Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Malam ini: Dialog antara Rafsanjani dan Qardhawi di Aljazeera

Posted by infosyiah pada 0, Februari 14, 2007

Dialog antara Rafsanjani dan Qardhawi di Aljazeera

Malam ini, Aljazeera mempertemukan Ali Akbar Rafsanjani dan Yusuf Qardhawi untuk melakukan dialog. Keduanya dikabarkan akan membicarakan poin-poin penting kesepakatan ulama Syi’ah dan Ahli Sunah. Diharapkan dari dialog ini penghentian fitnah dan ikhtilaf antara Syi’ah dan Sunni.

Kemarin, dalam wawancaranya, Qardhawi menyebutkan bahwa dialog ini akan membicarakan masalah yang menjadi perhatian kedua belah pihak. Masalah itu antara lain; pencacian sahabat, syi’ahisasi pengikut Ahli Sunah dan begitu pula sebaliknya, pengusiran masyarakat dari rumahnya di Irak dan pengembalian masjid dan huseiniyah yang dikuasai selama ini kepada pemiliknya.

Dalam konferensi di Doha, masalah syi’ahisasi menjadi penekanannya, bahwa Iran membantu usaha mensyi’ahkan orang-orang Ahli Sunah. Masalah ini menjadi fitnah antara Syi’ah dan Sunni.

Qardhawi menambahkan: “Dialog dengan Rafsanjani, mantan presiden Iran, direncanakan satu setengah jam”. Acara ini akan dipandu oleh Ahmad as-Syaikh, pimpinan redaksi berita Aljazeera.

Qardhawi menekankan bahwa dialog ini untuk mencari solusi perselisihan antara Syi’ah dan Sunni.

Sementara itu, Muhammad Salim al-‘Awwa, ketua rombongan yang di kirim oleh Qardhawi ke Iran, Minggu lalu mengatakan: “Pembicaraan berlangsung baik dan hasil-hasilnya akan diumumkan”.[indosyiah]

15 Tanggapan to “Malam ini: Dialog antara Rafsanjani dan Qardhawi di Aljazeera”

  1. ressay said

    Wah, seharusnya Ahlulsunnah juga menghentikan penghinaan kepada Islam dengan mengatakan bahwa Nabi Muhammad pernah bermuka masam, Nabi Muhammad menggauli istrinya 9 istrinya dengan satu kali mandi, Nabi Hendak menceraikan istrinya yang sudah tua karena tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan biologis Nabi lagi, dan masih banyak lagi.

  2. agus kurniawan said

    ass.wr.wb

    info dari teman yg tinggal di saudi, tentang dialog tersebut.
    menurut teman saya, dia melihat dialog tersebut kemarin (hari rabu malam 13/2/06) kebetulan di rumahnya ada dua tamu orang mesir
    (sebagaimana di ketahui Qardawy kan agak “uring-uringan” karena banyak orang Mesir [negara kelahiran Qardawy] menyebrang ke syiah)

    kembali ke soal dialog,

    menurut teman kami, kedua orang mesir ini kagum dengan cara Rafsanjani yg selalu “menasehati” Qardawy agar tidak membuat masalah yang dapat menguntungkan amerika, dan berapa kali sempat diulangi oleh Rafsanjany.

    Rafsanjany juga menyarankan Qardawy agar selalu mengikuti berita dan membaca koran.

    mas Yaser, saya sendiri agak heran, kenapa sih Qardawy kok protes keras terhadap Iran, jika ada kalangan Arab suni (khususnya Mesir) yang menyeberang ke Syi’ah berkat mendalami kajian suni-syiah?.
    bagaimana hal ini bisa di bendung? walaupun beredarnya buku-buku syi’ah di larang di sebagian negara (misalnya: Saudi). kan sekarang zaman moderen orang bisa mendapatkan buku-buku apa saja secara online?.

    apakah Qardawy akan menyarankan kaum syi’ah menutup website-websitenya? karena mungkin juga oleh beliau ini “di anggap” sebagai “penyebaran syi’ah atau syiah-isasi”? ini kan menggelikan!
    wah mungkin juga weblog mas yaser harus di “tutup” karena Indonesia adalah mayoritas suni 🙂 !

    Bukankah Qardawy atau dunia suni dan salafy bisa juga menerbitkan buku-buku sanggahan, dengan begini akan terjadi dialoq yang elegan sesama muslim. biarkan umat ini yang menilai tulisan-tulisan tersebut.

    perkara seseorang pindah ke madzhab tertentu itu kan hak asasi manusia, Al-Qur’an pun bahkan tidak memaksa seseorang menganut islam. “LA IKRAHA FIDDIN” !

    Pimpinan NU dan Muhammadiyah saja disini tidak protes dengan berkembangnya salafy ataupun syi’ah di Indonesia.

    semoga umat islam bisa bersatu apapun madzhabnya. karena jika kita melihat perbedaan madzhab di kalangan umat islam, boleh di bilang bukan perbedaan yang mendasar. mereka semua sholat, puasa, haji dll
    tentunya hal tersebut jika kita lihat dengan “kaca-mata ukhuwah” bukan “kaca mata” (baca dalam perspektif/pola pikir) madzhabi yang kita anut.

    WALLAHU A’LAM

    wassalam
    Agus

  3. agus kurniawan said

    ass. wr. wb

    melanjut berita dialog diatas.

    saya sudah baca keterangan dan berita hasil dialog Syaikh Yusuf Qardawy dengan Ayatullah Rafsanjani. di web. tv aljazeera.

    Alahmdulillah walaupun belum di temukan titik temu yang menyeluruh (maklum dialog hanya 60menit) NAMUN alhamdulillah kedua tokoh sepakat menyeru persatuan dan perlunya persatuan sunni dan syiah.

    serta mengharamkan menumpahkan darah sunni maupun syi’ah khususnya di Irak.

    bagi yang ingin membaca berita lengkapnya silakan membuka web tv aljazeera tentang berita ini.

    http://www.aljazeera.net/NR/exeres/74FB3A27-F1C5-484A-B62A-99BFCEA4CBB8.htm

    wassalam
    Agus

  4. Salamun ‘alaykum

    Sejauh saya “berkarier” di dunia Syi’ah, saya merasa bahwa syi’ah adalah islam itu sendiri. karena itu, ia tiada lain agama fitrah. Jadi kalau banyak orang mempelajari dan akhirnya menganutnya, maka orang itu sebetulnya telah kembali kepada fitrahnya.

    Semestinya Qaradhawi bersyukur bahwa orang-orang Mesir telah kembali ke fitrahnya, akarnya, yakni Syi’ah. Karena ia fitrah itu sendiri, yang berada pada posisi setimbang, maka Syiah adalah kemoderatan itu sendiri. Para pemikir dan Ulama Syiah bersikap objektif dalam banyak hal. Misalnya, meski al-Ghazali mengingatkan kaum Muslim untuk tidak mempermasalahkan Asyura dan Muharam karena membicarakannya akan menyinggung banyak sahabat, tetapi aspek tasawufnya tetap dipelajari dan dikritisi oleh Mulla Shadra, Mulla Faydh Kasyani bahkan Imam Khomeini.

    Wallahu al-‘Alim
    AM

  5. infosyiah said

    Salam,
    Buat
    Mas Yasser, bila itulah bila kita hanya memandang kesalahan orang lain. Jauh sekalipun bakal terlihat. Apa lagi memang inginnya adalah mencari kesalahan orang lain. Tanpa bermaksud apa-apa, perlunya untuk mengkaji kembali. Bersikaplah kritis terhadap agama dan keberagamaan kita.

    Buat
    Mas Agus, akhir-akhir ini memang Ahli Sunah kehilangan pamornya. Selain secara argumentatif sulit untuk menandingi Syi’ah, yang paling penting saat ini adalah prestasi Syi’ah di dunia lebih baik dari Ahli sunah. Terlebih lagi ketika Sayyid Hasan Nasrullah kemudian berhasil memenangkan peperangannya dengan kekuatan militer nomor 4 dunia, Israel.
    Setidak-tidaknya ada tiga tokoh Syi’ah yang sangat diperhitungkan dunia. Pertama, Ayatullah Sayyid Ali Khamene’i sebagai tokoh dan pemimpin Syi’ah Iran. Komentar dan pesan-pesannya selalu mengisi deadline media-media dunia.
    Kedua, Ayatullah Sayyid Ali Sistani, marja dan tokoh kharismatik Syi’ah Irak. Dengan kesederhanaannya membuat pusing Amerika. Karena dialah Amerika harus memberikan kesempatan kepada Irak untuk melakukan pemilihan umum. Karena dialah semua usaha-usaha Amerika untuk menguasai irak dan kekayaannya menjadi gagal. Sampai saat ini, ia tidak mau menerima utusan Amerika, siapa pun itu. Sementara setiap negara Arab senantiasa tunduk dengan keinginan Amerika.
    Ketiga, Sayyid Hasan Nasrullah, sekjen Hizbullah. Bila negara-negara Arab tidak mampu melawan Israel, dia dengan pejuang-pejuang Hizbullah mampu menghadang kekuatan Israel dan bahkan menghadiahi sebuah pil pahit kekalahan untuk yang kedua kalinya.
    Hanya Syi’ah dalam sejarah yang berhasil mengalahkan super power Amerika dan Israel. Iran, Irak dan Lebanon.

    Mas Agus,
    Terima kasih sekali mau berbagi informasi tentang dialog ini.
    Komentar dan informasinya masih ditunggu

  6. infosyiah said

    Wa’alaikum salam
    Mas Arif, terima kasih sudah berkunjung.
    Oh iya, mau nanya nih, sudah berapa lama “berkarir” sebagai Syi’ah?
    Jangan-jangan benar tuh kata Qardhawi kalau ada syi’ahisasi.:)

    Kembali ke Syi’ah?
    Kembali ke fitrah.

    Setujuuuu

  7. Umar said

    Assalamu’alaykum wr.wb.
    Persatuan Islam bukan berarti penyeragaman pendapat. Persatuan Islam menurut saya harus diartikan bahwa setiap muslim harus dapat menghargai perbedaan pendapat/madzhab yang ada. Persatuan Islam bukan juga berarti bahwa setiap orang harus menutup diri terhadap diskusi antar pendapat yang berbeda. Yang diperlukan sebenarnya hanyalah itikad baik dari setiap orang untuk membuka diri dan memberi kebebasan setiap orang untuk menyatakan pendapat yang dia yakini kebenarannya. Soal kalau ujung2nya ada pendapat yang “laris” ada yang “kurang laku”, dll itu adalah urusan lain lagi. Jadi jangan salahkan orang mulai banyak yang tertarik dengan sebuah “dagangan” kalau memang “dagangan” tsb yg paling baik di antara “dagangan” lainnya.

    Sebagai penutup komentar, tepat kiranya saya mengutip perkataan Syahid Muthahhari dalam salah satu bukunya: “Yang kami harapkan dan inginkan adalah terciptanya atmosfer kemauan baik, sehingga kami, yang memiliki fiqih, hadis, tradisi, teologi, filsafat, tafsir dan literatur sendiri, dapat menawarkan barang-barang kami sebagai barang-barang terbaik, sehingga kaum Syiah tak lagi diisolasikan, sehingga pasar-pasar penting dunia Muslim tidak tertutup bagi informasi penting pengetahuan Islam Syiah”.

    Wassalam,

    >

  8. infosyiah said

    Salam,
    Mas Umar, iya nih Pak Qardhawi “dagangannya” kurang laku terus ngamuk-ngamuk. Nuding sana nuding sini. Di Indonesia kalau dagangan gak laku, larinya ke dukun. Atau, yang paling murah bikin gosip miring tentang “dagangan” tetangganya. Heheeee…
    Pak Qardhawi milih yang mana? Pake duit atawa gratis?

  9. ROBBY WAHYU said

    Al-Allamah As-Sayyid Umar bin Muhammad berkata: ” Jadilah kalian beserta orang-orang yang benar”

    Baik Syiah ataupun Sunni kalo nggak benar ya NERAKA. Biarlah Syiah dengan tradisinya apabila mereka bisa diterima dikalangan masyarakat, jangan uring-uringan. Syukron

  10. infosyiah said

    Setuju Mas Wahyu, salah ya tetap saja salah. Mau Islam kek atau yang lainnya.

  11. Iya bener
    Kembali ke syiah, kembali ke fitrah.
    Bangsa jawa juga begitu kok. Jadi syiah, eh, malah kental dengan ritual-ritual jawa. Lha wong sumbernya sama.

    saya menolak anggapan bahwa islam jawa adalah tinggalannya hindu budha.
    Lha kami ini melakukan ritual kematian 3 hari, 7 hari, 40 hari, 100 hari, seribu hari, khaul khaul, itu yang ngajari siapa ?

    Tentunya para Ndara Sayyid, dzuriyatnya Kanjeng nabi SAAW yang berdakwah ke Tanah Jawi.

    Betul tidak ?

  12. infosyiah said

    Salam kenal Mas Deddy,
    Bangsa Jawa adalah bangsa fitrah. Kembali ke Syi’ah berarti kembali ke fitrah. Orang Jawa Syi’ah dong.
    Ntar ada yang sirik Mas Deddy? Iya gak?

  13. Iya nih, saya ter-syiah-kan nih oleh buku2 terbitan Mizan, dan Yayasan Al-Jawad, Bandung. Habis, dagangan ide mereka lebih enak tuk diikutin. Jadinya, saya dalami aja sekalian. Kepada Syekh Qardhawi, insya Allah saya tidak merasa rugi “di-syiah-kan” karena dengan “program Syi’ahisasi’ itu saya merasa kembali ke…fitrah.
    Bahkan ibu saya (alm.) turut mendukung “karier” saya bahkan sering menanyakan hal ihwal Syi’ah kepada saya. Ibu mendukung lantaran Syi’ah punya amalan qunut dan tahlil, seperti halnya mazhab Syafii (:NU) yang dianut ibu. (Sebuah logika sederhana namun menyejukkan bagi saya!)
    Peace be upon you all!

  14. Farah said

    Salamualaikum wr wb

    Ya saya setuju sebagaimana penentuan agama itu bersifat bebas maka penentuan mazhab pun semacam itu juga. Lagi pula jika memang Ahlusunah merasa dirinya benar kenapa banyak orang takut untuk membela kebenarannya. Buktikan bahwa mereka benar dan jangan takut. Bukankah kita harus, berani karena benar dan takut karena salah. Bukan terus main larang penyebaran begitu…masyarakat kian lama kian cerdas dan pandai. Biarkan masyarakat sendiri yang menilai mana yang benar dan mana yang salah…tugas setiap orang hanya menyampaikan saja. Makanya dari situ akhirnya kita dituntut untuk melaksanakan ungkapan “Fastabiqul Khairat”…berlomba-lomba dalam kebaikan, bukan berlomba-lomba dalam menyebarkan kebohongan.

    Wassalam

  15. infosyiah said

    Tuh khan bilang apa.
    Qardhawi bilang gitu malah tambah banyak yang masuk Syi’ah nanti.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: