Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Para mufti Arab Saudi gembira ledakan di Samarra

Posted by infosyiah pada 0, Juni 18, 2007

Para mufti Arab Saudi gembira ledakan di Samarra

Syaikh Abdullah bin Jabrin, Syaikh al-Harbi dan Syaikh al-Umar merupakan tokoh-tokoh dan mufti besar Arab Saudi. Ketika mendapatkan berita peledakan Haram Imam Ali al-Hadi dan Imam Hasan al-Askari di Samarra saling mengucapkan selamat.

Menurut berita situs Nahrain, ketiga tokoh mufti Arab Saudi ini tahun lalu bersama puluhan lain dari mufti Arab Saudi mengeluarkan pernyataan dan menyebutkan Syiah sebagai kafir. Ketiganya ketika mendengar peledakan di Samarra saling mengucapkan selamat baik lewat ucapan maupun tulisan.

Menurut sumber-sumber berita yang mengetahui masalah ini di kawasan al-Awwamiyah ketiga mufti ini mengungkapkan kegembiraannya satu dengan lainnya.

Berdasarkan berita ini, Syaikh bin Jabrin baru-baru ini mengeluarkan fatwa kepada pengikut Wahabi/Salafi untuk meratakan dengan tanah sisa-sisa bangunan akibat ledakan setahun sebelumnya.

Di sisi lain, seorang pegawai perusahaan layanan telepon seluler di Saudi mengumumkan, “Volume pengiriman SMS yang berisikan ucapan selamat lewat telepon seluler pelanggan di Arab Saudi mulai dari pagi sampai sore hari Rabu tepat di hari peledakan kedua Haram di Samarra meningkat lebih dari 70 persen dari SMS seluruh Arab Saudi di hari-hari biasa. Ini merupakan lonjakan yang tidak biasa.

Ia melanjutkan, “Kebanyakan pengiriman SMS yang berisikan ucapan selamat ini terkait dengan ledakan di Haram Imam Ali al-Hadi dan Imam Hasan al-Askari as. Kebanyakan para pengirim ini menegaskan bahwa aksi itu merupakan tindakan jihad, berasaskan tauhid dan upaya melawan kesyirikan”.[infosyiah]

15 Tanggapan to “Para mufti Arab Saudi gembira ledakan di Samarra”

  1. ivan said

    aneh ya..! para pemuka agama kok bisa gembira dengan bencana yang dialami oleh muslim yang lain….salah menuntut ilmu kali ya…?

  2. azadi said

    LAKNATULLAH ALAL KAZIBIN!!!

  3. abu fadl said

    Sudah di cuci-otak kali? Oleh zionis & imperialis.
    Jadi membatu hatinya.

  4. pervez said

    hati dan otaknya memang sudah rusak

  5. dedi said

    Innalillahi wainna Ilaihi rojiun…

  6. Abu Aqli said

    Paparan diatas hanyalah sebagian kecil dari Ulama Ulama puritan berjubah ‘Kemuliaan Semu’

    Bila Hati telah mati maka di dalam darahnya hanya ada kegembiraan atas perusakaan Rumah ALLAH.

    Semoga ALLAH Ta’ala menghinakan orang orang yang menghinakan Agama Tauhid..

    Amiin Ya Illahi Karim..

  7. hayati said

    mereka adalah orang-orang yang berjubah Islam, tapi tidak lain adalah munafik.
    Jabrin saja sebelumnya bilang bahwa Haram yang dihancurkan itu bukan peninggalan bersejarah Islam. lalu peninggalan bersejarah Islam itu apa menurutnya?
    pantasan mereka diam saja ketika masjid al-Aqsha dihancurkan oleh zionis.
    laknatullah alal kadzibin!!!

  8. jannah said

    Para pemuka agama gembira dengan bencana yang dialami oleh muslim yang lain?? Muslim yang mana???Muslim bukan???
    Kan Syaikh Abdullah bin Jabrin, Syaikh al-Harbi dan Syaikh al-Umar merupakan tokoh-tokoh dan mufti besar Arab Saudi menyatakan syiah KAFIR!!! jadi ya yang lain itu gak dianggep muslim dong,,, makanya mereka gembira. Saya kagum dengan Syaikh Abdullah bin Jabrin, Syaikh al-Harbi dan Syaikh al-Umar merupakan tokoh-tokoh dan mufti besar Arab Saudi, mereka sangat berani. Hidup Jihad..

  9. jannah said

    SAYIDINA ALI KWH BUKAN BERFAHAMAN SYIAH DAN BUKAN IMAM KAUM SYIAH SAHAJA.

    Sayaidina Ali, Fatimah, Hassan dan Husein r.ahum dan Abbas bin Abdul Mutalib, bukanlah kaum Syiah kerana mereka itu tidak sefaham dengan kaum Syiah.

    Sejarah telah membuktikan:

    Sayidina Ali dan Fatimah ikut membaiah Sayidina Abu Bakar menjadi khalifah pertama walaupun agak sedikit terlambat.
    Sayidina Ali ikut membaiah khalifah kedua iaitu Sayidina Umar bin Khattab r.a
    Sayidina Ali ikut membaiah Sayidina Osman, khalifah yang ketiga walaupun beliau termasuk salah seorang calon untuk itu dan termasuk salah satu anggota pemilih. Beliau tidak mencalonkan dirinya dan tidak memilih dirinya.

    Andaikata ada wasiat nabi SAW kepadanya, bahawa yang harus menjadi khalifah selepas kewatan Rasul SAW adalah dia sendiri tentulah beliau tidak akan membaiah Sayidina Abu Bakar, Umar dan Osman r.anhum

    Andai kata ada wasiat itu tentulah beliau kemukakan kepada para Sahabat yang berkumpul di Saqifah bani Saidah untuk memilih Khalifah pertama.

    Sayidina Ali tahu bahawa Nabi SAW sebelum wafat tidak ada berwasiat bahawa khalifah sesudah baginda wafat adalah Ali.

    Dalam kitab hadis Bukhari iaitu kitab yang dianggap oleh umat Islam sebagai kitab kedua sesudah Al Quran tersebut begini:

    Ertinya: Dari Sahabat Nabi Ibnu Abbas, beliau mengkhabarkan bahawasanya Sayidina Ali bin Abi Thalib keluar dari rumah Nabi ketika Nabi sakit akan wafat, maka orang bertanya kepada`Sayidina Ali: Bagaimana keadaan Rasul SAW? Sayidina Ali menjawab: Alhamdulillah, dia beransur sembuh. Pada ketika itu dipegang tangan Sayidina Ali oleh Sayidina Abbas bin Abdul Muthalib, lalu beliau berkata: “Engkau sesudah 3 hari lagi akan menjadi “hamba tongkat” (akan diperintah orang lain), demi Allah saya tahu Rasulullah akan wafat dalam sakit ini, saya tahu keadaan muka anak-anak Abdul Muthalib pada ketika akan wafat. Ayuh! Mari kita masuk kembali kepada Rasul SAW dan kita tanyakan kepada baginda siapakah gerangan yang akan memegang jawatan ini sesudah baginda wafat. Kalau kepada kita diserahkan maka kita sudah tahu dan kalau kepada orang lain, maka kitapun sudah tahu, atau (kita desak) baginda mewaiatkan untuk kita.
    Sayidina Ali menjawab: Kalau kita minta dan Nabi tidak memberikannya maka jawatan ini selamanya tidak akan diberikan kepada kita, demi Allah saya tidak akan memintanya kepada Rasulullah.”

    (Hadis Sahih Riwayat Imam Bukhari – lihat fathul Bari Juz 9 mukasurat 208)

    Nyatalah dalam keterangan yang disebutkan dalam kitab Bukhari bahawa Ali tidak pernah menerima wasiat dari nabi untuk menjadi khalifah, bahawa Nabi tak pernah menujuk sayidina Ali sebagai khalifah yang pertama, bahawa Ali, Abbas dan Ibnu Abbas tidak pernah meminta jawatan khalifah kepada Nabi.

    Kerana itu dapat disimpulkan bahawa Sayidina Ali bukan penganut faham Syiah, bukan termasuk golongan Syiah, dan bukan Imam kaum Syiah sahaja tetapi juga Imam Ahlussunnah wal Jamaah dalam erti yang luas.

  10. Semoga Alloh melaknat Syeh-Syeh yang berpikiran picik dan berbudaya bar-bar dan tidak menunjukkan ketinggian budi pekerti seorang syeh Islam…seperti itukah kualitas pemimpin Islam… ????!!!! picik dan kerdil, tak berbudaya…uneducated people. Semoga Alloh melaknat mereka-mereka yang bersuka-ria atas perusakan tempat bersejarah tersebut yang katanya berdalih jihad… mereka bahkan tak paham makna jihad…

  11. Faizal Ass said

    Salam…

    Peledakan kuburun suci dua Imam agung di Samarra merupakan kejahatan dan wajib dikutuk oleh setiap pribadi yang beradab dan bermoral. Namun, jika peristiwa ini dikait-kaitkan dengan adanya kebencian antar mazhab, sangatlah disayangkan.

    Singkatnya, secara pribadi, saya agak kurang setuju dengan rekan2 yang mempublikasikan bahwa dua tokoh besar (Mufti) Saudi merespon peledakan Samara dengan kegembiraan. Ini berita yang sangat jauh dari kebenarannya dan berpotensi fitnah.

    Catatan: Kecuali kedua tohkoh Saudi tersebut adalah Wahabi yaaa pasti kita percaya berita tersebut benar. he he he

    mohon di cross check kembali informasinya, dan klu benar2 dua ulama itu Wahabi yaa tidak anehlah…itu kan darah pembunuh Nabi dan Keluarganya….iyakan?

    thanks.

  12. esha r yudhi said

    Ilahi,
    Dengan lutf-Mu yang tak mampu kami jangkau
    Beragam peristiwa, berulang dan beruntun hadir di tengah kami
    Dan dengannya
    Engkau telah berkenan membuka bashirah kami
    Setelah kini kian nyata di hadapan kami
    Haq dan bathil yang sebelumnya tersamar
    Setelah saat ini kami kian paham
    Dimanakah posisi haq dan bathil berada
    dan masing-masing pembela dari keduanya berdiri
    Ilahi,
    Mohon maklumkan ‘logika cinta’ kami yang ‘teramat sederhana’
    Hanya karena kami percaya
    Dari sejarah yang tak mungkin terbantah
    Bahwa dua pribadi yang saat ini
    Terusik semayam peristirahatannya
    Adalah benar-benar cucu dari Rasul kami
    yang adalah juga Kekasih terdekat-Mu
    Dan mungkin oleh sebab itulah ‘mereka’yang berada di luar diri kami melihat dan menyangka
    Bahwa hanya faktor ‘logika cinta teramat sederhana’ itulah
    Semata sebagai penyebab kami berunjuk duka-cita teramat dalam
    Meski tidaklah demikian adanya, sebagaimana hanya Engkau-lah yang Maha Tahu
    Melainkan oleh sebab lain yang tersimpan di lubuk hati sebagai buah dari nalar sadar insaniah kami
    Yang terpukul dahsyatnya makar jahat para musuh
    Ilahi,
    Mohon sampaikan dukacita mendalam ini
    Kepada Rasulullah, Sayyidina Muhammad [saaw]
    Kepada Amirul Mu’minin, Sayyidina Ali bin Abi Thalib[as]
    Kepada Bunda Para Imam, Sayyidah Fatimah az Zahra [as]
    dan juga
    Kepada Mawla kami, Shahibuz Zaman, Imam Mahdi al Muntazhar [afs]
    Ilahi,
    Segerakanlah kiranya kehadiran beliau di tengah kami
    agar
    Segala derita panjang ini pun
    Segera berakhir
    Ilahi,
    Ampunilah kami semua
    Lepaskan kami dari gelapnya kabut fitnah
    Dan perpecahan tak kunjung akhir ini
    Cerahkan pikiran dan kalbu kami
    Di tengah carut-marut polemik tiada henti
    Sesungguhnya hanya kepada Engkau-lah kami berserah diri
    Dan bagi siapapun yang secara membabi-buta menodai
    Kesucian makna ‘jihad’
    Walau apapun gelar duniawi yang saat ini mereka sandang
    Entah ‘mufti’ atau apapun
    Jauhkan aroma ‘surgawi’ dari mereka
    Dan kepada siapapun yang dengan sadar telah menyandang nama ‘jannah’
    Tuntunlah dia ke ranah pikir yang ‘sejuk’ dan ‘teduh’
    Agar dia mampu menyebarkan angin kedamaian ‘muqamah’
    Bukan panas ‘hawiyah’ dan ‘hutomah’

  13. wan Abdilah said

    itu Komentar si jannah paling cuma Copy paste aja dari temen wahabinya yang lain, liat aja kemarin dilain sisi komentar pake bahasa Indonesia, eh sekarang tiba-tiba bahasanya Melayu Malaysia. AH ketauan deh,.. biasa wahabi kan gak punya dalil, apalagi AKAL… jadi mereka kalau berdalil dari wacana internet dan lainnya selalu copy paste aja.
    Maklumlah wahabi = kaum dungu budak Zionis Imperialis.,

  14. heru said

    mereka yang bergembira dengan peledakan makam Imam tersebut adalah keturunan orang orang yang sangat biadab, dulu mereka berusaha membunuh Rasulullah saaw, tetapi gagal, ketika beliau wafat mereka membunuhi anak keturunan beliau Rasulullah saaw. Itulah kalau yahudi itu bangsa yang membunuhi Nabi-Nabinya as, qurays itu bangsa yang berusaha membunuh Nabi dan membunuhi anak keturunan Nabinya saaw.
    Al Qur’an menyatakan bahwa “mereka adalah bangsa yang lebih loba (serakah ) melebihi orang musyrik”

  15. ibn salim said

    ALLAHU AKBAR..! HANCURKAN KESYIRIKAN!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: