Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Pasukan al-Hautsi keluar dari kota al-Qal’ah

Posted by infosyiah pada 0, Juni 12, 2007

Pasukan al-Hautsi keluar dari kota al-Qal’ah

Malam Jumat kemarin, pasukan Yaman menembakkan sekitar 150 rudalnya ke kawasan Alu al-Shaifi dan Bani Ma’adz. Pada hari Minggu, pasukan Yaman melakukan serangan besar-besaran dengan menurunkan pasukan berlapis baja dan pasukan infanteri di kawasan ini. Perlawanan gigih yang ditunjukkan oleh pejuang Syiah pengikut al-Hautsi membuat kerugian besar diderita oleh pasukan Yaman. Begitu juga terjadi pertempuran hebat di gunung Dakhsyaf. Gunung ini sejak awal perang ketiga di Sa’dah ini telah empat kali berganti penguasa, di mana akhirnya dikuasai oleh pengikut al-Hautsi.

Awal Minggu kemarin, pengikut al-Hautsi berhasil meledakkan bangunan pemerintah di kota al-Qal’ah ibu kota kawasan pegunungan Razih. Aksi ini menunjukkan bahwa pejuang pengikut al-Hautsi telah memutuskan untuk keluar dari kota ini. Minggu lalu juga mereka meninggalkan dataran tinggi kota Syu’arah. Hari Sabtu tanggal 9 Juni, pasukan Yaman memasuki kota Syu’arah tanpa terjadi kontak senjata dengan pengikut al-Hautsi dan setelah itu mereka menuju kota al-Qal’ah. Pasukan Yaman tidak masuk ke kota ini karena khawatir bom yang telah dipasang oleh pengikut al-Hautsi di dalam kota dan bangunan pemerintah. Ini menunjukkan bahwa keluarnya pengikut al-Hautsi dari kota telah direncanakan sebelumnya.

Tiga bulan sebelumnya ketika pengikut al-Hautsi menguasai kawasan Razih, pasukan elit Yaman dikirim ke kawasan ini untuk mengeluarkan pengikut al-Hautsi dari sana. Ternyata pasukan elit Yaman tidak mampu melaksanakan tugasnya, bahkan korban yangjatuh di pihaknya terhitung besar. Masuknya pasukan Yaman ke kota al-Qal’ah dapat menjadi sebuah berita dan publikasi yang menguntungkan pemerintah Yaman. Dengan itu diharapkan semangat tentaranya yang menurun sebelum ini, karena kekalahan beruntun, dapat dipulihkan.

Saat ini, pengikut al-Hautsi berlindung di gunung Razih. Dengan cara ini, mereka berharap dalam kontak senjata, korban yang jatuh dari pihak mereka akan lebih sedikit ketimbang mempertahankan kota. Perang di gunung buat pasukan Yaman akan sangat mahal biayanya. Sebaliknya, ketika pengikut al-Hautsi tidak diwajibkan untuk mempertahankan tempat yang pasti membuat mereka dapat leluasa menguasai medan pertempuran. Perang gerilya membuat kekuatan manuver mereka lebih baik. Bagaimanapun juga, keputusan untuk keluar dari kota al-Qal’ah merupakan sebuah keputusan yang tepat dari para komandan pasukan al-Hautsi.

Pasukan Yaman yang beranggapan bahwa keluarnya kekuatan al-Hautsi dari dua kota al-Qal’ah dan Syu’arah karena kelemahan mereka. Untuk itu mereka memutuskan untuk menyerang daerah Qathabir. Ternyata di sana banyak jatuh korban dari pihak mereka, akibat perlawanan gigih yang ditunjukkan oleh pejuang Syiah pengikut al-Hautsi di sana. Saat ini, daerah-daerah yang menjadi pusat konflik antara kedua pasukan ini adalah Qathabir, Dhahyan, Alu al-Shaifi dan Bani Ma’adz.[infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: