Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Alasan pengingkaran kematian Rasulullah saw

Posted by infosyiah pada 0, Maret 19, 2007

Alasan pengingkaran kematian Rasulullah saw

Para peneliti dan sejarawan Ahli Sunah dengan bersandarkan pada persaksian umar bin Khatthab lewat ucapannya hanya sebuah alasan agar Abu Bakar tiba di tempat.

Ibnu Abil Hadid menyebutkan: “Sikap Umar dengan mengingkari kematian Rasulullah saw adalah untuk memberi kesempatan agar Abu Bakar tiba di tempat kejadian. Ini dapat diketahui dari ungkapannya sehari setelah peristiwa Saqifah. Sehari setelah Saqifah sebelum Abu Bakar menyampaikan ceramahnya di masjid, dengan didahului dengan permintaan maaf atas peristiwa pengingkarannya atas kematian Nabi ia berkata: “Ketika saya tahu bahwa Rasulullah telah wafat, saya khawatir dengan masalah suksesi. Pertengkaran dan pertikaian bakal terjadi dan Anshar dan lainnya akan menguasai tampuk kekuasaan atau mereka akan murtad lagi”. Pada hakikatnya, sikap Umar waktu itu dengan tujuan untuk menjaga agama dan kekuasaan sehingga Abu Bakar sampai… Bohong yang memiliki maslahat seperti ini dalam setiap agama diperbolehkan”.

Apa yang dilakukan oleh Umar untuk membuat orang-orang ragu akan kematian Rasulullah saw agar mereka pikiran mereka lupa kondisi yang harus terjadi dan ditunggu-tunggu setelah kematian Rasululah saw.

Sekalipun tidak punya kesempatan banyak dalam rencananya itu, apa yang dilakukan punya beberapa pesan yang perlu dilihat:

1. Sikap itu juga menyenangkan kaum muslimin dari kehilangan seorang pemimpin.

2. Nabi masih hidup dengan landasan al-Quran seperti dalam kejadian Nabi Musa as.

3. Nabi masih hidup berarti belum perlu untuk membicarakan masalah suksesi.

4. Siapa yang percaya Nabi masih hidup tergolong munafik. Dengan demikian, siapa yang membicarakan tentang suksesi munafik dan hanya ingin mengobarkan perselisihan.

5. Siapa yang berbaiat dengan pengganti Rasulullah, tapi percaya Nabi sudah meninggal harus dipotong kaki dan tangannya.

6. Umar tidak menggubris ucapan siapa pun. Setelah kedatangan Abu Bakar dengan ucapan yang pernah diucapkan oleh lainnya, ia menjadi tenang. Secara cerdas ia ingin menunjukkan ketokohan Abu Bakar. Metode ini, sekalipun tidak direncanakan sebelumnya, namun memberikan petunjuk kepada semuanya bagaimana mampu memimpin umat Islam dan dapat menenangkan suasana.

Dengan melihat ucapan Umar bin Khatthab sebelumnya “Ketika saya tahu bahwa Rasulullah telah wafat, saya khawatir dengan masalah suksesi. Pertengkaran dan pertikaian bakal terjadi dan Anshar dan lainnya akan menguasai tampuk kekuasaan atau mereka akan murtad lagi”, ada beberapa pertanyaan:

1. Mengapa kebingungannya tidak semakin bertambah ketika Abu Bakar mengatakan bahwa Nabi telah wafat

2. Setelah mengetahui bahwa Nabi telah meninggal, mengapa ia tidak ikut dalam prosesi penguburan Nabi, bahkan pergi ke Saqifah mengurusi suksesi?

3. Mengapa hanya Umar yang mengalami sikap yang seperti ini?

4. Mengapa sebelum melihat langsung ia mengambil sikap tidak percaya?

5. Apa yang membuat Umar hanya menerima ucapan Abu Bakar, padahal ayat yang dibacakan juga telah dibacakan oleh sahabat yang lain?

Menurut Ibnu Abil Hadid, semua itu hanya untuk mempersiapkan Abu Bakar agar tiba di tempat kejadian.[infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: