Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Bila salat dapat menahan orang untuk tidak melakukan perbuatan buruk, mengapa sebagian orang yang melaksanakan salat masih juga berbuat keburukan?

Posted by infosyiah pada 0, Maret 13, 2007

Soal: Bila salat dapat menahan orang untuk tidak melakukan perbuatan buruk, mengapa sebagian orang yang melaksanakan salat masih juga berbuat keburukan?

Jawab: Pertama, benih yang kosong tidak akan pernah bisa tumbuh. Salat tanpa menghadirkan hati, khusyuk, seperti benih yang kosong yang tidak bakal pernah tumbuh. Salat akan membuat manusia menjauhi perbuatan buruk bila dilakukan dengan khusyuk. Tanpa kekhusyukan ucapan yang kita baca dan gerakan yang dilakukan tidak akan berarti.

Bila sekolah memberikan kemampuan kepada siswanya untuk tumbuh secara keilmuan, itu tidak berarti setiap yang belajar ke sekolah pasti berhasil. Seorang yang berhasil di sekolah karena belajar dengan giat dan apa yang dipelajari dipahami. Salat pun demikian. Bila dilakukan dengan aturan-aturan yang telah ditetapkan dalam agama, ia dapat menahan seseorang dari perbuatan buruk. Allah swt berfirman: “Sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar” (Ankabut: 45).

Kedua, seorang yang melakukan salat dan masih melakukan perbuatan keji dan mungkar, akan melakukannya lebih banyak seandainya ia tidak salat. Karena ia harus melakukan salatnya dengan pakaian yang suci dan halal. Pakaian dan tempat yang dihasilkan dengan jalan halal. Dengan menjaga hukum yang semacam ini, membuat seorang yang melakukan salat terjaga dari perbuatan dosa. Sebagaimana seseorang yang memakai pakaian putih tidak akan duduk di sembarang tempat, untuk menjaga agar pakaiannya tidak kotor.[infosyiah]

Satu Tanggapan to “Bila salat dapat menahan orang untuk tidak melakukan perbuatan buruk, mengapa sebagian orang yang melaksanakan salat masih juga berbuat keburukan?”

  1. Haji Muhammad Abdullah said

    Assalamualaikum

    ALQURAN 23:1-3
    Sesungguhnya mereka yang beriman adalah orang orang yang beruntung. Mereka Khusyu di dalam sholat dan mereka menjauhkan diri mereka dari (perbuatan dan perkataan) yang tidak berguna.

    Imam Ali Ibn Tholib menderita kesakitan; ketika anak panah di dalam tubuhnya dicabut; sehingga anak panah tersebut dicabut dari tubuh Imam Ali Ibn Tholib; ketika dia sedang melaksanakan Sholat. Khusyu di dalam Sholat membuat Imam Ali Ibn Tholib tidak merasakan sakit. Mungkin kita tidak dapat Khusyu seperti khusyu Nabi Muhammad dan khusyu Imam Ali Ibn Tholib di dalam melakukan sholat; tetapi kita akan mengetahui khusyu di dalam sholat; jika hati kita bergetar karena membaca ayat ayat Allah (AlQuran) di dalam Sholat.

    ALQURAN 8:2
    Sesungguhnya mereka yang beriman; jika disebutkan nama Allah; gemetarlah hati mereka; dan jika dibacakan ayat ayat Allah; maka bertambahlah IMAN mereka dan hanya kepada Allah mereka berserah diri (bertawakkal).

    Boleh jadi kita telah beragama Islam; sehingga kita disebut sebagai muslim & muslimah; tetapi belum tentu IMAN telah masuk ke dalam hati kita; karena IMAN lebih tinggi dari pada ISLAM.

    Kitab Nahjul Balaghoh, Khotbah no 82
    Imam Ali Ibn Tholib berkata: “Hai manusia; takutlah kepada Allah dengan benar benar ketakutan; karena Allah telah memberikan kamu rezeki dan memberikan kamu umur. Allah juga akan memberikan cobaan cobaan untuk kamu di dunia ini!”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: