Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

160 pejuang Syi’ah Yaman tewas dalam bentrokan bersenjata

Posted by infosyiah pada 0, Maret 8, 2007

160 pejuang Syi’ah Yaman tewas dalam bentrokan bersenjata

Selama 2 minggu bentrokan bersenjata antara pasukan pemerintah dan pengikut al-Hautsi sekurang-kurangnya 160 pengikut al-Hautsi tewas. Salah seorang pejabat Yaman yang tidak ingin namanya disebutkan, melaporkan bahwa tokoh-tokoh organisasi “Pemuda Mukmin” termasuk di antara yang tewas.

Dalam laporan resmi dari situs menteri pertahanan Yaman tidak disebutkan berapa yang tewas dari pasukan pemerintah.

Propinsi Sa’dah terletak sekitar 230 kilometer dari San’a ibu kota Yaman. Dalam beberapa Minggu terakhir ini terjadi bentrokan bersenjata yang sengit antara pasukan pemerintah dan kelompok pengikut al-Hautsi. Pemerintah menuduh pengikut al-Hautsi ingin menggulingkan pemerintah Yaman dan mendirikan negara Islam. Pemerintah juga menuduh sebagian dari negara-negara asing ikut campur mendanai pengikut al-Hautsi.[infosyiah]

3 Tanggapan to “160 pejuang Syi’ah Yaman tewas dalam bentrokan bersenjata”

  1. Aura hadi said

    Apakah Syi’ah itu salah satu Mazhab ? dalam islam

    Saya pernah membaca tentang masalah tanah peninggalan Rasulullah SAW di Fadaq.
    Kalau ini waris berarti Khalifah Abubakar itu Zholim karena tidak memberikannya kepada yang berhak (Sayida fatimah), demikian pula Khalifah) Umar, dan Usman yang juga tidak memberikan hak tanah fadaq kepada ahli warisnya, lalu bagaimana dengan Khalifah Ali b Abi Thalib dan Khalifah Sayidina Hasan apakah beliau juga Zholim karena tidak juga memberikan tanah Fadaq kepada yang berhak (Ahli waris anaknya sayida Fatimah yaitu Imam Hasan dan Imam Husein ?
    saya jadi bingung…..

  2. infosyiah said

    Salam kenal Aura hadi,
    Untuk masalah pertama, jawabannya adalah “YA”.
    Untuk masalah kedua, tanah fadak itu diartikan oleh selain Syiah bukan warisan berlandaskan hadis yang menyebutkan bahwa Nabi tidak mewariskan materi kepada anaknya. Dengan alasan itu tiga khalifah mengambil tanah itu dan menjadikannya milik negara.
    Padahal tidak demikian kenyataannya, karena tanah fadak adalah milik pribadi Rasulullah saw yang didapatkan dalam perang karena musuh menyerah, istilahnya adalah tanah Fei’ dan bukan ghanimah. Oleh karenanya milik pribadi Nabi. Dengan demikian itu dapat diwariskan. Sementara hadis yang dijadikan sandaran memiliki makna lain yang dapat dibicarakan lebih lanjut.
    Pengambilan tanah fadak oleh tiga khalifah sebenarnya punya unsur politis yang sangat vital dan kental.
    Pada zaman kekhalifahan Imam Ali as, untuk mengembalikan tanah itu kepada yang berhak, perlu sosialisasi, dan itu tidak berlangsung dengan mulus, karena pemaksaan peperangan terhadapnya dan pemerintahannya. Ada tiga perang besar yang dialamainya. Pada masa Imam Hasan as juga demikian, beliau hanya berkuasa beberapa bulan dan dalam situasi yang sulit sehingga tidak sampai mengembalikan tanah fadak ke pemiliknya, dan beliau salah satu pemilik tanah fadak sebagai ahli waris Nabi Muhammad saw.

  3. ikhwan said

    Itu tandanya tidak ada kasih sayang pada kaum Kerabat Rasulullah Saw…kenapa maseh ….wasiat nabi mengatasi segalanya….Barangsia manyakiti Fatimah..sesunggunya menyakiti Aku sterunya Allah..tidakkah kecintaan pada Nabi?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: