Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Kronologi peledakan di Samarra

Posted by infosyiah pada 0, Juni 14, 2007

Kronologi peledakan di Samarra

Kota Samarra sebelum lengsernya Saddam Husein berpenduduk sekitar 180 ribu jiwa. Mayoritas penduduknya bermazhab Ahli Sunah dan ada sekitar 200 sampai 300 kepala keluarga yang bermazhab Syiah di sana.

16 bulan yang lalu, tepatnya tanggal 22 Pebruari 2006, 20 orang dari kelompok teroris al-Qaedah yang beranggotakan jamaah kelompok takfiri Wahabi/Salafi dan sisa-sisa pengikut Saddam Husein masuk ke Haram Imam Ali al-Hadi dan Imam Hasan al-Askar as. Mereka membawa sekitar 215 kg bahan peledak. Mereka berhasil meledakkan kuburan kedua Imam ini dan kubahnya hancur.

Pada hari Rabu kemarin tanggal 13 Juni 2007, kembali lagi serombongan orang-orang dari al-Qaedah yang berasal dari kelompok takfiri Wahabi/Salafi dan sisa-sisa anggota partai Ba’ts memasuki Haram Imam Ali al-Hadi dan Imam Hasan al-Askari. Mereka memasuki Haram pada jam 03:00 pagi. Setelah bentrok dengan penjaga Haram dan berhasil menaklukkan mereka, kelompok teroris ini meletakkan bom di kedua menara. Tepat pada jam 09:00 pagi menara yang sebelah kiri meledak dan menghancurkan seluruh menara. Lima menit setelahnya menara yang berada di sebelah kanan meledak tapi hanya setengahnya yang rusak. Sebagian berita menyebutkan rusaknya menara yang sebelah kanan akibat terkena lontaran mortir. Namun, suara ledakan yang cukup kuat sebanyak dua kali yang didengar oleh penduduk Samarra menepis kemungkinan itu. Bagian lain dari Haram yang rusak adalah atap Sardab (tempat persembunyian Imam Mahdi af sampai gaib kubranya). Atap bangunan ini rusak secara keseluruhan.

Dalam peledakan kedua kali ini tidak ada korban jiwa dari peziarah. Karena setelah peledakan pertama, pemerintah Irak melarang untuk melakukan ziarah ke sana. Bahkan tidak cukup itu saja, sekeliling Haram menjadi sepi karena ditutupnya toko-toko yang ada di sana.

Pada jam 15:00 sore hari, pasukan pemerintah Irak dan Amerika menutup jalan masuk ke Haram. Tidak seorang pun diperkenankan memasuki kawasan Haram, tidak terkecuali para wartawan.

Setelah peledakan, Ayatullah Sistani mengutuk keras aksi peledakan itu. Beliau meminta kepada seluruh rakyat Irak; baik itu Syiah maupun Sunni, harus bisa menahan diri agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.

Ulama Syiah dan Ahli Sunah mengutuk tindakan teroris yang meledakkan Haram Imam Ali al-Hadi dan Imam Hasan al-Askari.

Mendengar berita itu, Tentara al-Mahdi yang berafiliasi ke Sayyid Muqtada Shadr langsung mencegah reaksi yang mungkin timbul dari orang-orang Syiah terhadap orang-orang Ahli Sunah.

Nouri al-Maliki Perdana Menteri Irak muncul di televisi Irak dan meminta kepada rakyat Irak untuk dapat menahan diri. Bila harus meluapkan kemarahannya, maka yang tepat menjadi luapan kemarahan itu adalah orang-orang al-Qaedah.

Duta Besar Amerika dan komandan pasukan keamanan Amerika di Irak secara terpisah mengeluarkan pernyataan dan mengutuk tindakan teroris yang meledakkan Haram di Samarra.

Jubir Kementrian Luar Negeri Prancis dalam konferensi persnya sempat membicarakan masalah peledakan menara Haram Imam Ali al-Hadi dan Imam Hasan Askari as. Katanya, “Prancis mengutuk keras peledakan salah satu simbol agama Islam. Tujuan dari peledakan ini adalah terjadinya konflik sektarian berkepanjangan dan kebencian rakyat Irak satu sama lainnya”. Ia meminta kepada seluruh rakyat Irak untuk tidak ikut dalam skenario ini.

Nouri al-Maliki meminta kepada pasukan keamanan Amerika untuk menurunkan pasukannya di Samarra bersama-sama pasukan Irak. Jalur yang menghubungkan Baghdad dan Samarra dipenuhi dengan kehadiran pasukan Amerika dan Irak.

Menyikapi peledakan ini, Nouri al-Maliki membentuk tim penyidik. Tugas tim penyidik ini untuk menyelidiki tentara-tentara Irak yang bertugas di sana saat peledakan terjadi.

Abdul Aziz Hakim pemimpin Dewan Tinggi Revolusi Irak mengutuk tindakan teroris yang meledakkan Haram Imam Ali al-Hadi dan Imam Hasan al-Askari. Ia mengatakan bahwa Amerika bertanggung jawab atas peledakan ini.

Setelah terjadi peristiwa peledakan di Samarra seorang pejabat polisi Irak membertahukan adanya serangan dari beberapa orang bersenjata atas empat masjid Ahli Sunah di kota Baghdad dan Iskandariyah. Letnan Muhammad al-Rahimi melaporkan tiga masjid berada di Iskandariyah sekitar 60 km Selatan Baghdad dan satunya lagi di Barat Daya kota Baghdad.[infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: