Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Media pro pemerintah boleh meliput di Sa’dah

Posted by infosyiah pada 0, Juni 28, 2007

Media pro pemerintah boleh meliput di Sa’dah

Hari Minggu tanggal 24 Juni 2007 lalu, dengan rencana yang matang pemerintah Yaman memperbolehkan sekitar 100 wartawan dalam dan luar negeri untuk melihat propinsi yang telah hancur akibat perang.

Para wartawan ini dibawa ke sana dalam paket wisata yang di koordinasi oleh Kementrian Pertahanan dan Kementrian Dalam Negeri Yaman yang dituntun oleh komandan pasukan elit Yaman. Dalam aksinya ini, para wartawan dibawa melihat daerah-daerah seperti Syida’, al-Malahith, al-Zhahir dan Razih. Semua tahu bila kamera para wartawan diajak untuk meliputi daerah-daerah seperti Alu al-Shaifi, Bani Ma’adz, Dhahyan dan al-Thalh dunia akan tahu seberapa jauh tentara Yaman melakukan tindakan kejahatan yang tidak berperikemanusiaan.

Muhammad al-Alwani pimred situs al-Shahwah mengkritik kebijakan pemerintah terkait dengan masalah pemberitaan konflik Yaman dalam lima bulan perang yang terjadi di propinsi Yaman. Menurutnya: Setelah perang usai dan terjadi kesepakatan gencatan senjata, jalur menuju Sa’dah seharusnya dibuka bagi para wartawan. Dengan ini, sebagian dari kenyataan sebenarnya yang terjadi dalam perang ini dapat diungkapkan kepada masyarakat Yaman dan dunia. Sayangnya, pemerintah hanya memanggil wartawan-wartawan yang dekat dan pro terhadap pemerintah Yaman. Ini membuat berita sebenarnya yang terjadi di Yaman tidak dapat diberitakan sebagaimana apa adanya. Bahkan tidak sedikit media-media yang memberitakan sedikit dari kejadian perang langsung mendapat teguran keras dari pemerintah.

Ia menambahkan: Media independen dan yang kontra dengan pemerintah tidak diikutsertakan dalam perjalanan menuju Sa’dah agar kenyataan yang sebenarnya terjadi di Sa’dah tidak dapat disebarkan ke San’a dan dunia. Dalam paket wisata ini beberapa wartawan dari media cetak seperti al-Shahwah dan al-Tsauri serta beberapa situs seperti situs al-Shahwah, al-Wahdawi, Aleshteraki, Bila Quyud dan al-Syura.

Sejak lima bulan lalu ketika perang dimulai, pemerintah melarang wartawan untuk pergi ke Sa’dah. Pemerintah dengan media-media yang pro terhadapnya memberitakan informasi yang membohongi rakyat Yaman. Mereka menyebarkan berita perang yang terjadi sesuai dengan yang mereka inginkan. Namun, dibalik itu semua ada beberapa media independen berusaha untuk tetap obyektif melaporkan apa sebenarnya yang terjadi di perang Yaman.

Sebagai sebuah perbandingan, Aljazeera dan Alarabiya yang biasanya memberitakan hal-hal sederhana dan kecil yang terjadi di kawasan Timur Tengah, mereka tidak memberitakan apa sebenarnya yang terjadi di Yaman. Dalam berita-berita sebelumnya disebutkan bagaimana ada ancaman-ancaman dari pihak pemerintah bagi keselamatan mereka yang ingin meliput perang di Sa’dah atau mendapat uang suap dari pemerintah agar tidak memberitakan apa sebenarnya yang terjadi di Sa’dah.

Iran sendiri tidak memberitakan secara proporsional apa yang terjadi di Sa’dah untuk menghindari tuduhan pemerintah Yaman. Padahal, pemerintah Yaman hanya melakukan protes kepada Iran terkait dengan siaran televisi Alalam dan radio Arab Chanel 2 yang berbahasa Arab dan tidak yang berbahasa Persia. Itulah mengapa tidak banyak media; baik cetak maupun elektronik yang memberitakan perang di Sa’dah.

Di Iran, hanya radio Quran dan radio Maaref yang memberitakan beberapa kejadian di Yaman. Namun, yang patut dipuji adalah sikap yang ditunjukkan oleh beberapa situs seperti FARS, Shianews, Rajanews dan Edalatkhaneh memberitakan kejadian perang di Sa’dah dengan lebih baik. Yang patut disesalkan, kantor berita Iran IRNA malah memberitakan bahwa pasukan dan pengikut al-Hautsi sebagai pelaku keonaran di Yaman. Mereka mendaur ulang diplomasi pemerintah Yaman. Bila kenyataannya demikian, lebih baik IRNA sekalian melakukan sensor untuk tidak memberitakan masalah Yaman.

Di Indonesia sendiri hampir tidak ada media yang menginformasikan perang di Sa’dah. Padahal, sebagian besar keturunan Arab Indonesia yang dikenal sebagai sayyid memiliki hubungan kental dengan Yaman. Tapi tidak ada berita yang secara independen memberitakan masalah ini. Bahkan tidak pernah ada pernyataan-pernyataan sikap dari para keturunan Arab Indonesia, setidak-tidaknya di awal-awal perang Sa’dah mereka menyatakan ketidaksetujuannya.[infoysiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: