Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Pssst… Sayyid Hasan Nasrullah Jelang Usia 50 Tahun

Posted by infosyiah pada 1, Maret 12, 2008

Pssst… Sayyid Hasan Nasrullah Jelang Usia 50 Tahun

shn1.jpg

Suara benturan pintu yang tertutup menimbulkan berbagai pertanyaan, kaget, tangis dan ketakutan menghinggapi semua orang. Saddam Husein melakukan kudeta terhadap Ahmad Hasan al-Bakar. Hanya tinggal fotonya yang masih terpampang di tembok-tembok dan namanya disebut-sebut oleh rakyat Irak. Ahmad Hasan al-Bakar terpaksa menyerahkan kekuasannya kepada sang diktator Saddam Husein. Dan semenjak itulah petugas keamanan Irak mencari-cari orang bernama Sayyid Abbas Musawi, pembimbing dan teladan Sayyid Hasan Nasrullah.

Dua orang sayyid keturunan Rasulullah ini, Sayyid Abbas Musawi dan Sayyid Hasan Nasrullah pada waktu itu tengah menimba ilmu di kota Najaf. Pertemuan keduanya terjadi begitu saja secara kebetulan. Dan tampaknya karena keduanya berasal dari negara Lebanon.

shn2.jpg

Pada malam yang menakutkan itu, Sayyid Abbas keluar dari Irak menuju Lebanon. Dan pada waktu itu petugas keamanan Irak menyampaikan surat larangan masuk kembali ke Irak kepada Sayyid Abbas.

Pada malam itu Sayyid Hasan Nasrullah dikabari betapa banyak ulama, pemuda dan beberapa teman kelasnya ditangkapi oleh tentara Irak. Melihat kondisi yang tidak kondusif lagi, Sayyid Hasan Nasrullah memutuskan untuk meninggalkan Irak dan menuju Baalbek, Lebanon dan melanjutkan pendidikannya di sana. Disebutkan bahwa Sayyid Hasan Nasrullah termasuk The Best di masa pendidikannya baik di Najaf dan di Qom.

Sayyid Hasan Nasrullah adalah anak kesembilan dan memiliki dua orang anak. Ia pada tanggal 30 Agustus 1962 terlahir dari keluarga petani yang miskin di desa al-Bazurieh yang masih ikut dengan kota Shur. Ayahnya bernama Abdul Karim yang berjualan sayur-sayuran dan Sayyid Hasan Nasrullah sering membantu ayahnya.

Waktu itu, akibat pengaruh Uni Soviet di Timur Tengah, kebanyakan pemuda di daerahnya keranjingan paham komunis, namun Sayyid Hasan Nasrullah yang dibimbing dalam keluarga agamis tidak ikut arus itu.

Pada masa itu, Lebanon Selatan, khususnya pemukiman Syiah termasuk daerah yang miskin dengan fasilitas dan lapangan kerja yang sangat minim. Dibelit kemiskinan membuat Abdul Karim, mengajak keluarganya pindah menuju Beirut dan tinggal di daerah bernaman Karantina.

shn3.jpg

Sayyid Hasan Nasrullah menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengahnya di sekolah al-Najah, Sin al-Fil dan Shur. Dan setelah itu, karena kecintaannya dengan ilmu-ilmu agama ia memilih untuk melanjutkan pendidikannya di hawzah ilmiah Najaf. Terkait dengan hal ini ia mengatakan, “Ketika usia sepuluh atau sebelas tahun, saya membuat ‘amamah’ (sebutan sorban ulama Syiah) yang saya ambil dari nenek dan meletakkannya di kepalaku dan seperti ulama saya melakukan salat.”

Nabil Mulhim, sutradara Suriah yang membuat sebuah film dokumenter tentang kehidupan Sayyid Hasan Nasrullah atas pesanan majalah Amerika, Newsweek mengatakan, “Sayyid Hasan sangat dipengaruhi oleh ibunya, karena ibunya memiliki kepribadian yang sangat kuat.”

Nabil Mulhim melanjutkan, “Ibu Sayyid Hasan senantiasa menyemangati anaknya, Hasan untuk terus melanjutkan sekolahnya. Untuk itu, ibunya berusaha keras untuk mengumpulkan uang untuk membiayai sekolah anaknya.”

shn4.jpg

Khalid Musthafa, salah teman sekelasnya di SMP mengatakan, “Sekalipun usia Sayyid Hasan waktu itu hanya 12 tahun, tapi ia tidak pernah berbicara tanpa memikirkannya terlebih dahulu. Kepribadiannya membuat seseorang yang berbicara dengannya, merasa tengah berhadapan dengan seorang yang berusia 35 tahun.”

Khalid melanjutkan, “Pada tahun 1975, saat meletusnya perang bersaudara di Lebanon, Sayyid Hasan baru berusia 15 tahun. Dan dalam umur yang masih belia itu, ia masuk menjadi anggota Amal.

Timor Goksel, Penasehat pasukan perdamaian yang ditempatkan di Lebanon mengenai Sayyid Hasan Nasrullah mengatakan, “Saya telah beberapa kali bertemu dengan Sayyid Hasan Nasrullah. Ia dengan detil menghapal semua informasi mengenai Israel, politik dan militernya. Ia mengetahui dengan baik titik-titik kekuatan dan kelemahan Israel.”

Setelah syahadahnya Sayyid Abbas Musawi pada tahun 1992, Sayyid Hasan Nasrullah menjadi Sekjen Hizbullah.[infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: