Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Perwakilan pemerintah Yaman tidak ingin gencatan senjata

Posted by infosyiah pada 0, Juli 2, 2007

Perwakilan pemerintah Yaman tidak ingin gencatan senjata

Yahya Badruddin al-Hautsi dalam sebuah pernyataannya yang disampaikan pada hari Kamis tanggal 28 Juni 2007 menjelaskan:

Bismillahirrahmanirrahim

Kelihatannya Yasir al-Iwadhi kader pemerintah dan sebagai jubir kelompok penengah dengan ucapan-ucapannya ia tidak menginginkan keberhasilan jalannya gencatan senjata di Yaman. Selama ini ucapannya hanya berisikan penghinaan dan menjelek-jelekkan saudara-saudara kami. Begitu juga situs www.26sep.net milik Kementrian Pertahanan Yaman niat buruknya lebih mendominasi kode etik jurnalistik. Oleh karenanya, sekalipun telah diperingatkan berkali-kali oleh anggota kelompok penengah, sulit untuk tetap berpegangan dengan surat persetujuan gencatan senjata. Karena larangan terhadap media untuk membentuk opini negatif pihak lain telah menyalahi persetujuan sebelumnya.

Yahya Badruddin al-Hautsi

28/6/2007

Dalam berita-berita terakhir menunjukkan bahwa pada hari Selasa tanggal 26 Juni para preman kabilah-kabilah dengan bantuan tentara Yaman menyerang desa al-Khabasy yang berdekatan dengan desa. Setelah sebelumnya mereka juga menyerang kota Atamah dan menculik anak-anak dan wanita. Dalam penyerangan ke desa al-Khabasy, mereka menghadapi perlawanan serius dari pengikut al-Hautsi. Pasukan al-Hautsi berhasil menewaskan 3 orang dan menawan 5 orang lainnya.

Hari-hari sebelum serangan ini terjadi, rakyat di daerah itu menyaksikan bagaimana helikopter-helikopter tentara Yaman mengangkut para preman kabilah-kabilah dan tentara Yaman ke kawasan Qathabir. Setelah malam tiba, mereka kemudian menyusup ke desa-desa al-Shilah, al-Muwajil, al-Walajah dan al-‘atma yang berada di sebelah Timur Qathabir. Pasukan gabungan ini kemudian menyerang daerah-daerah tersebut, namun perlawanan yang ditunjukkan oleh pengikut al-Hautsi mengakibatkan satu orang dari mereka tewas dan yang tersisa melarikan diri.

Kejadian-kejadian ini menunjukkan bahwa pemerintah Yaman tidak melaksanakan kesepakatan yang telah ditandatanganinya. Sebuah kesepakatan internasional dengan mengikutkan Qatar sebagai pihak penengah. Selain dari pihak-pihak di dalam negeri Yaman, beberapa negara asing juga menunjukkan persetujuannya bila perang dilanjutkan. Sementara itu, pihak al-Hautsi menunjukkan bahwa mereka menghormati kesepakatan yang telah ditandatangani. Mereka tetap menuntut hak-hak mereka dalam beberapa poin; dihentikannya aksi-aksi militer, tentara kembali ke pos-posnya, tahanan segera dibebaskan, penyelesaian kasus mereka yang hilang semasa perang, ganti rugi akibat perang dan pemberian kebebasan kepada orang-orang Syiah dalam melakukan aktivitas politik dan agama sama seperti warga negara lainnya.[infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: