Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Gagal Bangun Africom, Amerika Kena Batunya di Afrika

Posted by infosyiah pada 1, Februari 20, 2008

Gagal Bangun Africom, Amerika Kena Batunya di Afrika

Amerika gagal membentuk komando militer khusus di Afrika untuk wilayah Afrika, US Africa Command (Africom). Para pejabat Pentagon selama setahun berusaha keras, namun tidak mampu meyakinkan satu dari negara-negara Afrika untuk membentuk Africom. Dan pada hari Senin (17/2), AS secara resmi menyatakan tidak akan melanjutkan proyek pemindahan pangkalan Africom dari Stuttgart, Jerman ke Afrika. Pada awal-awal bulan Februari tahun lalu, Geroge W. Bush mengusulkan rencana pembentukan komando militer AS di Afrika kepada Kongres AS dan disetujui. Dan pada tanggal 6 Februari 2007, para wakil AS dan 9 negara-negara Afrika; Aljazair, Chad, Mali, Mauritania, Maroko, Nigeria, Senegal dan Tunisia dalam sebuah konferensi “Perang Melawan Teroris” menandatangani perjanjian melawan teroris. AS berharap salah satu dari 9 negara ini menyetujui pembentukan komando militer khusus AS di Afrika di benua hitam ini.

Namun rencana Amerika ini gagal setelah penentangan Aljazair, Maroko, Libia, Tunisia, negara-negara Afrika Utara. Guna meyakinkan negara-negara Afrika soal rencana Pentagon itu, Gedung Putih mengutus John Negroponte, Deputi Menteri Luar Negeri AS ke Nigeria, Pantai Gading, Mali dan Burkina Faso. Berbarengan dengan lawatan orang nomor dua di Kementerian Luar Negeri AS, Gen William Ward, Panglima Africom pada tanggal 4 November di Addis Ababa, ibu kota Ethiopia berusaha meyakinkan kepala-kepala negara Uni Afrika mengenai tujuan Pentagon membentuk Africom. Bahkan saat melawat Angola, Gen William mengajak negara ini menyetujui pembentukan Africom. Mengikuti penolakan Presiden Nigeria, Umaru Yar’Adua memberikan izin pembentukan komando khusus AS di Afrika, di negaranya dan di kawasan Afrika Barat, negara Zambia yang mewakili 14 negara anggota Masyarakat Pembangunan Afrika Bagian Selatan juga menolak rencana pemindahan Africom dari Jerman ke Afrika.

Kunjungan Robert Gates, Menteri Pertahanan Amerika ke Djibouti pada tanggal 3 Desember tahun lalu dapat dikatakan sebagai titik akhir lalu lalang pejabat Amerika untuk meyakinkan negara-negara Afrika soal rencana pembentukan Africom di sana. Setelah peristiwa teroris 11 September, AS memilih Djibouti untuk menempatan koalisi internasional melawan terorisme di Afrika. Dengan alasan ini, AS berhasil membangun pangkalan militernya di sana dan mengirimkan 1.800 pasukannya. Djibouti punya letak yang sangat strategis karena letaknya di perairan Laut Merah. Perancis tidak melewatkan kesempatan ini denan membangun pangkalan militernya di sana.

Tampaknya, Pentagon melihat pangkalan militernya di Djibouti tidak cukup untuk menjamin kepentinan nasional dan campur tangannya di Afrika. Penentangan negara-negara Afrika mengenai rencana pembangunan Africom di benua ini kembali pada kesadaran bahwa bila rencana itu terealisasikan itu berarti AS punya pangkalan militer dalam skala luas di Afrika. Berbeda dengan klaim AS bahwa pembangunan Africom di Afrika berarti naiknya tingkat keamanan benua ini, kepala-kepala negara Afrika khawatir benua ini menjadi sasaran para teroris yang menarget kepentingan dan aset-aset AS di sana. Mereka mengambil pelajaran dari serangan teroris pada tahun 1998 di Tanzania dan Kenya. Namun sejatinya, pemindahan pusat Africom dari Jerman ke Afrika bertujuan untuk menjegal infiltrasi Cina di benua hitam yang kaya minyak, uranium, cobalt, emas dan berlian. Ujung-ujungnya, sumber kekayaan Afrika yang ingin dikeruk.[infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: