak menasehati , tapi aku mencoba untuk saling mengingatkan. Kebenaran yang sejati bukanlah milik sunni bukan pula milik syiah ato yg lainnya, tapi hanya milik ALLAH. olehnya mari kita saling menghargai. jika ada kebenaran yg ingin kita sampaikan pada org lain, maka sampaikanlah dgn Hikmah bukan dgn amarah & hawa nafsu, krn bisa jadi yg tersampaikan bukan kebenaran tapi kekeliruan.jk sudah seperti itu mk yg bertanggungjwb kp ilahi Rabbi adalah sdr sendiri nantinya.

  101. darussalam said

    lagi lagi berita yang sangat menghasut dan kumpulan komentar dari orang orang yang terhasut…Astagfirullah

  102. darussalam said

    hati hati klo komentar…

    innassam’a…wal basor..wal fuad…ulaaika kaana ‘anhu masula…17/36

  103. fahri said

    Menurut saya pertentangan yang paling essensial antara penganut suni dengan penganut syiah adalah, penganut syiah secara terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi tidak mengakui 3 orang sahabat rasul diluar Ali ra. disini saja sudah terlihat kekeliruan faham yang dianut oleh mereka. belum lagi masalah imamah dan masalah penghalalan kawin kontrak(Mut’ah).jadi sudah jelas disini pola pikir mereka yang telah sangat bertentangan dengan mainstream islam yang benar.

  104. fahri said

    kalau memang ada person atau lembaga yang menggagas tercapainya dialog antara suni dan syiah di indonesia tolong dipublikasikan kepada masyarakat luas dengan tujuan masyarakat dapat mengikuti dialog tersebut dan dapat menangkap kebenaran dari dialog tersebut InsyaAllah.

  105. searcher said

    Sabaar… Sabaar… tenang bbrroo kalem
    setahu saya sebelum diangkat menjadi rasul, Ar-Rasul Habibullah Musthafa itu terkenal dengan akhlaknya. itu sesuatu yang fitrah dari beliau, walaupun beliau juga tentunya sudah berilmu serta beriman dan menyembah Allah sejak lahir, tetapi akhlak beliau begitu menonjol dan dikagumi seluruh masyarakat. Dengan modal seperti itupun beliau mendapatkan tantangan yang besar ketika dakwah. Lha kalau anda berusaha menyebarkan keyakinan anda dengan cara mencela, mengumpat dll apalagi kalau gk salah ini bloknya orang syiah, anda dengan sengaja masuk kemudian memaki seperti itu jelas gak produktif. jangan pengecut seperti itu. anda-anda ini nggak punya sopan santun dan etiket berarti nggak berakhlak. Kalau anda mengaku pengikut Ar-Rasul Habibullah Musthafa mestinya mengikuti perintahnya misalnya berdialog dengan sopan santun. dasar kenthir

  106. khoh ag said

    umat Islam akan terpecah menjadi 73 golongan. 72 golongan masuk neraka, yaitu orang yang mendirikan kelompok, mereka patuh pada pimpinannya walaupun bertentang dengan apa yang telah diturunkan kepada Muhammad SAW. salah satu ciri kelompok yang menyimpang / sesat tersebut adalah adanya P E N D I R I kelompok / golongan. dan hanya 1 golongan yang masuk surga. siapa yang masuk surga ??? orang yang mengikuti nabi Muhammad SAW dan para sahabat. yang lain tidak !!!!!!

  107. khoh ag said

    syiah apa ada pendirinya ??? suni apa ada pendirinya ??? muhammadiyah apa ada pendirinya ??? N U apa ada pendirinya ??? LDII apa ada pendirinya ??? dan lain – lain jawab sendiri

  108. Abdillah said

    SUNNI AMAT SANGAT SANGAT MENGHORMATI ZURIYYAH RASULULLAH TERMASUK YANG DIANGGAP IMAM OLEH SYI’AH, BAHKAN MENGIKUTI AJARAN-AJARAN MEREKA YANG BERASAL DARI RASULULLAH SAW BAIK LANGSUNG MAUPUN MELALUI SAHABAT.

    SAYA MENGIKUTI AJARAN DATUK UTAMA SAYA YAITU RASULULLAH, ANTARA LAIN MEMAAFKAN ORANG-ORANG QURAISY MEKKAH PADA SAAT FATHU MEKKAH (AMNESTI UMUM)YANG PERNAH MENYAKITI/MEMUSUHI BELIAU DAN KAUM MUSLIMIN PENGIKUT BELIAU. BELIAU TIDAK MEMERINTAHKAN MENCACI MAKI, TERMASUK TERHADAP PENTOLAN KAFIR QURAISY YANG TELAH WAFAT (ABU LAHAB, ABU JAHAL, DLL).

    SAYA TIDAK TAHU KALAU DI SYI’AH MENCACI MAKI SAHABAT ITU AJARAN SIAPA.

  109. coang said

    udah pada jago semuanya yah….kasihan yah..

  110. searcher said

    kita semua saudara, rukun islam itukan yang pertama syahadat, berarti tiada Tuhan selain Allah, nabi Muhammad utusan Allah, kemudian rukun islam percaya pada Allah, Rasul2-Nya, kitab2-Nya, malaikat-Nya, ketetapan Allah, hari kiamat, tidak bisa anda pungkiri bahwa saudara saudara syiah juga percaya itu? masalahnya kan tidak ada percaya pada sahabat-sahabat Rasulullah, maksudnya ada yang percaya atau ada yang tidak, tetapi intinya orang yang percaya Allah adalah Tuhannya kemudian Ar-Rasul SAWW adalah utusan-Nya sudah termasuk orang islam. Karena mereka orang islam anda harus melindungi keselamatan dan kehormatannya. Nahh kalau anda malah mengkafirkan berarti sudah menyimpang dari perintah Allah dan sunnah Rasullullah

  111. imam hhh said

    orang syiah memang otak udaang otak batu, berani menghina sahabat-sahabat nabi apa adakah itu di ajarkan olah nabi s.a.w memang orang syiah ni dah d laknat

  112. sahara said

    alasan tidak memboleh mendirikan mesjid di kuburan oke saya terima. tapi wali mana yang mendirikan masjid di kuburan. sepanjang yang saya tau ndak ada. cuma biasanya kuburan di bangun deket masjid. karena tambah banyak orang jadi lama-lama jadi satu atau karena kuburannya di perindah dan di perbagus jadi seperti masjid. Itupun tidak semua kuburan mau di bagusin cuma orang-orang tertentu saja. Nanti protes lagi kan tidak boleh kultus individu. penghargaan itu lumrah dan alamiah. Allah sendiri membuat stratifikasi sosial terhadap manusia berdasarkan takwanya. sepanjang itu mengarah untuk menggugah kesadaran iman dan tidak menabrak aqidah seperti menuhankan manusia. Iman adanya di hati bukan dalam bentuk fisik. Kalau ada yang tetap protes terhadap sikap saya yang menghargai para wali dan dianggap kultus individu. wah saya sendiri bingung karena saya ndak perlu pake logika dan dalil yang bikin pusing. cukup bagi saya rasa hati saya yang cinta terhadap orang yang shaleh, keluarga nabi dan syuhada yang rela darahnya untuk kebajikan dan keridoan. Orang-orang yang menilai tentang kultus individu tolong tengoklah dan sadarlah yang sebenar-benar kultus individu adalah tirani dan penentang kebenaran. Kultus individu bisa jadi sistem seperti melanggengkan kekuasaan, kekuasaan berdasarkan turunan (kerajaan) apakah itu bukan bukti yang seburuk-buruknya kultus individu. tapi mengapa kok yang dihantam adalah orang yang cinta kepada orang yang shaleh yang tidak punya dampak apa-apa secara sosial (setidaknya hanya untuk pandangan pribadi). Tapi bila dalam sistem tiran (kerajaan) hal itu tampak menjadi jelas. Itulah kultus yang sebenar-benarnya. Penganut paham wahabi kiranya tidak menyadari ini. Mereka dicekoki doktrin sehingga hilang daya kritisnya. Padahal yang mereka kritisi dirinya sendiri yaitu di arab saudi (sebuah negeri penuh kemunafikan dan kawan sejati Amerika dan Israil)

  113. searcher said

    bagaimana dengan anda sendiri?! anda telah menghina orang-orang yang menganggap Rasulullah adalah pujaan pertama, setelah mereka menyembah Allah. kira-kira kalo Rasulullah masih bersama kita,dan melihat situasi ini?! setahu saya kita sama-sama tulus dalam memuja beliau?! ada yang diikuti dengan memuja sahabat dan ada yang tidak?! tapi ketika memuja beliau kita tulus!!!!!!!!!!!!!!!!!

  114. imammahdi said

    sorry komentar saya diatas untuk saudara imam hhh

  115. Arjuna Sunni-Syi'ah said

    ente-ente kalo jadi ajang saling menghujat jangan buka situs ini deh..ane jadi puyeng,kalo bisa sopan santun jaga, tata krama jgn lupa..aneh! udeh ane masuk situs ini nyasar jadi tau deh jelek buruknya kalian pade semue..hii.. amit-amit

  116. SEKARANG APA FAIDAHMU MEMBUAT BLOG INI BAGI ISLAM ?!!! TIDAK ADA KAN LIAT ADA KOMENTAR2 YANG ADA AKJERNYA CUMA PERMUSUHAN SESAMA MUSLIM YANG ADA…CUKUPLAH !!!

    KALIAN JANGAN MEMENTINGKAN KELOMPOK KALIAN MASING MASING. INGAT ISLAM SEDANG DALAM KEADAAN KRISIS.

    HORMATI SESAMA MUSLIM..JANGANLAH KAU MERUSAK ISLAM DENGAN TULISAN TULISANMU YANG MENGAKIBATKAN PERMUSUHAN SESAMA MUSLIM.

    KALAU KALIAN MEMANG MUSLIM JAGALAH ISLAM DARI PERPECAHAN.

    BENAR MENURUT KALIAN BELUMTENTU MENURUT TUHAN. YANG TAHU KEBENARAN HAQIQI HANYALAH ALLAH.

    CUKUP SAUDARA..!!

    MENGAPA ADA DIANTARA SAUDARA YANG MARAH AKAN TULISANMU ?!! KARENA DARI JUDUL SAJA ANDA SUDAH MENYEBUT SALAH SATU KELOMPOK ISLAM (WAHABI) PADAHAL BAQI’ MASIH TETAP SEPERTI DULU, KUBURAN DAN YANG DIKUBURKAN DISANA MASIH TETAP ADA, CUMA DI PERLEBAR SAJA, AGAR MUAT UNTUK KAUM MUSLIMIN YANG MENINGGAL DI MADINAH BAIK PENDUDUK MADINAH ATAUPUN JAMAAH HAJI DAN UMROH. AMBIL HIKMAHNYA JANGAN MENCARI PERMASALAHANNYA.. APASALAHNYA BAGI’ DIPERLEBAR ?!!

    MEMANG SYIAH BERBEDA HADISTNYA DENGAN SUNNI/WAHABI DLL, AKU JUGA PERNAH MEMBACA BAHWA SYIAH PUNYA QUR’AN SENDIRI, TERUTAMA SYIAH SABAIAH YANG DIDIRIKAN OLEH ABDALLAH BIN SABA’ SEORANG YAHUDI YANG DATANG KEMADINA PADA MASA KHALIFAH USMAN..BILA SAYA BAHAS INI PASTILAH ORANG SYI’AH MARA DAN RIBUT DENGAN SAYA..MAKA DEMI MENJAGA HAL2 SEPERTI INI MAKA BAHASAN TADI TIDAK SAYA TERUSKAN DEMI MENJAGA HUBUNGAN PERSAUDARAAN SESAMA MUSLIM.

    TOH KITA TIDAK TAU PASTI MANA YANG BENAR..CUMA TUHAN YANG TAHU AKAN HAQIQAT KEBERNARAN.. KEYAKINAN MANUSIA BISA BERUBAH..KADANG TERGANTUNG DIMANA DIA BERADA DAN DENGAN SIAPA DIA BERGAUL..

    YANG PENTING ANDA IQRAR TIADA TUHAN SELAIN ALLAH DAN MUHAMMAD ADALAH UTUSANNYA.,ANDA SAUDARA KAMI.

    BAHKAN SEORANG MUSLIM JUGA WAJID MENGHARGAI SESAMA MANUSIA, SELAGI MEREKA TIDAK MEMUSUHI KITA..!!

    HIDUP DAMAI DUNIA AKHERAT ADALAH INDAH..

    http://www.umroh.web.id

  117. riad said

    Lalu kalau ada makam yg ditempatkan di dalam masjid di Indonesia namanya apa??.. banyak syekh2 yg telah almarhum di jawa dan sekitarnya, makam mereka ditempatkan di dalam masjid dengan dibalut dengan sajadah yg biasanya berwarna hijau, saya banyak menyaksikan ini di televisi swasta Indonesia dengan program islami yg memperlihatkan juga kalau warga sekitar suka dan sering berdoa, mengambil air di sumur buatan syekh dengan kepercayaan akan membawa keberuntungan di dunia!!

    coba kalau melihat tuh jgn negatif mulu yah, lihat diri sendiri, lihat konteks dan maknanya jgn dilihat secara fisik aja, makam ga lebih dari suatu apresiasi/penghargaan atas jasa-jasa yg telah diberikan semasa hidupnya dan wujud apresiasi kita adalah mendoakannya.. piss and love bro.

  118. rafli said

    al ajal al ajal3x ya shahibazaman ya maulana

    serahkan urusan kalian kepada keluarga Muhammad saww ya syiati ALI ,shali ala muhmmad wa ali muhammad wa ajjil farajahum, AL QAIM akan mengadili perkara yang kalian perdebatkan ,tunggulah
    kami bersama2 kelak mereka akan dikumpulkan bersama pemimpinnya Allahuma amin

  119. Benyamin said

    ARIF BANGGA BANGET DIA BARU MASUK SYIAH>!!

    KALAU GUE BANGGA SAAT MASUK ISLAM..!!

    ARIF SALAH EMNCERITAKAN TENTANG UMAR SAAT SULHUL HUDAIBIAH..!!

    OM..!!! BANYAK MEMBACA YA…!! BIAR GA MUDAH MENYALAHKAN SAHABAT RASUL…DEBU YANG MENEMPEL DI BAJU UMAR SAAT PERANG SAJA..JAUH LEBIH MULYA DARI PADA KAMU..!!! DAN KELOMPOKMU..!!

    ANEH..ISLAM MAU DI BAWA KEMANA NECH ?!!

    MERASA PALING BENAR, PALING SUCI, PALING DEKAT DENGAN ALLAH..!!

    JANGAN JANGAN ALLAH MENGHENDAKI YANG BEDA..!!

    YA ALLAH AMPUNILAH KAMI, AKAL KAMI TERBATAS, MAAFKAN DOSA HATI KAMI YANG MUNGKIN SALAH MENDUGA, MAAFKAN DOSA LISAN KAMI YANG MUNGKIN SALAH BERKATA, MAAFKAN DOSA TANGAN KAMI YANG MUNGKIN SALAH MENULIS..SUBHANALLAH..MAHASUCI ENGKAU YA ALLAH, AKU CUMA MENYEMBAHMU YA ALLAH..

  120. Benyamin said

    MENURUT SEBAGIAN SEJARAH IMAM MALIK BUKAN LAH PENJILAT PEMERINTAH, MELAINKAN SEMPAT DI SIKSA ABIS ABISAN GARA GARA DI PAKSA BILANG ALQUR’AN MAKHLUK ALLAH.

    IMAM MALIK BERKATA ALQUR’AN FIRMAN ALLAH..

    SAYA SENDIRI SERING BELAJAR BUKU2 SUNNI, JUGA SERING BELAJAR BUKU2 SYIAH, DAN AJARAN AJARAN YANG LAIN SEPERTI PERSIS.

    ENAKNYA.. AMBIL YANG BAIK CAMPAKKAN BURUK NYA..!!

    KEBESARAN ISLAM DAN MUSKIMIN UTAMAKAN..!!!!!!!

  121. putra petir said

    ENTE SEMUE PADHE MEMANG RIBUTT SEKALLIII!!!!!!!!!
    liat noh sana noh, timur tengah sono! apa statement Hamid Karzai, Muammar Ghadafi, presiden Aljazair, sunni Libanon, ulama2 mesir dll. tidak mengertikah ente padhe semue bahwa sunni wa syiah di timurtengah sudah hampir bersatu secara menyeluruh? (hmm… tapi wahabi belum,…..tunggu giliran selanjutnya, sambut kami (sunni wa syiah) pada pertempuran madinah nanti, ….kita liat siapa yg lebih kuat menyambut kematian), bahkan sudah melangkah lebih jauh untuk memepersiapkan strategi bersama? dalam tindakan2 yg terkoordinir.
    MAKANYA JANGAN SEPERTI KATAK DALAM TEMPURUNG!!! tidak bisakah cukup syahadat ini menjadi ikatan bagi pengikrarnya??!! bagaimana cara kita untuk memverifikasi perbedaan diantar mazhab, sedangkan solusi yg diusulkan salah satu ditolak oleh saudara yg lain?? biar imam Mahdi nanti di Mekkah (…hmm disinipun wahabi sudah bersatu dg kita, …bersama-sama melawan dajjal) yang menjelaskan pada kita, beliau lebih berhak!! daripada siapapun baik sunni maupun syiah, apakah kita lebih tahu daripada beliau cara mengatasi perbedaan ini??!! kita tak lebih dogol-dogol konyol yang sok tahu, apa jadinye klo pertengkaran disini, menyeret, induk mazhab kita kembali kedalam perbedaan-perbedaan???!!! MEREKA TUH YANG DISANA BENER2 SAMPE MENGORBANKAN NYAWA!!!!!!

  122. yunes_m@yahoo.com said

    al hamdullillah syiah adalah ajaran islam yg cinta damai

  123. SETUJU AMA PUTRA PETIR TENTANG PERDAMAIAN NYA.

    TAPI JANGAN PERANG YA..!!..

  124. Abu Hamidah said

    Saudara saudaraku sekalian, sesungguhnya kebenaran adalah sebuah realitas dan lebih nyata dari empiris. Allah adalah maha realitas dan lebih nyata dari apapun, demikian pula kebenaran yang datang dari NYA. Jadi sebenarnya tidak perlu ada perdebatan seperti ini, karena penganut kebenaran sejati tidak bergeming oleh argument teoritis, karena kebenaran baginya adalah sebuah realitas. walaupun bukan berarti argument teoritis tidak perlu.

    Berhati-hatilah : Jika ada pertengkaran kemungkinannya ada dua (salah satu benar atau kedua duanya salah), jadi kalau kalian bertengkar bukankah prosentase salahnya lebih besar…?

    Para penganut kebenaran sejati mengayomi semuanya, akan sedih jika melihat saudara saudaranya berada dalam kesesatan bukan sebaliknya malah mencaci maki.

    Senantiasalah beribadah dengan sesungguh sungguhnya dan jauhkan kedengkian dan dekatkan kita denga rasa kasih sayang niscaya Allah akan tunjukan kepada kita semua “Jalan Kebenaran yang Haqiqi”

  125. adam mulachella said

    ronggwarsito,abu zaid,imam hhh kalo kuburan gak boleh dibangun seperti masjid dan ingin menghancurkannya maka anda sama saja dengan mau menghancurkan makam Rasul dan para sahabatnya abu bakar, umar, dan usman yang ada didalam masjid nabawi. makanaya kalo ngomong yang bener jangan asal bicara, jika bicara anda seperti itu sama saja anda ingin memecah belah islam dan saya kira anda adalah manusia berwajah dajal.SEMOGA ALLAH MEMAFAKAN DAN MENGAMPUNI DOSA ANDA!!!DAN ABU MAHIR SEMOGA ALLAH MENGAMPUNI PARA KAMU PARA PEMECAH BELAH ISLAM DAN INGAT NABI AKAN SANGAT BERSEDIH MELIHAT TINGKAH LAKU KAMU YANG COBA MEMECAH BELAH ISLAM
    ALWI AL HADDAD ISTIGFAR NT!!!!!, BAGIR ASSEGAF SALUT BEB!!!

  126. mukhtar said

    Assalamu’alaikum
    untuk saudara ku semua.
    saya setuju dengan pa ya di sampeikan org2 syi’ah ato org2 sunni yg menghendaki ketentraman,mang kita semua di wajibkan tuk cinta pada semua manusia hatta org kafir pun harus kita hormati karena dy sebagai ciptaan-Nya. jgn lah kalian semua memperuncing permasalahan! kalo pun anda ingin berdebat, pake argumen jgn debat kusir,
    tp buat org2 syiah, tuh komentarnya 86 lom da yg jawab? napa ya?
    kalo ga tau…..mendingan dengerin ja kayak saya.semoga Alloh memberikan Taufik dan Hidayah-Nya pada kita semua.

  127. denjaka syiah said

    abu bakar, kok tidak ada kisah hariannya ya? rutinitas hariannya, tabiat sederhananya. padahal pernah jadi khalifah lho. BTW masih sosok yang misterius. apa jaman dulu gak ada yang tertarik dengan dia ya? he he he gak ada ya biografinya? sebelum atau sesudah islam dan ketika jadi khalifah. umar memang banyak dialog dengan nabi …..tapi kok kayaknya selalu saja umar ini komennya bertentangan dengan Rasulullah ya? setelah argumennya dipatahkan Rasulullah baru dia diam. tapi selalu lho, dia menyangkal dulu. so menurut ane gelar umar bukan pembeda tapi lebih cocok umar si pembantah, atau pemrotes, peragu. penyangkal, penanya. Sedangkan abu bakar adalah si oportunis, ayam sayur, si plinplan.
    BTW, bagi saudara sunni dan wahabi biarkan nurani/logika anda menuntun dengan kenyataan ini, pasti anda akan penasaran. menurut ane sih mereka ini sudah di plot oleh abu sufyan sebagai jembatan dinasti umayyah. cocok sekali sabda Imam Ja’far as, kalo gak salah yang intinya menyatakan bahwa mereka berdua adalah latta dan uzza-nya Quraisy/bani umayyah

  128. […] Foto-foto Taman Baqi sebelum dihancurkan dan kini. Berikut didapatkan dari: http://infosyiah.wordpress.com/ […]

  129. Janggut_naga83 said

    Bissmillaahirrahmaanirrahiim
    Assalamu`alaikum Wr Wb

    Comment Buat
    H Muhammad Abdullah Berkata:
    0, Mei 3, 2007 pada 12: 37 pm
    Dan Pengikut Sunni maupun Syiah lainnya

    Beliau (H Muhammad Abdullah) berkata “…… ana melakukan diskusi dengan seorang muslim yang mengikuti madhab Ahlul Bait (Syi’ah) dari Iraq di rumah seorang Pegawai Negri yang ditugaskan di pada PBB (United Nations) di New York USA.

    karena Ustadz Abdurrahman Wahid juga datang ke pada pengajian tersebut; ana berani bertanya atau menyerang Aqidah madhab Ahlul Bait (Syi’ah). Ustadz Abdurrahman Wahid belum menjadi President RI; karena President Soeharto masih berkuasa.

    sedikit demi sedikit ana mulai menemukan kebenaran; sehingga ana memutuskan untuk mengikuti madhab Ahlul Bait (Syi’ah); karena ajaran Islam yang asli sesuai dengan Islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad adalah madhab Ahlul Bait (Syi’ah).

    ALQURAN 24:11
    Sesungguhnya mereka yang menyebarkan kebohongan adalah golongan kamu sendiri; mereka yang menyebarkan kebohongan telah merugikan ummat Islam sendiri; setiap orang yang menyebarkan kebohongan akan dihukum; mereka yang paling banyak menyebarkan kebohongan akan mendapatkan siksaan yang paling keras
    dan seterusnya…

    Saya kurang tahu apakah Beliau (H Muhammad Abdullah)benar2 berdiskusi dengan utusan Iraq itu Allaah yang Maha mengetahui. hanya apabila Beliau (H Muhammad Abdullah) mendasarkan Al-Qur`an Surat An-Nuur : 11 sebagai dasar pembentukan syiah/ pembenaran terhadap komentarnya.

    Itu adalah sama sekali keliru karena Asbabunnuzul turunnya ayat tersebut adalah ketika ada fitnah kepada keluarga Rasulullaah Saw (Aisyah istri beliau)ketika itu sedang perjalanan ke peperangan Bani Mutsaliq. (lebih lengkapnya baca Asbabunnujul ayat ini) jadi tidak bisa didasarkan pada komentar yang beliau buat.

    dan juga untuk semua pengisi komentar d sini, Bertaubatkah kepada Allaah dan jangan biarkan Hawa Nafsu mendahului kalian dalam membuat keputusan.

    Semoga Allaah menjaga lisanku dari berbuat fitnah dikalangan Ummat.

    Wassalamu`alaikum Wr Wb

  130. darga said

    kalo ga tau yang sebenarnya kenapa harus di perdebatkn. kebenaran bukan utk diperdebatkan tapi utk dijalankan. jangan saling menyalahkan apalagi menghujat sesamanya. bagimu agamamu bagiku agamaku, bagimu keyakinanmu bagiku keyakinanku.belum tentu apa yang kamu anggap baik, adalah baik dan apa yang kamu anggap salah itu salah. kembalilah semuanya kepada nuranimu masing2, karena kebenaran yang sesungguhnya ada dihati kita yang terdalam, nurani yang bersih….” janganlah kamu terpecah belah, kembalilah kepada nuranimu masing masing, jangan tergesa gesa neilai sesuatu…” salam baut semua saudaraku!!!!

  131. MMasoedS said

    Assalamualaikum War. Wab., Saudara-saudaraku sekalian, sudahlah jangan saling mencaci-memaki sesama saudara sendiri, adapun yang mereka lakukan benar menurut Dia, biarkanlah, ALLAH Swt. yang akan membalasnya kelak di yaumil Qiyammah, jangan perpanjang masalah, adapun prisipkita adalah ” Amar Ma’ruf Nahi Mungkar”, adapun yang Benar adalah benar yang salah adalah salah, toh nanti, ALLAH Swt. akan membalasnya baik di dunia maupun di Akherat, dan Mereka akan melaluinya seiring dengan berjalannya waktu, ingat ALLAH Swt tidak “Tidur..!!”,Semua kembali kepada Kita sendiri, mau dibawa kemana “Ruh Kita” kelak di akherat, beranikah kita mempertanggung jawabkan atas segala Ucapan, tingkah laku serta perbuatan Kita yang kita lakukan di dunia yang cuma hanya sekedar numpang lewat ini.”Mari berpacu menggali Ilmu ALLAH Swt yang Maha Luas ini”, kalau kita hanya mencaci memaki, kapan ISLAM Akan Maju, bahkan Islam akan tercabik-cabik tidak berdaya dimanfaatkan dan di adudomba oleh orang2 Yahudi dan Nasoro. “Inna Lillah wa Inna Ilaihi rooji’un”

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 60 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: