Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Pemerintah Yaman melanggar kesepakatan gencatan senjata

Posted by infosyiah pada 0, Mei 29, 2007

Pemerintah Yaman melanggar kesepakatan gencatan senjata

Minggu kemarin, setelah presiden Yaman Ali Abdul Saleh mengumumkan gencatan senjata untuk memperingati persatuan Yaman Selatan dan Utara di kota Eb, beberapa jam setelahnya pasukan Yaman dengan mengerahkan pasukan besar menggempur posisi-posisi pengikut al-Hautsi di Dhahyan dan Alu al-Shaifi. Gencatan senjata Minggu kemarin hanya berlaku dari jam 8 malam sampai jam 10 malam hari selasa.

Pada pagi hari Rabu, sekitar seribu pasukan pemerintah Yaman yang dibantu oleh tank-tank dan angkatan udara menyerbu secara hebat kota Dhahyan. Berdasarkan berita yang sampai, pasukan pemerintah mendapat perlawanan gigih dari pengikut al-Hautsi yang membuat pasukan pemerintah mengalami kerugian dan memakan banyak korban. Hal itu membuta pasukan pemerintah menarik mundur pasukannya.

Selama dua hari pertempuran, ini adalah kesekian kalinya pasukan pemerintah menyerang kota Dhahyan dengan hebatnya dan menghadapi perlawanan gigih dari pengikut al-Hautsi. Dalam perang ini, pengikut al-Hautsi berhasil menghancurkan lima tank pasukan Yaman.

Ada analisa yang menyebutkan bahwa presiden Yaman tidak punya kekuatan untuk menguasai dan mengontrol pengikut al-Hautsi. Itulah mengapa ia mengajak untuk melakukan gencatan senjata. Pelanggaran pasukan Yaman atas gencatan senjata yang telah disepakati, sangat mungkin muncul dari perselisihan para komandan pasukan Yaman.

Setelah presiden Ali Abdul Saleh mengumumkan gencatan senjata, Yahya Badruddin al-Hautsi menyetujui usulan tersebut karena menghormati peristiwa persatuan Yaman. Yahya al-Hautsi meminta agar gencatan senjata ini diaplikasikan di semua medan pertempuran. Salah satu usulannya adalah penarikan mundur pasukan pemerintah dari desa-desa dan ladang-ladang penduduk sebagai bukti keseriusan pemerintah dalam proses gencatan senjata. Ia juga meminta agar Ali Abdul Saleh tidak mengizinkan perjalanan komite ulama ke Sa’da, karena dapat menyulut api peperangan. Komite ulama ini harus terdiri dari tokoh-tokoh yang disepakati oleh kedua belah pihak.[infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: