Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Nama Nabi Muhammad saw dalam al-Quran

Posted by infosyiah pada 0, April 6, 2007

Nama Nabi Muhammad saw dalam al-Quran

Muhammad dan Ahmad

Muhammad dan Ahmad adalah nama beliau yang paling populer. Nama Muhammad disebutkan dalam surat Ali Imran: 144, Ahzab: 40, Muhammad: 2, dan berkali-kali disebutkan dalam surat Fath.

Ahmad disebutkan sekali dalam surat Shaf. Dalamtafsir majma’ Al-Bayan dikatakan: “Nama Muhammad dan Ahmad adalah nama yang dipilih oleh Allah untuk Rasulullah saw”. dalam tafsir al-amtsal disebutkan: “Nama Muhammad adalah nama yang dipilih oleh Abdul Muthallib, kakek Rasulullah untuk beliau. Nama Ahmad adalah nama yang dipilih oleh Aminah, ibu Rasulullah untuk  beliau. Demikian juga Abu Thalib, paman Rasulullah memanggil beliau dengan Muhammad dan Ahmad. Dalam hadis mi’raj, Allah swt memanggil Rasulullah sekali dengan “Ya Muhammad!” dan berkali-kali dengan “Ya Ahmad”.

Makna Muhammad dan Ahmad

Muhammad berasal dari kata Hamd, yang berarti pujian. Ahmad adalah orang yang paling banyak memiliki pujian ilahi di antara semua makhluk. Muhammad adalah nama Rasulullah di bumi dan Ahmad adalah nama beliau di langit.

Dalam riwayat disebutkan bahwa sebagian orang Yahudi bertanya kepada Rasulullah, mengapa engkau di beri nama dengan dua nama ini? Rasulullah saw menjawab: “Sesungguhnya aku di bumi mendapat pujian, di langit lebih banyak mendapat pujian. Yakni aku lebih mendapat pujian dari penghuni langit dari pada penghuni bumi. Atas makna itulah para pecinta Rasulullah menamakan dirinya dengan Muhammad. Imam Ridha as bersabda: “Barang siapa yang memiliki anak bernama Muhammad, maka hormatilah dia!”.

Nabi dan Rasul

Kata Nabi dan Rasul banyak disebutkan dalam ayat-ayat al-Quran. Yang paling banyak disebutkan untuk beliau adalah “Nabi” yakni orang yang diturunkan kepadanya wahyu dan pembawa kabar gaib. Ia menyampaikan pesan ilahi, meskipun tidak diperintahkan untuk menyampaikan ajaran secara terang-terangan.

“Rasul” adalah seorang nabi juga memiliki tugas menyampaikan ajaran ilahi mengajak untuk memeluk agama ilahi. Kerasulan adakah kedudukan yang lebih tinggi dari kenabian. Nabi adalah orang yang melihat dalam tidur. Ia menerima wahyu ilahi dengan cara ini dan mendengar suara malaikat, tetapi ia tidak melihat malaikat pembawa wahyu. Rasul adalah orang yang melihat malaikat pembawa wahyu dan mendengar suaranya. Dalam tidur dan tidak tidur ia memiliki hubungan dengan wahyu ilahi.

Melihat makna bahasa kedua kata ini, jelas bahwa dua kata itu bukan dua pengertian yang sama. Meskipun nubuat atau kenabian, bermakna ra’fat dan pemilik khabar, namun pengertiannya bukan kerasulan. Pengertian kenabian lebih umum dari kerasulan. Semua rasul pasti nabi, tetapi tidak semua nabi sebagai rasul (hubungan keduanya adalah umum khusus mutlak).

Di antara para nabi, rasul adalah orang yang memiliki risalah khusus. Para nabi mengajak kepada tauhid dan ibadah kepada Allah swt. namun kadang-kadang menyampaikan pesan khusus dari Allah untuk umatnya. Oleh karena itu, orang yang menyampaikan pesan khusus dari Allah disebut sebagai rasul. Salah satu dalil akan kelebihan Nabi Muhammad atas nabi-nabi lainnya adalah Allah tidak memanggil beliau dengan nama, sedangkan nabi-nabi yang lain dipanggil dengan nama, seperti “Ya Musa! Ya Daud! Dan lain-lain. Tetapi beliau dipanggil dengan “Ya Ayyuha an-Nabi! Ya Ayyuha ar-Rasul!” karena kedudukan Rasulullah lebih tinggi dari kedudukan yang lainnya.

Abd

Nama ini ada dalam ayat-ayat al-Quran. Di antaranya dalam surat Anfal: 41, Isra: 1, Kafi: 1, Furqan: 1 dan lain-lain. Dalam memuji para nabi, al-Quran menyebutkan nama nabi setelah  atau sebelum kata Abd. Seperti “Abdana Ayub” dan lain-lain. Namun kata “Abd” dipakai untuk Rasulullah saw secara mutlak dengan tanpa menyebutkan nama beliau. Dalam al-Quran kata “Abd” tidak pernah digunakan tanpa menyebutkan nama atau qarinah. Kecuali untuk Rasulullah saw tanpa menyebutkan nama beliau, ini menunjukkan akan kemutlakan beliau sebagai hamba. Menjadi hamba Allah secara mutlak merupakan nilai kemanusiaan yang tinggi, bahkan paling tingginya nilai kemanusiaan. Penghambaan kepada Allah adalah sarana untuk mencapai kesempurnaan maknawi.

Penghambaan adalah permulaan kenaikan, dan ini tidak bisa dicapai melainkan harus keluar dari sifat-sifat yang buruk dan bersifat dengan sifat-sifat mulia. Oleh karena itu kesempurnaan penghambaan yang disebut juga dengan kesempurnaan pelepasan dari selain Allah merupakan ciri khas Nabi Muhammad saw.

Khatam an-Nabiyin

Nama ini ada dalam surat Ahzab:40. kata ini berasal dari khatam, artinya akhir. Khatam adalah stempel yang dibubuhkan di akhir surat, sertifikat dan lain-lain. Demikian juga dengan Rasulullah saw, nama beliau adalah stempel kenabian. Bila artinya khatam adalah permata, karena stempel biasanya juga dilukis pada  permata cincin dan digunakan untuk membubuhi surat dan lain-lainnya. Atau karena peletakan permata adalah pekerjaan terakhir dalam  pembuatan cincin. Atas dasar ini, maka sanggahan yang dilemparkan oleh para pembuat kerancuan yang mengatakan bahwa Nabi Muhammad bagaikan permata cincin di antara para nabi dan bukan yang mengakhiri mereka adalah sanggahan yang tidak benar.

Thaha

Nama Thaha ada dalam surat Thaha:1. diriwayatkan dari Imam Shadiq as, beliau bersabda: “Thaha adalah salah satu nama Rasulullah saw dan maknanya adalah “Ya Thalib al-Haq, al-Hadi Ilaihi” wahai orang yang mencari kebenaran dan menunjukinya ke sana. Dalam doa Nudbah juga disebutkan: “Ya Ibna Thaha Wa al-Muhkamat” wahai anak Thaha dan Muhkamat.

Banyak hadis berkaitan dengan asbabun nuzulnya ayat pertama surat Thaha, antara lain; setelah Rasulullah saw menerima wahyu ilahi, beliau banyak beribadah dan berdoa. Khususnya beliau beribadah dan berdoa sambil berdiri sampai kaki beliau bengkak.

Surat Thaha ini turun dan menghimbau Rasulullah saw untuk tidak menyusahkan dirinya. “Thaahaa! Kami tidak menurunkan Al Qur’an ini kepadamu agar kamu menjadi susah”. (Thaha: 1-2).     

Yasin

Nama ini ada pada surat Yasin:1. Imam Shadiq as  bersabda: “Yasin adalah salah satu dari nama Rasulullah saw. Dalilnya adalah setelah ayat Yasin, Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu dari golongan para Rasul dan berada pada jalan  yang lurus”. Dikatakan bahwa nama Yasin adalah singkatan dari “Ya Sayyid al-Mursalin” atau “Ya Sami’ al-Wahyu” Wahai penghulu para nabi! Wahai pendengar wahyu. Dalam doa Nudbah dikatakan kepada Imam Mahdi af “Ya Ibna Yasin Wa Adz-Dzariyat!” wahai anaknya Yasin dan Dzariyat, yakni wahai anaknya Rasulullah!.

Selain itu dalam tafsir As-Shafi dan Majma Al-Bayan, diriwayatkan dari Imam Shadiq dan Imam Baqir as, bahwa Rasulullah saw memiliki 12 nama. lima nama disebutkan dalam al-Quran “Muhammad, Ahmad, Abdullah, Yasin, Thaha”. Diriwayatkan juga dari Imam Baqir as: “Nama Rasulullah saw disebutkan dalam mushaf Ibrahim: “Mahi”, dalam Taurat: “Had”, dalam Injil: “Ahmad”, dan dalam al-Quran: “Muhammad”.[infosyiah]

2 Tanggapan to “Nama Nabi Muhammad saw dalam al-Quran”

  1. Awaludin ST said

    BENAR KAH JANGUT ROSUL ADA DI SALAH SATU MUSIUM DI JAJIRAH ARAB ? DAN BERWARNA KE MERAH2 HAN ? RASUL DI CUCI HATINYA OLEH ALLAH MELALUI MALAIKAT JIBRIL BISAKAH KITA MENCUCI HATI KITA PALING EFEKTIF DENGAN APA, BAGAIMANA CARA MENGHILANGKAN PERASAAN WASWAS DAN SUUZON

  2. Amron said

    Good articles, Nayla Outlet Busana Muslim http://www.naylaoutlet.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: