Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Eropa mencemaskan keadaan Yaman

Posted by infosyiah pada 0, Mei 9, 2007

Eropa mencemaskan keadaan Yaman

Komandan pasukan Yaman di kawasan Barat Laut Yaman, Kolonel Ali Muhsin Ahmar dan Ahmad Ali Asywal komandan gabungan pasukan pelacak tempat persembunyian al-Hautsi dibawa ke rumah sakit. Ahmar meninggal akibat luka-luka yang dideritanya. Sementara Asywal dalam kondisi kritis.

Sumber-sumber diplomatik Eropa dalam wawancaranya dengan Aden Press menginginkan campur tangan Eropa untuk menyelesaikan masalah konflik di Yaman. Disebutkan bahwa Eropa perlu campur tangan untuk menghentikan pertumpahan darah, sensor ketat pemberitaan dan jatuhnya korban dari pihak sipil. Eropa menginginkan agar masalah Yaman menjadi masalah internasional seperti konflik Darfour di Sudan. Namun, upaya ini ditolak oleh pihak pemerintah Yaman.

Berita-berita Yaman menyebutkan bahwa pasukan Yaman dengan bantuan pesawaat tempur MIG dan rudal-rudal Katyusha menghajar secara brutal daerah Matharrah dan Dhahyan. Usaha lain yang dilakukan oleh pemerintah Yaman adalah mempersenjatai jamaah takfiri Wahabi/Salafy untuk membunuh orang-orang Syiah di Dhahyan. Usaha ini gagal karena orang-orang Syiah dengan gigih mempertahankan daerah itu. Kegigihan itu berbuah hasil ketika mereka berhasil menewaskan banyak anggota pasukan pemerintah dan jamaah takfiri, bahkan meledakkan sebuah tank.[infosyiah]

2 Tanggapan to “Eropa mencemaskan keadaan Yaman”

  1. Lagi-lagi Orang-orang Syi’ah dibunuh, apa tidak ada kerjaan lain selain membunuh saudara sesama muslim?
    Sungguh naas sekali, Islam menjadi bulan-bulanan dan kita selalu diadu domba.

  2. Haji Muhammad Abdullah said

    Assalamualaikum

    Imamah (Kepemimpinan) adalah Rukun Iman Madhab Ahlul Bait (Syi’ah); karena kosa kata Imamah (Kepemimpinan), Imam (pemimpin) dan A’immah (pemipin pemimpin) tertulis di dalam AlQuran dan Hadith (Kitab Nahjul Balaghoh dan Kitab Al Kafi).

    Perbedaan pendapat di antara para sahabat setelah Rasulullah wafat pada tahun 632; disebabkan mayoritas sahabat menghendaki negara Imamah dan minoritas sahabat menghendaki negara Khalifah Islamiyah; sehingga perang Riddah dan perang Yamamah tidak dapat dihindarkan setelah Rasulullah wafat.

    Kita dapat membagi bentuk negara kepada 3 kelompok; yaitu kelompok Totalliterian, kelompok Olikarasi dan kelompok Demokrasi.

    Negara Totalliterian dikuasai oleh seorang manusia. Kekuasan mutlak atau kekuasan penuh di negara Totalliterian berada di tangan seorang manusia; sehingga Pemimpin Negara (Ulil Amri) dengan cepat dan dengan mudah berubah menjadi Diktaktor (Thogut) misalnya Khalifah Muawiyah Ibn Abu Sufyan, Khalifah Yazid Ibn Muawiyah, President Saddam Husain dari Iraq, Raja Reza Pahlevi dari Iran, President Soekarno dll.

    Negara Olikrasi dikuasai oleh Partai Politik atau segolongan manusia. Kekuasaan penuh (mutlak) atau kekuasan berada di tanggan Partai Politik atau segolongan manusia.

    Partai Politik menentukan Ulil Amri (Pemimpin Negara); sehingga anggota2 Partai Politik lebih mengutamakan kesejahteraan dan kemakmuran anggota2 Partai Politik dari pada kesejahteraan rakyat atau kemakmuran bangsa, misalnya Partai Komunis di China dan Russia, atau Partai Golkar dan PDIP di Indonesia, atau Khalifah Abu Bakr, Khalifah Umar Ibn Khattab dan Khalifah Uthman Ibn Affan; sehingga Kolusi, Nepotism, Korupsi dan Monopoly menyebar luas di negara2 Olikrasi.

    Negara Demokrasi dikusasai oleh Khulafa (Masyarakat, Kaum, Ummat, Bangsa, Rakyat dll); sehingga Khulafa yang memilih langsung, menentukan Ulil Amri (Pemimpin Negara). Khalifah juga dapat menggantikan Ulil Amri (Pemimpin Negara).

    Jika kita mempelajari sejarah Islam dengan teliti; sejak Rasulullah berkuasa sampai sekarang; kita dapat menyimpulkan bahwa sistem negara Imamah sama dengan Demokrasi; dan sistem negara Khalifah Islamiyah sama dengan Totalliterian dan Olikrasi.

    Rasullullah dipilih langsung oleh penduduk Madinah sebagai Ulil Amri (Pemimpin Negara) untuk mencegah perang suadara atau untuk menjaga perdamaian di Madinah. Perlu diinggat bahwa mayoritas penduduk Madinah adalah ummat Yahudi dan ummat Nasrani. Para sahabat yang melakukan hijrah hanya 72; sehingga mereka tidak dapat mengangkat Muhammad sebagai Ulil Amri (Pemimpin Negara).

    Ali Ibn Tholib juga dipilih oleh mayoritas; sehingga Ali Ibn Tholib mendapat suara tunggal yang terbanyak dari semua sahabat (Sunni & Syi’ah). Seeorang pemimpin negara juga disebut sebagai IMAM. Imam yang tidak baik untuk ummat Islam dapat digulingkan sesuai dengan perintah AlQuran dan Hadith (Kitab Nahjul Balaghoh); karena kekuasan penuh berada di tanggan Khulafa (masyarakat, ummat, kaum, rakyat, bangsa); bukan berada di tanggan seorang Khalifah; atau bukan berada di tanggan perorangan. Setiap bayi yang dilahirkan adalah Khalifah Allah di muka bumi.

    ALQURAN 9:12
    maka perangilah pemimpin pemimpin (A’immah) dari orang orang kafir; karena meraka adalah orang2 yang tidak dapat dipegang janjinya,

    ALQURAN 28:41
    dan kami jadikan mereka sebagai pemimpin pemimpin (A’immah) yang menyerukan manusia ke neraka; dan pada hari Qiyammah mereka tidak akan ditolong.

    Imam Ali Ibn Tholib memerintahkan muslim & muslimah untuk mendukung Imam yang menjalankan perintah2 Allah yang tertulis di dalam AlQuran; dan melawan Imam yang melanggar perintah2 Allah yang tertulis di dalam AlQuran; baca Kitab Nahjul Balaghoh tentang Imam no 25, 104, 163, 151,152,172,173 dll.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 60 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: