Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Saat 60 hari telah lewat; perundingan atau resolusi baru?

Posted by infosyiah pada 0, Juni 13, 2007

Saat 60 hari telah lewat; perundingan atau resolusi baru?

Iran tidak menerima penundaan pengayaan uranium; tidak sebagai syarat perundingan apa lagi sebagai hasil dari perundingan. Ini adalah sikap Iran yang tidak dapat diganggu gugat sebagai jawabannya kepada Dewan Keamanan PBB. Waktu Iran untuk menjawab resolusi yang dikeluarkan PBB telah habis 19 hari yang lalu. Saat ini semua pandangan tertuju pada keputusan negara-negara 5+1 apakah mereka akan melakukan perundingan dengan Iran atau berusaha mengeluarkan sebuah resolusi baru yang lebih menekan Iran.

Rahbar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamene’i dalam peringatan ke 18 wafatnya Imam Khomeini menegaskan sikap Iran, “Prosedur dan cara sebuah rakyat yang bebas dan mandiri dalam masalah energi nuklir untuk tujuan damai tidak akan memohon kepada hegemoni negara-negara besar. Karena bangsa yang besar ini dan para pemudanya punya keyakinan dan pengalaman selama 28 tahun bahwa hak-haknya hanya akan terpenuhi bila secara serius, tegak dan kokoh menghadapi segala kekuatan dunia”.

Melihat sikap Iran yang tetap dengan pendiriannya , maka mau tidak mau hanya ada dua pilihan dalam masalah ini; berunding atau mengeluarkan resolusi baru.

Beberapa strategi Amerika dan sekutunya untuk mengekang Iran dan program nuklirnya:

1. Menekan Iran dari berbagai bidang

Amerika secara bertahap berusaha menekan Iran dari tiga sisi; ekonomi, politik dan keamanan. Dengan menggiring program nuklir Iran untuk tujuan damai dalam sebuah gambaran akan kemampuan nuklir Iran bila berhasil membuat senjata nuklir, Amerika tidak saja berhasil menekan Iran tapi juga berhasil membuyarkan upaya untuk membangun sebuah kerja sama di Timur Tengah, bahkan dengan ini diharapkan Iran menjadi terasing di tengah-tengah masyarakat dunia.

Di sisi lain, keberhasilan Amerika dalam menelurkan resolusi berantai terhadap Iran, ini memberikan legitimasi baru kepadanya untuk menekan ekonomi Iran dengan bersandarkan pada resolusi terakhir 1747 di mana seluruh negara anggota PBB harus melaksanakan isi resolusi itu. Dan ini sebuah jalan lurus yang telah siap bagi Amerika untuk menekan dan mengasingkan Iran dari negara-negara dunia.

2. Memperluas perselisihan di level petinggi-petinggi negara Iran dan mengurangi dukungan publik bagi program damai nuklir Iran.

Para analis Amerika menilai bahwa setiap kali blokade ekonomi diperketat dan peningkatan intensitas perang urat syaraf, maka kemungkinan besar akan muncul kubu-kubu di tengah sebuah masyarakat. Hal yang sama dengan program damai nuklir Iran. Dan ini sangat menguntungkan Amerika ketika kondisi semakin kritis, mereka dapat membangun sebuah sistem berpikir yang perlahan-lahan akan menyebar di kalangan rakyat bahwa telah terjadi pro dan kontra yang serius dalam masalah ini.

Resolusi berantai (1696, 1737 dan 1747) yang dikeluarkan oleh Dewan Keamanan PBB buat Amerika adalah sebuah permainan untuk mendapatkan tujuan yang diinginkannya secara langsung lewat resolusi itu. Dan Amerika diuntungkan karena kelaziman dari resolusi berantai itu ada tersimpan tujuan-tujuan tidak langsung yang akan diraih oleh mereka seperti mewujudkan tekanan dan perang urat syaraf terhadap pemerintah dan rakyat Iran, ketidakstabilan ekonomi Iran, larinya modal dalam negeri dan ketidaksudian pemodal asing untuk menanam modal di Iran dan lain-lain.

Para analis Amerika dengan mudah dapat menganalisa bahwa setelah dikeluarkannya resolusi terakhir sampai di mana mereka mampu meraih tujuan langsung dan tidak langsung mereka dan hasilnya akan diterapkan dalam berdiplomasi secara bertahap.

3. Perluasan pengawasan terhadap perdagangan luar negeri Iran

Salah satu tujuan Amerika dengan disahkannya embargo yang sifatnya parsial, luas serta memiliki tujuan jelas adalah diberikannya hak kepada Amerika untuk memeriksa kapal-kapal dagang Iran dengan alasan untuk menggagalkan penyelundupan bahan mentah pembuat bom nuklir dan rudal. Ini dapat menjadi sebuah alasan untuk memunculkan konflik militer terbatas. Dengan ini, Amerika dapat menjustifikasi kehadiran militernya dan juga NATO di Teluk Persia.

Amerika mengklaim bahwa embargo persenjataan dan nuklir terhadap Iran akan membuat Iran mengimpor bahan-bahan mentah yang dibutuhkannya dengan harga mahal dari negara ketiga. Kebutuhannya ini akan dibawa lewat kapal-kapal dagang dan dengan alasan melaksanakan keputusan PBB Amerika dengan mudah dan secara luas dapat memeriksa kapal-kapal dagang Iran. Ini akan sangat mempengaruhi perdagangan luar negeri Iran.

4. Kebijakan mengail di air keruh

Tentu saja bahwa penundaan pengayaan uranium Iran tidak bermakna penghapusan embargo nuklir dan rudal. Amerika akan terus berusaha dengan mencari alasan bahwa upaya Iran untuk menunjukkan kejujurannya dalam proses pengayaan nuklirnya memerlukan waktu yang lama. Dengan ini, Amerika berharap berkas nuklir Iran tetap di tangan Dewan Keamanan PBB dan ini dijadikan kartu kemenangannya dalam upayanya untuk menyelesaikan masalah lain dengan Iran. Perlu diketahui bahwa sebelum berkas nuklir Iran ini dibawa ke DK PBB, Rusia dan Cina yang berperan sangat penting. Tapi setelah arsip nuklir Iran dipegang oleh DK PBB kemampuan manuver kedua negara ini sudah tidak terlihat lagi.

5. Melemahkan posisi dan peran asli pertahanan doktrin keamanan nasional Iran

Isi resolusi 1737 dan 1747 ditulis sedemikian rupa sehingga mengurangi semangat pertahanan Iran di kawasan Timur Tengah. Dengan kata lain, mencegah kemajuan teknologi nuklir yang dihasilkan oleh Iran dalam bingkai perjanjian internasional berarti mengurangi kemampuan dan semangat Iran dalam membangun dan meluaskan kemampuan rudal Iran. Dengan memperhatikan bahwa model yang diikuti di Timur Tengah ini berdasarkan prinsip keamanan, setiap kali terjadi penurunan kemampuan pertahanan dalam doktrin militer-keamanan Iran akan membuat Iran lemah.

Dalam resolusi 1737 yang diembargo hanya bahan mentah nuklir dan rudal, sementara dalam resolusi1747 embargo itu meluas mencakup persenjataan konvensional.

Menghadapi strategi Amerika, Iran juga telah menyiapkan taktiknya untuk keluar dari tekanan-tekanan yang ada:

1. Iran dari sisi keamanan

Salah tujuan keamanan Iran dalam rencana pembangunan 20 tahunnya, Iran telah merencanakan akan menjadi kekuatan nomor satu di kawasan Timur Tengah. Dengan melihat bahwa India, Pakistan dan Rezim Israel telah memiliki senjata nuklir, pembangunan dan perluasan teknologi nuklir bagi Iran sangat strategis. Dari sisi kejiwaan, Iran dapat menjadi model dan contoh keamanan di Timur Tengah. Dan langkah mundur dari strategi ini, sekalipun hanya bersifat penundaan pengayaan nuklir akan membuat masalah besar terutama bagi keyakinan dan kemandirian yang telah ditunjukkan selama ini oleh para ilmuwan Iran.

Iran harus pandai-pandai memainkan strateginya, karena bila resolusi berantai ini tidak berhenti, maka itu berarti kaidah Zero-Sum Game yang akan bermain. Dan itu artinya, sebesar apapun Amerika mampu menarik perhatian DK PBB untuk mengeluarkan lagi sebuah resolusi, sebesar itu pula Amerika memiliki kesempatan dan sebaliknya Iran akan menjadi korban.

Di sini perlu kesepakatan nasional sehingga memiliki suara yang relatif satu; baik di tingkat atas maupun masyarakat. Bila ini terjadi dampak-dampak yang diakibatkan oleh resolusi PBB akan dapat dihadapi oleh Iran.

2. Diplomasi multilateral dan fleksibel

Salah satu pernyataan penting dan memiliki dampak yang serius dalam ketegangan Iran dan Amerika yang terus berkepanjangan adalah seberapa jauh para pemain penting dunia ini dapat terus menjalankan isi resolusi DK PBB. Sampai kapan Rusia, Cina dan Prancis yang memiliki hak veto akan terus melihat sikap arogan dan One Man Show Amerika di PBB? Seberapa besar kesabaran mereka menghadapi Amerika di mana dalam permainan ini kepentingan ekonomi mereka juga terancam?

Di sisi lain, negara-negara Eropa yang diwakili Solan lebih setuju bahwa berkas nuklir Iran ini diselesaikan lewat jalur perundingan. Analisa mereka bahwa keberlangsungan sikap Amerika dengan memaksa DK PBB mengeluarkan resolusi yang baru akan mengancam kestabilan sistem politik dan keamanan di Timur Tengah. Dan ini berarti Timur Tengah akan masuk dalam permainan ini. Bila ini terjadi, kekuatan besar sekalipun sulit untuk mengontrol krisis yang bakal terjadi. Terlebih lagi Bush tengah ditekan oleh Kongres Amerika untuk menetapkan tanggal penarikan pasukan Amerika di Irak secara bertahap.

Poin penting yang perlu dijadikan renungan adalah negara-negara Arab tidak menginginkan Iran sebagai negara kawasan dengan kekuatan nuklir. Kepentingan mereka menuntut untuk mendukung pelaksanaan resolusi terakhir DK PBB. Ini dapat dilihat ketika Qatar ikut menyetujui pengambilan suara di DK PBB. Namun, pada saat yang sama merek juga menentang bila masalah ini menjadi serius, karena itu artinya akan terjadi krisis di negara-negara mereka dengan larinya para penanam modal dan akan memunculkan ketidakstabilan di dalam negara mereka.

Itulah mengapa untuk menarik perhatian negara-negara Arab Iran memainkan diplomasi aktif. Kunjungan-kunjungan yang dilakukan oleh Ahmadi Nejad dalam masa pemerintahannya yang singkat ini dapat menunjukkan keseriusan Iran untuk membangun kesepahaman bahwa Iran bukan ancaman. Iran bahkan menawarkan kerja sama dalam alih teknologi nuklir ke negara-negara Arab.

Bila Iran mampu memainkan diplomasi Timurnya ini dengan baik, Cina dan Rusia juga akan mendekati Iran lebih dari sebelumnya, sekalipun sebagai alat. Namun ini berarti keberhasilan Iran dalam upayanya meyakinkan negara-negara dunia bahwa program nuklirnya untuk tujuan-tujuan damai.

3. Strategi perang urat syaraf

Salah satu tujuan Amerika dari dikeluarkannya resolusi DK PBB adalah memperluas perang urat syaraf dengan Iran. Dalam posisi yang sama Iran juga melakukan hal yang sama. Sebagai contoh:

a. Pernyataan Sekjen Badan Keamanan Nasional Iran di Peking bahwa bila tekanan politik Barat bertambah, niscaya Iran akan meninjau kembali keberadaannya dengan perjanjian NPT.

b. Parlemen Iran mengesahkan dua keputusan mengharuskan pemerintah melakukan peninjauan kembali kerja sama dengan IAEA. Dengan keputusan ini, pemerintah memiliki hak untuk mengambil kebijakan sesuai dengan kondisi program nuklir Iran.

c. Pernyataan Rahbar Iran Ayatullah Sayyid Ali Khamene’i di Mashad dalam pidato tahun baru Iran, “Bila Barat tidak mengindahkan undang-undang internasional dalam menyelesaikan berkas nuklir Iran, maka Republik Islam Iran juga dapat melakukan hal yang sama”. Atau ucapan beliau, “Setiap serangan Amerika ke Iran akan menyebabkan seluruh kepentingan Amerika di dunia terancam”.

Dengan melihat kenyataan bahwa kedua belah pihak bertahan dengan pendapatnya masing-masing, kemungkinan besar Amerika akan memanfaatkan lagi DK PBB. Namun, dengan melihat betapa sulitnya resolusi 1737 dan 1747 DK PBB disepakati, resolusi berikutnya juga tidak akan mudah dan memakan waktu lama.

Beberapa bulan terakhir, sebagian negara-negara Eropa mulai berubah sikap. Mereka menerima hak Iran untuk mengayakan uranium tapi terbatas. Sikap ini membuat berang Amerika. Munculnya sikap yang seperti ini membuat Amerika akan semakin kesulitan untuk menghadapi Iran dalam upayanya mengeluarkan resolusi yang baru.

Perundingan-perundingan terakhir antara Larijani dan Solan sudah tidak lagi membicarakan penundaan pengayaan nuklir Iran. Setidak-tidaknya ini telah menunjukkan bahwa hak Iran telah diterima. Masih perlu menanti hasil-hasil perundingan terakhir untuk menganalisa ke depan.

Al-Baradei dalam bincang-bincangnya dengan radio BBc mengumumkan bahwa mereka yang pro aksi militer terhadap Iran adalah “Orang-orang gila baru”. Kebijakan Barat yang tidak ingin melihat Iran sebagai kekuatan baru nuklir adalah sikap yang harus dibuang jauh-jauh. Karena saat ini Iran memiliki teknologi ini dan Iran harus diberi izin untuk mengayakan uraniumnya.

Negara-negara yang memiliki kepentingan di Iran tidak mengharapkan bila resolusi baru muncul, embargo yang sudah ada ini diperketat lagi mencakup hal-hal yang lebih umum. Karena mereka tidak mungkin memutuskan hubungan kerja sama mereka dengan Iran yang menguntungkan mereka selama ini.

Pengalaman menunjukkan bahwa embargo ekonomi selama 29 tahun tidak sesuai dengan keinginan mereka. Bahkan Iran semakin gigih untuk mempertahankan apa yang telah diraihnya selama ini di bawah embargo Amerika.[infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: