Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Mengapa di dunia senantiasa kita menghadapi kesulitan?

Posted by infosyiah pada 0, Mei 14, 2007

Soal: Mengapa di dunia senantiasa kita menghadapi kesulitan?

Jawab: Seseorang berjalan melewati sebuah toko  barang pecah belah. Matanya tanpa sengaja melihat sebuah gelas kaca yang dibuat tidak seperti lainnya. Di situ ia berhenti dan memperhatikan lebih seksama. Akhirnya ia masuk ke toko tersebut dan memegang gelas tersebut dan bertanya kepada pemilik toko, “Wahai pemilik toko! Mengapa gelas ini dibuat sedemikian rupa sehingga bagian atasnya tertutup dan bagian bawahnya terbuka?” Pemilik toko dengan tersenyum menjawab, “Bila Anda benar dalam melihatnya dan gelas tersebut dipegang dengan cara yang benar, pertanyaan Anda langsung terjawab.”

Benar, sangat banyak sekali pertanyaan yang kita ajukan berdasarkan keyakinan dan gambaran-gambaran yang salah. Kita membayangkan bahwa dunia diciptakan untuk kesejahteraan manusia. Karena itulah kita bertanya, “Mengapa tidak ada kesejahteraan?” Seperti seorang yang masuk ke restoran dan bertanya mengapa di sini tidak dijual alat-alat pertanian. Ia harus percaya terlebih dahulu bahwa di situ bukan tempat yang menjual alat-alat pertanian. Kita harus yakin bahwa dunia bukan sebuah tempat tinggal dan tempat bersenang-senang. Dunia adalah tempat tumbuh kembangnya manusia. Untuk itu, manusia harus berjuang menghadapi kesulitan-kesulitan di dunia sehingga ia dapat berkembang dan menyempurna.

Al-Quran menyebutkan, “Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri” (A’raf: 94).

Selama kayu gaharu tidak dibakar, tidak seorang pun akan tahu bahu wanginya. Kesulitan yang dihadapi manusia adalah sarana untuk menghancurkan kesombongan manusia.

Sebagaimana ban mobil harus dijaga keseimbangan udara yang ada di dalamnya, kesulitan dan musibah yang menimpa manusia membuat manusia menjadikan manusia menjadi seimbang. Kesulitan dapat menghancurkan kelalaian dan kesombongan manusia. Selain itu, dengan dihadapkan pada kesulitan-kesulitan, manusia menjadi berpikir untuk berusaha lebih keras lagi. Kesulitan-kesulitan membuat manusia mengerahkan segala daya dan upayanya yang mengakibatkan ditemukan hal-hal baru.[infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: