Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Ayatullah Taskhiri: “4 solusi menghadapi usaha penyebaran konflik mazhab”

Posted by infosyiah pada 0, Maret 6, 2007

Ayatullah Taskhiri: “4 solusi menghadapi usaha penyebaran konflik mazhab”

Pada tanggal 1 Maret kemarin, Ayatullah Taskhiri dalam seminar “Strategi Syi’ah dalam menghadapi penyebaran isu konflik mazhab” tampil sebagai pembicara tunggal yang setelah diikuti dengan diskusi panel yang menghadirkan tiga pembicara. Seminar ini diadakan oleh Akademi Ilmu dan Budaya Islam Qom.

Ayatullah Taskhiri menyebutkan bahwa sebelum Islam, hubungan masyarakat dalam kondisi yang tidak rasional. Ini dapat ditelusuri dalam sejarah sebelum munculnya Islam. Ketika Islam muncul hubungan antar masyarakat menjadi lebih rasional. Beliau mencontohkan hubungan baik dan rasional antara Imam Malik, pemimpin mazhab Maliki dengan Imam Ja’far Shadiq as. Kepercayaan Imam Malik terhadap Imam Ja’far Shadiq as dapat dibaca dalam buku al-Khishal karya Syaikh Shaduq. Betapa menceritakan bagaimana hubungan baik dan kecintaan Imam Malik terhadap Imam Ja’far Shadiq as. Kecintaan para Imam Ahli Sunah terhadap Imam Shadiq as, menunjukkan hubungan rasional yang memang dibangun di atas peadaban Islam.

Sejarah juga mencatat bahwa Imam Ja’far Shadiq memiliki 4000 murid. Disebutkan bahwa sekitar 3000 dari para muridnya itu bukan dari mazhab Syi’ah. Masa itu menunjukkan bahwa hubungan antara mazhab sangat rasional.

Dalam buku Shawa’iq Muhriqah ketika berbicara tentang hadis “Silsilah Dzahab”, hadis dari Imam Ridha as yang diucapkannya kemudian oleh ulama baik Syi’ah maupun Sunni menuliskan silsilah perawi hadis ini yang sebagian menuliskan silsilah hadis ini dengan air emas, Ahmad bin Hambal menyebutkan: “Bila hadis ini diketahui oleh orang gila, niscaya ia akan sembuh”.

Dalam pembicaraannya, Ayatullah Taskhiri menyebutkan ada empat kendala yang merintangi pendekatan mazhab dan persatuan kaum muslimin. Menurutnya, keempat kendala itu sebagai berikut:

1.      Usaha musuh Islam dari luar negara dan umat Islam. Sebagian lain adalah musuh dalam selimut yang khawatir akan kepentingannya. Dan yang paling tahu cara memorak-porandakan kaum muslimin adalah Inggris. Dalam konferensi kemarin yang diadakan di Doha, sekitar 250 dari utusan ulama Ahli Sunah terlihat kompak. Mereka sejak awal telah menyepakati agar setiap orang menanyakan sebuah masalah kepada kami. Ahmad Tayyib dari al-Azhar berkata: “Selama ini, Syi’ah yang paling banyak mengambil untung dari adanya organisasi dan usaha pendekatan antar mazhab”. Di sisi lain, Yusuf Qardhawi menagih bagian Ahli Sunah dari pendekatan antar mazhab yang selama ini didominasi oleh Syi’ah. Katanya: “Mahmud syaltut dalam fatwanya membolehkan seorang Sunni untuk beramal dengan fiqih Syi’ah. Sekarang, apa yang diberikan oleh Syi’ah kepada Ahli Sunah?”

Dalam menjawab pertanyaan mereka, Dengan terheran-heran Ayatullah Taskhiri menjawab: “Bagaimana mungkin kalian dengan ide seperti ini ingin membahas tentang Islam. Apakah kalian mengira ini masalah daging kurban sehingga kita harus berbicara siapa dapat apa dan siapa dapat lebih banyak?” Ayatullah Taskhiri menambahkan: “Kami tidak punya masalah bila seseorang dari Syi’ah menyeberang ke Ahli sunah atau sebaliknya. Masalah ini bukan lagi bagian dari sebuah masalah fatwa. Ini masalah keyakinan setiap individu. Masalah sebenarnya adalah cara pandang yang cepat mengafirkan golongan lain. Fatwa Syaltut waktu itu dalam rangka mengebiri cara pandang takfiri, Wahabi. Dan dalam hal ini, Syi’ah selalu menang selangkah dalam masalah menentang cara pandang takfiri”.

Dalam konferensi Doha kemarin, untuk pertama kalinya pertanyaan-pertanyaan yang selama ini tidak pada tempatnya di tanyakan dalam pertemuan yang seperti itu dipertanyakan.

2.      Kasus-kasus yang dapat membangkitkan fitnah. Ada beberapa kasus-kasus yang dapat menimbulkan konflik antar kedua belah pihak. Seperti puasa pada hari Asyura,  jenis berpakaian pada hari Asyura, memperingati setahun kematian atau kelahiran, tidak adanya perhatian kedua belah pihak bagaimana dalam buku-buku hadis Syi’ah tidak terdapat hadis Ahli Sunah, laknat terhadap sahabat, maslah Ibnu Muljam dan Abu Lu’lu dan lain-lain.

Menurut Ayatullah Taskhiri masalah ini muncul karena kesalahpahaman saja. Seperti contoh pelaknatan. Yang ada pada hakikatnya adalah sebuah kritikan terhadap perilaku para sahabat. Dalam kasus Aisyah, Syi’ah tidak melaknatnya. Bahkan sebagaimana yang disebutkan oleh al-Quran, Syi’ah tetap menganggap Aisyah sebagai Ummul Mukminin. Dalam perang Jamal pun, Imam Ali as setelah mengalahkan pasukan Jamal, mengutus wanita-wanita terhormat Quraisy untuk mengiringi Aisyah. Segalanya dilakukan dengan penghormatan. Yang ada adalah kritikan terhadap situasi politik dan sejarah.

3.      Gerakan politik yang diberi warna mazhab. Apa yang terjadi di Lebanon dan Irak sebagai kasus yang paling krisis, sebenarnya adalah masalah politik. Ketika penjajah dan kepentingan mereka terancam, untuk menutupi itu mereka membuat konflik itu seakan-akan konflik sektarian antar mazhab. Umat Islam harus segera menyadari bahwa bila kondisi di Irak tidak dapat dihentikan bahkan berlarut-larut, bakal terjadi pembantaian massal. Dan bila ini terjadi, maka dampaknya bakal sampai berabad-abad yang akan datang.

4.      Masalah-masalah yang masih rancu. Salah satu penghambat terjadinya pendekatan antar mazhab dan persatuan umat Islam masih adanya masalah-masalah yang belum jelas bagi pihak-pihak lain. Masih dengan contoh dari konferensi Doha, Ayatullah Taskhiri menyebutkan bahwa masih saja ada yang belum jelas masalah iman dan kafir. Bahkan salah satu dari peserta menyebutkan bahwa barang siapa yang ragu akan kekafiran Syi’ah, maka dia juga kafir. Ayatullah Taskhiri memberikan penjelasan tentang Usuluddin. Apa yang dimaksud dengan Usuluddin. Usuluddin adalah lingkaran yang membuat siapa saja masuk di dalamnya disebut sebagai muslim. Itulah mengapa ketika disebutkan ijtihad adalah sebagai sebuah keharusan untuk menjamin keberlangsungan Islam. Tapi tidak ada ijtihad di luar usuluddin. Namun, di dalam usuluddin siapa saja punya kesempatan untuk berijtihad.

Satu masalah lain yang masih mengganjal selama ini menurut Ayatullah Taskhiri adalah mengenai tahrif Quran. Menurut beliau, masalah ini sudah tidak perlu lagi dibicarakan dalam forum konferensi persatuan Islam. Karena sebagaimana Ahli sunah dengan bersandarkan pada hadis-hadis Syi’ah yang diriwayatkan oleh sebagian ahli hadis, Syi’ah juga punya pendapat yang sama dengan bersandarkan pada hadis-hadis Ahli Sunah. Bahwa Ahli Sunah juga sama mengakui adanya tahrif dalam al-Quran. Semestinya ini sudah tidak perlu dibicarakan. Apa lagi, hampir seluruh ulama besar Syi’ah maupun Ahli Sunah berpendapat tidak ada tahrif dalam al-Quran.

Di samping ada empat kendala di atas yang senantiasa menghalangi persatuan kaum muslimin, Ayatullah Taskhiri menyebutkan juga empat strategi Syi’ah untuk mewujudkan persatuan kaum muslimin. Keempat strategi itu adalah:

1.      Senantiasa menjadi yang paling terdepan dalam mengusung bendera persatuan Islam.

2.      Pencerahan atas kerancuan terkait dengan masalah-masalah tertentu.

3.      Menghapus kasus-kasus yang dapat membuat berkobarnya fitnah ulama.

4.      Menghapus kasus-kasus yang dapat membuat berkobarnya fitnah oleh pemerintah Islam.

Sekaitan dengan strategi nomor ke empat, pemerintah Iran secara aktif lewat garis diplomatik melakukan hubungan yang lebih baik dengan Arab Saudi. Dalam bulan-bulan ini, kunjungan diplomatik antara kedua negara cukup padat. Keikutsertaan Iran dalam pertemuan negara-negara tetangga Irak, sekalipun dengan kehadiran Amerika, merupakan salah satu kebijakan Iran untuk meredam konflik sektarian yang ada. Di samping kebijakan yang selama ini dilaksanakan dengan menghormati keinginan rakyat dan pemerintah Irak dengan tidak ikut campur tangan dalam masalah dalam negeri Irak.

Menutupi pembicaraannya, Ayatullah Taskhiri mengatakan: “Dengan mengusung persatuan umat Islam, selama mengikuti sekitar 500 konferensi internasional tentang persatuan, Allah senantiasa membantu saya mampu menjawab dan mematahkan argumen yang menolak konsep persatuan Islam”.[infosyiah]

14 Tanggapan to “Ayatullah Taskhiri: “4 solusi menghadapi usaha penyebaran konflik mazhab””

  1. ressay said

    Ya Allah berilah kefasihan dalam berbicara dan kecermelangan dalam berpikir kepada para ulama2 pecinta Ahlulbayt Nabi mu yang suci.

    Demi hak Muhammad dan keluarganya yang suci, Ya Rabb..!!!

  2. infosyiah said

    Ilahi amiiin…

  3. abu aqli said

    Alhamdulillahi Ta’la..
    Semoga Usaha Keras Sayyid Taskhiri dapat juga di teladani oleh kita semua..

    Agar ISLAM dapat kembali Bangkit dan mengibarkan Bendera Rahmatan Lil Alaminnya..

    Ammin Ya Illahi Karim…

  4. Abal-Hasan said

    aswrwb..

    *boleh saya tau tentang hadis “silsilah dzahab”??

    *”Dalam konferensi Doha kemarin, untuk pertama kalinya pertanyaan-pertanyaan yang selama ini tidak pada tempatnya di tanyakan dalam pertemuan yang seperti itu dipertanyakan.”

    jd pengen tau pertanyaan2 “aneh” apa lagi ya..

    shukran..

    wswrwb..

  5. infosyiah said

    @ Abu Aqlli, Gak tahu apakah Antum pernah melihat langsung Ayatullah Taskhiri. Dengan usia tua seperti itu dan suara yang agak dipaksa ketika berbicara memang sulit melihat semangat ulama satu ini dalam usahanya mengajak ulama Islam untuk bersatu dan saling mendekat. Apalagi stroke yang masih menderanya. Kalau menurut kami, Beliau sangat luar biasa…

    @ Abal-Hasan,
    Mengenai hadis “Silsilah Dzahab” sebuah hadis mutawatir. dalam hadis itu Imam Ridha as, mengucapkan hadis itu sambil menyebutkan perawinya. Ia menyebutkan dari ayahnya, Imam Musa al-Kazhim terus lewat para Imam yang lainnya hingga ke Rasulullah saw. untuk sementara ini dulu, mungkin situs-situs Syi’ah yang lain pernah mengkaji hadis ini, coba lihat-lihat dulu…
    Betul, masih ada beberapa pertanyaan-pertanyaan aneh-aneh yang tidak pada tempatnya untuk ditanyakan dalam forum seperti itu. Untuk sementara biar menjadi arsip saja dulu. Tapi perlu diketahui bahwa utusan ulama Ahli Sunah kompak setiap satu orang punya sebuah pertanyaan untuk memperkeruh suasana pada kenferensi itu.
    Alhamdulillah Allah masih melindungi Ayatullah Taskhiri dan semoga terus melindunginya, beliau berhasil menjawab dengan baik bahkan banyak hal baru yang terbuka bagi mereka dan banyak yang sadar setelah itu.

  6. ressay said

    Alhamdulillah aku pernah menatap wajah Ayatullah Ali Taskhiri yang bersinar. Bahkan aku sempat memeluk dan mencium beliau ketika di ICC Jakarta. Beliau adalah satu-satunya Ayatullah yang pernah aku peluk dan cium. Ayatullah2 yang lain aku hanya bisa menatapnya dari jauh.

    Beliau sudah lanjut sekali usianya. Tetapi saya salut ketika mendengar bahwa beliau bisa menjawab pertanyaan dari ulama2 Ahlulsunnah.

    Ini adalah rahmat dari Allah.

  7. infosyiah said

    Mas Yasser,
    Alhamdulillah sudah bisa cium…
    nanti yang lain bakal menyusul…

  8. Abal-Hasan said

    aswrwb..

    sekedar informasi inshallah bermanfaat.. (mungkin) ini yg dimaksud hadis silsilah dzahabah..

    …The kalima (Laa ilaaha illallah) is My fortress, whoever says it enters My fortress, and whoever enters My fortress shall be safe from My punishment

    The Imam then paused for a moment and continued, There are few conditions to entitle the entrance to the fortress and I am one of its conditions

    benar ndak?? ralat klo salah..

    wswrwb…

  9. infosyiah said

    Terima kasih atas infonya.
    Memang hadis itu tentang kalimat Laa Ilaaha Illa Allah

  10. ressay said

    mau curhat lagi ah.

    Di kampus kawan-kawan yang mengaku dirinya aktivis muslim kampus sudah berani mengeluarkan fatwa haram hukumnya memberikan infak untuk buletin pintu ilmu yang aku buat.

    Bahkan bukan hanya saya. Anak2 HMI pun masuk dalam daftar hitam aktivis kampus itu. tetapi sekali lagi, mereka lebih senang menjelek-jelekkan di belakang. bahkan ketika kami sedang berdiskusi dengan mahasiswa semester 1, ada salah satu dari gerombolan “aktivis muslim” itu lewat sambil berkata, “hati-hati ya sama dua orang ini.”

    Lebih baik sikap apa yang harus kami ambil. apakah kami lebih baik diam diri saja seraya mendoakannya? ataukah diam diri saja seraya melaknatnya? ataukah kita bertabayyun kepada dia untuk menanyakan apa maksud dia berkata seperti itu?

  11. infosyiah said

    Tidak perlu melaknat mereka. Ada teladan baik dari Nabi Muhammad saw, doakan mereka bahwa mereka adalah kaum yang tidak mengetahui. Dan tetap jalan sesuai dengan yang pernah kita lakukan.
    Bila bertabayyun bisa menghasilkan bisa dicoba…

  12. abu aqli said

    @ Infosyiah
    Alhamdulillahi Ta’ala ana telah bersua dengan beliau langsung di Jakarta saat kunjungan Yang Mulia ke ICC. Telah pula memeluk dan mencium Beliau.. Ana Kagum dengan Beliau, seraya berharap kita generasi muda mampu meneladani Beliau dalam Upaya Kerasnya mempersatukan ISLAM….

    One Umat Yes..
    One Mahzab NO…
    demikian semangat perjuangan kami di sini… : )

  13. infosyiah said

    Setuju

  14. abu fadl said

    One Ummah, Respects Diversity. ONE LOVE.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: