Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Teman menjadi saingan dalam krisis Yaman!

Posted by infosyiah pada 0, Mei 13, 2007

Teman menjadi saingan dalam krisis Yaman!

Kedatangan Amir Qatar Syaikh Hamad bin Khalifa al-Thani bersama rombongan pada hari rabu ke San’a tidak lebih dari beberapa jam dan pemerintah Yaman segera mengumumkan bahwa pertemuan yang dilakukan dengan tujuan dagang dan penanaman modal. Namun, sebagian sumber-sumber berita menyebutkan bahwa Qatar tidak diterima sebagai pihak ketiga dan penengah konflik pemerintah Yaman dan para pejuang Syiah. Penolakan itu sebagian dari pihak militer dan kabilah yang ada di Yaman.

Koran mingguan Alwasat cetakan San’a edisi minggu ini, menurunkan laporan tentang campur tangan Syaikh Abdullah al-Ahmar pemimpin kabilah besar Hasyid dalam krisis Sa’da. Ia meminta kepada kabilah-kabilah yang berada di Sa’da untuk ikut memerangi pasukan Syiah pimpinan al-Hautsi. Syaikh al-Ahmar adalah sekutu terdekat presiden Abdullah Saleh selama beberapa dekade ini. Namun, tiga tahun belakangan ini, setelah tabrakan misterius yang dialaminya di Senegal pada tahun 2004 hubungannya dengan Abdullah Saleh menjadi renggang.

Syaikh al-Ahmar yang dahulunya adalah partner sekarang menjadi saingan Abdullah Saleh guna meraih kursi kepresidenan akan datang untuk anak-anak mereka. Ali Abdullah Saleh telah mempersiapkan anaknya Ahmad untuk menjadi presiden setelahnya. Untuk itu, ia berusaha untuk melicinkan jalan bagi anaknya menjadi presiden Yaman dan setiap penghalang akan disingkirkan. Salah kendala yang dihadapi oleh Abdullah Saleh adalah Syaikh Abdullah al-Ahmar dan anak-anaknya; Hamid, Husein dan Shadiq. Dan keduanya punya penghalang yang sama bernama kelompok pejuang Syiah. Anak-anak Syaikh al-Ahmar selama tiga bulan ini, ketika ayah mereka tidak ada, mengajak kabilah-kabilah sekutunya untuk menyerang posisi-posisi Syiah Yaman di Sa’da. Mereka ingin cepat-cepat mengalahkan pasukan pengikut al-Hautsi agar dapat menjadi pahlawan pertama yang menghabisi Syiah Yaman. Dengan demikian, pemerintah Yaman tidak punya saham banyak setelah kalahnya Syiah Yaman. Namun, pada kenyataannya kabilah Hasyid tidak mampu mengalahkan pasukan Syiah, bahkan banyak korban jatuh dari pihaknya.

Dalam berita yang diturunkan oleh Alwasat hari Rabu kemarin, 9 Mei disebutkan:

“Syaikh al-Ahmar tiga bulan setengah yang lalu mengusulkan kepada presiden Abdullah Saleh agar perang melawan Syiah Yaman dilakukan dengan memobilisasi kabilah-kabilah Yaman. Akan tetapi presiden tidak menerima usulan tersebut. Seakan-akan presiden ingin menunjukkan bahwa krisis yang terjadi dapat diselesaikannya sendiri dan tidak ada tempat bagi kabilah Syaikh al-Ahmar. Namun, setelah beberapa waktu berlalu dan presiden tidak mampu memenangkan peperangan bahkan dengan memanfaatkan kelompok-kelompok Wahabi/Salafi dan kabilah-kabilah lain, sementara pasukan al-Hautsi bahkan mengalami kemajuan, presiden Abdullah Saleh terpaksa menerima usulan Syaikh al-Ahmar. Akhirnya, Syaikh al-Ahmar pun ikut terlibat dalam krisis Yaman.

Pada tanggal 2 Mei Syaikh al-Ahmar menulis surat kepada kabilah-kabilah Sa’da dengan memanfaatkan pengaruh dan kekuasannya atas kabilah-kabilah kecil, ia meminta agar mereka melakukan pembersihan kawasan mereka dari pasukan al-Hautsi. Syaikh al-Ahmar dalam suratnya menulis bahwa pengikut al-Hautsi bak kepalan tangan seorang remaja yang ingin mengembalikan roda sejarah dengan menjadikan sistem Imamah sebagai sistem pemerintahan.

Surat Syaikh al-Ahmar yang dimuat di media-media surat kabar maupun elektronik membuat krisis yang terjadi di Yaman mengalamai titik kulminasinya. Sangat mungkin keberanian yang ditunjukkan dengan ungkapan-ungkapan pasukan pemerintah disebabkan bantuan yang dijanjikan oleh Syaikh al-Ahmar. Pada tahun 1994 perang di Yaman. Pasukan Abdullah Saleh yang bergabung dengan kelompok sosialis Selatan menghadapi kabilah-kabilah bersenjata di Utara Yaman. Kemenangan berada di tangan Abdullah Saleh dengan bantuan Syaikh al-Ahmar.

Para analis politik melihat bahwa keikutsertaan Syaikh Al-Ahmar dalam krisis Yaman kali ini tidak akan merubah kondisi yang ada, malah mengakibatkan peperangan menjadi meluas. Minggu lalu juga dikabarkan bagaimana antar sesama kabilah pendukung pemerintah saling menyerang satu sama lainnya di kawasan Sa’da. Tentunya, dengan campur tangan Syaikh al-Ahmar, perjuangan Syiah Yaman semakin sulit, namun sampai saat ini belum ada hasil-hasil yang menggembirakan bagi pemerintah.

Ada beberapa hal yang cukup menarik mengenai Syaikh al-Ahmar ini. Selama tiga tahun ini ia tidak punya masalah penting dengan Syiah Yaman. Kelihatannya, mereka menanti orang-orang Syiah menekan pemerintah dan setelah itu ia akan masuk sebagai penyelamat negara dan itu suatu keberhasilan besar buatnya dan kabilahnya. Ada gambaran lain yang dapat dianalisa dari penulisan surat yang dikirimkannya ke kabilah-kabilah. Syaikh al-Ahmar merasakan bahaya dari Syiah Yaman karena untuk pertama kalinya ia mengirim surat kepada kabilah-kabilah kecil yang berafiliasi kepadanya. Syaikh al-Ahmar telah masuk dalam krisis Yaman dan tentu akan ada kejadian-kejadian lain. Kita tunggu saja.[infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: