Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Penentangan Kelompok Palestina Terhadap Kehadiran NATO

Posted by infosyiah pada 1, Februari 23, 2008

Penentangan Kelompok Palestina Terhadap Kehadiran NATO

AS berupaya menggulirkan taktik baru di Palestina. Kali ini, Washington mengusulkan penempatan pasukan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) di Tepi Barat Sungai Jordan, setelah kemungkinan penarikan mundur pasukan Isrel dari wilayah tersebut. Prakarsa ini langsung ditolak mentah-mentah oleh berbagai kelompok Palestina.

Juru Bicara Gerakan Perjuangan Islam Palestina (Hamas), Sami Abu Zuhri menyatakan, bangsa Palestina menolak usulan tersebut dan menentang kehadiran penjajah dengan mengenakan pakaian apapun. Dikatakannya, bangsa Palestina menuntut diakhirinya pendudukan. Bukan hanya Hamas yang menentang prakarsa tersebut, Front Jihad Islam juga menentang keras penempatan pasukan asing di Tepi Barat Sungai Jordan. Kelompok ini hanya mendukung berlanjutnya perjuangan dan perlawanan terhadap Rezim Zionis Israel untuk mengakhiri pendudukan.

Usulan tersebut dikemukakan oleh utusan keamanan khusus AS untuk Timur Tengah, Jenderal James Jones, dalam perundingannya dengan para pejabat tinggi Rezim Zionis Israel di Palestina pendudukan. Pemublikasiannya ditangani oleh Koran terbitan Tel Aviv Jerussalem Post yang mengutip pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Israel. Prakarsa itu merupakan episode baru dari intrik AS untuk membantu Israel mengakhiri krisis yang dialaminya terkait masalah Palestina. Selain telah menyisihkan bantuan militer yang cukup besar setiap tahunnya, AS juga tengah mengupayakan campur tangannya dalam masalah Palestina melalui NATO.

Namun seperti yang telah diduga oleh kelompok-kelompok perjuangan Palestina, kehadiran lembaga militer Barat yaitu NATO di Tepi Barat, akan menghambat proses perjuangan bangsa Palestina dan yang pasti tugas NATO nantinya adalah mendukung terealisasinya cita-cita Israel. Gagasan penempatan pasukan NATO itu mengemuka di saat AS sendiri tengah terjerat krisis yang berkepanjangan di Irak dan Afghanistan. Di Irak, AS gagal dalam mewujudkan stabilitas bahkan Washington juga terlibat dalam menyulut instabilitas di negara ini. Di Afghanistan, baik NATO dan militer AS juga terbukti ompong dalam menciptakan ketentraman bagi warga. Selain itu, muncul persepsi bahwa di manapun AS menginjakkan kaki, di situ pula akan berkembang aksi teror dan instabilitas.

Dewasa ini, penampilan AS di kancah global bukan sebagai dewa penyelamat melainkan sebagai setan pengacau. Sebab itu, wajar jika kelompok-kelompok Palestina menolak keras kehadiran NATO di Tepi Barat. Karena meski sebagai pasukan multinasional namun seluruh kinerja NATO berada di bawah kontrol militer AS.[infosyiah]

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: