Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Imam Ali as dan Pengumpulan al-Quran

Posted by infosyiah pada 0, Maret 21, 2007

Imam Ali as dan Pengumpulan al-Quran

Semua riwayat yang sahih sepakat bahwa setelah melakukan prosesi penguburan jasad Nabi Muhammad saw Ali bin Abi Thalib as tinggal di rumahnya dan menyibukkan dirinya mengumpulkan ayat-ayat al-Quran dan menertibkannya sesuai waktu turunnya. Ali bin Abi Thalib mengumpulkan ayat-ayat al-Quran dari tulisan-tulisan yang berserakan.

Diriwayatkan dari Imam Ja’far Shadiq as bahwa Rasulullah saw berkata kepada Ali bin Abi Thalib: “Wahai Ali! al-Quran berada di balik pembaringanku, masih berada dalam mushaf, kain sutera dan kertas. Ambillah dan kumpulkan al-Quran itu! Dan jangan biarkan ia hilang sebagaimana orang-orang yahudi menghilangkan Taurat” kitab asli. Kemudian Ali pergi mengambil dan mengumpulkannya lalu meletakkannya dalam sebuah pakaian kuning.[1]

Diriwayatkan pula, bahwa Ali bin Abi Thalib melihat orang-orang dalam kondisi kebingungan ketika Nabi wafat. Kemudian ia bersumpah untuk tidak menyelempangkan serbannya sampai selesai mengumpulkan al-Quran. Lalu ia mengumpulkan al-Quran selama tiga hari tanpa keluar rumah.[2]

Diriwayatkan pula, Ali bin Abi Thalib tidak melakukan kontak dengan orang-orang untuk beberapa waktu sampai ia mengumpulkan al-Quran. Kemudian ia keluar menemui orang-orang dengan memakai gamis, sementara orang-orang sedang berkumpul di masjid. Setelah berada di tengah-tengah mereka, Ali meletakkan al-Quran di hadapan mereka sambil berkata: “Sesungguhnya Rasulullah saw Bersabda: “Kutinggalkan kepada kalian sesuatu yang bila kalian berpegang padanya,  niscaya kalian tidak akan sesat; kitab Allah dan itrahku, Ahlul Baitku. Ini adalah kitab Allah dan aku adalah itrah Ahlul Bait”.[3]kemudian ia menambahkan: “Aku menjelaskan hal ini agar kelak kalian tidak berkata: “Kami lupa tentang masalah ini”.

Ali menambahkan: “Jangan sampai pada Hari Kiamat, kalian berkata bahwa aku belum mengajak kalian untuk membela, aku belum mengingatkan kalian tentang hakku, dan aku belum mengajak kalian kepada kitab Allah dari pembukaannya hingga akhir”.[4]

Umar bin Khatthab berkata kepada Ali: “Bila engkau memiliki al-Quran, kami memiliki yang sama. Oleh karenanya, kami tidak membutuhkan al-Quran yang berada di tanganmu dan dirimu”.

Tampaknya, Ali bin Abi Thalib tidak cukup hanya dengan mengumpulkan ayat-ayat al-Quran, tetapi juga menertibkannya sesuai waktu turunnya. Ali juga menjelaskan mana ayat yang umum dan khusus, mutlak dan muqayyad, muhkam dan mutasyabih, nasikh dan mansukh, surat-surat yang wajib sujud dan yang tidak, dan sunah-sunah dan adab yang berkaitan dengan al-Quran. begitu juga Ali bin Abi Thalib menjelaskan sebab-sebab turunnya ayat (Asbab An-Nuzul). Ia juga mendiktekan penulisan enam puluh macam prinsip yang berkaitan dengan ilmu al-Quran; setiap satu prinsip dibawakan contoh khusus yang berkaitan dengannya.

Pekerjaan besar yang dilakukan Ali mengangkatnya pelindung prinsip-prinsip utama Islam. Ali mengarahkan akal seorang muslim untuk mengkaji lebih dalam tentang ilmu-ilmu yang dikandung oleh al-Quran. Tujuannya tidak lain agar al-Quran menjadi sumber utama pemikiran manusia yang dibutuhkan dalam kehidupannya.

Apa yang dikerjakan oleh Ali bin Abi Thalib perlu mendapat apresiasi yang besar. Ia sendiri pernah berkata: “Setiap ayat yang turun kepada Rasulullah saw pasti dibacakan kepadaku, kemudian aku menulisnya dengan tanganku sendiri. Nabi mengajarkanku takwil ayat tersebut, tafsir, nasikh dan mansukhnya dan muhkam dan mutasyabihnya. Kemudian Nabi berdoa kepada Allah swt agar aku dapat memahami apa yang diajarkannya. Aku tidak pernah lupa sebuah ayat dari al-Quran, bahkan sebuah ilmu yang kutulis lewat ajaran Nabi. Allah telah mengajarkan kepada Nabi segala sesuatu baik halal dan haram, perintah dan larangan, dan apa yang telah terjadi atau yang akan terjadi yang berkaitan dengan ketaatan atau kemaksiatan, pasti Nabi mengajarkannya kepadaku, dan aku menghafalkannya. Aku tidak pernah lupa walaupun satu huruf”.[5]


[1] . Ibnu Syahr Asyub, Al-Manaqib, jilid 2, hal 41. Fath Al-Bari, jilid 10, hal 386. As-Suyuthi, Al-Itqan, jilid 1, hal 51.

[2] . Ibnu An-Nadim, Al-Fihrist, hal 30.

[3] . Ibnu Syahr Asyub, Al-Manaqib, jilid 2, hal 41.

[4] . Kitab Sulaim bin Qais, hal 32, cetakan muassasah Al-Bi’tsah.

[5] . Al-Kanji, Kifayah Ath-thalib, hal 199. As-Suyuthi, Al-Itqan, jilid 2, hal 187, Bihar Al-Anwar, jilid 92, hal 99.

3 Tanggapan to “Imam Ali as dan Pengumpulan al-Quran”

  1. Esta said

    Adakah sampai kini Al Qur’an super komplit hasil pengumpulan Sang Pintu Ilmu? Dimana?

  2. anto said

    Saya kurang yakin kalo hanya Ali yang ngumpulin Qur’an.
    Bagaimana mungkin Rasulullah SAW hanya bilang hal itu kepada Ali, kenapa tidak kepada Abu Bakar dll?
    Jangan buat Muslim bingung dong!

  3. Husaini said

    YA ALLAH…

    LIMPAHKANLAH RAHMAT KEPADA MUHAMMAD, SAW
    DAN KELUARGANYA..AHLUL BAITNYA AS.
    AMPUNILAH HAMBA MU KARENA KETIDAK TAHUAN HAMBA MU
    ATAS KESUCIAN AHLUL BAIT MUHAMMAD.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: