Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Apa artinya penantian akan Imam Mahdi af?

Posted by infosyiah pada 0, April 10, 2007

Soal: Apa artinya penantian akan Imam Mahdi af?

Jawab: Kita setiap malam menanti terbitnya matahari. Namun, arti dari penantian kita akan terbitnya matahari tidak berarti kita tidak melakukan apa-apa di tengah malam sampai subuh. Ketika malam tiba, setiap orang menerangi kamarnya masing-masing.

Ketika musim kemarau, orang-orang menanti datangnya musim penghujan. Namun, penantian kita akan musim penghujan tidak berarti di musim kemarau kita tidak melakukan apa-apa. Kita membersihkan selokan-selokan agar ketika turun hujan tidak tersumbat dan tidak mengakibatkan banjir.

Pada masa kegaiban Imam Mahdi af kita juga harus melakukan sesuatu sebagai bentuk perlawanan terhadap kezaliman sesuai dengan kemampuan kita. Kita senantiasa berusaha memperbaiki diri dan masyarakat.

Dalam sebuah riwayat disebutkan “Paling baik amal perbuatan adalah menanti kemunculan Imam Mahdi af” (Bihar al-Anwar, jilid 75, hal 207).

Dalam hadis ini penantian bukan sebuah keadaan tapi sebuah perbuatan, paling baik amal perbuatan. Dengan demikian, para penanti yang hakiki harusnya orang-orang yang gemar berbuat. Mereka yang menanti seorang pembaharu harus menunjukkan dirinya sebagai orang pembaharu dan baik. Seorang yang menanti tamu yang akan datang ke rumahnya tidak pernah bisa merasa tenang.

Kewajiban masyarakat di masa kegaiban adalah memperbaiki diri, melakukan amar makruf dan nahi mungkar, mengajak kepada kebenaran dan menyadarkan orang lain.[infosyiah]

12 Tanggapan to “Apa artinya penantian akan Imam Mahdi af?”

  1. H Muhammad Abdullah said

    BAGIAN PERTAMA

    Walaupunt tidak semua; tetapi banyak pengikut madhab Ahlul Bait (Syiah) yang tidak mengerti tentang Imam Mahdi dengan baik dan benar; karena mereka tidak pernah membaca AlQuran dan Hadith dengan teliti; sehingga mereka memiliki keyakinan atau kepercayaan yang salah tentang Imam Mahdi.

    Marilah kita membuan jauh emosi dan kemarahan supaya kita dapat berfirik dengan baik dan jernih. Kita juga wajib kembali kepada AlQuran dan Hadith untuk mengerti tentang Imam Mahdi.

    Jika kita membuka Kamus Bahasa Arab tentang Imam & Mahdi; kita akan dapat membaca bahwa Imam berarti seorang pemimpim. A’immah adalah para pemimpin. Mahdi berati suci, bersih, keturunan orang Arab asli dll. Imam Mahdi berarti seorang pemimpin yang suci atau bersih dari dosa dan orang Arab keturunan dari Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad.

    Keterangan pertama tentang Imam Mahdi dapat kita baca di dalam Kitab Shohih Muslim, Kitab Iman. Kitab Shohih Muslim adalah Ahadith yang diakui oleh pengikut2 madhab Ahlul Sunnah (Sunni).

    Abu Hurairoh melaporkan bahwa pada ahir zaman Nabi Isa Al Masih akan kembali ke dunia ini untuk menghancurkan salib, membunuh babi dan juga membunuh Dajjal. Dajjal akan datang untuk menyebarkan kesesatan, kejahatan, kekacauan sehingga agama sesat menyebar luas. Nabi Isa Al Masih akan menjadi Hakim Agung setelah Dajjal dibunuh, dan Imam Mahdi akan datang.

    Laporan yang disampaikan oleh Abu Hurairoh bertentangan dengan AlQuran dan juga bertentangan dengan Hadith yang diakui oleh pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syiah) misalnya Kitab Nahjul Balaghoh dan Kitab Al Kafi. Walaupun tidak semua; tetapi banyak pengikut madhab Ahlul Bait (Syiah) yang percaya kepada laporan yang disampaikan oleh Abu Huriaroh yang tertulis di dalam Kitab Shohih Muslim, di dalam kitab Imam tersebut; sehingga tercampur aqidah madhab Ahlul Bait (Syiah) dengan aqidah madhab Ahlul Sunnah (Sunni).

    ALQURAN 2:124
    Allah berkata: “Sesungguhnya aku akan menjadikan kamu sebagai pemimpin (IMAM) untuk semua manusia!” Ibrahim bertanya: “Bagaimana dengan keturunanku?” Allah berkata: “Janjiku tidak termasuk orang yang jahat (zolim)!”

    Allah tidak pernah mengingkari janjinya sendiri; sehingga beberapa keturunan dari Nabi Ibrahim akan dipilih langsung oleh Allah untuk menjadi A’immah. Nabi Muhammad dan Ali Ibn Tholib adalah keturunan2 dari Nabi Ibrahim. Abu Bakr, Umar Ibn Khattab dan Uthman Ibn Affan bukan berasal dari keturunan Nabi Ibrahim.

    ALQURAN 33:40
    Muhammad bukan bapak kamu; tetapi dia adalah Rasulullah dan Khatam Nabiyyin (penutup para nabi atau nabi terahir).

    Jika kita membaca Hadith yang diakui oleh Ulama madhab Ahlul Bait (Syiah) misalnya Kitab Nahjul Balaghoh dan Kitab Al Kafi; kita akan dapat mengetahui bahwa para Imam juga menerangkan bahwa tidak akan datang nabi lain setelah Rasulullah wafat; sehingga Nabi Musa, Nabi Isa Al Masih, Nabi Khindir dll tidak akan kembali ke dunia ini.

    Aqidah madhab Ahlul Bait (Syi’ah) sebagai berikut. Allah akan memilih para pemimpin (A’immah) dari keturunan Nabi Ibrahim dan Nabi Muhammad untuk menerangakan dan mengajarkan AlQuran dengan penafsiran baru; sehingga agama Islam dapat berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Para Imam adalah pemimpin pempimpin yang akan menghilangkan BIDAH dari ummat Islam; dan mengembalikan ajaran Islam sesuai dengan AlQuran dan Sunnah; karena A’immah (para pemimpin) adalah pembaharu.

    Penafsiran kembali AlQuran akan disegarkan kembali oleh A’immah (para pemimpin); sehingga agama Islam dapat berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Semua Bidah yang telah menjadi tradisi ummat Islam akan dihilangkan oleh Imam (pemimpin); supaya ummat Islam dapat mengikuti AlQuran dan Sunnah. Imam akan memberikan penafsiran AlQuran yang baru sehingga agama Islam dapat berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.

  2. H Muhammad Abdullah said

    BAGIAN KEDUA

    ALQURAN 21:73
    dan kami jadikan mereka sebagai pemimpin pemimpin (A’immah) yang memberikan petunjuk dengan perintah kami (AlQuran); dan kami wahyukan kepada mereka untuk melakukan kebaikan kebaikan, mendirikan Sholat, membayar zakat dan hanya kepada Allah mereka selalu menyembah.

    A’immah (pemimpin pemimpin) ditugaskan oleh Allah untuk mmeberikan petunjuk kepada ummat Islam dengan AlQuran dan memimpin sholat berjamaah.

    Imam Ali Ibn Tholib mengatakan bahwa kewajiban para Imam untuk menghilangkan Bidah dari ummat Islam yang telah menjadi tradisi; dan mengembalikan ummat Islam untuk mengikuti AlQuran dan Sunnah. Baca Kitab Nahjul Balaghoh Khotbah no 17, 145, 154, 182 dll.

    Nabi Isa Al Masih tidak akan datang kembali ke dunia ini setelah Rasulullah wafat; karena Muhammad adalah nabi terahir atau penutup para nabi.

    Tidak mungkin Nabi Isa Al Masih akan datang kembali untuk ummat Islam; karena Nabi Isa Al Masih dikirim oleh Allah hanya untuk Bani Israil.

    Tidak mungkin Nabi Isa Al Masih memimpin sholat berjamaah di depan ummat Islam.

    Tidak mungkin Nabi Isa Al Masih memberikan petujuk kepada ummat Islam dengan menggunakn Injil; karena Injil telah dibatalkan oleh Allah dan diganti dengan AlQuran.

    ALQURAN 32:24
    dan kami jadikan mereka sebagai pemimpin pemimpin (A’immah) yang memberikan petunjuk dengan perintah kami (AlQuran) dengan sabar; dan mereka menyakini ayat ayat kami (AlQuran).

    Allah akan memilih A’immah (para pemimpin) setelah Nabi Muhammad wafat untuk menerangkan AlQuran dengan penafsiran baru; sehingga agama Islam dapat berkembang sesuai dengan perkembangan zaman. Dajjal (penipu, pembohong dll) adalah nama Iblis; sehingga Dajjal (iblis) telah berada di dunia ini sejah Nabi Adam diturunkan ke dunia oleh Allah.

    ALQURAN 17:71
    satu hari (nanti di hari pengadilan); kami akan panggil semua ummat dengan pemimpinya (IMAM)…

  3. H Muhammad Abdullah said

    BAGIAN KETIGA

    Imam dan ummat memiliki akar kata yang sama di dalam bahasa Arab. Kosa kata Imam & A’immah tertulis di dalam AlQuran sebanyak 12X dan juga tertulis di dalam Hadith.

    ALQURAN 32:24
    dan kami jadikan mereka sebagai pemimpin pemimpin (A’immah) yang memberikan petunjuk dengan peringah kami (AlQuran) dengan sabar; dan mereka menyakini ayat ayat kami (AlQuran).

    Walaupun tidak semua; tetapi banyak pengikut madhab Ahlul Bait (Syi’ah) yang tidak mengerti tentang Imam & A’immah; termasuk beberapa Ulama madhab Ahlul Bait (Syi’ah) sendiri; karena mereka malas membaca AlQuran; dan tidak pernah membaca Hadith (Kitab Nahjul Balaghoh dan Kitab Al Kafi).

    Penyimpangan atau kesalahan tentang arti Imam Madhi dimulai oleh pengikut2 madhab Ahlu Sunnah (Sunni); sesuai dengan laporan yang tertulis di dalam Kitab Shohih Muslim yang disampaikan oleh Abu Hurairoh.

    Ayatullah Muhammad Husain Tabatabai (alm) dari Iran menulis di dalam buku Syi’ah in Islam (Bahasa Inggris) pada halaman 75 sebagai berikut: “Setelah pembunuhan Husain di Karbala pegikut2 madhab Ahlul Bait (Syi’ah) terpecah menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mengakui Ali Ibn Husain As Sajjad (Zainal Abidin) sebagai Imam; tetapi kelompok kedua mengakui Muhammad Ibn Hanafiyah sebagai Imam Mahdi; karena Muhammad Ibn Hanafiyah tidak hanya anaknya Ali Ibn Tholib dari istri yang lain; tetapi Muhammad Ibn Hanafiyah juga melakukan Jihad; dan menempuh jalur politik (Siyasyah); untuk menggulingkan Bani Umayyah yang sedang berkuasa sewenang-wenang.

    Ali Ibn Husain (Zainal Abidin) hanya melakukan SUJUD untuk DZIKIR dan DOA menghadapi musibah di Karbala; tanpa melakukan Jihad dan Siyasyah (politik); sehingga Imam Ali Ibn Husain disebut As Sajjad. Pengikut2 Imam Ali Ibn Husain (Zainal Abidin) adalah minoritas; karena Ali Ibn Husain (Zainal Abidin) tidak melaksanakan Jihad dan Siyasyah (politik). Pengikut2 Muhammad Ibn Hanafiyah adalah mayoritas; tetapi setelah Muhammad Ibn Hanafiyah terbunuh; pengikut2 Ali Ibn Husain (Zainal Abidin) menjadi mayoritas. Aqidah Imam Mahdi diakui oleh pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syiah) pertama kali sejak Imam Husain dibunuh di Karbala dan Muhammad Ibn Hanafiyah menjadi Imam Mahdi.

    Ayatullah Muhammad Husain Tabatabai (alm) dari Iran di dalam buku yang sama pada halaman 76, juga mengatakan bahwa

    From the eighth Imam to the twelfth, whom the majority of the Shi’ite believe to be the promised Mahdi, no division of any importance took place withni Shi’ism….

    TARJAMAH KASAR

    dari Imam ke 8 sampai Imam ke 12 yang disebut sebagai Imam Mahdi oleh mayoritas pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syi’ah); tidak terjadi perbedaan pendapat (perselisihan, perpecahan dll)…..

    Insya Allah bersambung

  4. abu fadl said

    Terimakasih pak Haji atas pencerahannya. Ditunggu sambungannya.

  5. Haji Muhammad Abdullah said

    BAGIAN KEEMPAT

    Ketika Muawiyah Ibn Abu Sufyan berkuasa; dia menyuruh beberapa sahabat untuk mengarang Hadith; supaya kekuasaan Bani Umayyah dapat diabadikan. Beberapa sahabat misalnya Abu Hurairoh, telah mengarang Hadith tentang 12 Khalifah yang akan berkasa setelah Rasulullah. Keterangan yang dikarang oleh beberapa sahabat tentang 12 Khalifah yang akan berkuasa setelah Rasulullah wafat; bertentangan dengan keterangan tentang Khalifah yang diturunkan oleh Allah di dalam AlQuran.

    Kita tidak akan membahas konsep Khalifa disini; karena topik disini adalah Imam (pemimpin) & A’immah (pemimpin pemimpin).

    ALQURAN 17:71
    Satu hari (nanti di hari pengdilan); kami akan panggil semua ummat dengan pemimpinnya (IMAM)….

    Aqidah Imam Mahdi di dalam madhab Ahlul Sunnah (Sunni) berbeda dengan Aqidah Imam Mahdi di dalam madhab Ahlul Bait (Syiah).

    Walaupun tidak semua; tetapi banyak pengikut madhab Ahlul Sunnah (Sunni) percaya bahwa Imam Mahdi akan datang pada ahir zaman untuk mengembalikan ajaran Islam yang telah disesatkan oleh Dajjal.

    Jika kita membaca semua ayat AlQuran tentang Imam; dan juga membaca semua keterangan tentang Imam yang tertulis di dalam Kitab2 Hadith yang diakui oleh pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syi’ah) terutama Kitab Nahjul Balaghoh dan Kitab Al Kafi tentang; maka kita akan dapat melihat terjadi perbedaan besar antara keterangan2 yang tertulis di dalam AlQuran dan Hadith (Kitab Nahjul Balahgoh & Kitab Al Kafi) dengan keterangan2 yang diberikan oleh para Ayatullah yang memimpin Madhab Ithna As-syari (12 Imam).

    90%-97% para Ayatullah telah terpengaruh Aqidah madhab Ahlul Sunnah (Sunni). Mereka percaya bahwa Imam Mahdi akan datang di ahir zaman untuk melawan Dajjal. Imam Mahdi adalah Imam yang 12 telah menghilang; Imam Mahdi akan kembali di ahir zaman sebagai seorang pemimpin yang ditunggu (Imam Al Muntadzar)

    Insya Allah bersambung

  6. Haji Muhammad Abdullah said

    BAGIAN KELIMA

    Jika pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syiah) inggin mengetahui tentang Aqidah Imamat (kepemimpinan); mereka akan diwajibkan untuk kembali kepada AlQuran dan Hadith (Kitab Nahjul Balaghoh dan Kitab Al Kafi); karena banyak keterangan tentang Imam Mahdi yang beredar di dalam kalangan pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syiah) bertentangan dengan AlQuran dan Hadith (Kitab Nahjul Balaghoh dan Kitab Al Kafi).

    ALQURAN 17:71
    Satu hari (nanti di hari ahirat); kami akan panggil semua ummat dengan pemimpinnya (IMAM)…

    Sebelum pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syiah) terpecah belah menjadi Syiah Zaidi, Syiah Ismaili, Syiah Ithna Assariyyah (12 Imam) dan Syiah Syiah yang lain; definisi Imam Mahdi adalah seorang pemimpin yang suci; atau seorang pemimpin yang takut melakukan dosa; tetapi setelah Imam Jafar Shodiq wafat; definisi Imam Mahdi berubah sesuai dengan keyakinan masing masing Syiah misalnya; Syiah Zaidi, Syiah Ismaili, Syiah Ithna Asyariyyah (12 Imam) dll.

    ALQURAN 2:124
    Allah berkata: “Aku akan mejadikan kamu sebagai seorang pemimpin (IMAM) untuk semua manusia!” Ibrahim bertanya: “Bagaimana dengan keturunanku?” Allah berkata: “Janjiku tidak termasuk orang yang jahat (zolim)!”

    Allah tidak pernah mengingkari janjinya sendiri; sehingga keturunan Nabi Ibrahim akan dipilih langsung oleh Allah untuk menjadi A’immah (pemimpin pemimpin) untuk orang orang yang beriman.

    Jumlah Imam atau A’immah tidak penah diterangkan di dalam AlQuran dan Hadith (Kitab Nahjul Balaghoh dan Kitab Al Kafi).

    ALQURAN 21:73
    dan kami jadikan mereka sebagai pemimpin pemimpin (A’immah) yang memberikan petunjuk dengan peringah kami (AlQuran); dan kami wajibkan kepada mereka untuk melakukan kebaikan2, mendirikan sholat, membayar zakat dan mereka menyemban hanya kepada Allah.

    Semua bangsa yang mayoritas adalah ummat Islam akan diberikan Imam Mahdi (pemimpin yang bersih dari dosa) oleh Allah; untuk menghilangkan Bidah; dan juga untuk mengajarkan AlQuran dengan penafsiran baru; sehingga agama Islam dapat berkembang sesuai dengan perkembangan zaman misalnya Kasus Iran dan Kasus Lebanon.

    ALQURAN 28:5
    dan kami hendak memberikan karuni kepada mereka yang tertindas di muka bumi; dan kami hendak memberikan mereka pemimpin (IMAM); dan menjadikan orang2 yang mewarisi bumi.

    Ayatullah Khomieni telah ditindas oleh Raja Reza Pahlevi; sehingga Ayatullah Khomenie harus meninggalkan Iran beberapa tahun. Raja Reza Pahlevi hendak mengembalikan kebudayaan Persia Kuno (Jahiliyah); dan meninggalkan Islam. Ayatullah Khomeine berhasil menggulingkan Raja Reza Pahlevi dan menjadikan Undang Undang Dasar Iran berdasarkan AlQuran dan Sunnah. Ayatullah Khomeni diberikan gelar IMAM oleh bangsa Iran. Ayatullah Khomine adalah Imam Mahdi di Iran dan Ayatullah As Sadr adalah Imam Mahdi di Lebanon. Ayatullah As Sadr juga diberikan gelar IMAM oleh bangsa Lebanon. Mayoritas penduduk Lebanon adalah pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syiah).

    Boleh jadi bangsa Indonesia akan diberikan seorang Imam Mahdi oleh Allah; karena Allah hendak memajukan ummat Islam yang sedang tertinggal akibat Krisis Moneter dan Krisis Moral. Imam Mahdi akan memperbahuri penafsiran AlQuran di Indoensia; sehingga agama Islam di Indonesia dapat berkembang sesaui dengan perkembangan zaman.

    ALQURAN 32:24
    dan kami jadikan mereka sebagai pemimpin pemimpin (A’immah) yang memberikan petunjuk dengan peringah kami (AlQuran) dengan sabar; dan mereka (A’immah) menyakini ayat ayat kami (AlQuran).

    Orang2 Kafir juga memiliki pemimpin pemimpin (A’immah). Pada hari pengadilan nanti di ahirat; orang orang kafir akan dipimpin oleh (A’immah) pemimpin pemimpin mereka sendiri.

    ALQURAN 9:12
    Jika mereka (orang2 Kafir) melanggar kesepakatan perdamaian; setelah mereka berjanji (untuk bersama sama dengan ummat Islam memelihara perdamaian); dan mereka menyerang agamamu (yaitu Islam); maka perangilah pemimpin pemimpin (A’immah) orang orang kafir; karena mereka merusak perjanjian (damai); supaya mereka berhenti (memeringi ummat Islam).

    ALQURAN 28:41
    dan kami jadikan mereka sebagai pemimpin pemimpin (A’immah) yang menyerukan (manusia) masuk ke dalam neraka; dan pada hari Qiyamat mereka tidak akan ditolong.

  7. abu fadl said

    Wah, menarik dan agak revolusioner uraian pak Haji tentang Imam Mahdi. Terimakasih. Mohon penjelasan lanjutannya:
    -Imam Suci bisa lebih dari 12? Bukankan banyak keterangan dari hadis tentang jumlah Imam Suci yang 12 ini ?
    -Bagaimana hubungan mahdi-mahdi lokal ini dengan Imam Mahdi universal, Imam ke-12 yang sedang dalam keghaiban ?

  8. joki said

    sdh ada

  9. joki said

    komentar saya ada pada http://www.misteri07.bravehost.com

  10. fero said

    Allah memiliki rencana besar maka dari itu manusia tidak mampu mengetahuinya, melainkan mereka-reka saja dan sebatas pengharapan, karena Tuhan maha mengetahui segala isi hati manusia.

  11. fero said

    seperti para ulama-ulama islam, mengapa hanya sewaktu ramadhan saja????bagaimana dengan yang mereka ucapkan pada umat?????
    setelah itu mereka kembali condong pada duniawi..
    agama dan al qur’an sekedar hafalan yang dibolak-balik..
    serta pakaian-pakaian mereka….

  12. joki said

    http://www.nabidanrasul.bravehost.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: