Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Wanita Pertama di Mesir yang Kumandangkan Azan

Posted by infosyiah pada 1, Februari 29, 2008

Wanita Pertama di Mesir yang Kumandangkan Azan

Pengadilan Mesir mengeluarkan putusan diperbolehkannya seorang wanita mengumandangkan azan di masjid Mesir.

Menurut laporan Raja News mengutip dari Syiah On-Line menyebutkan bahwa keputusan yang diambil oleh sebuah pengadilan di kota Zaqaziq, Mesir membuat Amal Sulaiman Afifi Salim (32) menjadi seorang wanita pertama di dunia Islam yang akan mengumandangkan azan di tempat terbuka.

Berdasarkan keputusan pembolehan ini, Amal Sulaiman memiliki gelar S2 hukum ini akan mengumandangkan azan di daerah itu.

Disebutkan oleh pejabat Kementerian Wakaf Mesir, selain Amal Sulaiman, ada 10 orang lagi yang mendaftar kerja sebagai pengumandang azan di masjid tersebut. Mereka telah mengisi formulir pendaftaran, tapi tidak memiliki ijazah S2.

Pada tahun 2003, Tahani al-Jibali, menjadi wanita pertama Mesir yang menjadi hakim.[infosyiah]

12 Tanggapan to “Wanita Pertama di Mesir yang Kumandangkan Azan”

  1. suatu terobosan besar bagi ummat islam 🙂

  2. umfat said

    Assalamu alaikum:
    Innalillahi wa inna ilaihi raajiuun, musibah berikutnya telah menimpa ajaran Islam dan ummatnya, Apakah mereka tidak mengetahui bahwa menurut ajaran suci Allah suara merdu wanita adalah sebagai aurat yang haram untuk diperdengarkan di pendengaran ummum/ bukan kalangan muhrimnya?, bukankah berazan di pendengaran ummum bagi wanita Islam berarti dia telah melecehkan nilai-nilai suci Islam. Dan tentunya kalau demikian dia bukan muslimah yang arif,bijak dan mu’min namun dia menjadi muslimah pendosa! Naudzubillahi min dzalik!.

    Umfat

  3. ankopala said

    Waduh…!!!???
    Ape lagi neeh Boss??
    Astaghfirulloh…
    Innalillaahi…

  4. fuad said

    Syiah boleh ya, wanita Adzan. di 4 madzhab yang lain perasaan tidak boleh. Adzan kan ibadah, nah ibadah ini harus ada dalilnya tentang pelaksanaanny, kalau mau diterima oleh ALLAH SWT. sepengetahuan saya tidak ada dalil yang membolehkan wanita adzan. dari zaman Rasulullah S.A.W sampai Zaman Ali R.A. Kalau ada dalilnya saya mohon diberi tahu.

  5. Bagir said

    Salam

    @ Fuad

    Sekali lg ente ga belajar dr sumbernya..ane pgn ketawa klo bc argumen ente..ane mau tanya sama ente, ente tau itu fatwa dr ulama syiah ya..? smp ente bilang :
    “Syiah boleh ya, wanita Adzan. di 4 madzhab yang lain perasaan tidak boleh…bla..bla..bla”

    N coba ente baca dibawah ini (ada di Info syiah) ; ini FATWA ULAMA SUNI..!!!!!!!!!

    “Akhir bulan Mei 2007 D.R. Izzat Athiyah Dekan Fakultas Hadis Universitas al-Azhar dalam sebuah program televisi Mesir mengumumkan, “Bila ada seorang laki-laki dan wanita dalam sebuah ruangan kantor pemerintah atau swasta dan kondisi mereka menunjukkan duduk dengan orang asing hukumnya adalah haram. Agar tidak terjerumus dalam keharaman, wanita itu bisa menyusui sebanyak lima kali sang pria. Bila itu dilakukan keduanya bisa menjadi muhrim. Keduanya menjadi muhrim untuk keluar dari kondisi keharaman akibat berdua di tempat sepi. Setelah melakukan hal itu, keduanya dapat menikah dan tidak haram”.

    udah ente baca khan..(lbh detailnya ente masuk di kategori, trs klik artikel “Ayatullah Ja’far subhani”

    ane mau tanya sm ente itu disunni boleh yg “aneh2″ ya..jd kaya gitu ya fatwa2 ulama suni (masalah wanita dewasa menyusui laki2 dewasa yg bkn muhrim)..?? singkong diragi’in..Tape deeeech..

    kalo masalah adzan, ente tanya aja sama ulama ente..!
    ente harus jeli, berita2 disini bukan selalu Fatwa ulama Syiah, tp semua berita..ente tau arti berita khan..? naaah kalo kita dpt berita ya cari tau kebenarannya, trs dibandingkan hukum2nya, mn yg bnr mn yg salah, ko malah bilang ” syiah blh ya..bla…bla..”

    Wassalam

  6. neilhoja said

    @ bagir

    sepertinya mas Bagir ini seorang hakim ya? yah.. kita di sini kan semuanya masih belajar, kecuali memang mas Bagir dah ngaku pinter sendiri sementara yang lain bodoh.

    yah, kalo bodoh2an sih, mungkin saya yang paling bodoh. tapi alangkah baiknya kalo ilmu yang mas Bagir punya itu disampaikan dalam koridor akhlak yang kariim. bukankah Rasulullah sendiri mengatakan bahwa beliau diutus Liutammima makarimal akhlak….

    tapi kata mas Bagir ada benarnya juga. sebaiknya kita tidak langsung menuduh, tapi sangat perlu sekali yang namanya tabayun, bukan begitu mas?

    tapi, kalo memang benar itu yang terjadi di mesir, sepertinya ada yang ingin menjauhkan ummat ini dari agamanya…dan menghancurkan ajarannya adalah langkah pertama mereka. tapi apa bener? padahal setau saya yang kebetulan tinggal di Mesir, otoritas tertinggi beragama di Mesir dipegang oleh Syaikh al-Azhar, bukan oleh pengadilan….

    so, tolong, kalau boleh saya minta klarifikasinya…

  7. ojan said

    salam neh

    @ fuad
    klo buka blog di baca yang bener, lalu dimasukin ke otak trus diproses yang sempurna.
    abis ntu baru bikin coment …… he he he

  8. fuad said

    Maksud menyusui di sini tidak menyusui langsung tapi dituangkan ke wadah dulu. Setelah itu diberikan kepada lelaki yang bukan mahram tadi. Ini pernah dilakukan oleh Aisyah r.a Jadi ada sumber hukum/dalil.

    Maaf tentang perkataan saya yang mengganggap ini fatwa dari ulama syiah.

    Terlepas dari itu semua, kita harus cek dasar sang ulama membuat fatwa jika ada dalilnya diterima jika tidak jangan.

  9. Bagir said

    Salam…

    @Neilhoja

    Saya hakim..? hehehehe…hbt jg ya jd hakim, ilmu aja kaga punya…mslh ilmu ane udah ngom di artikel yg lain klo ane dibawah yg lain…tp ane mau tanya sm ente, mn kata2 ane yg bikin ente berfikir ane seorang hakim, n mn kata2 ane yg mengatakan atau mungkin membuat ente berfikir ane “mengaku dah pinter”..? setau ane, yg ane katakan “ga belajar dari sumbernya”.

    Kritik yg bagus dr ente..akhlak ana ga bgs..? Hmmm… wlpn ga ente katakan secara langsung tp ane tau dr mksd2 kata ente…Thax buanget kritik n sarannya, ane terima dg hati terbuka,,,,

    Tapi ane pgn ngom disini, n kebetulan ente tinggal diMesir, sesuai kata2 ente :
    “tapi, kalo memang benar itu yang terjadi di mesir, sepertinya ada yang ingin menjauhkan ummat ini dari agamanya…dan menghancurkan ajarannya adalah langkah pertama mereka. tapi apa bener? padahal setau saya yang kebetulan tinggal di Mesir, otoritas tertinggi beragama di Mesir dipegang oleh Syaikh al-Azhar, bukan oleh pengadilan….”

    Tolong tulisan (artikel) tsb diklarifikasi sesuai pengetahuan ente tsb, khan mudah untuk cari info bagi ente yg tiggal di negara yg mana fatwa itu dikeluarkan, betul atau tidaknya fatwa tsb ( maslh menyusui dan adzan)..ga sulit kan..? apalagi masalah menyusui tsb tlh dibantah oleh Ayatullah Ja’far Subhani (alias dalilnya lemah).

    Kalaupun otoritas tertinggi dipegang oleh sayikh al azhar, jelas bhwa Syaikh Mahmud Syaltut (yg mengeluarkan fatwa bahwa orang2 sunni dapat bermuamalah sesuai mazhab ja’fari diperbolehkan) kenapa byk yg menentang…? (mnrt ane siih wajar klo ditentang)ga sedikit oknum pemerintahan (yg secara ga langsung berkaitan dg pihak pengadilan Mesir) yg Kontra dg beliau saat itu.

    yg jelas ane terima kritik n saran dr ente…

    @Fuad

    ente baca lagi artikel Ayatullah Ja’far subhani..ok
    terus, “menyusui” itu artinya apa ya..? cb jelaskan mas..
    terus ane minta dalil nya bahwa yg dimaksud menyusui disini dituangkan dlm wadah..ok

    klo yg ente maksud dituang dlm wadah, maka sebaiknya bukan “menyusui” tapi ” diberi air susu wanita yg bukan muhrimnya yg dituang diwadah, lalu diminumkan ke laki2 tsb (disuruh minum)”

    mohon penjelasan dr mas fuad beserta dalil yg ente katakan spt ini :
    “Maksud menyusui di sini tidak menyusui langsung tapi dituangkan ke wadah dulu. Setelah itu diberikan kepada lelaki yang bukan mahram tadi. Ini pernah dilakukan oleh Aisyah r.a Jadi ada sumber hukum/dalil.”

    Wassalam

  10. teeway said

    @Bagir… hehehe… menyusui sama nggak sama NETEIN…

  11. Nurman said

    Asslamualaikum.
    sholawat selalu terlimpahkan kepada baginda Nabi Muhammad SAW.
    saya yang sedikit ilmu juga pamahamannya, hanya ingin menambahkan, bagai mana dengan hadist rosul yang intinya seorang perempuan sholatnya lebih baik di rumah dari pada di masjid. Mungkin Buat mas Fuad sama mas bagir mengerti apa fungsi adzan. dan bagaimana perempuan itu bergaul mungkin alasan klasik akan timbul bahwa ini adalah tantangan zaman tapi menurut saya akidah dan syariat tidak akan luntur oleh tantangan zaman tapi akidah dan syariat lah yang mengubah zaman. seorang perempuan dan seorang laki-laki sudah ada tugasnya masing-masing.

  12. neorhazes said

    phenomenon in this world always make me thinking so crazy,

    because there are unexpected case, like this..

    as far as i know, that Islam prohibits women to do Azan…

    because woman’s sound is an “aurat” for men!

    and, this time, Egyptian govt seems really “whatever” when issued a fatwa, like this!

    are this world make me confused?
    or i make this world confused?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: