Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Strategi Arab Saudi di tengah konflik Yaman

Posted by infosyiah pada 0, Juni 8, 2007

Strategi Arab Saudi di tengah konflik Yaman

Sejak dahulu strategi Arab Saudi terkait dengan negara Yaman adalah upaya untuk menjaga agar stabilitas keamanan di Yaman tidak terwujudkan. Yaman yang kuat dan stabil tidak diinginkan oleh Yaman. Ini dapat ditelusuri dalam sejarah modern Yaman. Di samping itu, kebergantungan ekonomi Yaman kepada ekonomi Arab Saudi sumbangan-sumbangan berkala dari Arab Saudi kepada tokoh-tokoh politik, sosial dan kabilah-kabilah Yaman membuat peran Arab Saudi di Yaman harus diperhitungkan.

Kehadiran Arab Saudi di Yaman dapat dilihat pada partai Islah yang dipimpin oleh Syaikh Abdullah al-Ahmar dan Syaikh Abdulmajid al-Zandani dan beberapa tokoh Wahhabi/Salafi serta beberapa syaikh kabilah yang menerima sumbangan seperti telah disinggung di atas. Kedutaan Amerika dan Arab Saudi termasuk yang terbesar di San’a.

Pada sepuluh tahun belakangan ini, Jenderal Ali Abdullah Saleh berusaha untuk melemahkan posisi Syaikh Abdullah al-Ahmar agar pengaruh Arab Saudi di Yaman agak berkurang. Untuk itu, antara tahun 1999 sampai 2003 Ali Abdullah Saleh berusaha memanfaatkan isu global perang menghadapi teroris al-Qaedah ia memberikan kesempatan kepada orang-orang Syiah Zaidiyah dan sekaligus memperbaiki hubungannya dengan Iran. Dengan itu ia berharap peran Wahhabi/Salafi di Yaman dapat ditekan. Namun, kekhawatiran terhadap orang-orang Syiah Zaidiyah mengambil alih kekuasaan sebagaimana mereka pernah berkuasa 45 tahun lalu. Kekhawatiran ini membuat munculnya perang dengan orang-orang Syiah pada tahun 2004. Sekarang setelah tiga tahun berperang akhirnya masih belum dapat ditebak.

Sejak tiga tahun ini, Wahhabi/|Salafi memanfaatkan situasi yang ada dan memperbaiki kembali jaringannya yang porak-poranda sebelumnya. Di samping itu, kebencian mereka terhadap orang-orang Syiah membuat mereka mengirimkan pasukannya ke Sa’da. Jelas, Arab Saudi tidak akan rela orang-orang Syiah yang minoritas bakal menjadi kelompok yang berpengaruh di Yaman.

Dalam perang Sa’da, Arab Saudi dengan baik memainkan perannya sebagai pihak yang tidak memihak. Namun, kenyataannya dalam konflik bersenjata di daerah Razih Arab Saudi memberi izin tentara Yaman melewati teritorialnya untuk memerangi pengikut al-Hautsi. Berita yang ekspos oleh al-Majalis menyebutkan tentara Arab Saudi telah dikirim ke daerah Najran dengan niat mendukung pasukan Yaman ikut memerangi pengikut al-Hautsi. Tentunya, kebenaran berita ini belum dapat dibuktikan, namun kejadian terakhir di Sa’da sangat penting bagi Arab Saudi. Berita dari al-Majalis menambahkan sebuah tank Arab Saudi yang berada di Najran menembak sebuah mobil yang menyebabkan tewasnya pengemudi mobil itu.

Dalam kondisi bagaimanapun, bila Arab Saudi memerangi orang-orang Syiah Yaman, maka perang Sa’da akan meluas ke dalam negeri Arab Saudi sendiri. Karena selain tiga propinsi Najran, Jizan dan Asir yang terletak di Selatan Arab Saudi, 60 tahun lalu masuk wilayah Yaman, mayoritas penduduknya bermazhab Syiah Zaidiyah. Orang-orang Syiah Islamiliyah Najran juga merupakan kabilah yang kuat dan bersenjata. Berdasarkan persamaan sejarah, geografi dan mazhab dengan Syiah Zaidiyah yang berada di Sa’da, kemungkinan mereka membantu saudara-saudaranya sangat besar dan tanpa dapat dihalang-halangi mereka akan masuk ke medan pertempuran. Ditambah lagi dengan orang-orang Syiah Itsna ‘Asyariyah yang berada di kawasan Timur Arab Saudi yang sudah jelas akan mendukung pengikut al-Hautsi.

Oleh karenanya, sangat jauh bila dibayangkan Arab Saudi akan melakukan blunder politik dengan ikut menyerang secara terbuka pengikut al-Hautsi. Tentunya Arab Saudi akan lebih memperketat perbatasannya agar jangan sampai pengikut al-Hautsi memasuki tanah mereka.

Berita-berita yang masuk menunjukkan bahwa bagaimana Arab Saudi terpaksa menerima pengikut al-Hautsi yang terluka untuk diobati di rumah-rumah sakit mereka yang berdekatan dengan perbatasan. Yayasan-yayasan sosial yang dibangun dari sumbangan orang-orang Bahrain menampung pengungsi Yaman setelah mendapat izin dari orang-orang Syiah Ismailiyah Najran. Apa yang terjadi ini membuat pemerintah Yaman marah besar. Berita terakhir menyebutkan bahwa tentara Yaman mencegah bantuan dari rombongan Arab Saudi kepada para pengungsi Sa’da.

Beberapa Minggu lalu sekitar 50 ribu pengungsi di kamp pengungsi Sa’da menandatangani surat panjang yang berisikan permintaan kepada Raja Abdullah untuk mengirimkan bantuan berupa obat-obatan, makanan dan selimut kepada anak-anak, wanita dan orang tua. Bantuan makanan dari PBB dengan menganggarkan dana 443 ribu dolar untuk makanan dan apa yang dibutuhkan oleh para pengungsi Sa’da. Tentunya, bila tentara Yaman memberikan izin mereka melakukan tugasnya.[infosyiah]

Satu Tanggapan to “Strategi Arab Saudi di tengah konflik Yaman”

  1. […] Berdasarkan lima alasan di atas, gencatan senjata yang terjadi antara pasukan pemerintah dan orang-orang Syiah tidak bisa diam di tempat. Arab Saudi tidak menyukai gencatan senjata itu. Selama tiga puluhan tahun Arab Saudi menanamkan miliaran dolar modalnya di Yaman agar pengaruhnya tetap kokoh di sana. Bila perjuangan dan perlawanan orang-orang Syiah tidak ada di Yaman, niscaya kita akan menyaksikan sebuah pemerintah Taleban lain di Yaman. Bahkan dapat dikatakan sebagian besar dari tokoh-tokoh Yaman seperti para Syaikh, ulama, pejabat-pejabat pemerintah dan komandan-komandan militer mendapatkan gaji dari Arab Saudi (untuk lebih jelasnya klik di sini).[infosyiah] […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: