Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Cerita Kunjungan Anggota DPR Temui Sayyid Hasan Nasrullah

Posted by infosyiah pada 1, Maret 15, 2008

Cerita Kunjungan Anggota DPR Temui Sayyid Hasan Nasrullah

nasrallah1.jpg

Saya memang sudah lama berkeinginan bertemu dengan sang Sayyid mulia itu. Saya ingin berjumpa, berdiskusi, dan bahkan menyentuh manusia yang saya kagumi ini. Manusia yang telah mewujudkan impian menjadi kenyataan, keputusasaan menjadi harapan, rendah diri menjadi kebanggaan, dan diatas itu semua melakukan semua ini bukan untuk kepentingan pribadinya tapi demi ridha Allah semata.

Ketika kesempatan terbuka dengan adanya delegasi Komisi 1 DPR ke Syria yang kemudian dirangkum sekaligus ke Lebanon dan Jordan, saya jauh-jauh hari merancang upaya pertemuan itu secara rahasia, diluar agenda resmi delegasi. Mengapa? Karena saya diberitahu oleh kontak saya bahwa bila rencana pertemuan itu bocor sebelum bertemu, maka bisa fatal dan batal sama sekali. Seperti kita ketahui Sayyed Hasan Nasrullah (SHN) adalah orang yang paling diincar oleh Israel (dan Amerika) saat ini. Setelah perang Maret 2006 yang meluluhkan fisik dan reputasi Israel itu, dia mengendalikan gerakannya, Hizbullah, dari tempat persembunyian. Pidato dalam rapat-rapat akbar yang dihadiri oleh ratusan ribu pendukungnya, disampaikannya lewat gambar video. Bukan karena takut mati, karena baginya mati seperti syahidnya putranya sendiri Sayyed Hadi dalam perang itu bukan musibah tapi merupakan karunia dimatanya. Kelangsungan kepemimpinannya yang masih diperlukan bagi melanjutkan perjuangan gerakannyalah yang memaksanya dalam kondisi sekarang. Pesawat tempur canggih Israel beserta perangkat senjata, satelit dan alat digital mutakhir senantiasa siaga memonitor setiap gerakan yang bisa membawa mereka ke tempat persembunyian SHN. Siap untuk menembakkan peluru kendali atau menjatuhkan bom dari atas. Pengantar saya, pimpinan hubungan internasional Hizbullah, bercerita bahwa suatu saat perjalanan Duta Besar Rusia ke tempat SHN terpaksa dibatalkan di tengah jalan karena pesawat Israel sudah berada melayang-layang di atas kendaraan yang membawanya.

Saya tidak akan menceritakan detail proses perjalanan. Singkat kata, saya dan tiga kawan anggota DPR, satu diantaranya non muslim atas permintaan SHN, sudah ada didepan pintu sebuah bangunan, Begitu pintu mobil yang gelap gulita dibukakan kepada kami dan kami beranjak turun, kami tidak tahu apakah kami berada dilantai atas, diatas tanah atau di basement. Kami tidak dibenarkan membawa alat elektronik kamera, hand phone apapun, karena bisa dimonitor secara digital. Hari, jam dan menit keberangkatan diberitahukan kepada kami di menit terakhir sebelum keberangkatan. Sampai jam terakhirpun kami diberi tahu rencana kami belum bisa dipasttikan.

Didalam ruangan yang sejuk, rapi dan bersih, kami dipersilahkan duduk ditemani beberapa pengawal, pejabat Hizbullah dan penerjemah Inggris yang fasih. Tak lama kemudian muncullah sang Sayyid yang oleh Israel, Amerika dan semua gengnya dijuluki sebagai “teroris”. Kami semua disalami dan dipeluknya, tak terkecuali yang non muslim, dan disitulah saya yang tadinya sedikit gemetaran menjadi tenang dan tenteram merasakan kehangatan tubuh dan sikapnya. Mungkin agak berlebihan bila saya katakan bahwa sosok ini tidak asing di benak saya. Bukan karena saya sudah sering melihat gambarnya, tapi bagi saya dia seolah “reinkarnasi” Imam Ali yang sering digambarkan dalam riwayat dan buku tarikh. Berperawakan gemuk berotot, tidak tinggi, berkulit agak gelap dibanding rata-rata orang Lebanon, dengan mata tajam, bersinar tapi ramah. Bila pejuang semulia ini yang memperjuangkan hak-hak rakyatnya dan tidak pernah menzalimi, apalagi menyakiti atau membunuh manusia tidak bersalah diberi julukan “teroris, sebagaimana dahulu julukan yang sama diberikan kepada pejuang kemerdekaan Indonesia pada masa penjajahan, maka setiap muslim seharusnya berdoa kepada-Nya agar diberi kekuatan untuk menjadi “teroris”.

Kami duduk di sebuah ruangan terang benderang, sekitar lima kali delapan meter. Ruangan itu dibatasi oleh partisi-partisi bergerak, putih bersih yang memisahkannya dari ruang yang jauh lebih besar. Ada sekitar sepuluh kursi, dua didepan dan empat masing-masing disamping. Saya duduk didepan, disamping kanan SHN. Seorang pertugas membagi beberapa lembar kertas kosong kepada staf SHN untuk mencatat pembicaraan kami. Menyesal sekali saya tidak minta kertas untuk juga mencatat.

Pembicaraan saya lakukan dalam bahasa Inggris, diterjemahkan oleh penerjemah mereka, dan dijawab dalam bahasa Arab kemudian diterjemah kembali. Saya sampaikan terimakasih atas kesediaan beliau menerima kami, dan setelah memperkenalkan rombongan kami dari partai-partai yang berbeda, saya katakan bahwa kedatangan kami ke Lebanon dalam perjalanan ke Syria ini paling tidak punya dua tujuan. Pertama, melakukan penelitian tentang situasi terakhir di kawasan ini, dan kedua memberikan dukungan moril kepada para pejuang disini, terutama pejuang Hizbullah dan (pimpinan politbiro) Hamas di Suriah. Saya katakan bahwa parlemen dan rakyat Indonesia berada dibelakang seluruh pejuang disini. SHN menyambut gembira pernyataan saya dengan wajah berseri-seri dan memuji rakyat Indonesia yang konsisten mendukung perjuangan rakyat Lebanon dan Palestina.

Namun SHN juga mengatakan bahwa sejauh ini tidak satupun pemerintah negara Arab memberikan dukungan dan bantuan nyata kepada mereka, kecuali Syria. Bahkan ulama di satu negara Arab pernah mendoakan agar Hizbullah dihancurkan oleh Israel dalam pertempuaran tahun lalu. Dia tidak mengeluh karena alasan yang semua kita sudah tahu. Tapi dia yakin rakyat negara-negara Arab dan Muslim ada dibelakang mereka. Dan kemenangan pada pertempuran yang lalu, dan pertempuran- pertempuran sebelum ini, tidak lain karena adanya “nasrun minallah” (pertolongan Tuhan), katanya.

Bagaimana mungkin kalau bukan karena campur tangan Tuhan. Dari semua perhitungan akal, Hizbullah seharusnya dapat dihancurkan paling dalam dua hari oleh Israel. Dikatakannya, kekuatan militer Israel yang terbesar kedua didunia, dengan 40.000 tentaranya yang menyerbu Lebanon, dapat dikalahkan oleh kekuatan milisi Hizbullah yang tidak lebih dari 3,000 orang. Belum pernah dalam sejarah konflik Arab-Israel, negara Arab bisa bertahan lebih dari seminggu. Dalam pertempuran 2006, Hizbullah bertahan selama 33 hari dan berhasil mengusir Israel. Bukan hanya mengusir, tapi menghancurkan puluhan tank-tank Merkava yang katanya tidak bisa dihancurkan, menenggelamkan kapal perang Israel, menewaskan dan melukai beratus serdadu musuh. “Keberhasilan” Israel hanya dalam dua hal. Menghancurkan bangunan dan infrastruktur Lebanon dan membunuh ribuan warga sipil Lebanon. Sebenarnya, menurut SHN, setelah dua minggu Israel akan mundur tetapi tidak mendapat izin dari Amerika. Menteri Luar Negeri Amerika, Conddoleezza Rice khusus datang ke Lebanon dan meyakinkan PM Fuad Seniora yang pro Amerika itu untuk “bersabar” beberapa minggu lagi. Tujuan invasi Israel ini hanya dua; menghancurkan Hizbullah dan membawa kembali dua tentara Israel yang diculik. Keduanya gagal. Upaya resolusi 1701 DK PBB untuk melucuti Hizbullah juga ditolak.

Menurut SHN, kemenangan Hizbullah ini telah memporak porandakan mitos tak terkalahkan Israel dan sangat berarti bagi perjuangan rakyat dikawasan ini. Mereka sekarang sedang bersiap siaga untuk menghadapi serangan berikut yang lebih besar. Serangan Amerika ke Iran. Dan kalau hal ini terjadi, menurut SHN, itu adalah akhir dari kejayaan Amerika dan Israel.

Ada dua versi umur SHN. Di Lebanon kami diberi tahu umurnya belum 40. Tepatnya 38 tahun. Tapi dari sumber lain, seorang penulis mengatakan dia dilahirkan pada 31 Agustus 1960, berasal dari keluarga sederhana (ayahnya penjual sayur), mendapat pendidikan di Najaf, Iraq, sekolah yang dibangun oleh Muhammad Baqir Shadr, dan kemudian melanjutkan ke Qom setelah Saddam mengusir orang-orang Lebanon Syiah dari Iraq. Ia menjadi panglima perang Hizbullah kemudian Sekjennya setelah Sekjen sebelumnya, Abbas Musawi, dibunuh Israel.

Ketika berkeliling Beirut, kami menyaksikan sisa-sisa reruntuhan bangunan yang dihancurkan Israel. Diantaranya apartemen saudara kandung Fadlallah yang hancur bersama penghuninya. Yang menarik, hampir puluhan jembatan yang dihancurkan Israel seluruhnya sudah dibangun kembali dengan gotong royong dan dana pemerintah dalam waktu satu tahun setelah perang, kecuali satu. Yaitu jembatan utama yang menghubungkan Beirut dengan Lebanon Selatan, kawasan utama pemukiman pendukung Hizbullah. Menurut suatu sumber, pemerintah Seniora sengaja tidak membangun jembatan itu untuk mengucilkan Hizbullah. Pemerintah Seniora, setelah menteri-menteri Hizbullah mengundurkan diri, sepenuhnya dibawah kendali Amerika. Boneka Amerika ini sekarang menciptakan krisis kontitusi karena memaksakan untuk mengganti presiden saat ini, Emile Lahoud, dengan calon yang direstui Amerika, walau parlemen tidak quorum karena diboikot oposisi.

Emile Lahoud dari kelompok Kristen Maronite pendukung Hizbullah dan pro Suriah. Kelompok ini dibawah pimpinan mantan jendral Michel Aoun yang mendukung Hizbullah karena dia beranggapan hanya Hizbullah yang dapat mengembalikan kedaulatan Lebanon. Sasaran utama Aoun adalah mengembalikan tanah subur dan sumber air Sheba Farm yang masih diduduki Israel. Kelompok Maronite mendukung Hizbullah dari sisi nasionalisme. Menurut suatu sumber, mereka tidak berminat melanjutkan perjuangan melawan Israel begitu tanah Sheba yang diduduki Israel sudah berhasil direbut kembali. SHN mengatakan bahwa status Sheba Farm ini paling aneh didunia. PBB mengatakan bahwa Sheba milik Suriah tapi Suriah membantahnya. Kalau dia tidak diakui milik Lebanon dan bukan milik Suriah serta jelas bukan milik Israel, maka tanah itu mungkin satu-satunya tanah di dunia yang tidak dimiliki siapa-siapa.

SHN yang selalu menjawab semua pertanyaan dengan lancar, lembut dan senyum menempel di bibir mengatakan bahwa konspirasi Barat terhadap Timur Tengah sudah dirancang lama selama berpuluh tahun. Dimulai dengan penjajahan, kemudian pemecahan negara-negara Arab menjadi negara-negara kerajaan dan Sheikhdom yang kecil-kecil sampai pencangkokan Israel disana. Upaya pemecahan ini masih berlanjut terus sampai sekarang dengan pendudukan Amerika di Iraq dan Afghanistan serta adanya resolusi Kongres Amerika baru-baru ini yang akan membagi Iraq menjadi tiga negara, Iraq Syiah, Iraq Sunni, dan Iraq Kurdi. Semuanya ini karena kawasan ini penghasil minyak terbesar didunia dan sumber energi ini harus mereka kuasai demi mempertahankan standar hidup mereka. Jangan harapkan Amerika akan meninggalkan kawasan ini secara suka rela, di bawah pemerintah Amerika siapapun. Mereka harus diusir dari sana dengan paksa. Apalagi sekarang, menurut SHN, ada Cina sebagai raksasa ekonomi baru dunia yang menyaingi Amerika. Penguasaan terhadap sumber energi ini menjadi lebih strategis dan penting karena satu alasan. Kekuatan raksasa Cina ini punya satu kelemahan utama. Dalam istilah SHN “the Chinese Achilles’ Heel” (tumit Akiles Cina). Yaitu, negara yang haus energi ini tidak punya sumber energi. Dengan menguasai sumber energi Timur Tengah, Amerika akan mempunyai daya tawar tinggi dan mampu menekan Cina.[infosyiah]

8 Tanggapan to “Cerita Kunjungan Anggota DPR Temui Sayyid Hasan Nasrullah”

  1. Frodo said

    Eeiii WAllah ….

  2. abu robbani said

    subhanalloh, janji Alloh pasti benar “sesungguhnya kemenangan telah dekat” semoga Alloh memanjangkan umur Sayyid Hassan dan Imam Mahdi AS selalu membantu Hizbulloh dgn pasukan langitnya, Insya Alloh

  3. hariadhi said

    Ada yang bikin saya sedikit geli, Mas. Itu kok bisa-bisanya menenggelamkan kapal perang Israel? Mangnya perang Lebanon itu lewat laut? Ah… tapi bisa aja saya yang salah.

    Yah.. saya doakan semoga cepat damai. Entah mana yang bakal kalah, cuma satu di atas yang tahu.

  4. VRODO said

    Hariadhi…. hariadhi…. mbok yang cerdas dikit… sanah..!! lihat peta dulu.. DASAR…!!!

  5. hariadhi said

    Ooo maaph, sayah yang salah dan bodoh. Sayah pikir pertempurannya lewat darat darat dan udara doang. Tapi kayanya tuh kapal ndak tenggelam tuh. Yang diserang kapal corvette INS Hanit kan, maksudnya?

  6. […] karena dikasih pertanyaan bodoh? hihihihi. Dunia emang udah […]

  7. trixi said

    Kok kapal laut yang dipusingin?? Gak penting banget
    INS Hanit gak tenggelam, cuman lumpuh sehingga harus ditarik.
    Yang penting bukan soal dia tenggelam atau tidak, tapi MALU-nya itu dan MAHAL-nya biaya untuk reparasi, bisa sama dengan biaya pengadaan awal kapal itu….

  8. jemala said

    ini tulisan siapa. anggota dpr komisi 1 kan banyak. yg pasti ini bukan tulisan pengelola blog ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: