Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Revolusi Islam Iran dan dampaknya atas masyarakat Syiah Arab Saudi

Posted by infosyiah pada 0, Maret 14, 2007

Revolusi Islam Iran dan dampaknya atas masyarakat Syiah Arab Saudi

Syaikh Abdul Karim Hubail, Imam Jumat Qatif dalam sebuah wawancara menyebutkan: “Setelah revolusi Islam Iran menang di Iran, hauzah ilmiah Syiah di Arab Saudi, di Qatif dan Ihsa’ kembali melakukan aktivitasnya. Pada gilirannya, itu sangat berpengaruh pada semangat orang-orang Syiah Arab Saudi”.

Menurutnya: “Setelah kemenangan revolusi Islam Iran, kawasan Qatif dan Ihsa’, kawasan yang mayoritasnya adalah Syiah, mengalami perubahan yang luar biasa. Semangat orang-orang Syiah Arab Saudi mulai bangkit kembali. Kesadaran mereka akan kewajiban agama dan nilai-nilai maknawi serta kehidupan sosial dan politik membuat mereka sadar dan melakukan introspeksi menata ulang kembali kehidupannya. Bahkan dapat dikatakan setelah revolusi Islam Iran, Syiah Arab Saudi hidup kembali setelah tidur lama”.

Ketika menjelaskan pengaruh revolusi Islam Iran ia menuturkan: “Pada waktu itu, terus terang negara-negara Arab merasa ketakutan. Mereka menganggap Iran dengan revolusi Islamnya punya semangat menjajah. Mereka ketakutan dikarenakan prinsip-prinsip sosial kemasyarakatan mereka dalam bahaya. Itulah mengapa mereka kemudian melakukan tekanan terhadap Iran. Mereka berusaha agar pesan revolusi Islam Iran tidak sampai ke negara mereka. Untuk itu mereka melarang rakyatnya pergi ke Iran. Membawa masuk buku-buku terbitan Iran terhitung melakukan tindak kejahatan. Mereka berusaha menutup diri dan memutuskan hubungan dengan Iran. Semua itu dilakukan agar rakyat tetap terlena dan tidak pernah sadar apa sesungguhnya yang terjadi”.

“Semuanya berubah setelah Imam Khomeini ra menjelaskan prinsip-prinsip revolusi Iran”, tambahnya. “Pemerintah Arab Saudi memberikan kebebasan yang lebih kepada pengikut Syiah. Kelonggaran ini memberikan kesempatan kepada pemuda Syiah Arab Saudi untuk lebih mengenal revolusi Islam Iran dan pandangan-pandangan Imam Khomeini ra”.

Ia menyebutkan satu dampak besar setelah kemenangan revolusi Islam Iran: “Setelah kemenangan revolusi Islam Iran, perubahan besar dalam budaya “penantian Imam Mahdi af”. Saat ini, Syiah Arab Saudi seperti orang-orang Syiah lainnya di dunia, siap menanti kedatangan Imam Mahdi af. Bila sebelum revolusi, aktivitas yang dilakukan terbatas pada melakukan peringatan dengan membaca maulud, saat ini cakupannya semakin luas. Tidak saja setiap tahun peringatan kelahiran Imam Mahdi af semakin lama semakin besar dan meriah, kita dapat menyaksikan diadakannya seminar-seminar, diskusi panel, karya-karya tulis dan penelitian yang jumlahnya semakin banyak dan beragam terkait dengan Imam Mahdi af”.

Katanya: “Benar, kemajuan keilmuan dan sosial masyarakat dalam komunitas Syiah Arab Saudi tidak dapat dipisahkan dari tekanan-tekanan yang ada. Namun, percayalah harapan dalam hati setiap orang Syiah Arab Saudi semakin besar dan semakin hidup”.

Sekaitan dengan hubungan Orang-orang Syiah dengan Ahli Sunah ia menyebutkan: “Saat ini, orang-orang Syiah Arab Saudi dengan meneladani Rasulullah saw dan tuntunan Imam Khomeini ra yang berlandaskan persatuan kaum muslimin, hubungan mereka dengan golongan Ahli sunah sangat baik. Kenyataan ini membuat tidak saja pemerintah Arab Saudi tidak lagi menekan dan mengganggu, bahkan kelompok ekstrim seperti Wahabi juga menaruh hormat kepada orang-orang Syiah Arab Saudi”.

Ia menegaskan: “Selama ini kami menekankan sekali persatuan umat Islam antara Syiah dan Ahli Sunah. Menghadapi permusuhan yang ditujukan kepada kami, akan dihadapi dengan bijaksana dan perilaku baik. Mungkin perlu untuk saya sebutkan di sini, beberapa waktu sebelumnya, sikap yang semacam ini membuat seorang pemuda Ahli Sunah mengikuti mazhab Syiah. Alasannya adalah karena akhlak baik yang dimiliki oleh orang-orang Syiah”.

Dalam menjelaskan pusat-pusat pendidikan Syiah di Arab Saudi ia mengatakan: “Saat ini ada tiga pusat pendidikan Syiah yang besar di Arab Saudi. Satu berada di Qatif dan lainnya berada di Ihsa’. Di kota Ihsa’ terdapat sebuah hauzah ilmiah wanita. Sekitar 400 santri belajar di hauzah Qatif dan 300 lainnya di luar Qatif, kebanyakan belajar di Qom, Iran. Pelajar wanita lebih banyak dari pria”.[infosyiah]

6 Tanggapan to “Revolusi Islam Iran dan dampaknya atas masyarakat Syiah Arab Saudi”

  1. Haji Muhammad Abdullah said

    BAGIAN PERTAMA

    Masyarakat Madinah adalah ummat Yahudi, ummat Nasrani, ummat Sabiin sebelum Hijrah. Ummat Yahudi percaya bahwa mereka adalah anak anak Tuhan; baca Bible Perjanjian Lama, Keluaran 4:22. Ummat Nasrani percaya bahwa Yesus adalah anak Tuhan. Ummat Yahudi juga percaya bahwa Yesus adalah anak Setan, baca Perjanjian Baru Markus 3:22. Anak2 Tuhan wajib membunuh anak2 Setan; sehingga ummat Yahudi bertangung jawab atas kematian Yesus di tiang salib, baca Bible Perjanjian Baru Matius 27:25.

    Permusuhan dan kebencian antara ummat Yahudi dengan ummat Nasrani telah mencapai puncaknya. Perbedaan suku di Madinah juga memperparah situasi; sehingga perang saudara hampir terjadi.

    Nabi Muhammad diundang oleh masyarakat Madinah untuk menjadi ULIL AMRI (Pemimpin Negara); supaya Nabi Muhammad dapat mencegah perang saudara dan juga untuk menjaga perdamaian di Madinah. Nabi Muhammad dipilih langsung oleh penduduk Madinah sebagai Pemimpin Negara (ULIL AMRI) bukan berarti mereka mengakui Muhammad sebagai Nabi/Rasul. Para sahabat yang mengungsi ke Madinah hanya 72 orang sehingga mereka tidak mempunyai kekuatan politik untuk menjadikan Nabi Muhammad sebagai Pemimpin Negara (ULIL AMRI) di Madinah. PEMILU (Pemilihan Umum) adalah SUNNAH.

    ALQURAN 42:38
    dan mereka yang menerima seruan Tuhan, dan mendirikan sholat, urusan mereka diputuskan dengan musyawarah…

    Nabi Muhammad melakukan musyawarah dengan penduduk Madinah untuk membuat Undang Undang Dasar yang bernama Piagam Madinah. Beberapa suku Yahudi menghianati UUD Piagam Madinah; sehingga mereka membantu masyarakat musyikun dari Makkah di dalam perang Badar, perang Uhud dan perang2 lainnya. Banu Nadir dan Banu Quraizah adalah orang2 Yahudi yang menghianati UUD Piagam Madinah; sehingga mereka diusir keluar dari Madinah oleh Nabi Muhammad.

    Banu Nadir mengungsi ke Khaibar; mereka merencanakan pembunuhan Nabi Muhammad dari Khaibar; dengan cara membantu orang2 musyrikun dari Makkah. Ali Ibn Tholib ditunjuk langsung oleh Nabi Muhammad untuk menyerang Khaibar.

    PEMILU & MUSYAWARAH adalah Sunnah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad; sehingga Ali Ibn Tholib memperjuangkan PEMILU & MUSYAWARAH; baca Kitab Nahjul Balaghoh.

    Pengikut2 madhab Ahlul Sunnah (Sunni) memperjuangkan sistem negara Khalifah Islamiyah. Sistem negara Khalifah Islamiyah yang dibuat oleh Abu Bakr & Umar Ibn Khattab tidak mengenal PEMILU & MUSYAWARAH; tetapi sistem Khalifah Islamiyah mengenal dan memperjuangkan Thogut (Diktaktor), Kolusi, Nepotism, Korupsi dan pelanggaran HAM.

    ALQURAN 4:60
    Apakah kamu tidak memperhatikan mereka yang mengaku telah beriman kepada (AlQuran) apa yang diturunkan kepadamu (Muhammad)? Mereka hendak kembali kepada Thogut (Diktaktor). Padahal mereka telah diperintahkan untuk menentang Thogut (Diktaktor); dan Setan henyak menyesatkan mereka sejauh mungkin.

    Insya Allah bersambung

  2. infosyiah said

    silahkan, ditunggu…

  3. abu fadl said

    Terimakasih pak haji. Ulasannya sangat mencerahkan. Ditunggu kelanjutannya.

  4. infosyiah said

    Tuh banyak yang nunggu…

  5. Haji Muhammad Abdullah said

    BAGIAN KEDUA

    Khalifa & Khulafa (jamak) berarti pengganti & para pengganti. Khalifah adalah nama untuk manusia yang diciptakan oleh Allah di muka bumi untuk manusia pertama (Adam); dan juga untuk semua manusia setelah Nabi Adam sampai manusia yang terahir di muka bumi. Khulafa adalah semua manusia yang masih hidub di muka bumi; atau Khulafa adalah masyarakat, kaum, ummat, rakyat, bangsa dll.

    ALQURAN 33:72
    Sesungguhnya kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi dan gunung2; tetapi semua menolak amanat tersebut; karena mereka takut menghianati; dan diambilah amanat tersebut oleh manusia; sesungguhnya manusia sangat jahat (zolim) dan sangat bodoh.

    Nama Khalifah diberikan langsung oleh Allah untuk manusia; karena manusia mengambil amanah dari Allah untuk mengelola bumi ini atau untuk membangun bumi ini. Allah tidak memberikan nama Khalifah kepada Malaikat, Jin, Hewan, gunung2, langit walupun mereka juga ciptaan Allah. Nama Khalifah bukan untuk perorangan dan juga bukan untuk Pemimpin Negara.

    ALQURAN 2:30
    Allah berkata: “Aku akan menjadikan Khalifah di muka bumi!”

    ALQURAN 6:165
    dan Allah menjadikan kamu sebagai Khalifah di muka bumi…

    ALQURAN 7:74
    dan inggatlah, Allah menjadikan kamu sebagai Khalifah sesudah kaum A’d

    ALQURAN 7:129
    Bani Israil berkata: “Kami telah ditindas sebelum kamu datang dan juga ditindas setelah kamu datang!” Musa berkata: “Mudah-mudahan Allah membinasahkan musuhmu dan menjadikan kamu sebagai Khalifah di muka bumi!”

    Masih banyak lagi ayat ayat tentang Khalifah yang tertulis di dalam AlQuran. Jika kita mengabil membaca dengan teliti semua ayat tentang Khalifah dari AlQuran; kita dapat menyimpulkan bahwa semua manusia yang berada di muka bumi adalah Khalifah; termasuk Bani Israil. Kita juga dapat menyimpulkan bahwa kekusaan tertinggi di muka bumi diberikan langsung oleh Allah untuk semua manusia; bukan untuk perorangan, bukan untuk individual dan bukan untuk Pemimpin Negara.

    Abu Bakr dan Umar Ibn Khattab melakukan pelangaran terhadap AlQuran; karena mereka menciptakan BIDAH yang bernama Khalifah Islamiyah; sehingga kekuasaan tertinggi berada di tangan seorang yang berkuasa; bukan di tangan Khulafa (Masyarakat, kaum, ummat, rakyat, bangsa dll).

    Nabi Muhammad sendiri tidak pernah memberikan nama negara Khalifah Islamiyah; ketika Rasulullah masih hidub dan berkuasa penuh di Makkah dan Madinah. Negara Khalifah Islamiyah adalah BIDAH; karena Abu Bakr & Umar Ibn Khattab mencontoh sistem Jahiliyah.

    Sistem negara Khalifah Islamiyah bertentangan dengan AlQuran dan Sunnah; sehingga mayoritas sahabat menentang sistem negara Khalifah Islamiyah. Para sahabat melakukan boikot terhadap negara Khalifah Islamiyah yang dipimpin oleh Abu Bakr; atau memboikot Abu Bakr sebagai Khalifah; dengan cara menolak membayar zakat.

    Abu Bakr mengeluarkan FATWA bahwa para sahabat yang menolak membayar zakat adalah orang orang murtad. Radda berarti Menolak. Riddah adalah penolakan. Perang Riddah adalah perang yang dimulai oleh Abu Bakr untuk membunuh mereka yang menolak sistem negara Khalifah Islamiyah yang dipimpin oleh Abu Bakr; atau menolak Abu Bakr sebagai Khalifah.

    Perang suadara di antara ummat Islam terjadi 2X; yaitu perang Riddah dan perang Yamamah; karena mayoritas sahabat menolak sistem negara Khalifah Islamiyah yang dipimpin oleh Abu Bakr.

    ALQURAN 4:93
    Barangsiapa yang membunuh orang beriman dengan sengaja; maka siksaanya adalah Jahannam. Pembunuh tersebut akan kekal berada di dalam Jahannam; karena Allah sangat murka kepadanya

    ALQURAN 25:66 & 68
    66. Sesungguhnya Jahannam adalah tempat terburuk untuk menetap.

    68. dan meraka yang tidak menyembah Tuhan selain Allah; dan tidak membunuh manusia yang diharamkan oleh Allah; kecuali dengan alasan yang benar (Qisos=nyawa dibayar dengan nyawa); dan tidak berzina. Barangsiapa yang melakukan dosa dosa tersebut; maka dia akan disiksa (di dalam Jahannam).

    Jika kita membaca Kitab Al Kafi, Kitab Da’aimil Islam tentang dasas dasar ajaran agama Islam termasuk sistem negara; kita akan menemukan sistem IMAMAH; bukan sitem Khalifah Islamiyah; karena A’immah memiliki hak sebagai pemimpin ummat di dalam wilayah mereka.

    Kitab Al Kafi adalah Hadith yang diakui oleh pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syiah); walaupun banyak Ulama madhab Ahlul Bait (Syiah) yang mengatakan bahwa Kitab Al Kafi adalah Hadith Dhoif (perkataan yang lemah atau yang diragukan). Pengikut2 madhab Ahlul Sunnah (Sunni) tidak mengakui dan juga tidak mengenal Kitab Al Kafi; terutama Ulama madhab Ahlul Sunnah (Sunni).

    Insya Allah bersambung

  6. infosyiah said

    Silahkan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: