Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Di negara Islam bahkan seorang komunis tidak boleh kelaparan

Posted by infosyiah pada 0, April 12, 2007

Di negara Islam bahkan seorang komunis tidak boleh kelaparan

Islam adalah agama dunia. Al-Quran yang menjadi kitab suci umat Islam punya pesan-pesan untuk masyarakat dunia. Islam dengan al-Quran dapat mengatur dunia.

Situs Mouood menukil dari Baztab, Ayatullah Javadi Amuli menjelaskan, manusia terbagi-agi dalam kelompok-kelompok. Al-Quran membagi dalam enam kelompok; Islam, Kristen, Yahudi, Shabi’in, Majusi dan Musyrik. Namun, ketika disebutkan bahwa Islam dapat mengatur dunia tidak berarti seluruh dunia menjadi muslim kemudian bersama-sama melaksanakan ajaran Islam. Artinya juga tidak demikian bahwa seluruh masyarakat dunia diam di hadapan Islam. Maknanya, Islam berbicara dengan bahasa fitrah dan hati nurani manusia. Ini rahasia universalitas Islam dan keluasannya.

Ayatullah Javadi Amuli ketika menafsirkan ayat 12 surat Maidah menyebutkan, fitrah adalah bahasa internasional yang diketahui dan dipahami oleh seluruh masyarakat dunia. Menurut bahasa fitrah, seorang tidak diperkenakan berbuat zalim terhadap orang lain. Bahkan di dalam sebuah negara Islam, tidak boleh ada seorang komunis yang kelaparan. Lebih dari itu, bila seorang memelihara anjing, menurut agama fitrah, berbuat zalim terhadap anjing itu juga haram hukumnya.

Arif dan mufassir besar menambahkan, berdasarkan Islam sebagai agama fitrah, ketika pembunuhnya tertangkap dan dihadapkan padanya, Imam Ali as berkata kepada sahabat-sahabatnya, berikan dia susu seperti biasa aku minum! Bila kalian ingin melakukan qisas padanya, kalian hanya punya hak untuk sekali memenggalnya.

Ketika membaca ayat 8 surat Insan “Dan mereka memberikan makanan yang disukainya kepada orang miskin, anak yatim dan orang yang ditawan”, ia menjelaskan pengorbanan keluarga Sayyidah Fathimah Zahra as.

Ayatullah Javadi Amuli mengajak untuk lebih detil melihat kata “tawanan”. Pada masa itu siapa yang menjadi tawanan selain kaum musyrik? Berdasarkan ini, kejadian itu demikian adanya. Ahlul Bait setelah tiga hari berturut-turut berpuasa mereka berbuka dengan meminjam roti. Menurut ayat di atas mereka memberikan roti itu kepada seorang musyrik yang berperang dengan kaum muslimin kemudian tertawan. Ini sebuah perilaku yang perlu direnungkan lebih dalam.

Dalam pelajaran tafsirnya ia menghimbau, dengan menjelaskan pengertian-pengertian ayat-ayat ini di masyarakat modern sekarang ini sangat perlu. Agama universal perlu disampaikan kepada masyarakat dunia.[infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: