Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Arab Saudi pecundang asli konflik Yaman

Posted by infosyiah pada 0, Juni 30, 2007

Arab Saudi pecundang asli konflik Yaman

Bila dilihat dari sudut pandang lain, tidak ada pihak-pihak dalam dan luar negeri Yaman yang paling menanggung kerugian akibat perang Sa’dah di Yaman selain Arab Saudi. Setelah penawaran gencatan senjata dari pihak pemerintah Yaman yang ditengahi oleh Qatar, peran dan pengaruh orang-orang Syiah Yaman di peta politik semakin besar, setelah sebelumnya peran dan pengaruh Arab Saudi melemah di sana. Sangat mungkin sekali kunjungan Menteri Dalam Negeri Yaman ke Arab Saudi dan pertemuannya dengan Menteri Pertahanan Arab Saudi pada hari Sabtu tanggal 23 Juni tahun ini sekaligus mengucapkan bela sungkawa atas musibah yang menimpa.

Ada beberapa poin yang setidak-tidaknya menunjukkan kerugian Arab Saudi dan akhirnya bagi Wahabi/Salafi dalam perang terakhir Sa’dah:

1. Syaikh al-Masyayikh Yaman Syaikh Abdullah al-Ahmar ketua Majelis Perwakilan Yaman telah kehilangan reputasinya di Yaman. Syaikh Abdullah al-Ahmar adalah pelindung asli kelompok Wahabi/Salafi dan sekutu Presiden Ali Abdullah Saleh selama 30 tahun. Dapat dikatakan bahwa ia adalah orang nomor satu Arab Saudi di Yaman. Saat ini, ia tengah menghabiskan hari-hari terakhirnya di Arab Saudi.

2. Setelah pemerintah mengeluarkan pernyataan akan menyelesaikan konflik Sa’dah melalui jalur militer, ternyata Ali Muhsin al-Ahmar panglima militer Yaman dalam perang Sa’dah tidak mampu mengalahkan pengikut al-Hautsi. Ali Muhsin al-Ahmar adalah seorang Wahabi/Salafi. Perlawanan gagah berani yang ditunjukkan oleh orang-orang Syiah Yaman membuat karier militernya tidak jelas.

3. Tampilnya Qatar sebagai pihak ketiga di Yaman mengambil tempat kosong yang ditinggalkan oleh Arab Saudi. Sebagai pesaing Qatar buat Arab Saudi ini merupakan sebuah musibah besar yang sangat menyakitkan. Namun, tentu saja Arab Saudi masih lebih bisa menerima Qatar ketimbang kemenangan orang-orang Syiah Yaman.

4. Hal yang tidak dapat dilewatkan begitu saja adalah tewasnya banyak dari para syaikh, para pemimpin kabilah Yaman pro pemerintah. Kebanyakan para syaikh yang tewas ini juga sebagai kaki tangan Arab Saudi. Kematian mereka merupakan kerugian besar bagi Arab Saudi yang sulit untuk tutup-tutupi. Dengan tewasnya para syaikh kabilah di Yaman, pengaruh Arab Saudi di sana semakin mengurang.

5. Syiah Yaman semakin kuat dari sisi militer. Perang selama lima bulan di bawah hujan serangan militer pemerintah yang begitu hebat ditambah lagi dengan kelompok Wahabi/Salafi serta kabilah-kabilah pro pemerintah memberikan pengalaman baru bagi orang-orang Syiah dalam melakukan perlawanan terhadap pemerintah. Sebuah pengalaman yang tidak bisa didapat dengan mudah. Pengalaman ini memberikan kekuatan baru bagi orang-orang Syiah Yaman untuk menghadapi krisis berikutnya bila terjadi di Yaman.

Berdasarkan lima alasan di atas, gencatan senjata yang terjadi antara pasukan pemerintah dan orang-orang Syiah tidak bisa diam di tempat. Arab Saudi tidak menyukai gencatan senjata itu. Selama tiga puluhan tahun Arab Saudi menanamkan miliaran dolar modalnya di Yaman agar pengaruhnya tetap kokoh di sana. Bila perjuangan dan perlawanan orang-orang Syiah tidak ada di Yaman, niscaya kita akan menyaksikan sebuah pemerintah Taleban lain di Yaman. Bahkan dapat dikatakan sebagian besar dari tokoh-tokoh Yaman seperti para Syaikh, ulama, pejabat-pejabat pemerintah dan komandan-komandan militer mendapatkan gaji dari Arab Saudi (untuk lebih jelasnya klik di sini).[infosyiah]

9 Tanggapan to “Arab Saudi pecundang asli konflik Yaman”

  1. abu fadl said

    Kemenangan sejati hanya tercapai jika konsisten di jalan Allah Taala. Kezoliman pasti musnah dan pelakunya terhina. Sadarlah wahai para tiran dunia bahwa kehidupan dunia hanya sesaat dan kecil nilainya. Bertindaklah dengan benar !

  2. sofyan affandy yusuf said

    umat islam yang satu dengan yang lain adalah bersaudara, semoga bisa menjaga diri da ego masing – masing, demi kembalinya kejayaan islam di jaman bani abbasiyah.

  3. Haji Muhammad Abdullah said

    Kepada para pembaca yang pintar dan yang terhormat

    Ketika Imam Khomeini menggulingkan Raja Reza Pahlevi; untuk menegakan Syariat Islam di Iran; President Saddam Husain menyerang bangsa Iran; sehingga perang Iran Iraq berlangsung selama 8 tahun

    President Saddam Husian mendapat bantuan dana yang besar dari Pemerintah Kuwait dan juga dari Pemerintah Saudi Arabia. Perang Iran Iraq telah membuat bangsa Iran dan bangsa Iraq menderita. Kehancuran, kemiskinan, penyakit menyebar luas, kenaikan harga2 kebutuhan pokok yang mematikan pertumbuhan ekonomi harus dihadapi oleh bangsa Iran dan bangsa Iraq.

    President Saddam Husain menghianati Pemerintah Saudi Arabia dan Pemerintah Kuwait; dengan cara menyerang ke dalam wilayah Saudi Arabia dan wilayah Kuwait; sehingga perang teluk pertama tidak dapat dihindarkan.

    Pemerintah Saudi Arabia sekarang juga mengulangi kesalahan2 yang sama; dengan cara memihak kepada satu golongan; untuk menindas, menyerang, memusuhi, menghilangkan muslim & muslimah yang mengikuti madhab Ahlul Bait (Syi’ah) di Yaman.

    Jika Pemerintah Saudi Arabia menghabiskan dana untuk menjaga perdamain di Yaman; maka Pemerintah Saudi Arabia akan dihormati oleh semua muslim & muslimah di dunia.

    Perdamaian, persahabatan, keadilan dan kasih sayang adalah bagian dari ajaran agama Islam. Pemerintah Saudi Arabia sebaiknya memperjuangkan pedamaian, keadilan, pembangunan di Yaman dengan cara menjadi pelopor perdamaian yang adil dan pelopor kemajuan ekonomi di negara2 Timur Tengah. Perang saudara di antara ummat Islam; sangat menguntungkan musuh musuh Islam.

  4. infosyiah said

    Salam,

    Ini ada komentar yang masuk kategori spam.

    trixi, Jul 2, 7:07 AM.

    Kebangkitan “Al-Yamani”??

  5. Zoe said

    aduh. ga ngerti deh knapa suasana di Timur Tengah ga kayak di Eropa ya?? atau di negara2 maju lainnya. ini kok berantem melulu?? pantesan aja mudah ditindas oleh bangsa2 yg ga senang dengan muslim. Kayaknya udah dibilangin ama alQuran yg baik2 tapi kok ga dipakai? yg pakai malahan orang2 nonmuslim? ya…begini nih akibatnya, kena sendiri. Fatah-Hamas, sama2 muslim berantem. di Indonesia memperjuangkan, di Palestine malah begitu, gimana sih??!

  6. Bento said

    Yang bikin mereka berantem tuch justru negara-negara Eropa bung…sayangnya, kaum muslimin banyak yang belum tahu (alias bodoh) kalau mereka jadi bahan bulan-bulanan orang Eropa untuk bertikai dengann saudara sendiri…Lihat kembali sejarah berdirinya kerajaan-kerajaan -yang konon Islam- di negara-negara Arab, atas bantuan dan sokongan dan atas budi siapa? Makanya raja-raja itu akhirnya mau balas budi terhadap bule-bule yang mau menghisap kekayaan negara mereka dan membuang otak-otak mereka, sekaligus diadakan pengadudombaan…

  7. riad said

    Makanya di semua kalangan umat muslim diperlukan sikap kritis mengenai berbagai persoalan, cek n ricek membuat kita menemukan akar persoalan bukan hanya masalah yg sudah muncul ke permukaan.. inilah yg belum disadari umat muslim pada umumnya.

  8. luthfis said

    ya, gitu aja kok repot!
    lha wong orang Saudi itu sekutunya Amerika dan eropa, ya jelas aja ditiru sama mereka kelakuan orang eropa.

  9. Ali said

    Itulah pinternya Amerika dan kita dikadali. Di sebagian negara arab pakai tangannya keluarga Saud (sunni). Dan di Irak pakai tangannya Al-Maliki (syiah).

    Kedua-duanya tidak ada yang dipilih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: