Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Apakah iman tanpa amal memiliki nilai?

Posted by infosyiah pada 0, Mei 14, 2007

Soal: Apakah iman tanpa amal memiliki nilai?

Jawab: Di dalam al-Quran, senantiasa iman disandingkan dengan amal saleh. Iman dan amal bak jarum dan benang. Salah satu dari keduanya dapat bermanfaat bila bersama. Bila keduanya berpisah, tidak ada yang dapat dijahit.

Al-Quran menyebutkan, “Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku” (Ali Imran: 31).

Banyak orang yang berpendapat bahwa kami memiliki iman tapi kami tidak beramal. Kami mencintai Allah, tapi kami tidak ingin berbicara dengan-Nya dan tidak ingin melakukan salat. Kami meyakini Ali bin Abi Thalib as sebagai Imam, namun dalam amal perbuatan tidak sedikitpun yang menyerupai amal perbuatannya. Kami percaya akan Imam Mahdi af, namun kami tidak mau mengeluarkan khumus sebagai kewajiban. Bila semua klaim cinta dan iman tidak diwujudkan dengan amal perbuatan, maka kita perlu meragukan kejujuran kita.

Di masa lalu, mereka yang ditawan akibat perang dianggap budak dan dijual di pasar. Seorang mendatangi pasar jual beli budak untuk membeli sebuah budak buat dirinya. Setiap budak yang memiliki ketrampilan tertentu harganya lebih mahal dari yang biasa-biasa saja. Ia melihat seorang budak yang harganya sangat mahal. Ia kemudian mempertanyakan sebabnya. Mereka menjawab, “Ia ahli dalam mengidentifikasi kehausan orang lain. Ia tahu siapa yang haus dan tidak”.

Mendengar itu orang tersebut langsung percaya dan suka dengan budak itu. Ia membelinya dan membawanya ke rumahnya. Ia ingin memperkenalkannya kepada teman-temannya. Untuk itu ia mengundang mereka ke rumahnya. Ia menyiapkan makanan, namun tidak menyiapkan air. Para tamu yang datang makan dengan lahap dan satu persatu mulai meminta air. Setiap salah satu dari mereka meminta air, si budak yang berada di sampingnya berkata kepada tuannya, “Ia bohong. Ia tidak haus”. Semakin lama mereka yang hadir dan makan semakin kehausan. Mereka mulai meminta air dengan suara keras. Namun, setiap kali mereka meminta air, si budak berkata kepada tuannya, “Mereka bohong”. Akhirnya, salah seorang dari mereka bangkit dari tempat duduknya untuk mencari air. Si budak berkata, “Orang ini benar-benar kehausan, karena ia bangkit dari duduknya dan tidak hanya berteriak-teriak meminta air”.

Setiap orang akan dianggap klaimnya benar dan jujur bila ia melakukan kerja sesuai dengan klaim yang diucapkannya. Mereka yang tidak beramal pada dasarnya tidak beriman. Yamg mereka miliki hanya klaim tentang keimanan.[infosyiah]

2 Tanggapan to “Apakah iman tanpa amal memiliki nilai?”

  1. liezmaya said

    Terima kasih atas infonya
    bila berkenan berkuanjung ke blog saya
    http://sundajava.blogspot.com

  2. H Muhammad Abdullah said

    Assalamualaikum

    Tawalla wa tabarra adalah bagian dari Rukun Iman Madhab Ahlul Bait (Syi’ah). Tawalla wa tabarra berarti mencintai sesama orang yang beriman dan menjauhi musuh musuh Islam.

    Masih banyak anak jalanan atau anak yatim/piatu yang tidak dapat membayar uang sekolah; sehingga mereka tidak pernah mendapatkan pendidikan agama Islam.

    Muslim & muslimah di forum ini; terutama pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syi’ah) berkewajiban memberikan kasih sayang dan cinta kasih kepada anak anak jalanan dan anak2 yatim/piatu dengan cara menyumbankan waktu untuk mengajar mereka, membaca, menulis, agama Islam, berhitung dll.

    Sifat sifat orang yang beriman adalah kasih sayang dan cinta kasih kepada sesama manusia. Masjid2 yang dimiliki dan yang dikelola oleh pengikut2 madhab Ahlul Bait (Syi’ah) belum dipergunakan secara maximal; sehingga Masjid2 tersebut belum dipergunakan untuk menyebarkan kasih sayang kepada mereka yang miskin; terutama anak2 jalanan dan anak2 yatim/piatu.

    Ummat Nasrani gencar menyebakan agama Kristen kepada masyarakat. Walaupun ummat Islam sudah tertinggal dibandingkan dengan ummat Nasrani; tetapi ummat Islam belum terlambat untuk membagi kasih sayang dan cinta kasih kepada sesama manusia.

    Semua manusia adalah ciptaan Allah; sehingga kewajiban muslim & muslimah yang mengikuti madhab Ahlul Bait (Syi’ah) untuk melaksankan Rukun Iman dengan memberikan pendidikan gratis untuk anak2 jalanan dan anak2 yatim/piatu; karena Tawalla wa tabarra bukan hanya Aqidah madhab Ahlul Bait (Syi’ah); tetapi tawallah wa tabarra adalah kewajiban untuk memberikan kasih sayang dan cinta kepada semua manusia; terutama kepada orang2 yang beriman.

    ALQURAN 5:2
    dan tolong menolonglah kamu untuk melakukan kebaikan2 dan janganlah kamu tolong menolong untuk melakukan kejahatan atau perbuatan yang berdosa.

    Sudah lama anak2 jalanan dan anak2 yatim/piatu menderita; sekarang muslim & muslimah yang mengikuti madhab Ahlul Bait (Syi’ah) berkewajiban menghintikan tangisan anak2 jalanan dan tangisan anak2 yatim/piatu dengan cara memberikan kasih sayang dan cinta kasih kepada mereka.

    Kita harus meluangkan waktu untuk menjadi guru guru kepada anak2 jalanan dan anak2 yatim/piatu. Mereka harus mendapatkan pelajaran membaca, menulis, berhitung, agama Islam, mengaji secara gratis; sehingga kita berkewajiban memberikan pendidikan gratis kepada mereka berdasarkan kasih sayang dan cinta kasih; sehingga tidak banyak muslim & muslimah yang murtad akibat penyebaran agama Kristen di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: