Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Seminar ilmiah tentang akidah tasawuf

Posted by infosyiah pada 0, Maret 15, 2007

Seminar ilmiah tentang akidah tasawuf

Telah diadakan seminar untuk mengkaji akidah tasawuf. Seminar ini diadakan oleh akademi ilmu dan budaya Islam Qom.

Hujjatul Islam wal Muslimin Kashfi yang bertindak sebagai pembicara dalam seminar itu mengatakan: “Melihat data-data sejarah dan hasil-hasil karya para sufi, terlihat adanya perselisihan dan kontradiksi. Sebagai contoh, Hasan Basri sufi terkenal diagungkan sedemikian rupa hingga derajatnya dianggap lebih tinggi dari sahabat Nabi. Itu pun setelah beberapa bulan ia tinggal di Basrah. Padahal, kedua orang tuanya bukan muslim”.

Ia menambahkan: “Penyelewengan paling jelas dalam akidah sufi adalah dalam masalah tauhid. Khususnya setelah abad ketujuh kita dapat menyaksikan pemikiran-pemikiran menyimpang dari hasil karya mereka. Kajian wilayah merupakan contoh lain dari penyimpangan mereka. Wilayah oleh mereka hanya diartikan sekedar kecintaan dan persaudaraan tanpa pernah mengkajinya dari sudut kepemimpinan terhadap masyarakat. Wilayah menurut mereka hanya dikhususkan kepada Zat Allah swt”.

Pembicara seminar kali ini menekankan bahwa dalam amal perbuatan seorang muslim tidak boleh dipisahkan dari dimensi rohani. Ia menyebutkan: “Orang-orang sufi membagi tiga tingkatan yang dikenal dengan nama syariat, tariqat dan haqiqat. Ketiga derajat ini dibuat mereka tanpa pernah bersandarkan kepada riwayat. Mereka membelokkan makna sebagian riwayat-riwayat dan memasukkan tema-tema baru yang sebelum abad ketujuh tidak pernah disebutkan dalam buku-buku manapun”.

Katanya: “Kita dapat menemukan bagaimana dari satu kata, beberapa makna yang tidak pernah dimaksudkan oleh para Imam as. Dengan pemahaman yang salah ini, mereka menuliskan karya-karya mereka”.

Hujjatul Islam wal Muslimin menambahkan satu istilah yang sering dipakai dalam tasawuf. Istilah itu adalah murid dan murad. Ia mengatakan: “Dalam hubungan ini, kita melihat sebuah sikap mengikut dari seorang murid terhadap muradnya. Seorang murid mengikuti segala apa yang dilakukan dan diperintahkan muradnya secara mutlak. Tidak pernah murid menanyakan kepada muradnya selain mengikuti”.[infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: