Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Siapa Sebenarnya Pelaku Asli Operasi Mati Syahid di Dimona

Posted by infosyiah pada 1, Februari 13, 2008

Siapa Sebenarnya Pelaku Asli Operasi Mati Syahid di Dimona

Operasi mati Syahid terakhir di Dimona yang dikenal sebagai kota instalasi nuklir Rezim Zionis Israel mengakibatkan 7 orang tewas dan 40 lainnya cedera. Terlepas bahwa operasi ini mempertanyakan kemampuan militer Israel dan menekan pemerintahan koalisi Ehud Olmert, siapa sebenarnya pelaku bom mati syahid itu masih belum jelas. Dan untuk menepis keraguan itu perlu mencermati beberapa hal:

Pertama, operasi ini tepat setahun setelah operasi mati syahid terakhir yang dilakukan Palestina di kota Eilat, Israel yang berakibat 2 orang tewas dan beberapa lainnya cedera. Bersamaan dengan operasi mati syahid itu, Israel meningkatkan tekanannya terhadap Jalur Gaza.

Kedua, operasi mati Syahid Dimona dilakukan di kota paling sensitif di Israel karena Dimona simbol gudang senjata nuklir Israel. Ini memberikan satu lecutan kepada Israel bahwa sekalipun lembaga-lembaga keamanan dan milier Israel semakin diperluas, namun mereka tidak pernah aman dari jangkauan pejuang Islam Palestina.

Namun yang paling signifikan dalam masalah ini adalah siapa sebenarnya pelaku bom mati syahid itu?

Setelah operasi mati syahid itu, brigade Syuhada Al-Aqsha sayap militer Faksi Fatah dan kelompok Abu Ali Musthafa sayap militer Front Rakyat untuk Kemerdekaan Palestina mengaku bertanggung jawab atas peristiwa itu. Identitas pelaku disebutkan Loui Zaki Al-Aghwani dan Musa Arafat. Sementara dengan jeda waktu, Hamas menyatakan bertanggung jawab atas peristiwa itu dan menyebut nama Muhammad Al-Hurbawi dan Syadi Al-Zaghir penduduk Al-Khalil sebagai pelaku peledakan itu. Hamas menyebutkan alasan keterlambatan dikeluarkannya pernyataan resmi karena alasan keamanan dan kejutan.

Masih terkait dengan hal ini, saudara Muhammad Al-Hurbawi dalam wawancaranya dengan koran Al-Sharq Al-Awsat tertanggal 6 Februari 2008 mengatakan, “Personal Keamanan Israel sore hari peristiwa Dimona mereka menyerang rumahku dan menangkap ayah dan saudaraku yang lain. Sampai saat ini saya tidak tahu informasi selanjutnya mengenai mereka.”

Sumber-sumber keamanan dan militer Rezim Zionis Israel menegaskan bahwa operasi Dimona direncanakan di Gaza yang didukung dari perbatasan Rafah dan para pelaku masuk lewat daerah Sina dengan dibantu oleh orang-orang Arab Negev, Israel mereka berhasil melakukan penyusupan ke Dimona.

Bersamaan dengan operasi Dimona, sebagian kader dan komandan Hamas di Nablus melakukan konferensi pers dengan koran Al-Quds (5 Februari 2008) yang menyatakan agar Hamas meletakkan kekuasannya di Gaza dan hanya mengakui Mahmoud Abbas, Pemimpin Otorita Palestina sebagai satu-satunya pemerintah di Palestina. Mereka juga menyatakan bahwa gerakan perjuangan Hamas di Gaza sebagai “hari-hari kelam sejarah”.

Mencermati kenyataan yang ada, tampaknya peristiwa Dimona menjadi begitu penting bagi rencana dan strategi Hamas, Otorita Palestina dan Israel.

Israel menekankan bahwa peristiwa Dimona di rencanakan di Gaza dan dengan itu kembali ingin mencitrakan ancaman Hamas sebagai teroris dan menciptakan friksi yang semakin dalam antara Hamas dan Otorita Palestina sekaligus mencuatkan kembali posisi Otorita Palestina pimpinan Mahmoud Abbas.

Konferensi pers buatan yang dilakukan sebagian pejabat Hamas saat peristiwa Dimona bukan terjadi begitu saja. Sebuah propaganda Badan Otorita Palestina untuk menghantam dan melemahkan Hamas yang menunjukkan satu rencana strategis baru dalam menghadapi Hamas. Namun perlu diketahui, tokoh yang melakukan wawancara, Syekh Musa Al-Kharraz dan mereka yang mendampinginya dengan sengaja mengaku sebagai penanggung jawab Hamas di daerah Nablus yang sejak lama berada dalam sekapan Otorita Palestina. Dengan ini, Otorita Palestina berharap dapat memecah barisan Hamas.

Sementara keterlambatan pernyataan Hamas mengakui bertanggung jawab atas peristiwa Dimona muncul akibat keterkejutan Hamas. Penegasan bahwa operasi mati syahid Dimona dari Al-Khalil sebagai jawaban atas kebiadaban Israel menunjukkan bahwa ternyata di Tepi Barat Sungai Jordan sendiri perjuangan menentang Israel masih berlanjut dan tidak hanya di Jalur Gaza. Hal yang tidak disangka oleh Hamas.[infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: