Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Mufti agung Emirat: “Cerai lewat SMS sah hukumnya”

Posted by infosyiah pada 0, Maret 5, 2007

Mufti agung Emirat: “Cerai lewat SMS sah hukumnya”

Syaikh Ahmad al-Haddad, mufti agung Emirat, di Dubai mengeluarkan fatwa terbarunya. Dalam fatwa terbarunya ia membolehkan shighah talak lewat SMS.

Syaikh Ahmad mengatakan: “Fatwa ini dikeluarkan dan mazhab Maliki meyakini bahwa ucapan talak hanya sah dengan dituliskan. Sementara ulama Syafi’i memiliki penjelasan tersendiri. Pengucapan shigah talak adalah wajib dan tanpa mengucapkannya, talak tidak terjadi”. Ia menambahkan: “Dalam fiqih Syafi’i talak dengan tulisan bisa sah dengan dua syarat. Pertama, ketika menuliskan shigah talak, harus disertai dengan niat menceraikan istri. Kedua, ketika menuliskan shigah talak, hendaknya suami mengucapkannya dengan suara jelas dan diketahui sebagai ucapan talak”.

Oleh karena itu, Syaikh Ahmad al-Haddad mengambil kesimpulan:”Sesuai dengan hukum yang disebutkan dalam fiqih Syafi’i, talak lewat SMS juga menjadi sah hukumnya. Tentunya, dengan memenuhi dua syarat di atas. Suami yang hendak menuliskan shigah talak lewat HPnya meniatkan untuk menceraikan istrinya dan ia mengucapkan lafadnya dengan suara keras. Dengan cara ini, talak menjadi sah dan tidak punya masalah”.[infosyiah]

8 Tanggapan to “Mufti agung Emirat: “Cerai lewat SMS sah hukumnya””

  1. ressay said

    kalau menurut mazhab Ja’fari gimana?

  2. infosyiah said

    Heheeee…
    Kalau masalah fatwa sudah ada tempatnya. Tanyakan saja ke ICC Alhuda. mudahkan…?

  3. Abal-Hasan said

    aswrwb..

    klo di ja’fari itu untuk menikah “mudah”.. tapi untuk bercerai “susah”..

    wswrwb..

  4. infosyiah said

    Betul, karena cerai memiliki dampak sosial, pendidikan, ekonomi dll yang luar biasa…

  5. ressay said

    terkait masalah cerai, aku mau tanya nih. aku pernah baca di buku Tarikh Khulafa’ karya Imam As-Suyuthi. Dalam bab yang membahas Imam Hasan disebutkan riwayat2 yang menunjukkan bahwa Imam Hasan itu doyan bercerai. apakah benar itu?

  6. infosyiah said

    Sangat disayangkan memang, usaha para penguasa untuk memburukkan pribadi Imam Hasan as, tenyata dikutip juga oleh ulama Syi’ah selain ulama Ahli Sunah.
    Pernyataan itu tidak benar dengan beberapa dalil berikut ini:
    1. Dengan melihat umur beliau yang lahir pada 2 atau 3 hijriah dan meninggal pada 49 hijriah, maka umur beliau sekitar 46 atau 47 tahun. Bila pertama kawin pada umur 20 tahun, maka antara 17 atau 18 tahun jumlah kawin cerai yang disebutkan sangat tidak masuk akal.
    2. Riwayat-riwayat yang ada berasal dari zaman Imam Ja’far Shadiq as yang wafat pada tahun 148 hijriah sementara Imam Hasan as wafat pada tahun 48 hijiriah. Dalam buku Muruj az-Dzhab disebutkan bahwa Mansur Dawaniqi, raja dari dinasti Abbasiah yang sezaman dengan Imam Shadiq as, sempat berceramah mengenai masalah ini. Ia menyebutkan: “Hasan bin Ali senang dengan wanita. Setiap hari ia kawin dan atau mencerikan istrinya, sehingga ia meninggal” (jilid 3, hal 300).
    3. Masalahnya adalah bila itu dilakukan pada masa hidupnya, tidak ada protes atau pertanyaan dari mereka yang hidup sezaman dengannya mengenai masalah ini. Karena untuk seorang tokoh dan cucu Rasulullah saw adalah bukan teladan yang baik.
    4. Jumlah anak yang beliau miliki dari istri-istrinya paling banyak dinukil oleh buku sejarah hanya 22 orang dan paling sedikit menyebutkan 12. Jumlah istrinya yang tertulis juga hanya 13 orang. 3 orang dari mereka tidak pernah diketahui artinya misterius.
    5. Islam membenci perceraian sekalipun halal dan isu yang seperti ini tidak sesuai dengan pribadi Imam Hasan as.
    6. Sifat Mithlaq (banyak melakukan talaq) pada zaman sebelum Islam juga bukan julukan yang disukai.
    Ini argumentasi yang melandasi kebohongan isu yang terlalu dibesar-besarkan selama ini.

  7. leontiev said

    beberapa tahun yll di malaysia kasus cerai lewat sms juga sempat heboh, tapi akhirnya pemerintah malaysia & majelis ulamanya melarang cerai lewat sms … heran juga kalau sekarang emirat arab malah melegalkan cerai lewat sms. padahal sesama mazhab syafe’i …

  8. infosyiah said

    Mungkin gak pernah dapat kabar itu kali…
    Kelihatannya perlu informasi dari Malaysia juga mufti Emirat ini…
    Atau ada alasan lain?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: