Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Kenangan Sang Guru Saat di Paris

Posted by infosyiah pada 1, Februari 7, 2008

Kenangan Sang Guru Saat di Paris

paris1.jpg

paris2.jpg

paris3.jpg

paris4.jpg

paris5.jpg

paris6.jpg

6 Tanggapan to “Kenangan Sang Guru Saat di Paris”

  1. Frodo said

    Yaa Allah,…

    Sungguh dengan kedudukan Nabi dan Keluarganya, para Imam keturunannya, juga dengan kedudukan orang yang gambarnya ada ini ….

    Kumohonkan kepadaMu,….
    Segala dosa yang kulakukan
    Segala kesalahan yang telah kekerjakan
    Seluruh kemaksiatan yang telah berlaku dalam diriku
    Segenap kedurhakaan yang selama ini ada padaku

    Kau maafkan demi kedudukan mereka yang agung.
    Demi kemuliaan dan keutamaan yang kau telah beri kepada mereka.

    Yaa Allah,
    jadikanlah mereka selalu mengingatku kelak, menyebut-nyebut namaku dihadapnMU,…
    Sehingga Engkau menjadi ridha dan lembut kepadaku.
    Yaa Allah aku tak memiliki apapun kecuali air mata dan kecintaan yang besar kepada mereka.
    yaa Allah aku tak bisa mempersembahkan apapun kecuali menyebut-nyebut mereka sebagai maulaku dihadapanmu, menggandeng-gandengkan mereka denganku, menghubung-hubungkan mereka dengan diriku,..

    yaa Allah,
    Kasihanilah orang yang modalnya hanya harapan
    dan senjatanya hanya tangisan

    Bihaqqi Muhammadi wa Alihi

  2. arie k said

    @frodo
    amin ya Rabbal ‘alamin, doain saya juga ya… doanya bagus

    liat wajah imam khomeini dari fotonya aja udah “merinding”, apalagi ketemu langsung ya, apalagi Rasulullah saaw dan keturunan sucinya ya…

  3. zaid said

    Nabi Suci yang umi, yang tak mungkin berucap kecuali perkataan Tuhannya, yang diam dan geraknya adalah wahyu, termenung memandang jauh diberanda “rumah-masjidnya” yang sederhana. Pada saat itu banyak sahabat yang berkerumun dan berada didekat wangi Jasadnya, melihat dan memperhatikan setiap gerak gerik Beliau, ikut terdiam dan mengarungi diam Tubuh Maulanya.

    Tiba-tiba bibir mulia yang tak pernah keliru dan selalu terjaga, berucap: “Sunggu Aku merindukan sahabat-sahabatKu itu, tak sabar Kumenanti perjumpaan dengan mereka”

    Beberapa sahabat yang duduk paling dekat dengan Tubuh Sucinya berdesis, berbisik, tak berani melafazkan kata-kata. Sembari didorong dan didesak sana sini, seseorang dengan suara pelan dan sopan memberanikan diri bertanya dan menanggapi perkataan Beliau yang Agung seraya bertanya: “Wahai Tuanku yang Mulia, siapa kah gerangan yang kau maksud dalam ucapanMu itu ?. Apakah kami ini (dengan nada mengharap)?, Bukankah kami ini sahabat-sahabat setiaMu ?. Duhai Paduka, terangkan kepada kami.”

    Seorang sahabat datang kehadapan Nabi yang Suci seraya bertanya lagi,; “Ya Rasulullah, bukankah kami ini sahabatMu (dengan nada menegaskan).”

    Dengan nada yang lembut, penuh wibawa dan pengertian seorang pemimpin, kebijaksanaan yang sangat kental dibalik sosokNya, Beliau menyahut dengan suara penuh kasih sayang:”Iya….iya kalian memang sahabat-sahabat setiaKu. Tapi bukan kalian yang barusan ada dalam pikiranKu.”

    “Siapakah gerangan yang Baginda maksudkan ?”, tandas seseorang dari samping barisan sahabat-sahabat tak sabar.

    Beliau melanjutkan rasa ingin tahu pengikutnya, “Mereka,…….mereka”,—seketika sinar Matanya memancarkan Gelora cinta dan rasa rindu yang tak berbatas menerawang ke masa depan—(Mata yang senantiasa menangis dimihrab kecilnya setiap malam-malamNya, Mata yang terus terjaga memikirkan umatNya)sambil melanjutkan kata-kata,…

    “Merekalah sahabat-sahabatku, mereka tidak pernah bertemu denganKu, mereka tak merasakan langsung Risalah besar ini, tak sempat melihatKu, tidak juga menyaksikan Mukjizat dan Keutamaaan yang Kubawa. Mereka juga tak pernah mendapatkan perhatianKu di masa-masa hidupKu. Merekalah yang hidup sepeninggalKu. BerIman tanpa melihat, mengikuti tanpa rasa ragu, serta senantiasa Istiqomah di jala-jalanKu……….Mereka…mereka-lah sahabat-sahabatKu.
    Dimana derajat SATU dari mereka sebanding dengan LIMA PULUH dari kalian………………..”

    Labbaik Yaa Imam,……

  4. arie k said

    @zaid(komentar no 3)

    sekedar memastikan, apakah rangkaian cerita yang anda tuliskan itu apa adanya benar dan shahih? apabila benar, sangat menggugah hati dan membangkitkan harapan.
    terimakasih telah menyampaikan cerita diatas… jadi tambah pengetahuan

  5. zaid said

    Demi kehormatan Beliau yang menjadi sebab Penciptaan dan menjadi dasar terbentuknya segala sesuatu,…..Para A’Immah meriwayatkannya.

  6. @Arief K
    Dalam literatur Sunni pun ada yang meriwayatkan seperti itu, di anataranya sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Thabrani dari Abdullah ibnu Mas’ud r.a.

    “Berbahagialah orang yang melihatku dan beriman kepadaku”. Rasul mengucapkannya satu kali. “Berbahagialah orang yang beriman kepadaku walaupun mereka tidak pernah melihatku.” Rasul mengucapkannya sebanyak TUJUH kali.

    Ya Nabi, salamun alaika.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: