Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Vali Nasr dan Respon terhadap Azyumardi Azra

Posted by infosyiah pada 0, Agustus 2, 2007

Vali Nasr dan Respon terhadap Azyumardi Azra

Oleh: Irman Abdurrahman

Pada awalnya, saya berpikir asumsi-asumsi “liar” Vali Reza Nasr (saya katakan demikian setelah membaca beberapa esainya yang tampaknya mencerminkan ide dasar dari buku tersebut) hanya akan bergema di dinding-dinding Gedung Putih, atau di jurnal-jurnal para pemikir neokonservatif Amerika. Tapi ternyata saya salah, setidaknya ketika Diwan hendak menerbitkan bukunya, The Shi’a Revival: How Conflict within Islam Will Shape the Future, yang menjadi referensi favorit para pemikir dan jurnalis neokon. Dan kemudian, secara singkat, diulas Azyumardi Azra dalam kolom “resonansi” di Republika.

Satu hal yang segera saja menarik perhatian saya, mengapa Azra, dalam kolom tersebut, tidak mencoba bercerita “ala kadarnya” tentang afiliasi akademik, dan mungkin politik, Vali Nasr. Andai ini dilakukan Azra, kesimpulan tulisannya bahwa, “Perspektif seperti ini hemat saya tidak menolong bagi terciptanya hubungan lebih baik dan harmonis di antara kedua sayap Islam; Suni dan Syiah“, akan semakin mengungkap faktor utama pemicu konflik Suni-Syiah di Irak. Mengungkap afiliasi akademik Vali Nasr, saya pikir, lebih bermakna dan kontekstual, ketimbang menuliskan latar belakang biologisnya, sebagai putra Hossen Nasr.

Lantas siapakah Vali Nasr dalam spektrum pemikiran dan analisis politik Timur Tengah di AS?

Vali Reza Nasr adalah “idola baru” media-media Amerika dan kalangan liberal-neokon, khususnya dalam kaitan dengan Syiah, Iran, dan sektarianisme. Bagi kelompok-kelompok tersebut, mengutip para ulama (ayatullah) mengenai Islam Syiah adalah sebuah anatema, karena mereka semua diklasifikasikan sebagai “terkebelakang” dan “fundamentalis” . Maka, sim salabim, muncullah Vali Nasr sebagai ‘satu-satunya’ sumber otoritatif tentang Syiah bagi mereka.

Vali Nasr adalah peneliti senior pada Kajian Timur Tengah di Council on Foreign Relation (CFR), sebuah lembaga”think tank” tentang kebijakan luar negeri yang paling berpengaruh di Washington. Jika anda mencari tahu CFR lewat wikipedia, jangan tertipu dengan kata “independent dan nonpartisan” . Perhatikan siapa anggota-anggota dewan kehormatannya.

Di situ, anda akan temukan nama-nama seperti: dinasti keluarga Rockefeller, Jonathan S. Bush (sepupu George W. Bush), Dick Cheney, Condoleezza Rice, Robert Gates, Paul Wolfowitz, John Negroponte, Henry Kissinger, Irving Kristol (gembong neokonservatisme Amerika), dan George Soros.

Jika nama-nama tersebut belum cukup, perhatikan pula nama-nama korporasi global penyokong dana CFR, di antaranya: ExxonMobil, Citigroup, Halliburton, Chevron, Lockheed Martin, dan Bank of America.

Asumsi Vali Nasr tentang Syiah dan sektarianisme di Irak seolah-olah menunjukkan kenaifannya bahwa para neokon di pemerintahan Bush tidak tahu menahu, dan tidak melakukan apa pun dalam kaitan dengan menyulut api konflik sektarian di Irak. Di sini, Vali Nasr jelas telah berjasa membersihkan tangan AS dari pertumpahan darah di Irak.

Kenaifan Vali Nasr juga terlihat ketika seolah-olah tidak tahu menahu tentang laporan analisis RAND (Reseach and Development) , sebuah lembaga “think tank”berpengaruh lainnya, yang dipesan Angkatan Udara AS . Laporan tersebut secara eksplisit menyerukan pemanfaatan sektarianisme untuk memecah-belas Muslim, termasuk di antaranya antara Suni dan Syiah.[infosyiah]

8 Tanggapan to “Vali Nasr dan Respon terhadap Azyumardi Azra”

  1. eurekamal said

    No wonder..cendekiawan seperti Ayzumardi Azra dapat mengambil konklusi sedemikian lantaran sumber dan referensi yang ia jadikan bacaan adalah koran, majalah, buku, tv yang berasosiasi dengan kepentingan Uncle Sam. Dan melupakan kaidah cover both sides yang seharusnya dianut oleh setiap cendekiawan-kolumnis seperti Azra. Sehingga nukilan yang diambil bahwa Ahmadinejad sangat sektarian dan anti-wahabi, bahkan anti sunni, telah menafikan kenyataan dan menutup mata Azra bahwa isu-isu yang diusung oleh Ahmadinejad adalah isu-isu universal, seperti keadilan, kemuliaan martabat manusia, cinta dan kasih kepada sesama.

  2. letitia said

    Sayyid Hossen Nasr, ayah Sayyid Vali Reza Nasr, sebelum revolusi islam iran adalah ketua lembaga pengkajian filsafat yang disponsori oleh keluarga Pahlevi (khususnya Ratu Farah Diba Pahlevi).
    Kedua ayah & anak ini ANTI terhadap Revolusi Islam Iran & Republik Islam Iran.
    Menjelang & setelah kemenangan Revolusi Islam Iran, mereka hidup di USA.

  3. Sakinah Syauqi said

    Azra, bukan orang yang hanya membaca koran, majalah, buku, berita TV desebe, tetapi juga dia pembaca aktif literatur2 akademik. Hanya saja kali ini dia mendapat pesanan dari si pemesan bahwa Syiah yang berkembang pesat di Indonesia pertama harus dijungjung dan selanjutnya dihabisi. Dalilnya apa? simpel. Berita bahwa AHmadi Nejad dan Republik Islam Iran membantu saudara sunni-nya dari kelompok hamas bukan hanya berita yang bisa dan biasa diakses masyarakat kelas menengah ke atas di ibu kota seperti Jakarta, tetapi juga dia bisa diakses oleh masyarakat nelayan miskin seperti di Ujung Lero (sulsel). Jakarta, memang bisa membuat seorang ulama menjadi sundal dengan memperdagangkan keulamaannya atau keintelektuallnya, juga bisa membuat seorang sundal menjadi guru spiritual karena metamorfosis membaktikan diri kepada kepentingan kemanusiaan. Ya itulah intelektual dan ulama kita seperti kata orang Makassar “anak sundala”….

  4. T Mulya said

    Saya kira tidak tepat kalau dikatakan Revolusi Islam Iran yang menumbangkan Syah Iran dikatakan oleh pa Azra sebagai masalah internal Syiah atau Syiah lawan Syiah. Apakah Reza Pahlevi seorang Syiah ? Barangkali nenek moyang ya. Tapi kenyataannya dia menjadi bonekanya Amerika. “Life-style”nya sudah sangat kebarat-baratan. Semasa kekuasaannya banyak ulama Syiah yang dipenjara atau dieksekusi karena para ulama tsb menentang/mengkritik kebijakannya yang pro Amerika.

    Saya kira tidak semua orang Iran otomatis bisa disebut Syiah.

    Di bagian lain dari tulisannya pa Azara mengatakan bahwa sejak tumbangnya Syah Iran dan seiring tegaknya Republik Islam Iran yang Syiah, maka ajaran Syiah juga diekspor ke negara Islam lainnya dengan harapan jumlah pengikut Syiah di dunia meningkat. Tapi ternyata, kata beliau, tidak sesuai dengan harapan.

    Sepanjang pengetahuan saya mengenai ajaran Syiah dan para pengikutnya terutama yang ada di Indonesia, tekanan dakwah orang2 Syiah tidak semata-mata mencari pengikut. Bagi mereka asal bisa menjelaskan fakta yang sebenarnya tentang ajaran Syiah yang sesungguhnya, mereka sudah puas. Tidak ada pemaksaan apapun untuk menjadi Syiah. Mereka sangat menekankan kualitas ketimbang kuantitas, sekalipun fakta di lapangan menyatakan bahwa secara kuantitaspun terdapat kemajuan yang signifikan.

    Seharusnya sebagai seorang akademisi pa Azara harus lebih teliti lagi.

  5. Fajar Junaedi EP said

    memang ketakutan adanya kebangkitan syiah menjadi momok dari sapa saja, sehingga seharusnya seorang akademisi bebas nilai dalam memandang persolan masih terbawa dengan hal-hal yang seharusnya yang terjadi. Pengikut syiah tidak pernah mengajak orang masuk syiah kecuali hanya menyampaikan hujjah saja. Alan Nabi wa Ahlil baity Sholawat…. ..

  6. adji said

    1.Kasihan pak Azra kalau hanya menulis atas pesanan. Begitu besarkah hasratnya akan dunia.
    2.Kalau bukan atas pesanan lebih kasihan lagi,karena ia tidak berhasil melihat arti sebuah revolusi secara benar.Ia buta.
    3.Tetapi memang itu sudah diramalkan,”Kebanyakan di antara mereka tidak brfikir” dan untuk memperoleh hidayah bukanlah hal yang mudah.
    4.Pa Azra banyak-banyaklah baca dari berbagai sumber baik Sunni maupun Syiah, agar mata hati dapat terbuka ,sehingga mampu menimbang dengan lebih baik.
    5.Kebangkitan Syiah (baca Islam) seharusnya menjadi fenomena yang diharapkan bukan ditakuti,karena Islam (bukan Arab Saudi dan rombongannya) hanyalah kebenaran Ilahiyah belaka.
    6.Aku berdoa agar Allah memberi hidayah pa Azra hingga menjadi lebih arif dalam berkata.

  7. letitia said

    Untuk pak T Mulya dan pembaca lain.
    Apakah keluarga Pahlevi (Reza Pahlevi/Shah Pahlevi I & Mohammad-Reza Pahlevi/Shah Pahlevi II) adalah Shiah?
    Saya pernah mempelajari latar belakang keluarga Pahlevi ini, dan menemukan bahwa : Ternyata Pahlevi lebih dekat berhubungan dengan Yahudi Iran daripada dengan Shiah Iran.
    Bahkan di Istana-2 yang dibangun oleh Pahlevi banyak simbol-2 Yahudi yang bisa ditemukan. Sebagai contoh : simbol Bintang segi enam Yahudi, dapat dengan mudah ditemukan di Istana Marmer Hijau/Giok/Jade (terutama di dinding sebelah atas pintu masuk-nya), istana ini dibangun oleh Shah Pahlevi I.
    Demikian juga di Istana-2 lain seperti Istana Ramsar yang dibangun oleh Shah Pahlevi II dapat dengan mudah ditemukan simbol-2 Yahudi.
    Keluarga Pahlevi berasal dari kota Firuzkuh yang merupakan salah satu pusat penting pengikut Yahudi di Iran.

  8. sejati_lk said

    aku tdak akan basmallah kalo aku ada antara orang syiah dan sunni(sunnatullah).yg tau pasti tau kenapa aku berkata demikian…….aku ingin ajak pikir karena yg ga pake pikiran bukan umat muhammad………setan dan iblis dikuasai oleh rajanya masing2 dgn tingkatan paling tinggi raja diatas raja….dan raja diatas raja tsb dikuasai oleh dajjal…..setan dan iblis mengajak manusia pd perbuatan untuk tidak patuh agama……sedangkan dajjal???aku ingin anda yg punya otak melihat contoh ini—-1. mengenai >antara isa as.(yesus) dgn kristen sekarang 2. muhammad saw dgn penghianatnya. perantaranya adalah dajjal.dajjal dajjal.syiah yg sunni adalah kaum seperti kaum isa as dan muhammad saw dan syiah yg satunya adalah penipuan dajjal.bandingkan antara kristen menuhankan isa.as (nabi kita ) SYIAH DAJJAL menuhankan ali. aku jelasin ga akan bisa dgn tulisan ini. allah maha benar. sms ke hpku 00700821086905715

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: