Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Untuk Pertama Kalinya di Afghanistan Perempuan Dapat Ikut Salat Berjamaah

Posted by infosyiah pada 1, Maret 9, 2008

Untuk Pertama Kalinya di Afghanistan Perempuan Dapat Ikut Salat Berjamaah

1423556-mazar-e-sharif-0.jpg

Setelah dikuasai kelompok Taliban hingga kini, untuk pertama kalinya para perempuan Afghanistan diperbolehkan di sebuah masjid melakukan salat berjamaah di Mazar Sharif.

Menurut berita BBC, kurang lebih 200 perempuan yang kebanyakan adalah ativis urusan keperempuanan pada hari Jumat 7 Maret 2008 mendekati hari perempuan sedunia 8 Maret, setelah berupaya keras selama ini, akhirnya dapat mengikuti salat Jumat bersama para pria di satu masjid.

Fariba Majid, Ketua Urusan perempuan daerah Balkh adalah yang paling getol menggolkan proyek ini. Fariba mengatakan, “Semua ini dilakukan setelah mendapat persetujuan ulama dan para pejabat setempat, mereka berhasil melakukan langkah maju.”

Sebelum ini, tidak ada seorang perempuan pun yang diperbolehkan mengikuti salat berjamaah dengan para pria. Bahkan hal itu juga berlaku bagi para perempuan Syiah yang sering mengikuti acara bela sungkawa memperingati syahadah salah satu Imam mereka, saat salat berjamaah, mereka juga tidak ikut melakukannya bersama-sama para pria di sana.

Di masjid tempat ziarah Hazrat Ali, tempat salat telah dipisahkan dengan kain biru dan para perempuan melakukan salat di belakang masjid. Namun pun demikian, kebanyakan para perempuan yang datang bersama suaminya melakukan salat bersama suaminya di masjid itu. Sementara ribuan lainnya biasanya melakukan salat berjamaah di halaman masjid.

Kepada BBC, sebagian perempuan yang ikut dalam salat Jumat itu menyatakan bahwa salat berjamaah bersama para pria membuat mereka merasa bagian dari masyarakat. Penghormatan kepada perempuan seperti ini yang diajarkan oleh agama Islam.

Para perempuan Mazar Sharif beruntung karena diperbolehkan melakukan salat berjamaah, sementara kebanyakan perempuan lain di Afghanistan bahkan tidak diperbolehkan keluar rumah dan menjadi korban kekerasan.

Para aktivis perempuan menyambut gembira kebebasan yang diterima di Mazar Sharif, namun mereka masih khawatir pemikiran kolot dan adat di sana kembali mengekang kebebasan mereka dan bahkan tidak diperbolehkan melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan.[infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: