Info Syiah

Ringan, Segar dan Mencerahkan

Amerika Antusias Kerja Sama, Irak Ajukan Syarat

Posted by infosyiah pada 1, Maret 17, 2008

Amerika Antusias Kerja Sama, Irak Ajukan Syarat

Sami Al-Askari, salah satu anggota parlemen Irak yang berasal dari Partai Aliansi Irak Bersatu mengatakan, “Dewan Politik-Keamanan Nasional Irak mengajukan tiga syarat bagi kerja sama akan datang Amerika-Irak.” Tiga syarat yang bakal diterapkan pemerintah Irak dalam kerja samanya dengan Amerika terkait dengan tidak ada kemudahan dan kekebalan hukum bagi pelaku kriminal, Amerika dilarang membangun pangkalan militer tetap di Irak dan syarat ketiga adalah militer Amerika tidak punya hak untuk menangkap dan menahan warga Irak tanpa mendapat izin dan konfirmasi dari pemerintah Baghdad dan atau militer Irak.

Minggu kemarin, babak pertama perundingan Irak dan Amerika dilakukan di gedung kementerian Luar Negeri Irak. Hasil perundingan ini tidak diumumkan dan dinyatakan rahasia, bahkan sampai kini media-media massa belum melaporkan apa yang terjadi dalam perundingan itu. Juru bicara Amerika di Baghdad menjelaskan, nota kesepahaman (MoU) kerja sama Amerika dan Irak bersifat transparan dan tidak akan ada poin-poin yang bersifat rahasia. Sebelum butir-butir nota kesepahaman itu diumumkan secara resmi, terlebih dahulu akan diratifikasi oleh parlemen Irak dan Kongres Amerika.

Nouri Al-Maliki, Perdana Menteri Irak dan George W. Bush, Presiden Amerika pada bulan November tahun 2007 dalam sebuah nota kesepahaman telah menandatangani kerja sama di bidang politik, ekonomi dan keamanan. Menurut mayoritas kalangan politisi dunia, nota kesepahaman ini merupakan landasan berbagai kerja sama Amerika dan Irak pasca tahun 2008. Sementara kebanyakan partai-partai politik di Irak menilai, setiap kesepakatan dalam koridor perundingan rahasia Amerika dan Irak, maka dasarnya harus merujuk pada maslahat dan kepentingan nasional Irak. Dewan Keamanan Nasional Irak menjadikan kepentingan nasional Irak sebagai landasan saat mengajukan tiga syarat dalam melakukan kerja sama dengan Amerika.

Dalam pandangan pemerintah dan rakyat Irak, Amerika adalah negara penjajah dan agresor. Ditambah lagi selama lima tahun menduduki Irak, Amerika ternyata rakus akan sumber alam Irak, utamanya minyak bumi yang membuatnya ingin bercokol lebih lama di negara seribu satu malam ini. Mendirikan pangkalan militer tetap di Irak merupakan pilihan utama dalam mewujudkan keinginan para petinggi Gedung Putih untuk tinggal lebih lama di Irak. Ini adalah bagian dari sejumlah bukti-bukti mengapa perundingan Amerika dan Irak dilaksanakan dengan hati-hati, tersembunyi dan rahasia.

Menurut pandangan tim haus perang Bush, Irak merupakan mangsa yang tidak boleh dilewatkan begitu saja. Oleh karenanya, kebanyakan kalangan regional yang sejalan dengan partai-partai politik Irak menekankan bahwa setiap kesepakatan dengan Amerika harus disampaikan kepada rakyat Irak dan hanya melewati jalur hukum dan resmi.[infosyiah]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: