Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Tiga Poin Penting Pidato Sayyid Hasan Nasrullah

Posted by infosyiah pada 1, Februari 15, 2008

Tiga Poin Penting Pidato Sayyid Hasan Nasrullah

hasan-nasrullah-dan-imad.jpg

Dalam prosesi pemakaman Imad Mughniyah yang diteror di Damaskus, Sayyid Hasan Nasrullah, Sekjen Hizbullah dalam pidatonya menyampaikan empat poin penting. Namun poin keempat secara khusus membicarakan situasi politik dalam negeri Lebanon. Ketiga poin tersebut adalah:

1. Pengertian syahadah dalam kamus perjuangan Hizbullah dan dalam Islam. Sayyid Hasan Nasrullah mengatakan: “Sejak 25 tahun lalu sampai saat ini kita telah tergantung pada syahadah. Dengan kesyahidan Imad kita tetap berada di jalur alami kita, sebagaimana setelah kesyahidan sayyid Abbas Musawi dan Syaikh asyuhada Raghib Harb kita tetap berada di jalur kita.”

Apa yang disampaikan oleh Sayyid Hasan Nasrullah memiliki dua makna; Pertama, syahadah adalah sebuah pengertian yang tidak dapat dipisahkan dari sebuah perjuangan, bahkan sebuah kebanggaan. Dalam Islam, syahadah identik dengan kemenangan dan kebahagiaan. Itulah mengapa setiap pejuang Islam di mana saja berada mendambakan syahadah sebagai buah perjuangannya. Dan ini diwarisi para pejuang Syiah dari peristiwa Asyura.

Kedua, ketika syahadah menjadi sebuah pengertian yang tak terpisahkan dari sebuah perjuangan, maka dalam struktur Hizbullah selalu ada pribadi yang telah dipersiapkan untuk menggantikan pos yang ditinggal dan begitulah sebelumnya. Itulah mengapa dalam pidatonya Sayyid Hasan Nasrullah mengatakan:

“Kedua: Semua sahabat dan mereka yang merasa cemas harus tahu, bahwa musuh sebenarnya telah melakukan sebuah kecerobohan yang sangat besar. Saya dan semua teman mengetahui hakikat yang ada di hadapan Haji Imad. Kepada sahabat dan musuh saya katakan, bahwa dalam tubuh muqawwamah tidak akan ada keraguan, kekosongan atau kelemahan. Saudara-saudara Imad Mugniyah akan meneruskan perjalanannya. Darahnya seperti darah lain sebelumnya dan akan menciptakan kecintaan dan kedekatan personel-personel Hizbullah. Israel tidak mengetahui hal ini dan tidak akan memahaminya, karena mereka memiliki budaya lain. Darah Haji Ridhwan (nama lain Imad Mugniyah, pent.) akan menambah kekuatan, persatuan, kehormatan dan kekuasaan kami dan kami akan meneruskan perjalanan kami dalam horizon lebih terbuka.”

2. Strategi militer Israel tidak belajar dari pengalam sebelumnya. Opsi teror para pemimpin pejuang Islam Lebanon (Hizbullah) dan Palestina (Hamas) tidak pernah melemahkan perjuangan melawan Israel. Bahkan sejarah mencatat, perlawanan itu semakin meningkatkan dan semakin terorganisir. Di Palestina, setelah syahidnya Syeikh Yasin, muncul Rantisi yang kemudian diteror juga. Kini, Hamas dipimpin oleh Ismail Haniyeh yang tidak hanya membuat perjuangan Hamas lebih terorganisir, namun kemampuan intelijen Hamas lebih kuat dari sebelumnya. Hal ini dapat disaksikan kegagalan berkali-kali Israel melakukan teror terhadapnya. Kini, dengan sayap militernya, brigade Izzuddin Wassam, Hamas menjadi momok bagi Israel. Dan di masa Ismail Haniyeh, Israel keluar dari Gaza dan sampai saat ini tidak mampu menjajah kembali Gaza. Rudal-rudal brigade Izzuddin Qassam dalam beberapa hari ini membuat kota Sedirot seperti menjadi kota mati. Begitu juga yang dialami Hizbullah.

Sayyid Hasan Nasrullah menyatakan, “Jika darah Syaikh Raghib Harb telah mengeluarkan mereka dari tanah Libanon dan jika darah Sayyid Abbas Musawi telah mengeluarkan mereka dari perbatasan, maka darah Imad Mugniyah akan membersihkan mereka dari area wujud, insya Allah.”

Sayyid Hasan Nasrullah menyebut apa yang disampaikan ini bukan muncul dari emosi, namun “dinyatakan dalam sebuah detik yang sangat jelas dan dengan penuh pertimbangan.”

Dengan penuh keberanian dan transparan Sayyid Hasan Nasrullah menekankan kekalahan Israel dengan bersandarkan pada ucapan David Ben Gurion, pendiri Israel yang mengatakan, “Israel akan hancur setelah kekekalahan perdananya dalam sebuah perang militer”.

Sayyid Hasan Nasrullah mengulas ucapan Ben Gurion dengan mengatakan:

“Israel telah menjalankan perangnya pada musim panas 2006. Zionis menyebut perang ini sebagai perang keenam tetapi para pakar strategi Israel menyatakan perang ini sebagai perang perdana. Israel, baik sayap kanan atau sayap kiri, radikal dan moderat sama-sama mengakui bahwa Israel telah kalah dalam perang. Laporan Winogard yang berusaha menjaga apa yang tersisa dari Israel tidak mampu menutupi hakikat yang telah berulangkali disebutkan. Hakikat ini tak lain adalah ketidakmampuan, kekalahan dan keraguan dalam kepemimpinan politik, keamanan serta kelemahan angkatan bersenjata Israel.

Itu semua tidak dilaporkan oleh Winegard. Winogard telah menyatakan sebagian hakikat dan mengingatkan Israel akan nasibnya.

Kenapa mereka kalah padahal mereka memiliki angkatan bersenjata terkuat di Timur Tengah dan mempunyai tekhnologi tercanggih di dunia?. Mudahnya….karena di Libanon, dalam tempo 33 hari mereka berhadapan dengan pahlawan sejati, berani dan serius. Sekelompok orang-orang ini telah menanti Zionis di tempat persembunyiannya dan memerangi Israel dengan berani dan cerdas. Israel menderita kekalahan sesuai dengan hukum dan sunah sejarah dan insya Allah mereka akan segera hancur.”

3. Medan perang antara pejuang Islam Lebanon, Hizbullah dan Israel sudah tidak lagi terbatas di perbatasan Lebanon dan Palestina pendudukan tapi telah menjadi perang terbuka. Sayyid Hasan Nasrullah menyebutkan bahwa Israel yang telah membunuh Imad Mughniyah di Suriah. Dan menurut Sekjen Hizbullah, pembunuhan itu dilakukan di luar medan perang sebagaimana yang telah berlaku selama ini. Karena sebelum ini perang dilakukan atas agresi militer Israel di tanah Lebanon dan Hizbullah berperang dengan pasukan Israel di tanah Lebanon. Apa yang dilakukan oleh Israel adalah melebarkan medan pertempuran.

Sayyid Hasan Nasrullah mengatakan:

“Sekarang, kalian telah menginjak-injak batas. Saya katakan satu hal tentang perang musim panas lalu, jika waktu itu untuk pertama kalinya saya jadikan kalian sebagai lawan bicara. Saat itu saya berkata: wahai Zionis, jika kalian menginginkan perang ini menjadi perang terbuka dan luas, kami siap. Saat itu saya memberikan janji kemenangan pada kaum mukmin karena saya mempercayai mereka, perjuangan mereka dan rakyat Libanon.

Hari ini, saya hanya akan menyebutkan sebuah kalimat, berkaitan dengan teror ini, dengan memperhatikan waktu, tempat dan metodenya, jika kalian wahai Zionis menginginkan perang terbuka, maka seluruh dunia harus tahu bahwa kami siap untuk perang ini.

Perang terbuka yang disampaikan oleh Sayyid Hasan Nasrullah tidak diartikan sama seperti tindakan yang dilakukan oleh Israel. Pernyataan Sayyid Hasan Nasrullah kembali pada hak membela diri. Karena hak membela diri disepakati seluruh umat manusia sebagai hak asasi manusia. Sayyid Hasan Nasrullah mengatakan, “Kami memiliki hak mulia membela diri sebagaimana semua manusia lainnya, dan kami akan menggunakan segala sesuatu yang akan berakhir pada hak ini dalam membela diri, rakyat dan para pemimpin kami.”

Teror Imad Mughniyah bagi Israel untuk sementara dapat berperan sebagai obat penenang. Karena itu berarti Ehud Olmert, Perdana Menteri Israel untuk sementara dapat menyelamatkan dirinya dari tekanan dalam negeri setelah dirilisnya laporan Winograd. Militer Israel pun punya kesempatan untuk mengembalikan semangatnya setelah kalah dalam perang 33 hari di Lebanon menghadapi Hizbullah. Sekaligus ingin menilai seberapa jauh kekuatan Hizbullah dalam perang di luar wilayah Lebanon.

Namun pernyataan Sayyid Hasan Nasrullah dalam prosesi pemakaman jenazah Imad Mughniyah membalikkan semua perkiraan yang ada. Karena warga Israel lebih percaya ucapan Sayyid Hasan Nasrullah karena mereka menilai Sekjen Hizbullah itu tidak pernah berbohong dan pasti melaksanakan apa yang diucapkannya, ketimbang Olmert dan para pejabat Israel lainnya. Apa yang disampaikan oleh Sayyid Hasan Nasrullah menciptakan gelombang ketakutan warga Israel. Tekanan terhadap Ehud Olmert bukannya malah terhenti setelah teror ini, malah meningkat dari waktu-waktu sebelumnya. Militer dan intelijen Israel juga tidak dapat tidur dengan tenang mendengar pernyataan Sekjen Hizbullah. Dan yang paling penting adalah, apa yang disampaikan Sayyid Hasan Nasrullah menunjukkan bahwa Hizbullah bukan hanya jago kandang.[infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: