Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Apa kewajiban kita bila mendengar cemoohan di jalan Allah?

Posted by infosyiah pada 0, Mei 4, 2007

Soal: Apa kewajiban kita bila mendengar cemoohan di jalan Allah?

Jawab: Seorang dari Kairo menyewa sebuah unta tujuannya pergi ke sebuah tempat bernama Abbasiyah. Ia naik ke punggung unta. Pemilik unta memegang tali kekangan unta dan mulai berjalan bersama unta dan penumpangnya. Di pertengahan jalan, pemilik unta mencemoohnya, terkadang hanya terlihat dari cibiran bibir, namun terkadang diucapkannya dengan suara keras. Pemilik unta tahu bahwa penyewa untanya ini orang baru dan membutuhkannya. Setiap kali ia menggerakkan unta, bersamaan dengan itu ia mencemooh sipenunggang untanya. Di sebuah tempat ada orang yang melihat perilaku pemilik unta dan berkata kepadanya: “Apakah engkau melihat dan mendengar apa yang dilakukan oleh penjaga unta?” Si musafir menjawab: “Iya!” Orang tersebut kembali bertanya: “Mengapa engkau tidak melakukan reaksi atas apa yang dilakukannya?” Si musafir menjawab: “Bila ia membawaku ke Abbasiyah dan jalan yang kami lalui ini benar, maka tidak penting apa yang dilakukannya. Terserah dia mau berbuat apa saja”.

Dalam surat Muthaffifin ayat 29-32 kita dapat melihat bagaimana para pelaku kejahatan mencemooh dan menghina orang-orang mukmin dengan berbagai macam cara.

1. Senantiasa mereka menertawakan orang-orang mukmin, “Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang menertawakan orang-orang yang beriman”.

2. Setiap kali bersisian dengan mereka mereka mengedip-ngedipkan matanya, “Dan apabila orang-orang yang beriman lalu di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya”.

3. Bila mereka kembali ke rumah atau ke kelompoknya di belakang orang-orang mukmin mereka mengejek-ejek, “Dan apabila orang-orang yang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira”.

4. Setiap kali melihat orang-orang beriman, mereka akan berkata bahwa ini adalah orang-orang yang sesat, “Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan: “Sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat”.

Orang mukmin dalam menghadapi sikap yang semacam ini senantiasa menunjukkan keteguhan hatinya dan istiqamah. Hari itu akan datang ketika kaum mukminin akan berbalik menertawakan mereka, “Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir”.[infosyiah]

6 Tanggapan to “Apa kewajiban kita bila mendengar cemoohan di jalan Allah?”

  1. Haji Muhammad Abdullah said

    Assalamualaikum

    Walaupun tidak semua; tetapi banyak pengikut madhab Ahlul Sunnah (Sunni) yang rajin mencemoohkan, menghina, mencela, mengejek pendapat Shaikh Saduq tentang Imam ke 12 yang sedang berada di dalam Alam Ghaib.

    Muslim & muslimah yang mengikuti madhab Ahlul Bait (Syi’ah) diundang untuk berdiskusi dan berdialog sekarang tentang Imam ke 12 yang sedang berada di Alam Ghaib; pada forum diskusi

    http://www.gemapembebasan.or.id

  2. moulana said

    salam pak haji.
    saya dulu pengikut sunni dan saya mengetahui madhab ahlul bait ini dikarnakan adik saya yg belajar di pesantren ulul albab di bireun provinsi (NAD). setelah mengetahui dan memikirkan dng baik dan tanpa paksan, alhamdulillah saya ikut madhab ahul bait.saya juga sadar akan banyak kejanggalan di madhab sunni. walaupun banyak yg saya belum ketahui tapi saya yakin madhab ahlul bait adalah kebenaran yg hakiki.dan bahkan saya akan menanamkan ahlul bait ini sampe ke anak cucu saya.tapi kendala yg paling besar yaitu, saya kerap sekali mendengar cercaan terhadap syi’ah dr kalangan sunni, bahkan kadang saya sempat emosi tapi berhubung cuma saya yg ikut madhab ahlul bait dan pengtahuan sayapun sangat kurang jadi.. terpaksa saya diam dan saya tidak bisa berbuat apa2.tapi semakin cercaan itu datang semakin besar kecintaan saya terhadap ahlul bait. mohon petunjuk dr pak haji.

  3. azzahra said

    salam
    anggaplah cemoohan sebagai tabungan di akherat. betul kan dari pada ngenes

  4. H Muhammad Abdullah said

    Kepada Maulana yang pintar dan yang terhormat

    Kedua orang tua ana juga orang Aceh. Mereka pindah ke Jakarta. Mereka mendorong ana untuk belajar Bahasa Inggris dan Bahasa Arab. Ketika tentara belanda menyerang Aceh; tentara Belanda berhasil merebut bendera bendera perang yang dipergunakan oleh masyarakat Aceh. Snouk Huorgronye adalah seorang orientalist yang meneliti di Aceh. Dia berkata bahwa Aceh adalah negara Syi’ah; berdasarkan bendera2 yang dirampas oleh tentara Belanda. Pada bendera2 tersebut tertulis Allahu Akbar; dan juga tetulis majulah melaksanakan Jihad seperti Imam Husain yang wafat di Karbala.

    Penjajahan negara2 Kristen misalnya Inggris, Perancis, Belanda, Portugal, Spanyol dll di negara2 muslim di benua Afrika dan di benua Asia selama 200 tahun sampai 500 tahun telah mengakibatkan kebodohan ummat Islam. Indonesia dijajah oleh Portugal dan Belanda selama 350 tahun.

    Ummat Islam dilarang masuk sekolah; karena ummat Islam dijadikan budak. Penjajah Belanda memerlukan banyak budak untuk perkebunan2 yang dimiliki oleh V.O.C. Tanam paksa dilaksanakan oleh ummat Islam di Indonesia; dan juga oleh ummat Islam di luar negri.

    Setelah Perang Dunia ke Dua selesai; negara2 muslim banyak yang merdeka. Ummat Islam yang bodoh belum siap melaksanakan pemerintahan; sehingga mereka yang berkuasa di negara2 muslim, dengan cepat menjadi Diktaktor. Kolusi, Korupsi, Nepotism dan Monopoly menyebar dengan cepat di negara2 muslim; sehingga pendidikan ummat Islam masih tertinggal setelah merdeka tahun 1945-1950 sampai tahun 2007.

    Takhayul, Kuraffat, Syirik (dosa terbesar yang tidak akan pernah diampuni oleh Allah) masih menyebar di antara ummat Islam di dunia; termasuk di negara2 muslim di Timur Tengah misalnya Saudi Arabia, Yaman, Iran, Iraq, Lebanon dll.

    Jika kita membaca Hadith (Kitab Al Kafi; bab terakhir tentang AlQuran); kita akan dapat membaca bahwa Imam berkata kepada pengikut madhab Ahlul Bait (Syi’ah) untuk menjadikan AlQuran sebagai kitab rujukan utama. Kitab kitab lain dilarang dipergunakan supaya tidak menyesatkan ummat Islam.

    SARAN SARAN

    Kebenaran mutlak hanya berasal dari Allah; walaupun kita mendengarkan perkataan Ulama atau pendapat Ulama. Ulama adalah manusia biasa yang dapat melakukan kesalahan; sehingga pendapat Ulama bukan kebenaran mutlak

    Pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syi’ah) wajib mendengarkan perkataan seorang Alim atau seorang Faqih yang masih hidub dan yang telah menulis buku. Buku2 yang ditulis oleh Alim/Ulama atau Faqih/Fuqoha yang telah wafat tidak dapat dijadikan kitab rujukan; karena Ulama atau Fuqoha yang telah wafat tidak dapat kembali ke dunia ini untuk memperbaiki kesalahan2 dari buku2 yang mereka tulis.

    Ulama dan/atau Fuqoha tidak dapat membela kita di akhirat nanti; atau Ulama/Fuqoha tidak dapat menolak siksaan pedih yang diturunkan oleh Allah kepada orang2 yang berdosa; sehingga kita harus menggunalan AlQuran dan Logika (akal sehat) untuk dapat mengerti Islam.

    Janganlah kita melakukan TAQLID buta terhadap Ulama/Fuqoha; tetapi kita jadikan AlQuran sebagai Imam yang dapat menolong kita di dunia ini dan di akhirat nanti.

  5. Haji Muhammad Abdullah said

    Kepada Redaksi InfoSyiah yang pintar dan yang terhormat

    Ana mengucapkan Terima Kasih, Terima Kasih dan Terima Kasih; karena ummat Islam di tanah air telah diberikan izin untuk melakukan diskusi & dialog tentang madhab Ahlul Bait (Syi’ah); walaupun terjadi pro dan kontra terhadap madhab Ahlul Bait (Syi’ah).

    Diskusi & dialoge tentang madhab Ahlul Bait (Syi’ah) yang menarik ini dapat mencerdaskan ummat Islam di Indonesia; walaupun orang2 tertentu (Sunni & Syi’ah) tidak dapat berfikir dengan jernih dan baik; sehingga mereka lebih suka menghina sesama orang yang beriman.

    Insya Allah, Redakasi InfoSyiah dimaafkan dosa dosanya dan dimasukan kedalam surga terbaik bersama-sama Rasulullah dan Ahlul Bait (Ali Ibn Tholib, Fatimah, Hasan dan Husain); karena jasa jasa Redaksi InfySyi’ah yang berusah mencerdaskan ummat Islam.

    Semua penghinaan, semua ejekan, semua kritikan, semua saran, semua pendapat yang ditulis oleh muslim & muslimah yang tidak mengikuti madhab Ahlul Bait (Syi’ah); sebaiknya tidak dihapus, tidak dikurangi, dan tidak disensor; karena kebebasan berpendapat atau kebebasan berfikir adalah bagian dari Aqidah madhab Ahlul Bait (Syi’ah).

    DENGAN HORMAT
    Haji Muhammad Abdullah

  6. Haji Muhammad Abdullah said

    Assalamualikum

    Kebebasan berbicara dan kebebasan berpendapat adalah bagian dari Aqidah madhab Ahlul Bait (Syi’ah); sehingga pintu pintu IJTIHAD di bukan lebar dan luas di dalam kalangan pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syi’ah).

    Begitu juga orang2 Kafir, orang2 Musyrikun (polytheis), orang2 Zindiq (atheis) dan non muslim yang lain diberikan hak kebebasan untuk berpendapat dan untuk berbicara.

    Orang2 Nasrani dan orang2 Yahudi termasuk orang2 kafir. Mereka sering menggunakan kebebeasan berpendapat atau kebebasa berbicara untuk menghina dan mengejek agama Islam.

    Allah menerangkan di dalam AlQuran, Surah Ali Imran, Surah Annissa dan Surah Al Maidah bahwa kewajiban muslim & muslimah menghormati kebebasan berpendapat atau kebebasan berfikir orang2 Kafir; walaupun orang2 kafir tersebut menggunakan kebebasan berpendapat dan kebebasan berfikir untuk menghina dan untuk mengejek agama Islam.

    Muslim & muslimah yang tidak dapat menjawab diwajibkan untuk meninggalkan orang2 kafir yang sedang mengejek, mencela, menghina agama Islam; tetapi muslim & muslimah yang berilmu dan dapat menjawab; diwajibkan untuk mnjawab dengan cara dialog/diskusi yang penuh dengan sopan santun dan ramah tamah; sehingga agama Islam dapat disebarkan kepada semua manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: