Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Nabi Musa as. dan 70 Ribu Malaikat Menziarahi Imam Husein as

Posted by infosyiah pada 1, Februari 28, 2008

Nabi Musa as. dan 70 Ribu Malaikat Menziarahi Imam Husein as

Dalam buku Kamil al-Ziayarah yang ditulis oleh Ibn Qaulawaih, guru Syekh Mufid, disebutkan, ketika kuburan Imam Husein as masih berupa gundukan tanah biasa, belum ada pelindungnya, bahkan sengaja dibuat tidak jelas karena tidak diratakan dengan tanah di sekelilingnya dan terletak di sebuah padang pasir yang sunyi senyap, tidak ada orang yang berziarah ke sana. Bila ada yang berniat berziarah, maka sebelumnya dia akan mencari tahu ke sana ke mari di mana letak kuburan Imam Husein as. secara pasti.

Pada masa itu, peziarah biasanya sendirian atau bersama satu atau dua orang lainnya agar tidak dicurigai dan ditangkap oleh petugas Bani Umayyah.

Dalam kondisi yang demikian, ada peziarah Imam Husein as. yang datang seorang diri. Beberapa ratus meter dari kuburan Imam Husein as. dia berhenti dan di sana ada sebuah desa sambil menanti malam tiba. Dia harus menanti sampai malam tiba karena takut ditangkap para penjaga yang bertugas untuk mengusir orang yang melakukan ziarah ke sana.

Dia kemudian menceritakan bahwa dalam kondisi gelap dia mengendap-endap menuju kuburan Imam Husein as. Tiba-tiba seseorang muncul dari kegelapan menuju ke arah saya dan berkata, “Kembalilah!. Saat ini kau tidak boleh berziarah.” Melihat sikapnya, saya tahu bahwa dia bukan salah seorang dari penjaga.

Aku kemudian kembali ke desa dan menunggu sebentar lalu saya kemudian kembali bergerak menuju kuburan Imam husein as. Kembali orang itu menghalangi perjalanan saya. Akhirnya saya bertanya, “Mengapa? Dia menjawab, “Karena saat ini Nabi Ibrahim as beserta 70 ribu malaikat sedang bersiarah di makam Imam Husein as.” Aku kemudian bertanya, “Engkau sendiri siapa? Dia menjawab, “Saya malaikat yang ditugaskan menjaga kuburan Imam Husein as. dan meminta ampun kepada Allah kepada mereka yang menziarahi kuburan Imam Husein as.”

Mendengar jawabannya, aku kembali lagi ke desa. Menjelang terbitnya matahari, aku kembali menujur kuburan Imam Husein as. dan aku tidak menemukan seseorang yang menghalangiku. Setelah itu aku berziarah dan melakukan salat Subuh di sana. Sebelum matahari terbit, aku sudah kembali dari sana. (Kamil al-Ziarah, hal 112, bab Ziyarah al-Anbiya lil Husein…, hadis ke 2)[infosyiah]

32 Tanggapan to “Nabi Musa as. dan 70 Ribu Malaikat Menziarahi Imam Husein as”

  1. teeway said

    Assalamualaika ya abah Abdillah…

    nb. Nabi Musa as atau Nabi Ibrahim as?

  2. nikoredoxs said

    menurut saya apa yg kita perbuat di dunia,harus atas keredhaan allah swt.

    saya senang bisa bergabung dgn anda semua

  3. ankopala said

    Assalamu’alaikum…

    Yang bener boss??
    Maaf, Saya meragukan cerita tsb. Masa’ orang biasa bisa ngomong sama malaikat?
    Tolong dikonfirmasi, beritanya darimana, ada dalil yang menguatkannya gak?
    Wallahu A’lam….
    Wassalamu’alaikum…

  4. ankopala said

    dasar sy’ah bodoh tanpa ilmu….belajar ilmu agama…jangan mau seperti sapi dicolok hidung mau diajak kesana kemari, diajak ke neraka yaa ikut…kasian anda…bertobatlah hadanallohu waiyakum…selamtkan diri anda yang bodoh tanpa ilmu dari azab neraka…kalau anda sadar dan mau selamat….!!!!

  5. fuad said

    shalat di kuburan bukannya dilarang keras sama Rasul S.A.W??. Buku Kamil al-Ziayarah itu penerbit mana ya? Kalau bisa pake sanad nya dituliskan supaya lebih ilmiah. Husein itu a.s atau r.a kalau yang saya tahu cuma nabi yang AlaihiSalam Sahabat itu RadiyallahuAnhu?

  6. Bagir said

    Salam..

    @Ankpola

    Ente sama persis dg temen ente south supa,yg selalu ikutan diblog ini byk yg tau siapa south supa,yg nongol dengan berbagai argumentasi kitab2 pegangan die tp nilainya NOL..!! ane bukan mengungkit-ungkit, cm ane mau ngom ucapan kaya ente udah biasa keluar dari mulut orang2 GA BERILMU..!
    dr cara ente nulis komentar udah keliatan otak ente CETEK..!

    ane mmg bkn org cerdas, ane yakin bahwa ane dibawah semua orang dlm mslh ilmu,yg bikin ane “ketawa” adalah ucapan ente yg ini :

    “dasar sy’ah bodoh tanpa ilmu….belajar ilmu agama…jangan mau seperti sapi dicolok hidung mau diajak kesana kemari, diajak ke neraka yaa ikut…kasian anda…bertobatlah hadanallohu waiyakum…selamtkan diri anda yang bodoh tanpa ilmu dari azab neraka…kalau anda sadar dan mau selamat….!!!!”

    Saran ane, siapkan argumen yg masuk akal dan rujukan yg jelas bahwa “syiah” adalah orang2 bodoh spt yg ente bilang, soalnyeee utk ngadepin orang dlm berargumen perlu diketahui kapasitasnya, dan jujur yeee ane ngeliat kapasitas akal ente SUPER CETEK..Imam Ali as mengatakan “diamlah jika kalian tdk mengetahui apa yg orang tanyakan kpd anda”, tp ane liat ente bertanya yg ente kaga tau sambil menghujat, naaaah itu bukti otak ente CETEK..!

    Hai ankpola (ANOA kaleeee..hehehehe..)keluarkan semua KEWAHABIAN ente..keluarkan semua Hadis2 Dhoif yg ente yakinin shohih sekarang juga..! jgn cuma ngom tanpa dalil..oke..ane tunggu..

    Wassalam

  7. Bagir said

    tambahan..ente cari tau arti “Ankpola”..ane kaga nulis “Ankopala” spt nick ente, cb ente cari arti yg ane tulis…oke…hehehehehe..

  8. teeway said

    @ankopala

    Setau gue, yang belajar agama dari semua mahzab, yang paling TIDAK BODOH hanya dari mahzab syiah… semua argument dan pertanyaan gue nggak ada yang tidak terjawab… tapi kalo gue tanya orang bermahzab lain dari syiah, apalagi Wahabi tea… boro2 terjawab, yang udah2 suruh baca buku mereka dan harus diikutin aja doktrin mereka… nah yang dicocok idung kaya kebo bukan syiah… tapi orang2 yang diluar mahzab syiah…

    Contoh aja yang paling mudah pertanyaannya tapi paling susah dijawab:

    Dalam Al Qur’an ada ayat yang putus, Alif Lam Mim, Yaasiin dlldsb…nya, begitu gue tanya artinya ada apa nggak, karena disetiap terjemahan “Hanya Allah yang mengetahui” ato sama aja tulisannya, nggak ada yang bisa jawab, malah gue dituduh kafir, karena nanya2 yang seperti itu…
    Begitu gue dibilang gitu, gue tutup Al Qur’an, langsung gue nggak mau baca lagi, karena gue anggap ayat2 dalam Al Qur’an itu pasti ada arti dan maksudnya, kalo hanya Allah yang tau, ngapain gue baca… Tapi Alhamdulillah, di dalam mahzab syiah, semuanya terjawab sampai2 semua huruf yang putus apabila dijadikan satu mempunyai makna yang sangat dahsyat…

    Cerita ini bukan sekedar propaganda maupun omongan yang tdk bermanfa’at, tapi kenyataan hidup gue dalam mencari kebenaran, dan itu berlangsung sekitar 10tahun pencarian… begitu masuk dalam “kesesatan” yang benar, gue baru terbuka kebenaran yang harus diikuti.. sekarang gue lagi mencari terus kebenaran2 hakiki didalam “kesesatan” yang benar.

    Pesan gue, janganlah kita berbicara kalau kita tidak tau apa yang dibicarakan (nambahin sdr. Bagir), apalagi sampai menghakimi… (jangan mas/mbak, hanya Allah SWT yang berhak atas itu semua), better lo belajar syiah dari sumber yang benar2 syiah, bukan dari ustad lo… tapi sekali lagi ini hanya anjuran bukan paksaan, kalopun lo nggak mau itu adalah pilihan lo… tak ada paksaan dalam beragama, dan syiah tidak pernah menghakimi orang2 yang diluar mahzab syiah… apalagi mengatakan KAFIR orang2 yang diluar mahzab syiah..

    Panjang banget… yuuu yaaa yuuu… wass.
    Pencari Kebenaran

  9. ankopala said

    Assalamu’alaikum…

    Woooooiiiii…..
    maaf bloger2x, tulisan yg kedua bukan tulisan gw…
    itu tulisan temen kerja gw. Dia ngirim komen gak ijin sama gw.
    So… jangan suudzon dulu yakh…
    Terserah kalian mau ngikutin aliran, madzhab yg mana.
    Tapi menurut gw yg paling bener yaitu yg ada pada Al-Qur’an dan yang
    dicontohkan oleh Rosululloh Muhammad S.A.W (dalam hadits-hadits yg mutawatir, sohih, hasan, dll).
    Gw cuma bilang, semua yg kalian perselisihkan nanti akan
    di beberkan oleh Allah di akherat, akn dijelaskan siapa yg bener siapa yg enggak.
    Jadi, kita tunggu aja nanti yg bener siapa…???

    Wassalamu’alaikum….
    Ankopala di Papua….
    PiSS..!!!

  10. Frodo said

    Bosen kalo lihat perdebatan seputar SuSyi.
    Buat ikhwan, sekali lagi jangan kepancing mereka.

    Terutama mereka yang suka Takfir (model wahabi). Bentar2 sesat, bengong dikit dibilang sesat, ‘nguap sambil ngantuk dibilang sesat. Sementara mengatakan sesat mereka yang tidak sesat nggak pernah di hukumi.

    Khusus buat bloger InfoSyiah …

    Hadits2 yang tidak terkategori mutawatir, alangkah baiknya jika kita pinggirkan lebih dahulu. Beberapa perbedaan dikalangan umum bisa memunculkan friksi2 baru yang sangat merepotkan.
    Tapi saya sangat yakin kalo antum bisa nge-drive model ankopola dan ‘FuaL(D).
    Keif kalo mulai terhitung arbain ini, kita bikin yang mereka tuduhkan semakin bias dan nggak jelas !!

    Bravo buat kebijaksanaannya … Maju terus.

  11. ankopala said

    Maaf satu lagi, gw mau tanya
    sejak kapan cucunya Nabi (Husein) dapet gelar
    AS, setau gw AS itu kepanjangan Alaihi Salam
    dan itu cuma “Titel” khusus Nabi-nabi selain
    Nabi Muhammad S.A.W.
    Apa Husein cucu Nabi S.A.W termasuk Nabi juga?? (Astaghfirulloh…)

  12. fuad said

    Tafsir Aliflaammmimm dan kata2 yang tidak bersambung yang lain. Tafsirnya apa ya?? Mazhab2 islam yang lain dalam menafsirkan surah selalu merujuk ke AlQuran yang lain, hadis2 rasulullah, dan perkataan sahabat. Kalau tafsir ini dasarnya dari mana?

    Ya kalau bisa artikel nya pake hadis-hadis yang disepakati bersama lah yang hasan atau shahih. Syiah tidak mengkafirkan orang sembarangan ya? Padahal saya pernah baca buku syiah kalau syiah ini mengkafirkan semua sahabat kecuali ALi r.a, Abu dzar r.a, dan Salman r.a

    Mohon konfirmasi dan penjelasannya

  13. Bagir said

    Salam
    @ankopala

    ente masuk “asal usul lukisan nabi” lalu ente cari komentar gw yg ngejawab komentar Bung Benyamin (ntar ente tau mksd pertanyaan ente ttg “…apa Imam Husain as nabi..”
    teruuuus ente jg pelajari siapa Imam Husain as sedetil-detilnya..tambahan buat ente mnrt ane, pertanyaan ente bkn pertanyaan berat, WHY..???? becouse Sayyidah Maryam adalah bukan Nabi…so..?? kenapa Allah selalu mngucap salam kepada Beliau melalui Jibril..??? One More..of course u Know about Sayyidah Fathimah as..kenapa Rasulullah saww sering menyampaikan salam Allah kepada Sayidah Fathimah (yg jelas2 beliau bukan seorang nabi) yg dibawa melaui Jibril..?? kalo Allah Mengucapkan salam kepada mereka lalu kita ga blh…?? gitu ya..??
    saran nih… ente pelajari Ahlul Bait sedalam dalamnya dari sumber yg HAQ..!

    (Blm saat nya nulis pjg lebar disini…heheheheh…)

  14. Bagir said

    @Fuad

    Kasi tau buku yg ente baca judulnya apa, karangan siapa, terbitan mana, trs halaman berapa yg ente mksd..ok.

    terus masalah Alif Lam Mim tafsirnya apa..?? ente tanya sama semua Ulama Suni aja ( bnr sdra Teeway, jwbn mrk sll “hanya Allah yg tau”,,,,.

    Tp kalo ente belajar lewat “Pintunya Kota Ilmu” ane yakin jawaban yg ente dpt lain..! enete mau belajar Tafsir..?? bkn disisni tempatnya…ente tau Imam Ali as ( Sang Pintu Kota Ilmu ) jika menafsirakn satu huruf dalam satu kalimat dari al Qur’an sangat pjg, dan ga ada satupun orang yg mengungguli ilmu beliau kecuali Rasulullah saww.

    Ucapan ente yg ini :
    “Mazhab2 islam yang lain dalam menafsirkan surah selalu merujuk ke AlQuran yang lain, hadis2 rasulullah, dan perkataan sahabat. Kalau tafsir ini dasarnya dari mana?”

    Ga USAH TAQLID BUTA bos..! ente tau Abu Hanifah..? dr mana “Mazhab Ra’yu” muncul..??

    kayanya ente kaga belajar yg dinamakan mazhab Ahlussunah wal jamaah yg notabene terdiri dari 4 orang pelopor termasuk slh satunya Abu Hanifah..!

    Wassalam

  15. fuad said

    @Bagir

    Sabar mas, saya cuma ingin diskusi aja tentang masalah ini, maaf kalau ada kata-kata yang menyinggung perasaan 🙂

    “Ga USAH TAQLID BUTA bos..! ente tau Abu Hanifah..? dr mana “Mazhab Ra’yu” muncul..??”

    Tidak taqlid buta, kalau ingin belajar islam yang benar berarti harus dari sumbernya ya dari Al-Quran, hadis, dan perkataan sahabat tentunya yang sanadnya hasan atau shahih sehingga terpercaya. Muslim ketika mendengar suatu fatwa dari ulama siapapun harus tanya dalil nya dulu. Jika dalilnya ada maka diterima jika dalilnya tidak sesuai AlQuran dan sunnah ditolak. Ilmu dari Imam Abu Hanifah rahimullah diterima selama ia mendasari ilmu itu dari AlQuran dan Sunnah yang hasan atau shahih. Jika tidak jangan.

    Makanya saya ingin tau buku tafsir dari Ali r.a kalau sanadnya sampai ke Ali r.a mengapa tidak untuk dipelajari ALI r.a kan termasuk sahabat nabi yang utama.

  16. ankopala said

    Maap Boss, gw ogah masuk asal-usul lukisan Nabi. Takut ngeliat yg katanya itu lukisan Nabi, ntar kepikiran terus, berabe.

    Tapi… apa Allah juga nitip salam buat Al-Husein juga?

  17. Bagir said

    Salam,,,

    @ Fuad
    Yg ente bilang (dlm komentar terakhir) bnr juga…
    Tp sayang mas, Pertanyaan ane blm ente jawab, yg menanggapi kata2 ente yg ini :

    “……Syiah tidak mengkafirkan orang sembarangan ya? Padahal saya pernah baca buku syiah kalau syiah ini mengkafirkan semua sahabat kecuali ALi r.a, Abu dzar r.a, dan Salman r.a”

    dan pertanyaan ana (menanggapi koment ente) adalah yg ini :

    “Kasi tau buku yg ente baca judulnya apa, karangan siapa, terbitan mana, trs halaman berapa yg ente mksd..ok.”

    @ ankopala

    masih ada koment ente yg bilang :
    “…setau gw AS itu kepanjangan Alaihi Salam
    dan itu cuma “Titel” khusus Nabi-nabi selain
    Nabi Muhammad S.A.W…”

    Jelas ente menitikberatkan “alihi salam” hanya untuk nabi…tapi ketika ana kasi jawaban bhwa sayyidah Maryam dan Sayyidah Fathimah yg bukan seorang nabi juga mendapat salam dari Allah ( dari segi mereka bukan seorang nabi) jawaban ana sesuaikan dg kata2 ente “….khusus untuk nabi..”

    tp sekarang ente malah tanya ;
    ” apakah Imam Husain juga mendapat salam dari Allah..”

    jangan plin plan mas..sekarang gini aja, sebenarnya apa yg jadi pertanyaan ente..? mohon dijelaskan, mgkin ane yg kurang nengerti pertanyaan ente..

    wassalam

  18. Bagir said

    Tambahan untuk Ankopala..mudah2an ente masih ingat kalo ana bilang..kalo Allah memberi Salam kepada mereka, apa kita tidak boleh..?

    Jika ente mau cari tau siapa dan apa kedudukan Imam Husain as, maka ga akan “meributkan” masalah kita mengucap Salam kepada Imam Husain as…lha wong sama ahli kubur (muslim) aja kita disunahkan baca salam.. jika mnegucap salam kepada ahli kubur diperintahkan oleh Rasulullah saww lalu apakah mengucap salam kepada Ahlul Bait Beliau ga boleh..?

    apakah ente ga baca ayat ini :

    “Janganlah kamu mengira bahwa orang-orang yang gugur dijalan Allah itu mati, bahkan mereka itu hidup di sisi Tuhannya dengan mendapat rizki.Mereka dalam keadaan gembira disebabkan karunia Allah yang diberikan-Nya kepada mereka, dan mereka bergirang hati terhadap orang-orang yang masih tinggal dibelakang yang belum menyusul mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.(QS 3: 169-170).

    “Dan janganlah kamu mengatakan terhadap orang-orang yang gugur di jalan Allah, (bahwa mereka itu) mati, bahkan (sebenarnya) mereka itu hidup,tetapi kamu tidak menyadarinya.” (QS. 2:154).

    Maaf Mas, ente harus tau sejarah Imam Husain as dan Perjuangan beliau, (apa beliau gugur bkn dijalan Allah?) jadi ente bnr2 tau kenapa kami mengucap salam kepada Imam Husain…

    Jika Imam Husain as “hidup” berarti beliau menjawab salam orang yang mngucap salam untuknya.

  19. Bagir said

    Salam..
    @ Ankopala

    Sebenernya pertanyaan2 akan terus ente keluarkan smp ente merasa puas… (maklum kapasitas ana juga kecil banget untuk menjawab pertanyaan2), sebenernya ana nunggu pertanyaan ente selanjutnya baru ana mau jawab… tapiii ana rasa terlalu lama untuk menunggu ente menjawab pertanyaan ana yg ana minta penjelasan dr ente sebenernya dari sudut pandang mana ente bertanya smp ana bilang “…..mungkin ana krg ngerti pertanyaan ente…”

    Kaum syiah mengucapkan “salamullahi alaih” ketika menyebut nama para Imam… ente (ankopala ) mengatakan bahwa “alaihi salam” hanya untuk para nabi, bukan begitu yg ente katakan..? setelah ana kasi jawaban (ttg sayyidah Maryam as dan Sayyidah Fathimah yg bukan nabi) ente malah Tanya “ Apa Imam Husain dapat salam dari Allah..?”

    Oke lah Imam Husain as bukan seorang Nabi…( dan memang bukan Nabi)
    Terus kenapa kami mengucap salam untuk Beliau as (dan Ahlul Bait yg lain)..??

    Allah Swt berfirman dlm surat Al Ahzab ayat 56 :

    “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malikatNya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”

    Kaum Syiah tidak menyimpang dari nash dlm mengamalkan agama mereka..ulama2 syiah selalu memberikan dalil2 naqli dan aqli untuk menegaskan bahwa syiah bukan ahli bid’ah.

    Langsung aja ana jawab :

    Pertama…Dalam ayat diatas (Al Ahzab ayat 56) , Allah SWT memerintahkan kepada kaum muslimin untuk menyampakan Shalawat dan salam untuk Nabi saww , AKAN TETAPI Allah Swt tidak melarang menyampaikan shalawat dan salam kepada selain Nabi saww.

    Kedua… sebagaimana dalam ayat tersebut “….Allah dan malaikat2- Nya bershalawat untuk Nabi…” , Allah juga berfirman dalam surat al Shaffat ayat 130 :

    “ Salam sejahtera untuk keluarga Yaasiin”

    Dalam Surat tersebut Allah swt juga menyampaikan salam kepada para Nabi-Nya :

    1. Salam sejahtera atas Nuh di seluruh alam (al Shaffat ayat 109)
    2. Salam sejahtera atas Musa dan Harun (al Shaffat ayat 120).

    Allah Swt tidak menyampaikan salam kepada sebuah keluarga kecuali kepada keluarga Yaasiin…! Dan Yaasiin adalah salah satu nama Nabi Muhammad saww, karena Allah Swt menyebutkan untuk Nabi-Nya yg mulia ini lima nama dalam Al Qur’an, yaitu :

    1.Muhammad
    2.‘Ahmad
    3.‘Abdullah
    4.Nuun
    5.Yaasiin

    ente bilang “Tapi… apa Allah juga nitip salam buat Al-Husein juga?”

    Cukup al Qur’an yg jawab pertanyaan ente.. Neeeeeh…:

    “ Salam sejahtera untuk keluarga Yaasiin” ( al Shaffat ayat 130)

    Kenapa ana bilang sama ente cari tau siapa Imam Husain as dan kedudukan beliau ?
    Agar ente tau Imam Husain adalah Keluarga (Ahlul Bait) dari “Yaasiin” saww..!

    Apalagi Beliau as termasuk salah satu Ahlul Kisa (baca riwayat turunnya al ahzab ayat 33).

    Wassalam

  20. Bagir said

    Salam..

    klarifikasi yg diatas…!

    1. Salam sejahtera atas Nuh di seluruh alam (al Shaffat ayat 79)
    2. Salam sejahtera atas Ibrahim (al Shaffat ayat 109)
    3. Salam sejahtera atas Musa dan Harun (al Shaffat ayat 120).

    Bapak2.. ibu2.. embak2..Mohon maaf yaaah…

    Dan tambahan sedikit mengenai shalawat :

    Ibn Hajar meriwayatkan dalam al Shawa’iq halaman 87 :
    Rasulullah bersabda : “Janganlah kalian bersalawat kepadaku dengan shalawat yang buntung (terputus)”
    Para Sahabat bertanya : “ Bagaimana shalawat yang buntung itu?”
    Beliau (saww) menjawab : “ Engkau mengucapkan ‘ Allahumma shalli ‘ala Muhammad’ lalu kalian diam. Melainkan Ucapkanlah , ‘Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala aali Muhammad”

    Wassalam

  21. ankopala said

    Assalamu’alaikum…
    Maap lagi neeh boss, stelah gw liat di Al-Qur’an surat Ash-Shaffaat ayat 130 di situ tertulis “Salaamun ‘alaa Ilyaasiin”. Yang artinya “Selamat sejahtera bagi Ilyas”. Ini gw liat di Al-Qur’an terjemahan yg di legalkan oleh Depag RI.
    Di Al-Qur’an yg saya lihat tsb jelas ditujukan kepada Nabi Ilyas, bukan untuk keluarga Yaasiin. Demikian juga ayat-ayat sebelumnya (ayat 123-129 surat Ash-Shaffaat) yg menunjukkan bahwa yg dimaksud adalah Nabi Ilyas bukan keluarga Yaasiin.

    Saya mohon ampun kepada Allah apabila keliru dalam memahami ayat tsb.
    Walloohu A’lam

    Wassalamu’alaikum…

  22. teeway said

    @Bagir
    Alhamdulillah udah terjawab semuanya…
    Insya Allah ankopala nanya lagi… kan dia lama2 bisa tersesat dalam “Kebenaran” yang haqiqi…
    Apalagi semua yang kita perbuat akan disaksikan oleh Allah SWT, Rasulullah saww dan orang2 yang beriman (berimannya menurut Allah SWT, siapa sih.. kalo bukan yang ada di QS 33:33, shalawat atas mereka).
    Nah kalo udah disaksikan oleh mereka, masa kita nggak cinta ato paling tidak mengenal mereka (Ahlul Bait)

    @Fuad, tanya tafsir mengenai Alif Lam Mim yaa..!? kalo mau tau belajar dengan ulama yang tepat, yang pasti dari mahzab syiah, karena kalo dr yang lain, nggak mau jawab, ato dibilang kafir (seperti cerita gue sebelumnya)… kan kebenaran harus dicari… usaha ya… tanya aja sama info syiah, ulama syiah yang berhak untuk memberikan penjelasan mengenai tafsir ini.

    Gimana @Bagir… setuju kan untuk mereka mencari kebenaran melalui pintunya kota ilmu… kesian kan kalo lewat jalur yang lain, jawabannya bisanya itu2 aja…

    Salam…

  23. teeway said

    Ada tambahan dikit…

    Gue nemuin terjemahan Al Qur’an banyak yang ngaco… jadi hati2 aja untuk memahami Al Qur’an dengan benar, maksudnya cari terjemahan yang benar ato belajar bahasa Arab.
    Tapi kalo kaya gue yang udah tuwir (bangkotan) udah mualaz belajar, cari orang yang sangat mengerti bahasa Arab dan harus mengerti tafsirnya…

    Nah… ayat apa aja yang salah… nggak keitung… mari sama2 cari… okay…

  24. arie kariana said

    maaf nich baru gabung lagi, untuk tambahan (sebagai jawaban komentar no 3), kita bisa lihat Qs al-an’am ayat 9, yang intinya Allah memberitahukan bahwa apabila malaikat diturunkan ke bumi dan dijadikan dapat dilihat oleh manusia biasa, maka pasti akan diturunkan sebagai seorang laki2 juga,nah kalo udah gini, maka mereka(orang2 yang keras kepala) pasti akan ingkar2 juga, karena mereka berharap untuk melihat sosok yang “ajaib” dari malaikat, padahal semua ada prosesnya toh, kalo kita ingin melihat malaikat di bumi, ya gak usah aneh kalo tiba2 ada seorang berwujud laki2 didepan kita dan dikatakan sebagai malaikat, sebab bukannya Allah tidak mampu menghadirkan sosok “ajaib” didepan kita, namun kita disuruh berfikir juga bahwa semua ada proses dan harus adil sekaligus disuruh merenung, sebagai contoh, mobil juga gak bakal bisa jalan apabila zat2 pendukung bahan bakarnya tidak diubah wujudnya ke dalam bentuk bensin misalnya, sebab ruang pembakaran dalam mobil itukan mensyaratkan “wujud” bensin sehingga bisa diterima didalamnya dan sebagai syarat bagi mobil untuk dapat dijalankan, jadi bagi saya ya gak anehlah apabila ada malaikat2 yang bisa berkomunikasi dengan manusia biasa dimuka bumi ini, lagian penciptaan manusia itu sendiri aja udah luar biasa aneh dan ajaibnya bagi saya

    shalawat dan salam bagi Rasulullah saaw beserta keluarga sucinya as

  25. Bagir said

    Bismihi Ta’ala
    La haula wala quwwata illa billah…

    Salam

    @Akopala..
    Bandingkan ejaan Ilyas إِلْيَاسَ dlm Surah al-An’am 6:85
    dg Surah al-Shaffat:130 Aali Muhammad SAWW ( aali yasin)

    Maaf Mas, Cahaya Kebenaran Keluarga Rasul Saww ga akan bisa dipadamkan oleh siapapun, apalagi oleh DEPAG RI..!!

    “Semoga kesejahteraan terlimpahkan atas keluarga Yasin” (Surah Ash-Shāffāt : 130)

    Yang dimaksud dengan “keluarga Yasin” adalah keluarga Muhammad SAWW. Silahkan rujuk :

    1.Syawāhidut Tanzīl oleh Al-Hakim Al-Haskani Al-Hanafi, juz 2, hal. 109, hadis ke 791, 792, 793, 794, 795, 796 dan 797.

    2.Nizham Duraris Simthain, oleh Az-Zarnadi Al-Hanafi, hal. 94.

    3.Majma’uz Zawā`id, juz 9, hal. 174.

    4.Tafsir Fakhrur Razi, juz 26, hal. 162, Cet. Al-Bahiyah Mesir, juz 7, hal. 163, cet. Dar Ath-Thaba’ah, Mesir.

    5.Tafsir Al-Qurthubi, juz 15, hal. 119.

    6.Tafsir Ibnu Katsir, juz 4, hal. 20.

    7.Ash-Shawā’iqul Muhriqah, oleh Ibnu Hajar As-Syafi’I, hal. 146, cet. Al-Muhammadiyah; hal. 88, cet. Al-Maimaniyah, Mesir.

    8.Ad-Durul Mantsūr, oleh As-Suyuthi, juz 4, hal. 286.

    9.Fathul Qadīr, oleh As-Syaukani, juz 4, hal. 412.

    10.Yanābī’ul Mawaddah, oleh Al-Qundusi Al-Hanafi, hal. 345, cet. Al-Haidariyah; hal. 295, cet. Istambul.

    11.Ihqāqul Haqq, oleh At-Tustari, juz 3, hal. 449, cet. Tehran.

    Wassalam

  26. Bagir said

    Salam..

    Sdra Teeway…dan yg lain

    Ala Nabi wa Aalihi Sholawat..!

    Wassalam

  27. joko said

    salam,
    teman2 ga usah diskusi sampe panas, lakum dinukum waliyadin…lbh baik menghargai semua mazhab, tdk ada yg tahu mana yg paling benar kecuali Allah..maaf, salam sekali lg

  28. hadjier said

    Salam, buat mas joko
    Memang benar apa kata anda “lakum dinukum waliyadin…lbh baik menghargai semua mazhab”
    Tapi bukankah kita hidup dianjurkan untuk mencari kebenaran????
    Oke lah dari semua mazhab yg ada di islam adalah benar, tapi Bukankah dari yang benar pasti ada yang “terbenar”.
    Inilah tugas kita untuk mencari kebenaran yang terbenar dari semua yang benar.

    Wassalam
    Semoga ALLAH selalu menuntun kita kejalan yang ALLAH ridhoi

  29. Ohim said

    yang salah adala orang yang tak beragama

  30. maryam said

    iya aduh jd ngeri jg neh bc tulisan2nya yg saling m’hujat,
    yg ada musuh2 islam pada senyum2 kegirangan……….
    peaceeeee!!!

  31. hanif said

    Salam.
    bagus teruskan diskusinya. kalau sekedar diskusi mencari kebenaran gpp, itu bagus. tambah ilmu. mau saling adu argumen bagus. adu otot ada tempatnya. islam tidak akan hancur gara-gara adu argumen. yang justeru bikin bodoh itu ya pada jotos2an g karuan. masalah tidak selesai dengan mengabaikan. maaf ya saudara2 bukan berarti saya suka ribut ribut. Teruskan diskusinya! siipp -jangan terpengaruh sama orang-orang yang nyuruh damai-padahal inilah salah satu cara untuk saling mengerti untuk damai. Sekali lagi mengabaikan masalah, pura2 tidak ada masalah itulah sebenarnya bom waktu di antara kita. mudah2an dengan diskusi ini semuanya dapat tersalurkan…dan akhirnya persaudaraan itu terwujud tidak hanya secara lahiriah namun juga batiniah.
    wassalam.

  32. Lho kenapa cuman Al Husein saja yang di ziarahi, bagaimana dengan saudaranya Abu Bakar bin Ali, Umar bin Ali dan Ustman bin Ali yang sama – sama meninggal di Karbala gak di ziarahi??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: