Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Biarkan Aku Sendiri yang Syahid

Posted by infosyiah pada 1, Februari 6, 2008

Biarkan Aku Sendiri yang Syahid

 

imam13.jpg

Ayatollah syahid Mahallati mengatakan, Saat-saat terakhir kami tinggal di Neauphel-le Chateau, Perancis Imam Khomeini mengumpulkan seluruh sahabat dan mereka yang biasa berada di sekelilingnya setelah selesai salat Maghrib dan Isya dam memberikan ceramah kepada mereka. Kondisinya hampir sama dengan malam Asyura saat Imam Husein menyampaikan hujjahnya kepada para sahabatnya. Imam Khomeini berkara, “Insya allah saya punya keinginan untuk pulang ke Iran. Kepada rakyat dan seluruh sahabat, saya mohon agar tidak ikut dengan saya. Saya sendiri tidak tahu di pesawat peristiwa apa yang bakal terjadi. Kemungkinan besar mereka akan menembak pesawat. Itulah mengapa saya katakan tidak seoran pun yang boleh ikut dengan saya. Biarkan saya pergi sendiri, seandainya mereka menembak pesawat maka hanya saya yang syahid.”

 

Saya masih ingat betul bagaimana setiap yang hadir mata mereka mulai digenangi air mata, sebagian dengan perlahan-lahan malah mulai menangis tersedu-sedu.

 

Setelah pembicaraan panjang, mereka yang hadir di sana tidak mampu menahan diri dan dengan suara lantang berkata, “Maksudnya Anda ingin kami tinggal dan tidak bisa mereguk cawan syahadah?

 

Imam Khomeini kemudian menjawab, “Tidak, saya tidak melarang kalian. Namun saya mengatakan bahwa ada kemungkinan terjadi sesuatu yang tidak diduga. Sangat mungkin sekali pada awal kita menginjakkan kaki di Iran, mereka langsung menangkap dan membantai kita semua. Mungkin juga ketika pesawat masih berada di udara mereka menembaknya.”[infosyiah]

6 Tanggapan to “Biarkan Aku Sendiri yang Syahid”

  1. arie k said

    beribu terimakasih bagi yang menampilkan artikel ini, subhanallah…

  2. teeway said

    Subhanallah…!!

  3. narakushutdown said

    sekte sesat kamu ya,segera masuk islam saja…
    sebelum mati.

  4. denjaka syiah said

    Oooh narakushutdown, kata-katamu menunjukkan bahwa kamu orang bodoh dan zalim pada dirimu sendiri,
    kamu menggunakan baju ulama, kamu merubah tampangmu supaya kelihatan alim, dengan jenggot dan kopiahmu, tapi kata2mu menunjukkan kepicikanmu dan kerendahan akhlak, dan kalo orang2 sampai mengetahui kedangkalan pikiranmu, mereka tidak akan menghormatimu sebagai ulama lagi.
    Bolehlah kalau kamu tetap keras kepala dengan penampilanmu itu. Tetapi hilangkanlah raut sok ramah dan sok tersenyum di wajahmu itu, karena orang yang telah mengerti siapa dirimu sebenarnya justru akan semakin muak.

  5. edi slatem said

    Wah komentar no 4 ini menunjukkan betapa dia emosional, dan hanya kebencian yang ada dihatinya, heran saya hujjah apa yang menjadi pedoman orang ini sehingga mengatakan begitu, berikan argumen yang baik dan ilmiah.

    dari sini saja sudah kelihatan siapa yang dangkal pikirannya, dan siapa yang luhur pikiran dan budipekertinya.

    masak ada sih ajaran Islam yang menganjurkan untuk mengkafirkan orang sesama muslim, aduh dasar wahaby…..

  6. Abdul Rahman Riza said

    Pk Edy, yang wahhaby itu yang nomer 3 bukan nomer 4… qiqiqi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: