Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Pihak ketiga penengah konflik di Yaman Qatar atau Jerman?

Posted by infosyiah pada 0, Mei 12, 2007

Pihak ketiga penengah konflik di Yaman Qatar atau Jerman?

Amir Qatar Syaikh Hamad bin Khalifa al-Thani bersama rombongan pada hari rabu memasuki San’a. Tujuan perjalanan itu jelas, Qatar berusaha menjadi penengah antara Syiah Yaman dan pemerintah Yaman yang telah berperang selama tiga bulan setengah.

Minggu kemarin, ketika presiden Yaman Ali Abdullah Saleh mengunjungi Amerika dan bertemu dengan Bush, ia diminta untuk segera melakukan perundingan dengan Yahya Badruddin al-Hautsi yang ditengahi oleh Jerman. Namun, permintaan Amerika tidak digubris oleh San’a, bahkan semakin memperhebat serangan mereka. Pasukan San’a memperikarakan dengan memperhebat serangan militer, mereka dapat membungkam Syiah Yaman. Di sisi lain, pengikut al-Hautsi tetap melakukan perlawanan dengan sengit.

Sebelumnya, wakil duta besar Amerika di Yaman dalam wawancaranya menyampaikan kecamasannya melihat kondisi yang terjadi di Yaman. Ia meminta agar pemerintah Yaman mencari jalan damai sebagai upaya untuk menghentikan konflik yang semakin meluas. Namun, Perdana Menteri Yaman yang baru diangkat tidak setuju, bahkan satu-satunya jalan adalah perang.

Melihat hubungan mesra antara Amerika dan Qatar di satu sisi dan hubungan baik Qatar dan Yaman di sisi lain, Qatar dipilih sebagai pihak penengah. Dengan demikian, Amerika berusaha menolong Ali Abdullah Saleh dari masalah yang dihadapinya, karena masalah Syiah Yaman dapat berkembang lebih luas mencakup kawasan Timur Tengah. Namun, sampai saat ini belum didapat kabar mengenai persetujuan Syiah Yaman tentang Qatar sebagai penengah.

Perkembangan terakhir di Yaman merupakan kesempatan emas bagi Syiah Yaman, terutama dalam beberapa hal berikut:

1. Melakukan upaya pertolongan kepada ribuan masyarakat sipil yang menjadi korban.

2. Konflik Yaman menjadi perhatian internasional dan kejahatan perang pemerintah Yaman menjadi terkuak.

3. Kesempatan untuk mengatur kembali kekuatan aktif pasukan Syiah di medan pertempuran, politik dan media massa.

Sekalipun persenjataan yang dimiliki tidak sebanding dengan yang dimiliki oleh pasukan pemerintah, namun setelah berlalu tiga bulan setengah perang, dapat dikatakan bahwa dalam bidang militer, politik dan informasi, pasukan pengikut al-Hautsi memenangkan perang. Pasukan al-Hautsi telah berpengalaman menghadapi Ali Abdullah Saleh yang selama tiga tahun mengelabui mereka secara licik.

Buat Ali Abdullah Saleh, ia harus membungkam dan memusnahkan kekuatan Syiah Yaman sebelum tanggal 22 Mei hari Republik Yaman, hari bergabungnya Yaman Utara dan Selatan. 22 Mei hari Republik Yaman akan diperingati di kota Ib, Selatan San’a. Ia harus muncul sebagai pemenang perang atau setidak-tidaknya diadakan gencatan senjata. Pada waktu itu, ia dapat melakukan propaganda untuk memperbaiki citranya dan partainya. Bila ia tidak dapat melakukan itu, maka ia tidak akan dikenal sebagai penyatu Yaman Utara dan Selatan.

Malam Jumat kemarin, Ali Abdullah Saleh memaksa beberapa ulama Sa’da untuk mengeluarkan pernyataan memihak pemerintah dan memojokkan Syiah Yaman. Sementara itu, Syiah Yaman berhasil menguasai gunung strategis di kawasan Sahhar. Setelah menguasai kawasan itu, mereka mendapatkan banyak senjata berat dan amunisi.[infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: