Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Ziyarah di Iraq

Posted by infosyiah pada 0, April 19, 2007

Ziyarah di Iraq
Leonie T Wiyati

Sejak sekitar 4 tahun yang lalu (Maret 2003) ketika Iraq jatuh ke tangan pasukan USA & UK & koalisi-nya, jumlah para peziyarah Shiah dari Iran ke Iraq telah mencapai jutaan orang. Peziyarah Shiah pada kurun waktu ini lebih mudah untuk melakukan ziyarah di Iraq daripada ketika kurun waktu Iraq masih berada di bawah kekuasaan Saddam & partai Baath. Para peziyarah Shiah dari Iran melakukan program ziyarah di Iraq dibawah pengelolaan Organisasi Haji dan Ziyarah Republik Islam Iran, dengan melibatkan berbagai organisasi lain, termasuk agen-agen perjalanan (Travel Agent) yang mendapat lisensi dari Organisasi Haji dan Ziyarah Republik Islam Iran. Pemerintah Republik Islam Iran selalu menganjurkan para peziyarah Shiah dari Iran ke Iraq ini untuk menggunakan jalur legal ketika memasuki wilayah Iraq untuk melakukan ziyarah.

Para Travel Agent Iran selain melayani peziyarah yang berasal dari Iran juga melayani para peziyarah Shiah dari negara-negara lain yang memasuki wilayah Iraq melalui Iran, seperti dari India, Pakistan, Afghanistan, Azerbaijan, bahkan juga dari Bahrain dan Turki. Ini karena pemerintah Turki menutup perbatasan Turki dengan Iraq, sedangkan peziyarah Shiah dari Bahrain merasa lebih aman memasuki wilayah Iraq melalui Iran daripada melalui negara-negara lain seperti Kuwait, Saudi Arabia, Yordan atau Syria.

Saat kini pemerintah Iraq telah menyetujui pemberian sekitar 2.000 visa ziyarah resmi & legal bagi warga Iran setiap harinya yang memasuki Iraq dari perbatasan antara Iran & Iraq di Mehran – propinsi Ilam – Iran . Pada kondisi-kondisi tertentu jumlah ini bisa ditingkatkan, bahkan untuk keadaan tertentu diadakan pula visa-on-arrival untuk ziyarah. Selain itu pemerintah Iraq juga mengeluarkan sejumlah visa ziyarah resmi & legal bagi warga negara-negara lain yang memasuki wilayah Iraq melalui Iran .

Syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan visa ziyarah ke Iraq, antara lain adalah mengisi form-form yang telah ditentukan, memiliki passport yang masih berlaku untuk lebih dari 6 bulan, menyerahkan beberapa lembar foto ukuran passport (sekitar 4 buah), mempunyai bukti vaksinasi yang masih dalam masa berlaku untuk Meningitis, Yellow Fever, Hepatitis. Dan jika akan berada di Iraq untuk lebih dari 10 hari, harus mempunyai hasil test laboratorium untuk HIV AB yang menyatakan yang bersangkutan terbebas dari virus ini. Test laboratorium untuk HIV AB harus dilakukan di pusat-pusat kesehatan yang telah ditentukan oleh pemerintah Iraq di negara-negara tempat asal peziyarah.

Organisasi Haji dan Ziyarah Republik Islam Iran dalam mengelola peziyarah Shiah dari Iran ke Iraq telah menjalin kerjasama dengan berbagai pihak yang mempunyai otoritas di Iraq, termasuk kelompok Shiah yang dipimpin oleh Ayatollah Sistani dll. Kerjasama ini termasuk untuk menjamin keamanan bagi para peziyarah Shiah selama berada di Iraq.

Para peziyarah Shiah yang memasuki wilayah Iraq melalui Iran biasanya melalui perbatasan di kota Mehran – propinsi Ilam di Republik Islam Iran . Meskipun gerbang perbatasan dari Republik Islam Iran ke Iraq ada beberapa lainnya, seperti di kota Salamcheh – propinsi Khuzestan, kota Qashr-e-Shirin – propinsi Kermashah. Memasuki wilayah Iraq melalui kota Mehran – propinsi Ilam di Republik Islam Iran dinilai sebagai paling aman bagi para peziyarah Shiah, karena akan langsung masuk ke wilayah Iraq Selatan yang mayoritas penduduknya adalah Shiah yaitu kota Badreh – propinsi Kut – Iraq. Di daerah ini tak terlalu banyak pasukan USA & UK & koalisinya beroperasi. Sedangkan jika memasuki wilayah Iraq melalui kota Salamcheh – propinsi Khuzestan – Iran berarti keamanan tidak terlalu terjamin, mengingat harus melalui kota Basrah – Iraq dan sekitar yang diduduki oleh pasukan UK . Demikian juga jika memasuki wilayah Iraq melalui kota Qashr-e-Shirin – propinsi Kermanshah – Iran dinilai kurang aman, karena harus melalui Baghdad – Iraq yang dikuasai pasukan USA & koalisi.

Kontrak kerjasama yang disetujui antara pemerintah Republik Islam Iran dan pihak yang mempunyai otoritas di Iraq berkaitan dengan program ziyarah di Iraq selama ini hanya meliputi kunjungan ke tempat-tempat ziyarah di Najaf, Kufah dan Karbala. Sedangkan tempat-tempat di luar itu dianggap tidak/kurang aman, sehingga pihak Iraq tidak bersedia menjamin keamanan bagi para peziyarah.

Jadwal kunjungan telah ditetapkan bagi setiap dan semua rombongan peziyarah yang memasuki wilayah Iraq dari Iran , demikian juga aturan-aturan lain, sehingga semua peziyarah yang memasuki wilayah Iraq dari Iran harus mematuhi aturan ini. Dengan demikian para peziyarah atau suatu rombongan tidak bisa menentukan jadwal sesuka hati sendiri selama berada di Iraq .

Visa yang diberikan bagi para peziyarah yang dikelola oleh para Travel Agent Iran, atau kelompok organisasi lainnya, pun adalah berupa visa ‘manifest’ atau visa kolektif, bukan visa perorangan. Peziyarah harus berada dalam suatu rombongan, bukan perorangan. Satu grup rombongan harus terdiri dari 40 orang yang menaiki 1 bis. Dari ke 40 orang ini sudah termasuk 1 orang kepala rombongan (Guide) yang akan mengorganisir segala keperluan peziyarah dalam rombongan tersebut dan 1 orang ruhani yang akan membimbing para peziyarah dalam rombongan tersebut membacakan doa-doa (supir bis Iran, 2 orang, tidak termasuk ke dalam 40 orang ini). Ke 40 orang yang berada dalam satu rombongan harus bersama-sama masuk wilayah Iraq dan harus bersama-sama pula keluar dari wilayah Iraq . Selama berada dalam wilayah Iraq pun untuk perjalanan antar kota , ke 40 orang yang berada dalam satu grup rombongan ini harus bersama-sama terus. Jika ada satu orang saja yang tidak bersama rombongan, maka perjalanan tidak dapat dilakukan. Jika ada satu orang saja yang tertinggal di wilayah Iran , maka semua anggota rombongan ini tidak dapat memasuki wilayah Iraq . Demikian juga jika ada satu orang saja yang tertinggal di wilayah Iraq , maka semua anggota rombongan ini tidak dapat kembali ke Iran .

Di wilayah Iraq , ke 40 orang ini juga menaiki 1 bis milik Iraq . Di setiap bis milik Iraq ini selain ada 1 orang pengemudi Iraq, juga ditempatkan sedikitnya 1 orang anggota keamanan Iraq yang akan menyertai perjalanan dari pos Imigrasi Iraq di Mehran sampai ke Najaf, juga akan menyertai rombongan selama berada di Iraq.

Selama berada di wilayah Iraq , ketua rombongan dan petugas keamanan Iraq ini melakukan kordinasi bersama.

Selama perjalanan di wilayah Iraq , bis-bis harus berada dalam suatu rombongan minimal 7 buah bis. Rombongan bis-2 ini akan ‘dipimpin’ oleh sebuah mobil keamanan Iraq dengan beberapa anggota keamanan Iraq di dalamnya.

Selama perjalanan, passport semua anggota rombongan dipegang oleh ketua rombongan, dan hanya diserahkan kepada masing-2 pemilik ketika ada pemeriksaan oleh petugas keamanan Iraq , petugas Imigrasi Iraq dan petugas imigrasi Iran . Setelah pemeriksaan selesai passport harus dikumpulkan kembali kepada ketua rombongan.

Di setiap tempat ziyarah di Iraq para pengunjung tidak diperkenankan membawa masuk Handphone, Kamera (baik Handicam maupun foto tustel), bahkan di masjid-masjid tertentu yang termasuk tempat ziyarah juga tidak diperkenankan membawa masuk makanan. Pemeriksaan keamanan di semua tempat ziyarah sangat ketat dan berlapis-lapis (keamanan di Haram Imam Ali bin Abi Thalib as ada 3 lapis / 3 kali, sedangkan di Haram Imam Husein as bisa sampai 4 lapis / 4 kali). Sesedikit mungkin membawa barang-2 akan lebih baik, mempermudah dan mempercepat pemeriksaan keamanan. Diperlukan kesabaran dan ketertiban selama meng-antri dalam proses pemeriksaan keamanan saat memasuki tempat-2 ziyarah.

Berikut adalah jadwal yang harus dipatuhi rombongan peziyarah, berdasarkan keberangkatan dari kota Tehran (jadwal berangkat dari kota-kota lain di Iran, ada sedikit perbedaaan tetapi hanya selama berada di wilayah Iran ). Jadwal ini berlaku bagi rombongan yang berangkat dengan Travel Agent, Organisasi-2 Masjid, Organisasi-2 Pelajar.

Hari 1 :

Berkumpul sebelum waktu shalat Dzuhur & Ashar di tempat yang sudah ditentukan, penentuan nomor kursi di Bis milik Iran & di Bis milik Iraq, pembagian kartu identitas peserta rombongan, buku doa, dll

Passport masing-masing peserta sudah sejak sedikitnya 1 minggu sebelum keberangkatan berada di tangan ketua rombongan (kebanyakan rombongan mensyaratkan minimal 2 minggu sebelum keberangkatan passport peserta harus ada di tangan ketua rombongan)

Shalat Jamaah Dzuhur & Ashar

Makan Siang

Menaiki Bis milik Iran & Berangkat dengan route : Tehran – Saveh – Hamedan

Di Hamedan : Shalat Jamaah Maghrib & Isya ; Makan Malam

Berangkat dengan route : Hamedan – Kermanshah – Ilam – Mehran (bermalam di dalam Bis)

Hari 2 :

Tiba di Mehran sebelum/sekitar waktu shalat Subuh ; Istirahat

Di Mehran : Shalat Jamaah Subuh ; Makan Pagi ; menanti pos perbatasan & Imigrasi dibuka pada pukul 07.00

Pukul 07.00 sampai selesai (sekitar sebelum waktu Shalat Dzuhur), proses di pos Imigrasi Iran dan di pos Imigrasi Iraq

Di lapangan Parkir Imigrasi Iraq : Penentuan Bis milik Iraq yang harus dinaiki, menaiki Bis milik Iraq, menunggu sampai minimal ada 7 buah Bis yang siap berangkat ; Pengecekan oleh petugas keamanan Iraq ; Penentuan tempat penginapan di Najaf bagi setiap rombongan Bis

Berangkat dengan route : Mehran – Badreh – Kut

Di Kut : Shalat Jamaah Dzuhur & Ashar ; Makan Siang

Berangkat dengan route : Kut – Diwaniyyah – Najaf

Tiba di Najaf sebelum/sekitar waktu shalat Maghrib

Di Najaf : Rombongan Bis berpisah menuju penginapan-2 yang sudah ditentukan ; Check-in penginapan, penjelasan jadwal makan oleh pengelola penginapan & pembagian kamar ; siap-siap ke Haram Imam Ali bin Abi Thalib as

Shalat Jamaah Mahgrib & Isya dan ziyarah di Haram Imam Ali bin Abi Thalib as

Makan Malam di penginapan

Acara bebas di Najaf & Istirahat

Haram Imam Ali bin Abi Thalib TUTUP antara pukul 23.30 sampai dengan 1 jam sebelum waktu shalat Subuh. Pada malam Jumat & malam-2 Peringatan Shahadah 13 Maksumin dan malam-2 Peringatan kelahiran 14 Maksumin BUKA 24 jam. Tak ada shalat Subuh berjamaah di Haram Imam Ali bin Abi Thalib as.

Hari 3 :

Shalat Subuh dan ziyarah di Haram Imam Ali bin Abi Thalib

Makan Pagi di penginapan

Acara bebas di Najaf

Shalat Jamaah Dzuhur & Ashar dan ziyarah di Haram Imam Ali bin Abi Thalib

Makan Siang di penginapan

Berangkat ke Kufah : naik Bis, menuju tempat Bis-2 berkumpul, pengecekan oleh petugas keamanan Iraq , menuju Kufah

Di Kufah mengunjungi : Masjid Sahleh (melakukan amalan), Masjid Sha’sha’ah, Masjid Ziad, Masjid Hananeh, Haram Hazrat Kumail

Shalat Jamaah Maghrib & Isya di Haram Hazrat Kumail

Kembali ke Najaf : pengecekan oleh petugas keamanan Iraq , rombongan bis-2 berpisah menuju penginapan masing-2

Makan Malam di penginapan

Acara bebas di Najaf & Istirahat

Hari 4 :

Shalat Subuh dan ziyarah di Haram Imam Ali bin Abi Thalib

Makan Pagi di penginapan

Berangkat ke Kufah : naik Bis, menuju tempat Bis-2 berkumpul, pengecekan oleh petugas keamanan Iraq , menuju Kufah

Di Kufah mengunjungi : Haram Hazrat Maitsam Tamar, Rumah Imam Ali bin Abi Thalib, Masjid Kufah (melakukan amalan)

Shalat Jamaah Dzuhur & Ashar di Masjid Kufah

Mengunjungi Haram-2 dari : Hazrat Muslim bin Aqil, Mukhtar Tsaqafi, Hani bin ‘Urwah, Khadijah binti Ali bin Abi Thalib

Kembali ke Najaf : pengecekan oleh petugas keamanan Iraq , rombongan bis-2 berpisah menuju penginapan masing-2

Makan Siang di penginapan

Acara bebas di Najaf

Shalat Jamaah Mahgrib & Isya dan ziyarah di Haram Imam Ali bin Abi Thalib as

Makan Malam di penginapan

Acara bebas di Najaf & Istirahat

Hari 5 :

Shalat Subuh dan ziyarah di Haram Imam Ali bin Abi Thalib

Makan Pagi di penginapan

Acara bebas di Najaf ; bereskan barang-barang untuk Check-out ; Check-out

Shalat Jamaah Dzuhur & Ashar dan ziyarah di Haram Imam Ali bin Abi Thalib

Makan Siang di penginapan

Berangkat ke Karbala : naik Bis, menuju tempat Bis-2 berkumpul, penentuan penginapan bagi setiap rombongan Bis, pengecekan oleh petugas keamanan Iraq ; menuju Karbala

Tiba di Karbala sebelum waktu shalat Maghrib

Di Karbala : Rombongan Bis berpisah menuju penginapan-2 yang sudah ditentukan ; Check-in penginapan, penjelasan jadwal makan oleh pengelola penginapan & pembagian kamar ; siap-siap ke Haram Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib as

Shalat Jamaah Mahgrib & Isya dan ziyarah di Haram Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib as & Haram Hazrat Abolfadhl Abbas bin Ali bin Abi Thalib

Makan Malam di penginapan

Acara bebas di Karbala & Istirahat

Haram Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib as & Haram Hazrat Abolfadhl Abbas bin Ali bin Abi Thalib TUTUP antara pukul 24.00 sampai dengan 1 jam sebelum waktu shalat Subuh. Pada malam Kamis, malam Jumat & malam-2 Peringatan Shahadah 13 Maksumin dan malam-2 Peringatan kelahiran 14 Maksumin BUKA 24 jam. Lapangan Bein-e-Haram (antara kedua Haram, yang sekitar 350 m jaraknya) buka 24 jam setiap hari.

Hari 6 :

Shalat Jamaah Subuh dan ziyarah di Haram Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib as dan/atau di Haram Hazrat Abolfadhl Abbas bin Ali bin Abi Thalib

Makan Pagi di penginapan

Acara di Karbala mengunjungi : Maqam Hazrat Ali Akbar, Maqam Hazrat Ali Ashghar, Teil-e-Zainabiyah, Khimehgoh, Maqam Tangan kanan Hazrat Abolfadhl Abbas, Maqam Tangan Kiri Hazrat Abolfadhl Abbas

Shalat Jamaah Dzuhur & Ashar dan ziyarah di Haram Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib as dan/atau di Haram Hazrat Abolfadhl Abbas bin Ali bin Abi Thalib

Makan Siang di penginapan

Acara bebas di Karbala

Shalat Jamaah Mahgrib & Isya dan ziyarah di Haram Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib as dan/atau di Haram Hazrat Abolfadhl Abbas bin Ali bin Abi Thalib

Makan Malam di penginapan

Acara bebas di Karbala & Istirahat

Hari 7 :

Shalat Jamaah Subuh dan ziyarah di Haram Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib as dan/atau di Haram Hazrat Abolfadhl Abbas bin Ali bin Abi Thalib

Makan Pagi di penginapan

Acara di Karbala mengunjungi : Sungai Eufrat/Furat, Maqam Imam Sadhiq as, Maqam Imam Zaman as

Shalat Jamaah Dzuhur & Ashar dan ziyarah di Haram Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib as dan/atau di Haram Hazrat Abolfadhl Abbas bin Ali bin Abi Thalib

Makan Siang di penginapan

Acara bebas di Karbala

Shalat Jamaah Mahgrib & Isya dan ziyarah di Haram Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib as dan/atau di Haram Hazrat Abolfadhl Abbas bin Ali bin Abi Thalib

Makan Malam di penginapan

Acara bebas di Karbala & Istirahat

Hari 8 :

Shalat Jamaah Subuh dan ziyarah di Haram Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib as dan/atau di Haram Hazrat Abolfadhl Abbas bin Ali bin Abi Thalib

Makan Pagi di penginapan

Acara di luar kota Karbala : naik Bis, menuju tempat Bis-2 berkumpul, pengecekan oleh petugas keamanan Iraq ; menuju keluar Karbala mengunjungi : Haram Hazrat Aun, Haram Hazrat Hur

Kembali ke Karbala : naik Bis, pengecekan oleh petugas keamanan Iraq , menuju Karbala – Haram Imam Husein as

Shalat Jamaah Dzuhur & Ashar dan ziyarah di Haram Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib as dan/atau di Haram Hazrat Abolfadhl Abbas bin Ali bin Abi Thalib

Makan Siang di penginapan

Acara bebas di Karbala

Shalat Jamaah Mahgrib & Isya dan ziyarah di Haram Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib as dan/atau di Haram Hazrat Abolfadhl Abbas bin Ali bin Abi Thalib

Makan Malam di penginapan

Acara bebas di Karbala

Bereskan barang-barang untuk Check-out esok pagi kembali ke Iran

Istirahat

Hari 9 :

Shalat Jamaah Subuh dan ziyarah di Haram Imam Husein bin Ali bin Abi Thalib as dan/atau di Haram Hazrat Abolfadhl Abbas bin Ali bin Abi Thalib

Kembali ke penginapan ; Check-out

Makan Pagi di penginapan

Berangkat kembali ke Iran : naik Bis, menuju tempat Bis-2 berkumpul, pengecekan oleh petugas keamanan Iraq , menuju ke Mehran – Iran

Berangkat menuju Iran dengan route : Karbala – Diwaniyyah – Kut

Di Kut : Shalat Jamaah Dzuhur & Ashar ; Makan Siang

Berangkat menuju Iran dengan route : Kut – Badreh – Mehran

Di Mehran : meninggalkan Bis milik Iraq , pengecekan oleh petugas keamanan Iraq , proses di pos Imigrasi Iraq dan proses di pos Imigrasi Iran

Di lapangan Parkir Imigrasi Iran : menaiki Bis milik Iran , menuju Tehran , dengan route : Mehran – Ilam – Kermanshah

Passport dikembalikan kepada masing-masing pemilik

Di Kermanshah : Shalat Jamaah Mahgrib & Isya ; Makan Malam

Berangkat menuju Tehran dengan route : Kermanshah – Hamedan – Saveh (bermalam di dalam Bis)

Hari 10 :

Di Saveh : Shalat Jamaah Subuh ; Makan Pagi

Berangkat menuju Tehran dengan route : Saveh – Tehran

Tiba di Tehran, di tempat yang ditentukan

Acara ‘Khoda Hafez’, kembali ke rumah masing-2

Para peziyarah Iran yang mengikuti program ini, jika bergabung dengan rombongan yang dikelola oleh Travel Agent biasanya harus mengeluarkan biaya sekitar 2.400.000 riyal Iran/orang, untuk masa perjalanan di tahun 2006-2007 ini, kemudian masih harus ditambah dengan biaya untuk keperluan lain-lain sekitar 50.000 s/d 100.000 riyal/orang. Jadi total biaya adalah sekitar 2.500.000 riyal Iran .

Biaya ini sudah mengalami penurunan dibanding biaya di tahun-tahun sebelumnya. Sebagai contoh, biaya tahun 2004-2006 adalah sekitar 2.800.000 riyal Iran dan ditambah biaya untuk keperluan lain-lain sekitar 50.000 s/d 100.000 riyal Iran . Jadi total biaya adalah sekitar 2.900.000 riyal Iran .

Biaya untuk vaksinasi dan test laboratorium tidak termasuk ke dalam biaya yang disebutkan ini.

Jika melakukan ziyarah pada hari-hari peringatan Ashura, Arba’in, Nouruz, maka biaya bisa akan bertambah, karena waktu-waktu ini merupakan waktu ‘padat’ (peak season), dan harus meng-antri lebih panjang dari waktu-waktu lain. Dan mutu service pelayanan pun akan menurun daripada biasanya. Tetapi faktor keamanan tetap dijaga ketat. Bahkan sangat ketat, lebih ketat daripada waktu-waktu lain.

Dibutuhkan ekstra kesabaran yang luar biasa jika melakukan ziyarah di waktu-waktu ‘padat’ tersebut.

Bagi para peziyarah yang jatuh sakit ketika sedang mengikuti program ziyarah, bisa mendapatkan layanan kesehatan & pengobatan di dalam kompleks Haram Imam Ali bin Abi Thalib as di Najaf dan di Haram Imam Husein as & Haram Hazrat Abolfadhl Abbas di Karbala secara cuma-cuma.

Ada fenomena menarik dari para peziyarah Iran ke Iraq . Semakin banyak jumlah peziyarah Iran yang merupakan anak-anak dan orang-orang usia lanjut. Biasanya peziyarah anak-anak ini dibawa serta oleh orangtua-nya yang melakukan ziyarah ulang. Jadi para orang tua / Bapak biasa pertama kali datang ziyarah ke Iraq adalah sendirian atau beserta istri, lalu ziyarah kedua, ketiga kali dst berziyarah ke Iraq dengan membawa anggota keluarga lainnya, seperti istri, anak-anak, orang tua / mertua.

Peziyarah anak-anak / remaja yang dikelola oleh sekolah atau organisasi lain juga semakin banyak.

Demikian pula banyak peziyarah yang berusia lanjut yang datang sendirian atau suami-istri.

Semangat para peziyarah anak-anak maupun peziyarah yang berusia lanjut ketika melakukan ziyarah sangatlah tinggi !

Kejadian sekali-sekali ada bom meledak di Najaf atau di Kufah atau di Karbala tampaknya sama sekali tidak menyurutkan minat para peziyarah Shiah Iran melakukan ziyarah di Iraq .[infosyiah]

6 Tanggapan to “Ziyarah di Iraq”

  1. Abu Jawad said

    Minta penjelasan tentang: Maqam Imam Shadiq a.s dan maqam Imam Zaman a.s, apa maksudnya ?

    Terima kasih.

  2. ali said

    ya allah berikan keselamatan kepada orang2 yg sedang berziarah ke makam keluarga nabimu dan senantiasa engkau mudahkan segala urusan kepada orang2 itu (peziarah)

  3. Khusybeholet Ka Leony…!
    Ya Husein! Panggilah kami yang papa ini untuk menziyarahimu…
    Ya Husein Jonam…!

  4. raras said

    maqam imam shadiq as & maqam imam zaman as adalah kediaman beliau ketika mengunjungi karbala

  5. azaz said

    islam feminis…..!!!
    koq saudari minta /berdo’a pada Imam Husein sih..????saudari sadar ngga,kalau saudari sedang melakukan satu bentuk ibadah,yakni Do’a/meminta..kepada Imam husein..???apa bedanya kalau begitu saudari sama orang2 kristen
    yang meminta pada Nabi Isa??kayanya orang2 kristen lebih hebat,karena meminta sama Nabi,sedang anda meminta sama cucu nabi..???udah dipikirin nggak??? hati2 lho..kaum nasrani tergelincir bukan karena membenci Nabi Isa…tapi karena berlebihan dalam menempatkan dan memperlakukan Nabi Isa As pada tempat2 yang mrpkn hanya kekhususan Allah Ta’ala saja,yaitu…dimintai atau di Do’a’i…!?
    hati2 saudari…..

  6. raras said

    buat azaz, islam feminis minta diundang oleh imam Husein untuk mengunjungi beliau, tentu sah-sah saja kok.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: