Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Konspirasi yang terbongkar

Posted by infosyiah pada 0, Maret 9, 2007

Konspirasi yang terbongkar

Diriwayatkan dalam buku al-Kafi, kitab al-Qadha dan al-Ahkam bab an-Nawadir, dan di buku at-Tahdzib bab az-Ziyadat fil al-Qadha dengan bersandarkan pada Zadzan. Ia berkata:

“Ada dua orang yang menitipkan barangnya kepada seorang wanita. Keduanya berkata kepada wanita itu untuk tidak memberikan barang tersebut bila mereka datang sendiri-sendiri. Barang akan diberikan dengan syarat keduanya harus berkumpul. Keduanya kemudian pergi.

Setelah berjalan beberapa waktu, salah seorang dari kedua pria itu mendatangi wanita tersebut. Ia berkata: “Berikan aku barang yang kami titipkan kepadamu! Temanku yang datang bersamaku dulu itu telah meninggal”.

Wanita itu menolak untuk memberikan barang titipan. Keduanya akhirnya bertengkar hebat. Akhirnya, karena pria tadi bersikeras, akhirnya wanita itu mengalah dan memberikan barang titipan mereka.

Tidak berapa lama, datang pula pria yang satunya lagi. Ia berkata: “Berikan barangku! Wanita itu menjawab: “Temanmu yang satunya lagi telah mengambilnya. Katanya engkau telah meninggal”. Keduanya bertengkar hebat. Akhirnya mereka sepakat untuk mengadukan masalah ini ke Umar bin Khatthab.

Setelah menceritakan segalanya, Umar berkata kepada wanita itu: “Menurutku engkau menjadi penjamin barang tersebut. Karena sekarang tidak ada padamu, maka engkau harus menggantinya”.

Wanita itu meminta izin kepada Umar: “Kalau engkau izinkan, jadikan Ali bin Abi Thalib sebagai pengadil di antara kami!

Umar berkata kepada Ali, yang kebetulan hadir dalam majelis itu: “Engkau menjadi hakim atas mereka berdua!

Imam Ali as kemudian berkata: “Barang titipan ini untuk sementara ada padaku. Kalian berdua memberikan syarat kepada wanita ini untuk tidak memberikan barang titipan ini melainkan kalian berdua harus hadir. Sekarang, panggil temanmu yang satunya lagi. Wanita ini tidak bisa menjadi penjamin atas barang titipan ini.

Hadis ini juga diriwayatkan dalam buku Man La Yahdhuruhu al-Faqih bab al-Hial fi Ahkam al-Qadha denganmenisbatkan riwayat pad Ibrahim az-Tsaqafi.[infosyiah]

Sumber: Allamah Muhammad Taqi at-Tustari, Qadhau Amiril Mukminin Ali bin Abi Thalib as, Qom, 1408 HQ, cetakan ke-2.

6 Tanggapan to “Konspirasi yang terbongkar”

  1. Haji Muhammad Abdullah said

    Assalamualaikum

    Jika kita membuka Kamus Bahasa Arab; kita akan dapat membaca bahwa definisi Hadith & Ahadith (jamak) adalah Khabar, berita, perkataan, pembicaraan dll.

    Pengikut2 madhab Ahlul Sunnah (Sunni) percaya bawha Hadith adalah perkataan Rasulullah yang dibukukan kembali oleh Bukhari, Muslim, Tarmidzi, Ibn Majah, Abu Dawud, Nasaii, kurang lebih 200-300 tahun setelah Rasulullah wafat.

    Pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syiah) mempunyai definisi Hadith yang jauh lebih lengkap dari pada definisi Hadith yang dimiliki oleh pengikut2 madhab Ahlul Sunnah (Sunni).

    Pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syiah) percaya bahwa Hadith tidak hanya perkataan Rasulullah (Al Hadith Al Nabawi); tetapi juga perkataan Tuhan (AlQuran), perkataan para Imam (Al Hadith Al Walawi), perkataan Ulama (Al Hadith Al Ulum Al Aqliyyah), perkataan musuh musuh Islam (Al Hadith Al Israiliyyah wa Al Hadith Nasraniyyah), perkataan muslim & muslimah bodoh yang rajin berbohong (Al Hadith Al Jahiliyyah).

    ALQURAN 77:50
    maka kepada perkataan (Hadith) manakah selain AlQuran mereka akan beriman?

    ALQURAN 45:6
    Ayat ayat Allah (AlQuran) yang kami bacakan kepadamu (Muhammad) dengan kebenaran; maka dengan perkataan (Hadith) manakah selain AlQuran mereka akan beriman?

    ALQURAN 39:23
    Allah menurunkan perkataan (Hadith) yang terbaik yaitu AlQuran yang serupa ayat ayatnya dan berulang ulang

    ALQURAN 7:185
    kepada berita (Hadith) manakah selain AlQuran mereka akan beriman?

    ALQURAN 4:87
    Tidak ada Tuhan selain Allah. Sesungguhnya Allah akan mengumpulkan kamu pada hari Qiyamat yang pasti terjadi; dan siapakah yang lebih benar perkataannya (Hadith) dari pada Allah?

    Pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syiah) membagi Hadith kedalam 4 kelompok. Hadith Qudsi (perkataan suci) adalah AlQuran. Hadith Shohih (perkataan yang benar) adalah perkataan Rasulullah dan para Imam. Hadith Hasan (perkataan yang baik) adalah perkataan Ulama. Hadith Gholat (perkataan salah) adalah perkataan musuh musuh Islam dan/atau perkataan muslim & muslimah bodoh yang rajin menyebarkan kebohongan, gossip dan penipuan. Semua Hadith yang bertentangan dengan AlQuran dan Logika (Akal Sehat) dianggap sebagai Hadith Dhoif atau Hadith Gholat.

    ALQURAN 31:6
    di antara manusia, banyak orang yang mempergunakan perkataan (Hadith) yang tidak berguna untuk menyesatkan manusia dari jalan Allah (AlQuran) tanpa pengetahuan; dan menjadikan jalan Allah (AlQuran) sebagai olok-olokan. Mereka akan disiksa dengan siksaan yang sangat pedih.

    Kitab Nahjul Balaghoh dan Kitab Al Kafi adalah Kitat2 Hadith yang diakui oleh pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syiah); tetapi kitab2 tersebut tidak dikenal dan juga tidak diakui oleh pengikut2 madhab Ahlul Sunnah (Sunni) sebagai Hadith.

    Syaikh Sayyid Razi mengumpulan perkataan2 Imam Ali Ibn Tholib dan dia membukukannya di dalam Kitab yang bernama Nahjul Balaghoh pada tahun 420 H

    Syaikh Kulayni mengupulkan perkataan2 Imam Muhammad Baqir dan Imam Jafar Shodiq di dalam Kitab yang bernama Al Kafi.

    Kedudukan Kitab Al Kafi sebagai Hadith Hasan, Hadith Dhoif dan juga Hadith Gholat; karena Syaikh Kulaini mengumpulkan cerita cerita tentang Imam Muhammad Baqir dan Imam Jafar Shodiq yang telah lama beredar di masyarakat Iraq.

    Anaa pribadi sangat menganjurkan pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syiah) untuk membaca Kitab Al Kafi; walaupun banyak Ulama madhab Ahlul Bait (Syiah) yang meragukan kebenaran dan keaslian Kitab Al Kafi; karena mereka berpendapat bahwa Kitab Al Kafi adalah Hadith Dhoif.

    Jika Hadith yang tertulis di dalam Kitab Al Kafi bertentangan dengan AlQuran dan Logika (akal sehat); maka Hadith tersebut bukan berasal dari Imam Muhammad Baqir dan Imam Jafar Shodiq; tetapi Hadith tersebut adalah Hadith palsu atau cerita2 yang berkembang di masyarakat Iraq. Hadith palsu tersebut masuk ke dalam Kitab Al kafi; karena kecerobohan Syaikh Kulaiyni. Ahadith palsu (cerita2, kebohongan2, gossip2) tersebut yang tertulis di dalam Kitab Al Kafi atas nama Imam Muhammad Baqir dan atas nama Imam Jafar Shodiq; bukan berasal dari Imam Muhammad Baqir dan juga bukan berasal dari Imam Jafar Shodiq.

  2. infosyiah said

    Terima kasih Haji Abdullah, namun sekali lagi, tolong komentarnya tidak panjang-panjang…

  3. ressay said

    biar saja, namanya juga diskusi.

  4. infosyiah said

    Gitu ya…
    Ok lah…

  5. abu aqli said

    Demikianlah Salah Satu Kharomah Amirul Mukminin Imam ALI alaihisalam…

    Yang Seluruh Manusia biasa dan Jin tidak bisa menandingi Keutamaan dan Amal Beliau…

    Salam alayka ya Abal Hasan wal Husein….
    Ya Immamah Rohmah..

  6. infosyiah said

    So pasti…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: