Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Hari ini pukul 16.30 WIB dialog Qardhawi dan Rafsanjani diputar ulang

Posted by infosyiah pada 0, Februari 15, 2007

Hari ini pukul 16.30 WIB dialog Qardhawi dan Rafsanjani diputar ulang

Tadi malam, pukul 23.30 waktu Jakarta atau 19.30 waktu Mekkah, atas prakarsa Persatuan Ulama Islam Internasional yang dipimpin oleh Yusuf Qardhawi, dengan mediator stasiun televisi Aljazeera, secara live diadakan dialog antara Ali Akbar Rafsanjani dan Yusuf Qardhawi. Dialog ini akan diulangi lagi hari ini jam 16.30 WIB akan putar ulang. Dialog ini lewat telekonferensi, di mana Rafsanjani di Teheran dan Qardhawi di Doha. Sebagai moderatornya adalah Syaikh Ahmad, pimpinan departemen pemberitaan Aljazeera. Sebagaimana telah diberitakan sebelumnya, dialog ini untuk menghentikan fitnah dan perselisihan antara Syi’ah dan ahli Sunah yang beberapa waktu belakangan ini memanas.

Syaikh Ahmad memberi kesempatan pertama kepada Rafsanjani. Namun, sebelum itu, Syaikh ahmad mengingatkan keduanya untuk tetap berlapang dada untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan darinya tentang masalah Syi’ah dan Sunni sekaligus perselisihan keduanya.

Rafsanjani membuka pembicaraannya dengan mengucapkan:

“Al-Hamdulillah Wassalamu Ala Rasulillah Wa Alihi Wa Shahbihi. A’udzubillahi Minas Syaithanirrajim. Wa’tashimu bihabillahi Jami’an Wala Tafarraqu”.

Setelah itu ia mengucapkan terima kasih, ia kemudian menekankan pentingnya persatuan kaum muslimin dan menegaskan bahwa persatuan merupakan prinsip penting dalam Islam. Hanya persatuan yang dapat membuat Islam maju.

Ia mulai mengurutkan saham Syi’ah dalam mewujudkan persatuan kaum muslimin. Dimulai dari Ayatullah Boroujerdi dan Allamah Muhammad Abduh yang berujung pada dibentuknya Dar at-Taqrib untuk mendekatkan antara mazhab-mazhab yang ada. Usaha itu kemudian dilanjutkan setelah kemenangan revolusi Islam Iran. Imam Khomeini sangat menekankan pentingnya persatuan Islam dan secara serius itu ditindak lanjuti oleh penggantinya Ayatullah Sayyid Ali Khamene’i. Upaya yang telah dilakukan telah banyak menunjukkan hasil.

Banyak ulama Islam, salah satunya adalah Yusuf Qardhawi dan banyak dari ulama Mesir, Tunisia, Maroko, Irak, Arab Saudi, Syiria dan negara-negara Islam lainnya yang ikut dalam konferensi-konferensi Islam. Hasilnya adalah satu sama lain semakin dekat. Semoga hasil-hasil ini bisa bertahan dan langgeng. Saya memohon kepada Allah agar hasil-hasil yang telah ada ini dijaga dan diperkuat”.

Ia menambahkan:

“Hari-hari belakangan ini, kita menghadapi fitnah dan masalah di negara-negara Afghanistan, Lebanon dan Irak. Fitnah yang muncul ini adalah usaha dari musuh Islam. Mereka berusaha untuk menyebarkan fitnah dan perselisihan antara kaum muslimin. Hal ini juga membuat kami sangat khawatir. Karena usaha ini bertujuan untuk melenyapkan usaha ulama dalam rangka mempersatukan kaum muslimin”.

Sekaitan dengan acara ini, Rafsanjani menuturkan:

“Insya Allah dari acara ini, kami ingin menahan usaha penyebaran perselisihan antara Syi’ah dan Sunni. Menurut pengamatan saya, program Timur Tengah Baru yang dicanangkan Amerika telah menemui kegagalan. Bahkan saat ini, masalah yang mereka hadapi lebih besar dan sulit. Tapi mereka tidak putus asa, mereka tetap berusaha untuk mewujudkan tujuan mereka. Dan kali ini lewat penyebaran perselisihan dan pertikaian antara kaum muslimin”. Analisanya demikian tambah Rafsanjani: “Kekalahan Israel atas Lebanon, kemenangan rakyat Palestina dalam pemilihan umum dan semakin menguatnya perjuangan dan penolakan terhadap kekuatan asing di semua negara-negara islam merupakan faktor-faktor yang membuat musuh-musuh Islam mengambil sikap baru. Dan yang mereka pilih adalah menyebarkan perpecahan di kalangan kaum muslimin. Usaha ini dilakukan secara serius. Kita jangan sampai tertipu. Kita adalah anak-anak Islam dan al-Quran. Allah berfirman: “Wa Laa Tanaza’u Fa Tafasyalu Wa Tadzhabu Rihukum” (Janganlah kamu berbantah- bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu). Ini hukum yang jelas. Perintah yang dari Allah agar kita menjaga dan mempertahankan persatuan kita.

Allah juga berfirman: “Innamal Mukminuna Ikhwah” (Sesungguhnya kaum mukminin itu bersaudara). Sungguh, kewajiban ulama menjadi lebih berat. Terutama bila dihadapkan pada masalah perselisihan dan pertikaian yang diusahakan oleh musuh di Irak, Lebanon, Palestina dan Afghanistan. Ditambah lagi dengan problema yang dihadapi oleh Sudan dan Somalia bahkan di seluruh dunia. Ulama bertanggung jawab untuk memberikan solusi terhadap masalah-masalah ini. Dan itu hanya dapat diselesaikan dengan bersatu”.

Sementara itu, Yusuf Qardhawi membuka pembicaraannya dengan mengatakan bahwa acara-acara dialog seperti ini sangat bermanfaat. Terutama buat umat Islam. Ia mengingat kembali perjalanannya ke Iran delapan tahun yang lalu. Ia sempat bertemu dengan Rafsanjani dan masih mengenang hadiah buku tafsir yang ditulis Rafsanjani kepadanya. Ia mengatakan bahwa Syi’ah dan Sunni sama-sama mengucapkan dua kalimat syahadat. Sama-sama melakukan salat menghadap sebuah kiblat. Dengan melihat kesamaan ini, ia menghimbau diperluasnya persatuan Islam dan menentang perselisihan antar keduanya.

Qardhawi mengecam aksi-aksi baik dari Syi’ah maupun Ahli Sunah yang melakukan penghinaan bahkan pengafiran terhadap sahabat Nabi. Dengan tegas, ia meminta kepada ulama Syi’ah dan Sunni untuk menindak tegas aksi-aksi semacam ini. Ia menyebutkan bahwa ada di kalangan Ahli Sunah yang mengafirkan sebagian tokoh Syi’ah dan begitu pula sebaliknya.

Ia menegaskan bahwa tidak ada satupun di kalangan Ahli Sunah yang menghina Ahlul Bait. Dengan nada bertanya ia mengatakan: “Siapa di antara Ahli Sunah yang menghina pemuda penghulu surga dan keluarga Ali bin Abi Thalib? Namun sebaliknya, tidak demikian di Syi’ah. Kami menyaksikan sebagian orang-orang Syi’ah yang menghina para sahabat Nabi. “Di setiap seminar saya senantiasa mengulang-ulangi pernyataan ini”, ujar Qardhawi. Karena sikap itulah, saya banyak dikritik. Bila seminar pendekatan antar mazhab dilakukan tanpa menyebutkan dan menyelesaikan masalah-masalah seperti ini, maka seminar tidak akan menghasilkan apa-apa.

Ia menambahkan: “Para sahabat adalah murid-murid Nabi. Bila kita mencaci mereka sama artinya dengan mencaci gurunya. Allah swt dalam 8 surat dari al-Quran menyebutkan bahwa mereka ini punya kelebihan. Para sahabat inilah yang mengislamkan Iran dan Mesir. Merekalah yang membebaskan mereka dari penyembahan terhadap api”.

Menanggapi pembicaraan Qardhawi, Rafsanjani menyebutkan bahwa, terkadang membicarakan masalah yang seperti ini membuat perselisihan semakin besar. Namun, itu tidak bermakna bahwa ulama Syi’ah di Iran tidak memperhatikan dan membahas masalah-masalah seperti persatuan Islam dan pencacian terhadap sahabat Nabi.

Rafsanjani dengan nada agak menantang meminta kepada Qardhawi untuk menyimak pesan-pesan Rahbar Ayatullah Sayyid ali Khamene’i. Apakah dalam ceramah-ceramahnya ada sedikit gambaran tentang pencacian terhadap sahabat, sehingga itu bisa dinisbatkan kepada Syi’ah?

Rafsanjani menegaskan bahwa Republik Islam Iran meyakini persatuan Islam dan akan tetap berjuang untuk melebarkan dan menyebarkannya di dunia Islam. Ulama dan khatib-khatib Iran senantiasa menekankan persatuan Islam dan khotbahnya dimulai dengan mengucapkan salam kepada Nabi dan sahabat-sahabat yang senantiasa membela beliau. Ini menunjukkan akidah kami atas persatuan Islam”.

Ia melanjutkan:

“Persatuan adalah topik paling penting dalam kondisi kekinian kaum muslimin. Dengan persatuan, usaha yang dilakukan oleh musuh-musuh Islam untuk menguasai dunia Islam tidak akan berhasil. Saat ini, ada 60 negara Islam di dunia yang bercerai berai. Negara-negara yang posisi geografisnya sangat strategis. Bila persatuan 60 negara ini dapat diwujudkan, niscaya akan memunculkan kekuatan baru yang dahsyat”.

Melanjutkan dialog, Qardhawi menyampaikan kepada dunia Islam untuk membela Iran. Benar, kita punya banyak masalah dengan Iran yang berhubungan dengan masalah mazhab. Namun, kami tidak akan mengizinkan Amerika, musuh Islam, untuk menyerang Iran. Dalam masalah ini, kami bersama Iran. Iran berhak untuk memiliki reaktor nuklir untuk perdamaian.

Berpindah pada masalah Irak, Qardhawi mengecam pembunuhan kaum muslimin di Irak. Begitu juga ia mengecam perusakan kuburan Imam orang-orang Syi’ah. Ia juga mengecam pembunuhan Ayatullah Baqir al-Hakim. Dengan nada agak terheran-heran ia mengatakan bahwa saya bingung, kelompok-kelompok seperti ini dilindungi oleh siapa?

Qardhawi mengingatkan bahwa Iran memiliki pengaruh di Irak. Ia meminta Iran secara serius turut campur untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di irak. Qardhawi meminta kepada kaum muslimin untuk merapatkan barisannya, agar sumber daya manusia yang dimiliki dapat dimanfaatkan untuk memberikan solusi dalam masalah ekonomi, sains dan lain-lain. Dengan demikian, kaum muslimin dapat lebih maju dan keluar dari lingkaran dunia ketiga.

Dalam dialog ini, Yusuf Qardhawi mengklaim beberapa masalah yang terkait dengan Syi’ah. Ia mengklaim bahwa Syi’ah berusaha untuk menjadikan orang-orang Sunni menjadi pengikut Syi’ah. Pada hal Ahli Sunah tidak melakukan aksi-aksi yang semacam itu. Ia juga melakukan kritik terhadap kondisi minoritas Ahli Sunah di Iran.

Rafsanjani mengatakan bahwa Iran tidak punya keinginan untuk ikut campur tangan dalam masalah dalam negeri Irak. Ia berkata kepada Qardhawi bahwa dalam setiap aksi-aksi yang terjadi di Irak tidak akan Anda dapatkan Iran ikut terlibat di dalamnya. Yang terjadi justru sebaliknya. Anda dapat melihat keterlibatan sebagian negara-negara Arab. Namun, itu tidak berarti kami tidak menentang aksi-aksi teroris yang terjadi di Irak. Menurut kami, aksi teroris termasuk dosa besar. Dan tidak boleh darah seorang muslim atau non muslim ditumpahkan begitu saja. Rafsanjani menambahkan bahwa Iran tidak pernah mengirim pasukan ke Irak sebagaimana klaim Qardhawi. Rafsanjani akhirnya mengingatkan Qardhawi agar membaca berita dengan benar mengenai kebijakan politik luar negeri Iran sekaitan dengan masalah Irak. Iran menginginkan persatuan dan stabilitas Irak.

Mengenai isu syi’ahisai tidak dijawab oleh Rafsanjani karena itu akan dapat melebarkan perbedaan yang telah ada.[infosyiah]

21 Tanggapan to “Hari ini pukul 16.30 WIB dialog Qardhawi dan Rafsanjani diputar ulang”

  1. ressay said

    Ada beberapa poin yang membuat saya terheran-heran dan memancing saya untuk menanggapinya.

    1. Qardhawi mengecam aksi-aksi baik dari Syi’ah maupun Ahli Sunah yang melakukan penghinaan bahkan pengafiran terhadap sahabat Nabi. Dengan tegas, ia meminta kepada ulama Syi’ah dan Sunni untuk menindak tegas aksi-aksi semacam ini. Ia menyebutkan bahwa ada di kalangan Ahli Sunah yang mengafirkan sebagian tokoh Syi’ah dan begitu pula sebaliknya.

    tanggapan saya:

    Menurut saya, apa yang dilakukan oleh sebagian orang2 Ahli Sunnah lebih parah. sebagian orang2 Ahli Sunnah mengatakan bahwa NABI PERNAH BERMUKA MASAM KEPADA SEORANG YANG BUTA. Menurut saya, ini adalah bentuk penghinaan yang begitu besar terhadap Islam. Semoga Yusuf Qaradhawi menyadari hal ini.

    2. “Para sahabat adalah murid-murid Nabi. Bila kita mencaci mereka sama artinya dengan mencaci gurunya. Allah swt dalam 8 surat dari al-Quran menyebutkan bahwa mereka ini punya kelebihan. Para sahabat inilah yang mengislamkan Iran dan Mesir. Merekalah yang membebaskan mereka dari penyembahan terhadap api”.

    tanggapan saya:
    Sebenarnya logika apa yang dipakai oleh Syaikh Yusuf Qaradhawi ini? kok bisa ya mencaci muridnya berarti mencaci gurunya? logika apa ini?

    3. Dalam dialog ini, Yusuf Qardhawi mengklaim beberapa masalah yang terkait dengan Syi’ah. Ia mengklaim bahwa Syi’ah berusaha untuk menjadikan orang-orang Sunni menjadi pengikut Syi’ah. Pada hal Ahli Sunah tidak melakukan aksi-aksi yang semacam itu. Ia juga melakukan kritik terhadap kondisi minoritas Ahli Sunah di Iran.

    tanggapan saya:
    sah-sah saja asalkan dalam usaha itu tidak terjadi pemaksaan. sah-sah saja asalkan dalam usaha itu dilakukan sebuah dialog ilmiah. sah-sah saja orang-orang Sunni berusaha menjadikan orang-orang syi’ah menjadi sunni asalkan tidak mengandung pemaksaan dan intimidasi.

  2. infosyiah said

    Salam,
    Terima kasih atas tanggapannya, Mas Yasser.
    Untuk poin pertama yang Anda tanggapi itu biasanya oleh mereka dijawab bahwa Nabi sah-sah saja berbuat salah, tapi tidak berbuat dosa. Ketika Ahli Sunah tidak memiliki prinsip kemaksuman, maka segala kesalahan dapat ditolerir. Nabi bermuka masam bukan dosa tapi kesalahan, akhlak yang kurang baik tentunya.
    Jawaban ini sangat bertentangan dengan ayat-ayat al-Quran lainnya yang mengatakan bahwa Nabi adalah panutan dalam segala bidang. Makanya, gak salah kalau dibilang orang Islam pembawaannya ketus. Emang udah dari sononya. Heheheee…

    Untuk poin kedua, Qardhawi pake logika determinasi, Jabriyah. Kalau kata al-Quran bahwa para sahabat pertama, as-Sabiquna al-Awwalun adalah yang terbaik, itu berarti seluruhnya. Itu yang akhirnya disimpulkan dalam sebuah kaidah bahwa semua sahabat adil. Mereka tidak berbuat salah. Ini namanya logika “tabrak sana tabrak sini”. Kalau Nabi boleh saja salah, sementara para sahabatnya tidak bisa salah. Lha, peperangan yang terjadi di kalangan sahabat terus gimana itu? Paling jawabannya, mereka melakukan ijtihad. Padahal dalam ijtihad seorang dapat saja salah. Aaah ruwet.

    Oh iya, Mas Yasser, kalau pake logika caci murid = caci guru, bakalan banyak yang ditangkap. Kalau di Indonesia ngata-ngatain anak sekolahan yang tawuran berarti ngata-ngatai gurunya. Heheheee… Padahal gurunya gak tahu apa-apa. Habis ngajar terus pulang ke rumah atau nyambi kerjaan lain.
    Yang lebih asik lagi, kalau muridnya sendiri yang kurang ajar gimana kira-kira reaksi Qardhawi yaa? Seperti Abu Hurairah yang kurang ajar nambah-nambahin hadist, malah bikin sendiri. Coba bayangkan? Murid macam mana pula ini!

    Untuk poin ketiga, itu hanya akal-akalan Qardhawi aja. Sepertinya dia gak nemu tema yang lain, akhirnya ini saja yang dimunculkan. Dia sendiri nulis buku untuk apa? Kalau bukan agar orang lain ngikuti pikirannya! Apa itu tidak berarti ngajarin orang lain menjadi Sunni? Yang benar saja…
    Menyampaikan ajaran dan keyakinan pribadi kepada orang lain adalah sah-sah saja. Selama itu tidak ada unsur paksaan.
    Betul juga kata Mas Agus, bisa-bisa blog ini bakal ditutup, selain punya Mas Yasser. Wah kacau jadinya.
    Jangan-jangan setelah ini, Qardhawi bakal mengusulkan polisi akidah Sunni untuk mengontrol!!
    Cukup FPI sudah ada, jangan nambahin yang lain.

  3. ROBBY WAHYU said

    Sekalipun di dialog dan di mimbar Yusuf Qordhawi masih tetap saja sedikit memperkeruh keadaaan. Untungnya yang diajak dialog oarng yang paham dan lebih arif.

  4. infosyiah said

    Salam,
    Met kenal Wahyu…
    Emang benar. Mudah-mudahan yang di Indonesia juga begitu. Ngerti bahwa sikap yang seperti itu sudah bukan saatnya lagi

  5. Farah said

    Salamualaikum wr wb

    Saya juga turut sedikit memberi tanggapan atas ungkapan Syeikh Yusuf Qardhawi (hafidhahullah). Sebagai orang Syiah yang asalnya dari pengikut Ahlusunah saya katakan:
    1- Setiap manusia memiliki kecenderungan untuk mencari kebenaran, dan itu fitrah (esensi dasar manusia). Jika ada yang ingin mencari kebenaran maka itu adalah sesuatu yang wajar. Lagi pula, banyaknya situs-situs dan buku-buku yang menghantam Syiah menyebabkan orang -seperti saya yang dulu banyak baca buku Ihsan Ilahi Zahir yang anti pati terhadap Syiah- makin penasaran terhadap Syiah. Setelah dipelajari, eh ternata Syiah jauh seperti apa yang dinyatakan Ihsan dan orang-orang sepertinya. Akhirnya saya pun memutuskan untuk pindah mazhab, dan itu atas keputusan saya sendiri, bukan tekanan dari pihak manapun.
    2- Penyebaran buku-buku pengenalan Syiah oleh penerbit-penerbit Syiah adalah sebuah reaksi dari kebohongan-kebohongan buku anti Syiah. Dan saya kira itu wajar-wajar saja. Tanpa ada aksi mustahil muncul reaksi. Jadi semakin Syiah dicaci maka semakin orang penasaran dan mencari hakekat Syiah. Saran saya pribadi sama orang-orang yang anti pati terhadap Syiah, teruskan dan gencarkan memusuhi Syiah dengan membuat-buat kebhongan atas Syiah, nanti bakal kalian lihat betapa semakin banyaknya orang akan masuk Syiah. Mereka akan berbondong-bondong masuk Syiah setelah meneliti buku-buku Syiah yang akan semakin membludak di pasaran, menjawab kebohongan-kebohongan manusia-manusia pembohong itu..!!!
    3- Masalah sahabat, setelah proses penelitian dan sebatas yang saya tahu, ternyata kaum Syiah tidak mencelanya namun apa yang tercantum dalam kitab-kitab Ahlusunah sendiri yang melakukannya. Syiah hanya menukil pendapat-pendapat ulama -bahkan Sahabat Rasul sendiri- yang terdapat dalam buku-buku Ahlusunah. Saya contohkan, Abu Hurairah adalah sahabat Nabi yang paling banyak meriwayatkan hadis. Bahkan sekian persen dari buku Shahih Bukhari dan Shahih Muslim diriwayatkan dari Abu Hurairah, tetapi terbukti justru dalam buku Ahlusunah disebutkan bahwa ia dicela, dicaci dan bahkan dikerasi oleh beberapa sahabat, termasuk Umar bin Khatab (Khalifah kedua) dan ummul mukminin Aisyah sendiri (Lihat Syarh Nahjul Balaghah Ibnu Abul Hadid jil;20 hal;31).Malah dalam kitab at-Thabaqot al-Qubro jil:4 hal:335 dan Siar A’lam an-Nubala’ disebutkan bahwa Umar bin Khatab mengatakan kepadanya bahwa ia adalah musuh Allah, musuh kitabullah dan pencuri harta Allah. Bahkan dia pernah dipukul oleh Umar karena mengumpulkan dan menulis hadis-hadis dari nabi yang dilarang oleh Umar. Dan masih banyak lagi hal-hal yang mirip semacam itu. Lantas masihkan pribadi mulia seperti Syeikh Yusuf Qardhawi tidak mendapat khabar tentang hal itu?
    Itu saja, kurang lebihnya minta maaf.
    Wassalam

  6. infosyiah said

    Salam kenal nih buat Farah,
    Setuju sekali. Semakin dibenci dan dicaci semakin dicari apa itu?
    Jawabannya “Syi’ah”

  7. ressay said

    http://www.eramuslim.com/news/int/45d3c101.htm

  8. infosyiah said

    Nah, Mas Yasser…
    berita ini bisa dibuat perbandingan gimana?

  9. Robby wahyu said

    @Farah

    Semoga anda membuka hati bagi orang yang menjadikan syiah kambing hitam

  10. infosyiah said

    Terima kasih atas supportnya.
    Malah bukan cuma jadikan kambing hitam.
    Mereka malah berprinsip sesuatu itu kambing sekalipun bisa terbang.
    Gila gak!

  11. Robby wahyu said

    gila abis

  12. infosyiah said

    Tuh khan

  13. ressay said

    @infosyiah
    iya bisa dibuat perbandingan. caranya gimana? hehehehe…

  14. infosyiah said

    Santai aja dulu…
    Biarkan segalanya berjalan apa adanya. Kalau sudah mapan, dengan sendirinya bisa menjadi pembanding yang baik.
    OK.

  15. hanif said

    kekeke… dari dolo masih aja ada masalah kayak gini…. kayak ndak ada masalah lain ajah… parahnya lagi masalah ini di teruskan oleh generasi berikutnya…. gimana mo maju kalo masih ajah tetep ngebahas masalah masalah kek ginian….. jadi ragu negh apakan islam cuman bisa nya hanya ngajarin masalah kayak gini yah..?? e tanya kenapa…???

  16. infosyiah said

    Sejarah senantiasa berputar. Tidak ada yang tetap lalu berkembang maju tanpa menjadikan sejarah sebagai cermin. Terkadang ada yang mengulangi lagi dan tidak menjadikannya sebagai cermin.
    Sama seperti setiap hari ada anak manusia yang lahir kedunia. Sepertinya manusia gak ada yang dilakkukan kecuali beranak pinak?
    Semua itu berulang untuk kita memikirkannya. Kalau Anda sudah mulai mengerti berarti Anda telah melangkah satu langkah jauh ke depan. Pertahankan itu dan bukannya melihat ke belakang untuk kemudian berhenti.
    Ok, selamat kenal Mas Hanif…

  17. peemoo said

    Kenapa manusia tidak mau membaca dan mencari sejarah Islam dari beberapa sisi? ketika kita jujur mau membaca dan menganalisa maka akan jelas bahwa kebenaran itu satu. Dan tidak mungkin Rasul tidak meninggalkan Tsaqalain yang hidup dari Zaman ke Zaman..Sejarah Islam memang pahit! mari akui secara jujur bahwa TIDAK SEMUA MANISIA BAIK. TIDAK SEMUA SAHABAT ITU BAIK. sama halnya kalau semua manusia baik maka PENJARA TAK AKAN ADA. GITU AJA KOK REPOT

  18. peemoo said

    Sejarah memang Pahit kawan. mengakuinya butuh kebesaran jiwa, apalagi bila selama ini yang kita anggap benar ternyata tidaklah demikian

  19. infosyiah said

    Memang demikian, tinggal kita mau menjadi orang yang memiliki kebesaran jiwa atau tidak

  20. tolong di bales ya akhi

    dapat informasi dari mana ente

  21. sama cara daftar digoogle gimana

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: