Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Belajar dari perang 6 hari Arab Israel

Posted by infosyiah pada 0, Juni 28, 2007

Belajar dari perang 6 hari Arab Israel

40 tahun tengah lewat dari waktu perang 6 hari antara negara-negara Arab dan Israel. Sampai saat ini tanah negara-negara Arab masih diduduki oleh Israel, khususnya kota bersejarah Baitul Maqdis. Generasi kedua pengungsi Palestina mulai tumbuh dewasa. Namun, sampai saat ini, kepala-kepala negara Arab dan resolusi-resolusi PBB belum dapat berbuat apa-apa.

40 tahun lalu tepat pagi hari tanggal 5 Juni 1967 Israel dengan memanfaatkan senjata-senjata modern dan didukung oleh Amerika dan Inggris berhasil mengalahkan negara-negara Arab. Bahkan sebagian para analis perang menyebutkan hanya dalam jangka waktu 12 jam, tentara Mesir, Syria dan Yordania bertekuk lutut.

Kemenangan ini bagi Israel sangat penting. Karena luas tanah Arab yang didudukinya kali ini bertambah empat kali lipat dari pendudukan yang dilakukannya sebelumnya. Tanah yang baru didudukinya ini meliputi Gurun Sina, sisi Timur terusan Suez di Mesir, dataran tinggi Golan, Tepi sungai Yordan dan kawasan timur Baitul Maqdis. Kekalahan negara-negara Arab dalam perang 6 hari menghadapi Israel tidak lepas dari bantuan dan dukungan intelijen Amerika dan Inggris terhadap badan intelijen Israel.

Sebelum perang 6 hari dimulai, Jamal Abdul Naser Presiden Mesir waktu itu menutup Teluk Aqabah dari kapal-kapal Israel dan mengadakan perjanjian militer dengan Syria dan Yordania. Ini merupakan alasan yang cukup untuk memulai perang.

Setelah perang, seluruh kawasan strategis di bagian Barat Timur Tengah dikuasai oleh Israel. Hal ini sangat memukul semangat orang-orang Arab. Jamal Abdul Naser yang melihat dirinya sebagai yang paling bertanggung jawab mengundurkan dirinya. Jutaan orang di Mesir dan negara-negara Arab melakukan demo menentang pengunduran dirinya. Namun, ini berarti akhir dari ideologi Naserisme dan munculnya ideologi baru sebagai gantinya, ideologi nasionalisme Arab.

Namun, yang menjadi pertanyaan penting bagi kebanyakan pengungsi Palestina yang mulai renta dan anak-anak mereka yang mulai tumbuh dewasa adalah setelah Jamal Abdul Naser apa yang dapat dilakukan oleh penggantinya dan seluruh kepala-kepala negara Arab bahkan organisasi-organisasi internasional sebagai ganti kekalahan mereka selama ini?

Menurut para pengungsi Palestina, semua orang tahu bagaimana Israel tidak pernah tunduk atas resolusi PBB dan persetujuan-persetujuan yang telah ditandatangani, namun mengapa masih ada saja sebagian dari kepala-kepala negara Arab yang masih berkhayal dengan ide berdamai dengan Israel. Mereka masih asyik saja mengikuti kebijakan politik Israel dan Amerika. Dengan itu mereka berkhayal akan dapat mengambil kembali tanah mereka yang diduduki Israel dan tanah Palestina!

Ini cara berpikir sebagian kepala-kepala negara Arab. Di sisi lain, seluruh masyarakat di negara-negara Arab hanya punya satu kata untuk membebaskan tanah mereka dan tanah rakyat Palestina dan itu adalah perjuangan dan perlawanan. Hanya ada satu kata “Muqawamah”.[infosyiah]

2 Tanggapan to “Belajar dari perang 6 hari Arab Israel”

  1. memet said

    bismillah hirrohmaanirrohim
    Allahumma Shalli ala muhammad wa aali muhammad

    tidak ada kata berunding bagi perdamian dengan Israel sang penjajah kecuali dengan jihad.

    hidup HAMAS, HIDUP HIZBULLAH, HIDUP IRAN………………!!

  2. Umar Faridz said

    betul mas muqawwamah emang perlu, tapi melihat situasi politik terakhir di palestina….aduh, cape deeeeehhhh…anyway blog-nya bagus mas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: