Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Imad Mughniyah, Teroris atau Revolusioner?

Posted by infosyiah pada 1, Februari 15, 2008

Imad Mughniyah, Teroris atau Revolusioner?

Imad Hasan Mughniyah atau yang dikenal oleh sumber-sumber intelijen Barat dengan nama “Imad Fauzi Mughniyah” dan “Imad Faiz Mughniyah” dan menurut media-media Arab yang menentang Hizbullah Lebanon menyebutnya dengan nama “Al-Haj Al-Tsa’lab” (Serigala), lahir pada tahun 1962 di desa Arabshalim yang ikut dengan kota Nabtiyah, Provinsi Shur di Lebanon Selatan. Keluarga Imad Mughniyah terdiri dari lima orang bersama ayah, ibu dan dua orang saudaranya, Jihad dan Fouad. Imad menyelesaikan pendidikannya di Universitas Amerika di Beirut.

Imad Mughniyah bekerja sama dengan Organisasi Pembebasan Rakyat Palestina (PLO) dan sempat menjadi pengawal pribadi Yasser Arafat. Namun, setelah serangan besar-besaran Rezim Zionis Israel di Lebanon pada tahun 1982 dan berhasil menduduki Beirut, ibu kota Lebanon Yasser Arafat dan pasukannya mundur dan keluar dari sana lewat pelabuhan Beirut, Imad Mughniyah memisahkan diri dari PLO dan bergabung dengan kelompok perjuangan Syiah Amal bentukan Imam Musa Shadr dan syahid Musthafa Chamran.

Imad Mughniyah dikenal punya potensi yang luar biasa dibarengi keberanian dan pengorbanannya. Sifat-sifat ini membuat dia menjadi seorang revolusioner.

Jihad, saudaranya pada tahun 1984 gugur syahid dalam operasi melawan pasukan Israel. Sementara Fouad, saudaranya yang lain syahid akibat operasi pembersihan oleh Badan Intelijen Israel (Mossad).

Salah seorang agen Mossad yang menyamar sebagai pedagang melakukan pendekatan dengan Fouad dengan alasan berdagang. Target utamanya sebenarnya Imad Mughniyah. Agen Mossad berhasil melakukan pendekatan dan berusaha menarik Imad ke daerah yang berdekatan dengan Palestina pendudukan dan di sana unit khusus penculikan dapat menangkapnya dengan mudah. Namun, kewaspadaan luar biasa Imad membuat usaha ini berkali-kali mengalami kegagalan. Akhirnya yang digarap adalah saudaranya Fouad. Agen Mossad yang menyamar sebagai pedagang berhasil membuat janji dengan Fouad untuk menjual persenjataan militer dari Palestina pendudukan masih dengan tujuan awal, Imad sebagai target utama. Pada waktu itu, para pejabat senior Mossad putus asa untuk dapat menangkap Imad Mughniyah dan memutuskan untuk menerornya.

Suatu hari di musim dingin tahun 1994, tepat beberapa menit sebelum dia sampai di kantor adiknya di Hayyu al-Shafir, daerah di sekitar Selatan Beirut sebuah bom mobil yang diletakkan di samping dinding kantor adiknya meledak yang langsung menewaskan Fouad dan satu orang temannya.

Imad Mughniyah bersama Sayyid Abbas Musawi dan Sayyid Hasan Nasrullah keluar dari Partai Amal dan menjadi anggota Hizbullah Lebanon yang didirikan pada tahun 1983. Peran sertanya dalam operasi-operasi militer melawan Israel membuat musuh menganggapnya sebagai tokoh pertama yang harus disingkirkan dalam perang menghadapi Hizbullah.

Pada tahun 1983 dalam sebuah operasi anti Amerika di Kuwait, Imad Mughniyah tertangkap namun dia berhasil lolos. Setelah itu Badan Intelijen Amerika (CIA) mengenal benar kepribadiannya dan sejak itu terus berusaha menangkapnya di Lebanon dan di Timur Tengah. Amerika menganggap Imad Mughniyah sebagai orang yang berbahaya dan mengenalnya sebagai penanggung jawab peledakan pangkalan marinir Amerika di Beirut dan akibatnya 241 pasukan komando Amerika tewas. Begitu juga peledakan pangkalan pasukan penerjun Perancis yang menewaskan puluhan orang. Imad Mughniyah juga dituduh bertanggung jawab atas operasi mati syahid yang berkali-kali dilakukan terhadap Kedutaan Besar Amerika di Beirut dan Kuwait dan menyandera pesawat T.W.A.

Namun ada satu hal yang disepakati dan berbeda dengan apa yang coba digambarkan oleh Amerika dan Israel bahwa Imad Mughniyah sebagai teroris berbahaya, Imad Mughniyah adalah seorang pejuang Hizbullah yang mukhlis berjuang demi kebebasan negaranya dari cengkeraman Israel. Itulah mengapa Imad selama lebih dari 26 tahun berjuang dan dampaknya dia menjadi orang yang dicari-cari CIA dan Mossad.

Tidak disangsikan, Imad Mughniyah, Haj Ridhwan atau otak keamanan Hizbullah ini punya peran signifikan dalam memajukan Komite Keamanan Hizbullah dan mampu menciptakan kerugian besar di pihak Israel. Kini, siapa saja yang yang ingin membela agama dan negaranya dari penjajah, niscaya dia akan dianggap sebagai teroris. Dan tuduhan semacam ini bukan satu hal yang baru. 25 juta dolar hadiah bagi siapa yang dapat menyerahkan Imad Mughniyah; hidup atau mati menunjukkan ketakutan negara-negara yang melakukan aksi teroris secara terorganisir atas para pejuang.[infosyiah]

2 Tanggapan to “Imad Mughniyah, Teroris atau Revolusioner?”

  1. isyraq said

    Salam…
    Dunia yang selama ini mengenal Che Geuvara sebagai potret revolusioner romantik akan melongok wajah revolusioner baru Imad Mughniyah, bahkan Che Geuvara pelan-pelan akan dilupakan orang dan digantikan oleh Sang Martyr ini. Selamat kepada dunia yang telah melahirkan sosok pejuang tanpa pamrih ini..
    Semoga ruh kudusnya bergabung dengan Sang Revolusioner Sejati, al-Husain…

  2. Bagir said

    Salam..

    Byk para Pejuang Islam yg dilupakan oleh Orang2 Islam sendiri..! salah satunya Mustafa Chamran…! pemuda Islam terutama pra mahasiswa di Indonesia mlht sosok Che Geuvara bgtu besar, pdhl Jiwa Chamran lbh dari seorang Che Guevara..klo pas nongkrong sama anak2 kampus, mrk pd mengelu-elukan Che Geuvara, ane bilang sm mereka ” Lihat tuh Khumaini..! eee mlh pd ty “sapa Khumaini..?”

    tape deeeeech….

    Dan sekarang ini baru aja orang2 tau Imad Mughniyah..!

    Wassalam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: