Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Mengapa Allah menciptakan manusia berbeda-beda dan apakah perbedaan ini bukan kezaliman?

Posted by infosyiah pada 0, Juni 12, 2007

Soal: Mengapa Allah menciptakan manusia berbeda-beda dan apakah perbedaan ini bukan kezaliman?

Jawab: Seorang ilmuwan yang menulis buku atau sebuah artikel, huruf-huruf yang ditulisnya berbeda-beda sampai makalahnya selesai. Bila dalam buku atau artikelnya hanya berisikan huruf yang sama, tulisannya itu tidak dapat digolongkan artikel dan buku.

Perbedaan huruf bukan sebuah kezaliman. Bila kalian menuliskan kata ALI, ada huruf A yang seperti pasak memiliki dua kaki, ada huruf L seperti sudut 90 derajat dan huruf I yang tegak lurus. Gabungan ketiganya ini membuat sebuah makna. Setiap huruf yang ada tidak punya hak untuk mengkritik penulis. Huruf A misalnya, tidak akan mempertanyakan mengapa bentuk saya seperti pasak yang memiliki dua kaki. Atau L mempertanyakan mengapa bentuknya seperti sudut 90 derajat dan begitu juga I. Kezaliman itu muncul ketika huruf A sebelumnya tidak berbentuk demikian tapi seperti D dan kemudian kita memaksanya mengangkang sehingga seperti huruf A. Sejak awal huruf A diciptakan demikian dan ini bukan kezaliman.

Begitu juga dengan sebuah permadani yang kita gunting menjadi beberapa bagian. Ini sebuah kezaliman karena bentuknya yang besar itu kita ambil. Namun, bila kita mendapatkan permadani itu sejak awal kecil, di sini tidak terdapat kezaliman.

Tidak ada orang yang mengatakan kepada seorang pemilik pabrik keramik sebagai orang yang zalim, karena membuat keramik dalam bentuk yang beragam. Karena sejak awal tidak ada keramik sehingga kita dikatakan mengambil kesempurnaannya dan menzaliminya.

Perbedaan manusia dalam penciptaan juga berdasarkan kearifan ilahi. Dengan demikian, Allah tidak menzalimi seseorang. Karena setiap orang akan menemukan dirinya sesuai dengan potensinya, tidak kurang dan tidak lebih.[infosyiah]

2 Tanggapan to “Mengapa Allah menciptakan manusia berbeda-beda dan apakah perbedaan ini bukan kezaliman?”

  1. riad said

    Pada dasarnya manusia sama, diciptakan dari tanah/ lumpur hitam. Namun karena yg hidup di dunia ini bukan hanya manusia melainkan jin, syetan, ibliz. maka manusia dihadapkan kepada suatu perjalanan yg mengantarkannya kepada sebuah kesamaan. yaitu surga dan neraka. sebuah pilihan dimana salah satunya terdapat sebuah kesamaan yg identik. antara baik dan buruk.

    Kalau semua sama dimana letak keadilannya??..

  2. Rakyat Jelata said

    Kalau gitu, jabariah dong

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: