Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Pengingkaran kematian Rasulullah saw

Posted by infosyiah pada 0, Maret 19, 2007

Pengingkaran kematian Rasulullah saw

Ketika berita kematian wafatnya Rasulullah saw telah tersebar, Umar bin Khatthab berteriak dengan lantang: “Nabi tidak mati. Berita ini berasal dari orang-orang munafik yang berpikiran bahwa Nabi meninggal. Ketahuilah! Demi Allah! Nabi tidak mati. Ia hanya pergi menemui Tuhannya, hal sama yang dilakukan oleh Musa as menemui Tuhannya. Nabi Musa as selama 40 hari tidak terlihat oleh pengikutnya dan akhirnya mereka mengatakannya telah mati. Namun, ia akhirnya kembali kepada mereka. Demi Allah! Rasulullah akan kembali dan mereka yang berpikiran bahwa ia telah meninggal akan dipotong kaki dan tangannya”

Umar tanpa berhenti mengulangi terus ucapannya untuk menakut-nakuti orang yang ada di sana. Ia berkata: “Siapa saja yang mengatakan Nabi mati akan kutebas lehernya dengan pedang ini. Selama Allah belum menunaikan janjinya, Ia tidak akan memanggil Nabi-Nya”.

Pada waktu itu, tidak ada seorang pun yang ragu bahwa Nabi telah meninggal. Oleh karenanya, tidak ada satu orang pun yang peduli dengan ucapan Umar, kecuali Abbas paman Nabi. Itu pun dengan alasan karena apa yang dilakukan umar ini telah mengganggu ketenangan. Dikatakan kepada Umar: “Apa yang diucapkannya! Tanyakan padanya, apakah Nabi pernah mengatakan hal yang seperti kepadanya sehingga ia bertingkah seperti ini? Umar menjawab: “Tidak, sama sekali tidak”.

Masalah kematian Nabi Muhammad saw diterima oleh semua orang. Ummi Maktum salah seorang sahabat Nabi yang buta, yang tidak dapat melihat jasad Rasulullah, sama seperti Abbas, ia berkata: “Apa yang sedang kau katakan wahai Umar! Bukankah al-Quran mengatakan: “Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad) Barang siapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudarat kepada Allah sedikit pun; dan Allah akan memberi balasan kepada orang- orang yang bersyukur” (Ali Imran: 144)Umar bin Khatthab tidak menggubris semua ucapan yang dialamatkan kepadanya. Ia tetap bersikeras dengan pendapatnya. Itu terus dilakukannya sampai Abu Bakar tiba di sana. Ketika Abu Bakar tiba di tempat dan melihat jasad Rasulullah, ia kemudian membacakan ayat yang telah dibacakan oleh orang lain dan mengajak umar untuk tenang. Mendengar itu, Umar terdiam dan kemudian terduduk di atas tanah. Ia berkata: “Seakan-akan ayat ini belum pernah saya dengar sebelumnya. Apakah ini ayat dari al-Quran?”[infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: