Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Refleksi Nasional

Posted by infosyiah pada 0, Juli 18, 2007

Refleksi Nasional

Sebuah bangsa yang merdeka semestinya memiliki individu-individu masyarakat yang merdeka pula. Bumi pertiwi secara de facto telah memproklamasikan kemerdekaannya sejak 17 Agustus 1945, berarti sudah 62 tahun Indonesia hidup sebagai bangsa yang terlepas dari “penjajahan”. Tetapi apakah kita benar-benar sudah merdeka? Dengan tidak sedikitpun mengurangi rasa syukur kepada Tuhan dan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para pahlawan bangsa, tentunya seperti kita ketahui ada sejumlah kriteria bagi sebuah bangsa untuk dapat disebut sebagai sebuah bangsa yang merdeka dan terlepas dari segala bentuk penjajahan.

Penjajahan adalah sebuah usaha memperbudak seseorang, sekelompok orang atau sebuah bangsa untuk mengeruk sebanyak-banyaknya keuntungan darinya dan mengatur setiap gerak-gerik hidupnya demi terpenuhinya kepentingan para penjajah, artinya sebuah bangsa yang dijajah betul-betul berada di bawah kontrol negara penjajah bahkan ia sama sekali tidak mempunyai hak untuk mengurusi secara detil urusan rumah tangganya sendiri. Ekonomi sebuah bangsa yang terjajah akan diatur oleh para penjajah bahkan hal-hal seperti makan, minum, tidur, bekerja, belanja, menabung dan pekerjaan-pekerjaan lainnyapun harus dilakukan sesuai dengan apa yang ditentukan oleh penjajah. Parahnya lagi niat dan keinginannya sendiri yang merupakan hal privatpun harus disesuaikan dengan keinginan dan niat sang penjajah. Kita dapat melihatnya sendiri contoh pada kondisi pemuda-pemuda harapan bangsa dan aset-aset nasional kita, makan dan minum lebih bergaya jika memakan makanan dan meminum minuman ala barat, mengadopsi gaya hidup barat menjadi sebuah tren dan kebanggan. Bahkan mereka menyesuaikan keinginan, gaya hidup dan pemikirannya sesuai dengan gaya hidup dan pemikiran barat, jika yang di adopsi itu sesuatu yang positif maka itu yang harus dilakukan, tetapi ternyata sebaliknya,  Maka jadilah pemuda-pemudi kita All of American look, dan salah satu ciri bangsa yang terjajah adalah hilangnya nilai-nilai kekreatifan dan kemandirian anak bangsa.

Negara kita tercinta ini memang telah merdeka dari agresi fisik, tetapi telahkah bangsa kita ini lepas dari penjajah ekonomi dan budaya? Sedangkan kita melihat bahwa secara ekonomi kita masih sangat jauh tertinggal dengan bangsa-bangsa lain, bahkan mungkin semakin jauh. Negara  kita masih belum mampu melepas belenggu ketergantungan dengan bangsa lain, kita masih terlena dengan tipu daya dan iming-iming para agresor ekonomi, sehingga mereka sedikit demi sedikit menggerogoti kekayaan Indonesia.

Dengan demikian   kita sebagai anak bangsa harus memberikan andil supaya bangsa dan negara tercinta ini keluar dari segala krisis, baik krisis moral maupun krisis percaya diri sehingga menjadi negara yang benar-banar dapat dibanggakan. Maka sangat tepat sekali jika kita sekarang ini duduk bersama dan mendiskusikannya dalam konferensi BKPPI ini. Semoga diskusi kita ini tidak hanya berkahir di meja tetapi menjadi momentum terwujudnya bangsa yang mandiri dan berkeadilan. Semoga sukses BRAVO BKPPI.[infosyiah]

Satu Tanggapan to “Refleksi Nasional”

  1. Setelah membaca info yang menurut saya kurang tepat kalau dikatakan info syiah, nanpaknya memang ada kemajuan berfikir tapi itu masih sebatas kebudayaan. Pemikiran tersebut belum masuk wilayah ‘Aqidah dan Idiology. Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa mazhab Syiah adalah mazhab pemikiran dan Aksi. Mazhab tersebut di dirikan oleh Imam ‘Ali as sebagai kesinambungan keimamahan Rasulullah saww

    Mazhab Syiah Imamiah 12 adalah mazhab bersystem. Artinya tanpa system mazhab itu akan mengalami dekaden dibawah domonasi penguasa yang tidak bersystem Islam (baca kedaulatan Allah)tapi bersystem Taghut, kecuali masih existnya Imam. Prototipe atau representantnya jaman sekarang ini dapat kita lihat sebagaimana system Republik Islam Iran, karya Imam Khomaini cs.

    Republik Indonesia masuk dalam katagori system Taghut dimana agama ditempatkan di bawah Pancasila. Siapapun yang bersatupadu dalam system tersebut bertentangan dengan surah Al Maidah ayat 44, 45 dan 47. Sadar atau tidak mereka itu berada diluar Islam kendatipun mereka itu mengaku diri sebagai Syiah, kecuali mereka yang bertaqiah.

    Justru itu kita bukan hanya berdaya upaya untuk keluar dari persoalan penjajah tapi juga dari persoalan system, Idiology dan ‘Aqidah secara filosofis. Ma’afkan saya andaikata komentar ini tidak sependapat dengan anda sekalian.

    Billahi fi sabililhaq
    hsndwsp
    di
    Ujung Dunia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: