Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Dari Baqi’ hingga Samarra

Posted by infosyiah pada 0, Februari 16, 2007

Dari Baqi’ hingga Samarra

Puluhan tahun telah berlalu. Namun kejadian itu masih tertinggal dalam ingatan. Ketika sekelompok orang melakukan perusakan dan penghinaan terhadap kuburan Ahlul Bait, keluarga Nabi di Madinah. Atas nama bid’ah mereka merusak dan meratakan dengan tanah kuburan keluarga Nabi. Sehingga bila ada orang yang ingin melakukan ziarah ke sana, harus berhadapan dengan seorang berpakaian Arab dari negara yang berbeda-beda di hadapan kuburan Baqi’.

Bila seorang bertanya: “Kuburan siapakah ini? Dengan cepat mereka akan mengingatkan si penanya untuk mengingat mati. Bila didesak kuburan siapakah ini? Mereka akan menjawab: “Ada yang menyebutkan kuburan si fulan dan sifulan”. Bila coba didesak kembali lagi: “Bukankah ini kuburan si….?” Langsung ia akan bereaksi dan menjawab bahwa ada perselisihan tentang penghuni kuburan itu. Tapi, bila Anda menanyakan di manakah kuburan khalifah Utsman bin Affan? Dengan sigap ia akan membalikkan badannya dan menunjukkan ke arah di mana Utsman dikuburkan.

Setelah perusakan kuburan Baqi’ di Madinah, kaum muslimin menganggap bahwa kelompok perusak ini sudah tidak akan melakukan lagi tindakan seperti itu. Karena mereka tahu bahwa kaum muslimin sudah mengetahui siapa mereka dan dari mana mereka datangnya. Namun, kejadian itu ternyata berulang kembali. Kali ini di Irak.

Sekalipun dengan alasan bahwa dibalik pengkhianatan kepada Islam dan kaum muslimin adalah penjajah Amerika dan Inggris, namun pelaku peledakan itu hanya bisa dilakukan oleh kelompok yang tega merusak kuburan keluarga Nabi di Baqi’, Madinah. Berbuat untuk kedua kalinya lebih mudah. Peledakan itu coba disamarkan dengan konflik Syi’ah dan Ahli Sunah, atau antara Arab dan Ajam (baca: Iran).

Saat ini, setahun berlalu dari peledakan haram Imam Hadi dan Imam Askari as. Ini mengingatkan kembali sejarah perusakan kuburan Baqi’. Kemazluman yang terjadi di Samarra belum seberapa dengan keteraniayaan kuburan empat Imam Syi’ah di Baqi’. Perusakan itu disebut-sebut dengan alasan merenovasi dan perluasan kawasan Masjid an-Nabi. Namun, sampai saat ini yang disaksikan hanyalah sebuah batu nisan diletakkan sebagai tanda kuburan mereka. Tidak pernah ada usaha untuk memperbaiki kembali kuburan Ahlul Bait Nabi yang mereka janjikan.

Hal sama terjadi di Irak. Setelah peledakan, Amerika menjamin bahwa mereka yang akan melakukan pembangunan kembali dua haram yang diledakkan itu. Tapi ternyata janji tinggal janji. Mereka tidak punya keyakinan yang seperti itu. Sebuah pemanis bibir saja sehingga opini publik tidak melihat mereka sebagai pelaku. Tidak mungkin pelaku perusakan dengan niat permusuhan untuk membangun kembali.

Dengan tawaran itu, Syi’ah akan melihat bahwa dua kuburan yang diledakkan itu bakal dibangun. Dan setelah melihat bahwa setahun telah lewat, tapi belum ada tanda-tanda pembangunan. Ini membuat mereka kecewa. Amerika bersikap demikian agar orang-orang Syi’ah tidak percaya dengan pemerintah, begitu juga dengan sesama Syi’ah. Pembangunan dua kuburan ini hanya tinggal harapan.

Para marja Syi’ah di Iran maupun di Irak segera bersikap. Mereka memanfaatkan setahun setelah pengeboman itu untuk mengajak kaum muslimin di seluruh dunia untuk membantu percepatan pembangunan dua kuburan itu. Selain himbauan kepada pemimpin-pemimpin dunia Islam. Sekaligus untuk menindaklanjuti pernyataan Rahbar Ayatullah Sayyid Ali Khamene’i bahwa umat Islam sendirilah yang akan membangun dua kuburan itu dengan lebih baik dan megah dari yang sudah pernah ada.

Pertanyaannya adalah apakah usaha untuk merusak kuburan para Imam Syi’ah masih akan berlangsung dan berulang atau tidak?

Peristiwa dibekuknya sekitar seribuan anggota kelompok teroris yang berniat untuk menguasai kota Najaf di mana haram Imam Ali as berada di sana, menunjukkan bahwa usaha ini tidak akan berhenti. Sekalipun dengan trik bahwa kelompok ini adalah kelompok Syi’ah, orang sudah tidak lagi dapat dibohongi siapa mereka. Merusak kuburan sudah menjadi identitas sebuah kelompok. Dan itu sudah merupakan rahasia umum. Apa lagi permusuhan terhadap Syi’ah yang membuat mereka tidak ragu-ragu lagi untuk melakukan aksi menjijikkan ini. Sikap ini hanya dapat dibandingkan dengan sikap Rezim Zionis Israel yang berusaha terus untuk menghancurkan Masjidul Aqsha. Usaha perusakan dengan argumentasi picik.

Renovasi kuburan dua Imam yang belum dikerjakan juga tidak lepas dari segi tiga; Amerika, Ba’ts dan Wahabi. Mereka ingin mengulangi kembali peristiwa Baqi’ yang akhirnya tinggal puing-puing. Janji yang diberikan memang hanya sebagi siasat untuk mengulur waktu.

Kaum muslimin harus segera menyikapi hal ini. Renovasi kuburan dua Imam ini hendaknya menjadi salah satu agenda penting. Terlambat menyikapi maslah ini, mungkin akan membuat dua kuburan ini seperti Baqi’. Dan yang lebih penting lagi adalah perusakan tempat-tempat suci dan kuburan para Imam Syi’ah akan terus dilanjutkan.[infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: